The first 200 lines.
Itu Chi Yoo...
Kakak.
Hai, Joo Chul.
Chi Yoo.
Chi Yoo!
- Chi Yoo. - Nenek.
Lihat, ini Chi Yoo.
Ini Chi Yoo.
Ibu benar.
Ibu, ini benar-benar Chi Yoo.
Bukankah ini artinya dia berada di perusahaan ini?
Cari dia sekarang.
- Chi Yoo! - Tentu.
Aku akan mencarinya, jadi, Nenek duduklah.
Chi Yoo pasti menjatuhkan ini.
Itu pasti dia.
Cepat cari dia sekarang!
Cari Chi Yoo!
Panggil satpam dan periksa CCTV.
- Cari tahu siapa yang tadi ke sini. - Baik, Pak.
Sebarkan pengumuman di kantor,
tanyakan siapa pun yang menjatuhkan foto itu. Cepat.
Baik, Pak.
Ayah, kita harus menelepon Detektif Kim dan...
Cucuku masih hidup. Dia masih hidup.
Cucuku masih hidup.
Di dojo taekwondo?
Ya, aku tidur nyenyak karena tempatnya cukup luas.
Kamu pasti tidur di lantai. Punggungmu tidak sakit?
Sebenarnya, ada sofa dan kasur hangat,
jadi, tidak masalah.
Pelatihmu sangat baik.
Aku harus membalas budinya.
Aku baru ingat.
Aku akan menemui Ibu sebelum pergi ke dojo,
tapi dia tidak menjawab ponselnya.
Dia juga tidak menjawab semua telepon kakak.
- Mungkinkah ada masalah? - Jangan ada mobil yang keluar.
"Episode 29"
- Kakak, aku sebaiknya pergi. - Pergilah.
Ada apa?
Jadi, Pak Cheon sudah memeriksa semua kantor di lantai sembilan?
Ya, tapi tidak ada yang mengaku telah menjatuhkan foto.
Serta hanya tim desain yang tertangkap CCTV.
Selain itu, tidak ada pengunjung hari ini.
Lalu bagaimana ini bisa terjadi?
Mampukah polisi
mencari tahu di mana foto ini diambil?
Aku selalu heran kenapa kita tidak bisa menemukannya.
Lihatlah foto ini.
Seseorang pasti mengasuhnya.
Jika tidak, kenapa dia menggendong bayi orang lain?
Bedebah itu.
Teganya mereka mengambil anak orang lain yang berharga?
Saat kutemukan orangnya...
Ibu, tolong tenanglah. Jangan sampai Ibu pingsan.
Nenekmu terus mencarimu.
Di mana kamu
dan siapa yang kamu gendong di foto ini?
Astaga.
Putraku mencari petugas yang dahulu?
Benar. Dia meminta kami mencari petugas yang bertugas
dan menanyakan apa yang terjadi dengan sampel DNA ayahnya.
Jika Anda memberi tahu kami tanggal datang ke kantor polisi,
kami bisa menemukan petugas yang bertugas.
Begitu, tapi itu sudah lama sekali.
Benar. Aku tidak bisa mengingatnya.
Tentu saja. Aku akan menghubungimu setelah aku ingat.
Terima kasih.
Ya, ini ibu.
Ibu ingin menanyakan sesuatu.
Ibu, aku baru saja akan menelepon Ibu.
Kurasa kita akan menemukan Chi Yoo!
Apa maksud Ibu?
Kita menemukan foto Chi Yoo di lantai kantor.
Fotonya tergeletak di lantai gedung kita!
Aku mengantar Ayah dan Nenek ke kantor polisi.
Kantor polisi?
Kami ingin meminta mereka menyelidikinya.
Ibu, aku sedang menyetir. Nanti kutelepon lagi.
Baiklah.
Penyelidikan?
Foto?
Foto apa?
Ini aku, Jae Young.
Ibu tidak menjawab teleponku, jadi...
Apa?
Tentu, aku akan segera ke sana.
Taksi!
Dia bolos kerja kemarin.
Dia bahkan tidak memberitahuku dia pergi hari ini.
Luruskan faktanya.
Dia tidak bolos kemarin. Dia libur.
- Bukankah sudah kuperingatkan? - Tentu. Potong saja gajinya.
Potong gajinya sehari.
Bukan itu masalahnya. Pekerjaanku tidak bisa selesai!
Jadi, kamu tahu itu.
Tidak ada yang bisa selesai saat dia tidak masuk sehari.
Apa mustahil jika gajinya dinaikkan?
Kamu selalu memikirkan cara memotong, bukan menaikkan gajinya.
- Apa? - Pararegal di kantor sebelah
jauh lebih baik daripada kita!
Bukan main. Diamlah.
Bawa jadwal hari ini ke ruanganku.
Kakak tidak tahu jadwalmu.
Maka tanya dia.
Jadwal peristiwa, jadwal konsultasi,
jadwal sidang, pengiriman surat, dan sebagainya.
Dia tidak mengangkat ponselnya!
Kakak tidak tahu apa pun meski kerja di sini bertahun-tahun.
Jika Kakak tidak bisa bekerja di sini, carikan aku klien!
Apa? Di mana kakak bisa mencarikanmu klien?
Haruskah kakak menanyai orang asing di jalan,
"Kamu mau sidang? Bagaimana kalau gugatan"
- Kakak harus begitu? - Kenapa tidak?
Daripada dinafkahi orang lain, aku lebih suka berusaha keras.
Apa? Dinafkahi orang lain?
- Hei, hanya itu alasanmu? - Itulah maksudku!
Jika Kakak tidak mau mendengar ini, carikan aku klien.
Dasar tidak berguna.
Bedebah kasar. Beraninya dia bicara seperti itu kepada kakaknya?
Baiklah. Tadi aku hendak mengangkat telepon.
Astaga, karena aku dinafkahi olehmu,
Aku akan meninggalkanmu.
Bagaimana kalau kamu belajar menghargai bantuan, Bedebah?
Dasar bedebah.
Astaga, kedua telepon berdering.
Jawab telepon...
Dia pergi. Dia...
Park Wan Seung! Bedebah!
Anda baik-baik saja?
- Ibu. - Kamu di sini.
Ibu baik-baik saja?
Parah, ya?
Menurutku, dia harus dibawa ke rumah sakit.
Ibu juga demam tinggi.
Ibu seharusnya meneleponku. Kenapa Ibu melaluinya seorang diri?
Kamu seharusnya ke kantor. Kenapa kamu datang ke sini?
Suaranya hilang karena batuknya parah.
Ibu minum obat, bukan?
Ya.
Ibu, aku tidak sanggup melihat ini. Kita harus ke rumah sakit.
Untuk apa ibu ke rumah sakit?
- Ibu harus mengeriting dua klien. - Jae Young di sini.
- Hei, panggil taksi. - Baiklah.
Bisakah kamu mencari tahu di mana dia?
Jika diperhatikan,
foto ini diambil lama setelah dia hilang.
Entahlah.
Sulit mengetahuinya hanya dengan foto ini.
Seperti yang Anda lihat, tidak ada petunjuk lokasinya.
Lalu bagaimana dengan bayi ini.
Jika bayi ini diketahui, orang tua atau keluarganya bisa ditemukan.
Kita akan bisa menemukan keluarganya.
Kita harus menemukan bedebah itu untuk mencari Chi Yoo.
Nenek.
Itu karena nenek merasa dia tidak sekadar menghilang.
- Ibu. - Song Joo.
Sayang, kenapa kamu kemari?
Aku tidak bisa berdiam di rumah setelah ditelepon.
Song Joo, lihat ini.
Astaga, lihatlah Chi Yoo, mengenakan pakaian lusuh ini.
Tapi tetap saja, Ibu.
Itu artinya keberadaan Chi Yoo dekat.
Benarkah? Seharusnya begitu, bukan?
Tentu saja.
Lihatlah foto ini.
Untuk apa cucukku menggendong bayi orang lain?
Dia tidak akan melakukannya kecuali disuruh orang lain.
Ya, aku tidak bisa mengesampingkan kemungkinan itu.
Maka tolong lakukan penyelidikan sekarang juga.
Kami harus menemukan orang itu.
Tapi ini terjadi 33 tahun lalu.
Statuta pembatasannya sudah lama berakhir.
Apa maksudmu?
Apa maksudmu, kami tidak bisa menemukan orang ini?
Omong kosong!
Seseorang menculik cucuku.
Kita harus menemukan pelakunya meskipun sampai 130 tahun.
Nenek, tenanglah.
Kita harus menemukan pelakunya.
Jika tidak bisa menggunakan hukum, kita gunakan pers untuk mencarinya.
Meskipun kita harus memeriksa tiap penjuru Korea,
akan kutemukan orang yang mengambil Chi Yoo.
Ayo pergi.
- Maaf, aku tidak banyak membantu. - Kamu masih belum menemukan
petugas yang kuceritakan kepadamu waktu itu?
Aku sudah menelepon ibumu mengenai hal itu.
Kita harus tahu tanggal saat dia mendaftarkan DNA-nya
agar kami bisa menemukan petugas yang bertugas.
Sayangnya, dia tidak ingat, jadi, tidak ada petunjuk.
Begitu rupanya.
Kamu pasti sibuk. Kami pamit.
Aku ingat tanggalnya.
Aku ingat.
Dia mengidap pilek dan flu dengan sakit otot dan demam tinggi.
Kesehatannya menurun.
Dia kelelahan karena tidak bisa menghadapi suhu dingin.
Begitu rupanya.
Dia harus menghabiskan infusnya, lalu boleh pulang.
No comments yet. Be the first to leave one.