Season 1

Release info

Kage no Jitsuryokusha ni Naritakute S01E15 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

TS
Published on: 2023-01-11
Downloads: 271
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau juga ikut Festival Dewa Bela Diri?

Tentu saja. Karena ia dihadiri oleh orang-orang hebat dari segala penjuru.

Sebagai ahli pedang, takkan kulewatkan kesempatan ini.

Hei, hei. Orang itu pasti akan mati.

Ini pemanasan untuk Festival besok!

Benar!

Habiskan!

Mereka sudah pasti akan mati.

Ada banyak ahli pedang sihir di sini!

- Keren! - Tunggu!

Kerajaan Oriana...

Bahkan dari Negeri Timur?

Di sini pasti ada orang keren, kan?

Besarnya.

Aku merasa tidak enak.

Di ujung jalan itu.

Makhluk apa dia sebenarnya?

Terima kasih, para pemain figuran.

Berkat kalian aku bisa teringat apa yang perlu kulakukan.

Tak peduli suku dan negara asal.

Pelaksana, peserta, dan penonton,

yang mereka inginkan hanya satu.

Kekuatan yang nyata.

Festival di mana semuanya bersatu menginginkan yang terkuat ini,

yang perlu kulakukan adalah...

Muncul ke arena sambil menyembunyikan kekuatan asliku.

Pertama buat mereka berpikir, "Orang ini akan mati".

Lalu perlahan...

"Ternyata dia kuat!".

Pada akhirnya mereka akan bilang, "Siapa dia sebenarnya?"

Kegiatan ini jadi nomor satu dalam daftar yang ingin dilakukan Fadil Bayangan.

Itu dia!

Aku harus hanyut dalam gelombang besar ini!

Terima kasih atas kunjunganmu, Tuanku.

Hari ini apa yang akan Anda...

Aduh.

Kamu mimisan.

Aku ada satu permintaan.

Apa pun itu yang Anda inginkan.

Aku ingin ikut Festival Dewa Bela Diri, merahasiakan jati diriku.

Merahasiakan jati diri?

Kenapa kalau saya boleh tahu?

Maaf, tapi bisa tolong jangan tanya?

Maaf, aku tak bisa beritahu siapa pun.

Begitu, ya.

Kalau begitu saya takkan bertanya.

Bawakan barangnya.

Kalau begitu, permisi ya, Tuan.

Apa ini?

Ini adalah slime yang kusempurnakan,

bersandar pada kebijaksanaan bayangan dari Tuanku.

Bila ini diberi sihir,

warnanya akan berubah menjadi warna kulit sungguhan.

Oles dan oles.

Bagus juga ya bisa dipakai siapa pun.

Kuserahkan produksi massal ke Eta.

Tapi kalau begini saja rasanya seperti cuma menempel tanah liat.

Dari sini kita raut dan warnai slime-nya,

maka jadilah orang yang berbeda.

Begitu, ya.

Anda mau wajah yang mana?

Aku ingin yang tampak lemah.

Tampak lemah, ya...

Bagaimana kalau pria ini?

Ia bernama Jimina Senen.

Dia pemalas dan tak tangkas sebagai ahli pedang sihir.

Dia dicoret dari klannya sendiri lima tahun lalu,

tak ada yang mengenalnya dan dia sudah mati.

Bentuk tulang kalian mirip, saya sarankan yang ini.

Bagus. Tak hanya mukanya,

gelarnya juga sama persis.

Aku pilih Jimina ini.

Baiklah.

Kalau begitu kita mulai!

Bagaimana?

Oh, begitu rupanya.

Tampak begitu lemah.

Hm.

Sepertinya lebih cocok kalau bungkuk.

Pundaknya turun, serta suara dan muka terlihat malas.

Tuanku memang mahir.

Dilihat dari postur dan cara jalan,

orang-orang akan tahu betapa malasnya orang ini menggerakkan badan.

Apa yang pernah Anda katakan waktu itu,

telah terwujud dengan sempurna.

Gamma menghafal seluruh pengetahuanku dan memahaminya.

Dan alat perubahan yang menarik ini adalah salah satu hasilnya.

Jenius.

Ternyata memang jenius.

Busana dan pedang bekas murahan...

Aduh!

Sayangnya refleks motoriknya begitu payah.

...juga telah saya siapkan.

Kamu mimisan.

Tidak salah lagi.

Itu, lihat.

Itu adalah...

Dia Annerose dari Tujuh Pedang Begalta.

Dalam Cobaan Dewi waktu itu,

katanya ia yang memanggil prajurit purba.

Terlihat sangat berwibawa.

Hei, kamu.

Kamu berencana ikut serta dalam Festival Dewa Bela Diri?

Pedang murahan, badan yang lemah,

dilihat dari mana pun kamu amatir.

Aku akan terus terang,

tapi urungkan niatmu untuk ikut serta.

Kalau kamu anggap remeh, bukan cuma luka yang akan kamu dapat.

Hah.

Berhentilah menilai orang dari penampilannya.

Padahal aku sudah repot-repot memperingatkanmu.

Aku tak butuh.

Tunggu, aku belum selesai!

Tidak salah aku memilih badan ini!

Tak kusangka aku bisa

melakukan jurus "kelihatan lemah padahal Fadil Bayangan" secara sempurna!

Tunggu sebentar, Kak.

Baiknya kau menghargai kebaikan dari orang lain.

Orang yang lebih biasa pun muncul!

Baru juga kubilang.

Aku Quint.

Aku sudah sering ikut serta Festival Dewa Bela Diri.

Orang sepertimu selalu membuat suasana menjadi canggung.

Tolong, kau pulang saja dan nenen pada ibumu sana.

Kalau itu sih lucu sekali.

- Setidaknya... - Aku harus hanyut...

...Aku lebih kuat darimu.

...dalam gelombang besar ini!

Quint, kau diremehkan.

Yakin mau diam saja?

Siapa yang kau bilang lebih kuat dariku?

Hati-hati kalau bicara!

Ya!

Kini saatnya kalau mau minta maaf.

Kau benar-benar lemah, ya.

Kubunuh kau!

Sangat-sangat amatir.

Sejujurnya pertempuran tak bersenjata, tak berkembang di dunia ini.

Ada sejumlah pilihan dalam situasi ini.

Dalam turnamen gorila... Maksudku turnamen manusia tangan kosong,

sudah pasti aku akan menang, kan.

Lagi pula kalau ini pertarungan dengan musuh kuat sungguhan,

pertama incar matanya.

Tapi aku masih belum ingin bertarung.

Rasakan ini!

Ini masih belum seberapa!

Serang balik sedikit, dong.

Dari penampilannya sih dia orang lemah.

Kau tak bisa membalas saking takutnya?

Kepalan tanganku tak semurah itu untuk dikeluarkan di sini.

Sepertinya masih belum cukup.

Hentikan itu.

Hah?

Aku tak tahan melihatnya.

Cih.

Kau kenapa, Quint? Kau buang air?

Sudah selesai? Membosankan sekali.

Diam!

Kamu tak apa?

Maaf. Aku tak tahu malah akan sejauh ini.

Harusnya kau bisa hentikan dia dari tadi kalau kau ingin.

Apa aku salah?

Selama itu bisa membuatmu urung ikut Festival Dewa Bela Diri,

kubiarkan kau sedikit terluka di sini.

Ini semua demi dirimu.

Sembuhkan lukamu dulu.

Tidak perlu.

Apa?

Sudah lama aku tak menikmati rasa darah.

Padahal kamu dipukul separah itu, tapi tak terluka?

Sudah lama aku tak menikmati rasa darah.

Tunggu!

Aku Annerose Fuschianas.

Kalau kamu?

Jimina. Jimina Senen.

Jimina Senen...

Pendaftarannya di sini!

Jangan menghalangi jalan!

Kau! Mengeluarkan pedang berarti diserahkan ke Kelompok Kesatria!

Aku berhasil.

Pria yang diremehkan.

Tapi sebagian manusia menyadari keanehannya?

Reaksi cewek tadi begitu bagus.

Tapi jangan tergesa-gesa. Intinya dimulai dari sini.

Setelah turnamen dimulai orang-orang akan berpikir, "Jangan-jangan dia kuat."

Pada momen paling ramai,

mereka berpikir, "Ternyata dia sangat kuat"!

Demi hal itu...

Berikutnya, Jimina Senen.

Ah, iya.

Eh?

Dengar, besok Festival Dewa Bela Diri akan dimulai.

Sebelum itu ada penyisihan,

hanya yang lolos yang bisa maju ke turnamen inti.

Untuk pamer kekuatan asli dalam momen paling ramai turnamen,

aku hanya perlu bertarung seperti biasa.

Tak ada kendala, sih. Tapi...

Respon penyisihan juga tak bisa diremehkan.

Benar! Untuk mendapat uang taruhan yang bertambah banyak saat turnamen inti,

kita harus mengumpulkan data dulu.

More Indonesian subtitles for The Eminence in Shadow

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left