The first 184 lines.
Anak-anak, ingat yang aku sampaikan Sabtu kemarin...
..tentang Yesus yang pergi ke bukit dan berkhotbah pada orang-orang...
..dan dia bersabda, "Berbahagialah orang yang berhati suci...
..karena mereka akan melihat Tuhan,"..
..dan beliau berkata bahwa Raja Sulaiman yang agung...
..tak seindah bunga bakung di ladang?
Dan kalian tak akan lupa, "Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi"..
..karena itu sudah kujelaskan.
Kemudian Yesus melanjutkan,..
.."Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu...
..yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba,..
..tapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka."
5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, 60...
...65, 70, 75, 80, 85, 90, 95, 100!
Aku datang, siap atau tidak!
Ada apa?
Hei! Hei!
"Pohon yang baik tak mungkin menghasilkan buah yang tidak baik."
"Ataupun pohon yang tidak baik tak mungkin menghasilkan buah yang baik."
"Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenali mereka."
Sekarang apa, Tuhan?
Janda lagi?
Sudah berapa? Enam?
Dua belas?
Aku tak ingat.
Engkau bersabda, aku akan melaksanakannya.
Kau selalu mengirim uang untuk menyampaikan firman-Mu.
Seorang janda dengan segepok uang yang disembunyikan dalam mangkuk gula.
Tuhan, aku lelah.
Kadang aku bertanya-tanya apa Engkau benar-benar mengerti.
Bukan tentang pembunuhannya. Kitab-Mu penuh dengan pembunuhan.
Tapi ada yang Engkau benci, Tuhan.
Bau parfum...
..renda, rambut keriting.
Terlalu banyak.
Kau tak bisa membunuh dunia.
Apa kau yang mengendarai mobil dengan plat nomor Moundsville?
Harry Powell, atas perbuatanmu mencuri mobil...
..kau akan menghabiskan 30 hari di Penjara Moundsville.
Pendeta Ηarry Powell.
Seorang pencuri mobil, yang tertangkap basah,..
..seorang pendeta?
Harry Powell.
Pegang Nona Jenny.
Jangan bergerak, Nona Jenny!
Sudah. Apanya yang sulit?
Ayah!
- Di mana ibumu? - Pergi berbelanja.
- Ayah terluka. - Dengar, John.
Uang ini harus kita sembunyikan sebelum mereka menangkapku.
Jumlahnya $10.000. Di mana?
Di bawah batu ruang pengawetan? Tidak.
Di bawah bata anjang-anjang anggur? Tidak, mereka akan menggalinya.
Tentu. Itu tempatnya.
- Itu dia. - Mungkin masih memegang pistol.
Dengar, Nak. Kau harus bersumpah.
Sumpah artinya janji. Pertama, jaga Pearl baik-baik.
Jaga dia dengan nyawamu, Nak.
Lalu jangan mengatakan di mana uangnya disembunyikan, bahkan kepada ibumu.
- Baik, Ayah. - Kau mengerti?
- Bahkan kepada ibu? - Nalarmu jalan. Ibumu tidak.
Saat besar nanti, uangnya akan jadi milikmu.
Sekarang berdiri dan tatap Ayah. Angkat tangan kananmu.
Sekarang ucapkan, "Aku akan menjaga Pearl dengan nyawaku."
Aku akan menjaga Pearl dengan nyawaku.
- "Dan aku tak akan mengatakan di mana uangnya." - Dan aku tak akan mengatakan di mana uangnya.
Dan Pearl, kau juga harus bersumpah.
Ben Ηarper.
Sekarang Ayah akan pergi, anak-anak. Selamat tinggal.
Jatuhkan pistolnya, Ηarper. Kami tak ingin anak-anak terluka.
Ingat sumpahmu, Nak.
Jangan.
Jangan!
Ayah.
Ben Harper, pengadilan ini memutuskan...
..atas perbuatanmu membunuh Ed Smiley dan Corey South...
..kau akan dihukum gantung.
Semoga Tuhan mengampuni jiwamu.
Aku memperdaya kalian semua.
Tak ada seorang pun yang bisa memaksaku mengatakannya.
Di mana, Ben? Di mana?
- Di mana? - "Dan seorang anak kecil akan menuntun mereka."
Ayo, katakan.
Ben, aku ini pendeta.
- Mencoba membuatku bicara dalam tidur. - Tidak, Ben.
Apa yang aku katakan? Apa? Apa? Apa?
Kau mengutip Injil, Ben.
"Dan seorang anak kecil akan menuntun mereka."
- Kau membunuh dua orang, Ben Ηarper. - Benar, Pendeta.
Aku merampok bank itu karena jemu melihat...
..anak-anak berkeliaran di hutan tanpa makanan...
..anak-anak berkeliaran di jalanan dalam keadaan serba kesulitan...
..anak-anak tidur dalam rongsokan mobil dan tumpukan sampah.
Dan aku berjanji jangan sampai anak-anakku seperti itu.
Dengan $10.000 aku bisa membangun tempat ibadah...
..sehingga Gereja Wheeling Island terlihat seperti kandang ayam.
Ada permen gratis untuk anak-anak?
Pikirkan, Ben, hanya dengan uang haram itu.
Bagaimana kau bisa punya pisau lipat yang disembunyikan di balik selimut itu?
Tuhan membutakan musuhku ketika mereka membawaku ke tempat terkutuk ini.
Aku menyelundupkannya tepat di depan mereka.
Aku tidak datang dengan damai...
..tapi dengan sebilah pedang.
Kau, Pendeta?
Pedang ini telah banyak membantuku, Ben Ηarper.
Sebenarnya kau menganut agama apa, Pendeta?
Agamaku sejalan dengan agama Tuhan.
Pastinya.
Penyelamatan adalah persoalan menit-menit terakhir, Nak.
Teruslah bicara, Pendeta.
Jika kau mendermakan uang itu untuk melayani tujuan Tuhan...
..Dia mungkin akan berubah mengasihimu.
Teruskan, Pendeta.
Jangan berpikir Tuhan akan berubah pikiran jika kau...
Tuhan...
..Engkau pasti tahu yang Kau lakukan...
..saat menempatkanku di sel ini.
Seorang lelaki yang menyembunyikan $10.000...
..dan seorang calon janda.
- Ada masalah? - Tidak.
Dia selalu tenang. Tetap tegar.
Sedikit menendang-nendang.
Mereka bilang dia meninggalkan istri dan dua anak.
Tak pernah dengar.
- Dia tak mengatakan di mana uangnya? - Tak pernah.
Menurutmu uangnya diapakan?
Dia membawa rahasianya sampai mati.
Itu kamu, Bart? Makan malam segera siap.
Kadang aku berpikir lebih baik berhenti menjadi penjaga.
Kau selalu merasa begini jika ada hukuman gantung.
Kau tak perlu hadir di sana.
Kadang aku ingin kembali ke tambang saja.
Dan membuatku menjanda jika terjadi ledakan seperti tahun 1924?
Jangan harap.
Kau ingin membelinya, John?
Jadi ibumu melarang kalian masuk sekolah.
Bagaimana kabar ibumu?
Dia ada di toko es krim Spoon.
Mereka tahu uang yang dicuri ayahmu itu dipakai untuk apa?
Kami harus pergi.
- Jangan menyanyikannya. - Kenapa?
Kau masih kecil.
Boleh minta permen?
Tidak.
Willa Harper, dalam hidup ini ada hal-hal sederhana yang masuk akal...
..seperti dua tambah dua sama dengan empat, dan salah satunya adalah,..
..tak ada wanita yang mampu membesarkan anak seorang diri.
Tuhan mengamanatkan tugas itu untuk dua orang.
Icey, aku hanya tak ingin bersuami lagi.
Bukan persoalan ingin atau tidak. Kau bukan seorang gadis.
Kau wanita dewasa dengan dua anak kecil.
Kau butuh seorang lelaki di rumahmu, Willa Harper.
Ceritakan sebuah dongeng, John.
Pada zaman dahulu...
..hidup seorang raja kaya raya...
..yang memiliki seorang putra dan seorang putri.
Mereka tinggal di sebuah istana di Afrika.
Suatu hari, raja itu diculik oleh orang jahat.
Sebelum dibawa pergi...
..dia berpesan pada putranya agar membunuh siapa pun yang ingin mencuri emasnya.
Dan tak lama kemudian, orang jahat itu kembali...
Hanya seorang lelaki.
Selamat malam, Pearl. Tidur nyenyak dan jangan sampai digigiti kutu busuk.
Selamat malam, Nona Jenny. Jangan sampai digigiti kutu busuk.
Kapalnya tak lagi berlabuh di Cresap Landing, tapi masih membunyikan klakson saat lewat.
Kemarilah minum kopi, Nak.
Tak ada yang mengambil sampan ayah.
Tak akan ada yang mengambilnya selama Paman Birdie masih di sini.
Segera setelah aku merasa baikan, akan kuperbaiki sampannya.
Sudah lama tak melihatmu, Nak.
Aku menjaga Pearl.
Bah! Bukankah itu tanda bahwa wanita akan jadi beban lelaki...
..bahkan saat tak diperhatikan?
Sebentar... aku mau mempermanis kopiku.
Sudah 25 tahun meninggal tapi tak pernah berhenti mengawasiku.
Orang seumuranku butuh seteguk alkohol untuk memanaskan tubuh.
Ya.
Aku bicara dengan orang asing di penginapan.
- Dia kenal ayahmu. - Di mana dia mengenalnya?
Aku akan berterus terang denganmu, dia mengenalnya di Penjara Moundsville.
Aku harus pergi, Paman Birdie.
Kau baru saja datang.
Aku bilang pada ibu untuk menjemput Pearl di Spoon.
No comments yet. Be the first to leave one.