The first 193 lines.
GYEONGSEONG CREATURE
NITROGEN GAS TERKOMPRESI
Ibu…
Ibu?
Tuan Jang.
Apa yang terjadi?
Apa kau terluka parah?
Selamatkan aku…
Tuan Jang…
Yoon Chae-ok.
Tuan Jang…
GYEONGSEONG CREATURE ANTARA EGOISME DAN ALTRUISME
EPISODE 7 PENGEJARAN
16 JAM YANG LALU
Waktu kita sepuluh menit.
Pelarian dimulai tepat pukul enam sore.
Blokir semua pintu masuk ke bangsal militer.
Siap!
Semua harus naik dalam waktu sepuluh menit.
Bagaimana jika dalam sepuluh menit ada yang belum naik?
Truk akan tetap berangkat tepat waktu.
Apa kalian semua siap?
Kalau begitu,
ayo kita mulai.
Hati-hati.
Wanita turun lebih dahulu.
Naiklah.
Peganglah.
Pegang yang kuat.
Kau pasti bisa.
Perlahan-lahan.
Mereka berusaha kabur dengan mencuri seragam tentara kita.
Cari semua orang yang mencurigakan atau tampak asing.
Siap.
Di sebelah sini,
apa pencariannya sudah selesai?
Belum. Tiga tentara baru saja masuk untuk memeriksa.
Namun, kenapa tidak ada cahaya lampu?
Cepatlah.
Jika kau menundanya, kita semua bisa mati di sini.
Cepat.
Ayo.
Pelan-pelan.
Pegang ini.
Pelan-pelan.
Kenapa tak mengantre?
Aku berjaga-jaga.
Kubilang, wanita lebih dahulu.
Seingatku, aku sudah bilang.
Akan kuurus urusanku sendiri.
Aku pun ingat, kau sudah mengatakannya.
Tetapi sekarang, dengarkan aku. Cepat mengantre.
Apa kau menyukaiku?
Kenapa tiba-tiba menanyakan itu?
Apalagi dalam situasi ini.
Jika tidak, aku menolak kecemasanmu
yang tidak perlu.
Hati-hati.
Hati-hati.
Sialan!
Cepat keluarkan truknya!
- Cepat! - Baik.
Bergegaslah. Cepat!
Cepat!
- Bergeraklah! - Cepat!
Sedikit lagi.
Mereka di lantai dua. Cepat bergerak!
Cepat lari!
Siap!
Bagaimana ini?
- Kita ketahuan karena aku. - Jangan salahkan dirimu.
Ini bukan salahmu.
Tentara Jepang akan datang menyerang.
Kita semua akan mati.
Tak akan ada yang mati.
Semua akan keluar dengan selamat.
Mari kita fokus dan bertahan sebentar lagi.
Kau juga, turunlah.
Aku akan menghalangi mereka.
Kau mau menyelamatkan negara sendiri?
Aku hanya akan mengulur waktu.
Lupakan saja.
Ayo cepat bereskan dan turun bersama.
Bukankah kita berada di pihak yang sama?
Kenapa terus menentang pendapatku?
Meski ada di pihak yang sama, pikiran kita bisa berbeda.
Jika tak bisa menyampaikan perbedaan pendapat dengan bebas,
berarti kita tak lagi berada di pihak yang sama.
Bukan begitu?
Aku juga akan membantu.
Sebisa mungkin, hematlah peluru. Jika tidak yakin, jangan tembak.
Jangan biarkan seorang pun hidup.
Siap!
Serang!
Sekarang, apa yang sedang terjadi di rumah sakit ini?
Apa tak ada hubungannya dengan hilangnya para wanita Gyeongseong?
Apa kau sungguh ingin tahu tentang rumah sakit ini?
Jika ya, mintalah izin pada Gubernur Jenderal.
Atau, pulanglah dan tanyakan langsung pada Nyonya Maeda.
Apa maksudmu?
Maksudku, yang terjadi di sini tak boleh diketahui oleh siapa pun
selain orang yang terlibat.
Selain itu, setiap Josenjing yang ada di sini
tidak akan bisa keluar hidup-hidup.
Hanya ini jawaban yang bisa kuberikan.
Apa orang yang kucari termasuk di dalamnya?
Tidak ada pengecualian.
Hentikan tembakan.
Maju.
Bajingan-bajingan yang gigih.
Kau terluka?
Hanya sedikit tergores.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kau juga baik-baik saja?
Bisakah kau berdiri? Bangunlah.
Kau bilang ingin bertemu ibumu.
Jadi, kau harus keluar.
Kumohon, sadarlah.
Ingatlah aku.
Namaku…
Choi Yeong-gwan.
Rumahku
di Sangwangsimni-jung nomor sembilan.
Tolong sampaikan…
pada ibuku…
bahwa aku rindu…
Ayo keluar bersama.
Kita bisa keluar bersama.
Aku sudah berjanji, kita bisa keluar bersama.
Jadi kumohon!
Kumohon!
Jangan salahkan dirimu.
Ini bukan salahmu.
Ini juga bukan salahnya.
Bukan juga salah ibuku…
dan semua orang yang dikurung di penjara bawah tanah itu.
Namun, kenapa…
Kenapa…
Cukup. Ayo bangun.
Meski kita keluar dari sini…
apa masih ada harapan bagi kita?
Entahlah.
Aku tak tahu, apa masih ada harapan.
Namun, kita tidak bisa mati begitu saja.
Aku
berencana bertahan hidup selama mungkin.
Aku akan hidup…
dan terus membuat mereka ingat akan hal ini.
Akan kubuat mereka tidak nyaman.
Akan kubuat mereka ingat
akan perbuatan mereka pada kita.
Aku tidak akan mau
mati dalam diam.
Semuanya sudah turun. Ayo cepat bergerak.
Sudah cukup, ayo keluar dari sini.
Jangan tunda lagi.
Serbu dan musnahkan semua Josenjing di dalam!
- Siap. - Tunggu.
Naiklah.
Sampai jumpa di bawah.
Mau turun lebih dahulu?
Ada apa?
Kurasa, salah satu dari kita harus tinggal di sini.
Apa maksudmu?
Menangkap Josenjing hidup-hidup adalah perintah dari Direktur Ichiro.
Hidup-hidup?
Enam orang tentara kita tewas!
Perintah tetap perintah, Sersan Haneda!
Bunuh mereka, jangan sisakan satu pun!
Tangkap hidup-hidup!
Apa yang terjadi?
- Kenapa talinya putus? Di mana Tuan Jang? - Dia tak akan turun.
Katanya, satu orang harus tinggal.
Sampai truk meninggalkan Ongseong dengan selamat,
harus ada yang tinggal dan mengalihkan perhatian mereka.
Jangan bilang…
Setelah kau turun, jangan ragu dan pergilah.
Entah berapa lama aku bisa bertahan sendirian.
Kucoba mengulur waktu selama mungkin.
Kita tak bisa meninggalkan dia.
- Itu keputusan Tuan Jang. - Minggir.
Jangan buang waktu. Naiklah ke truk.
- Minggir! - Bagaimana dengan mereka?
Kau mau mereka mati?
Chae-ok.
Pak Gu.
Apa pun yang terjadi, berangkatlah tepat waktu.
Meski ada yang tertinggal,
bahkan jika itu Tuan Jang,
kau tak boleh menunda.
Kau paham, 'kan?
Sialan.
No comments yet. Be the first to leave one.