The first 200 lines.
Diterjemahkan Oleh : Ahmad Khan
Dunia!
Dunia ini butuh bagi semua orang.
Tapi, beberapa orang tak butuh dunia ini.
Barang yang tak berguna bagi dunia diperlukan bagi beberapa orang ini.
Bagi anak-anak yatim yang ada di sekitar, itulah kebutuhannya, dasar dan makanan.
Apa itu?
Buku Pak.
Berikan itu.
Aku akan belajar Pak.
Belajar atau kakiku! Ayo, lempar!
Ini... Ambil...
Inilah hidup mereka.
Tak ada cita-cita untuk ini dan tak ada tujuan.
Tak ada yang mempertanyakan apa pun yang terjadi pada merek.
Berkelahi dengan kelaparan sepanjang hari dan berperang dengan kegelapan di malam hari.
Apa pun bisa terjadi pada saat mereka bangun di pagi hari.
Baru-baru ini banyak pencuri berkeliaran di sekitar sini... jadi kami tak percaya siapa pun.
Hei, bangun... kalian... / Apa kalian pikir ini rumah untuk tidur?
Hei, ayolah... lari...
Ayo, kita akan bersembunyi di sini.
Hei, siapa yang datang ke daerah kami?
Hei, siapa kalian...?
Kenapa kalian datang kesini?
Bro, tolong jangan pukul.
Bro, tolong jangan pukul.
Bro, tolong jangan pukul. Kami bukan pencuri.
Bro, tolong jangan pukul.
Hei, ayo bawa mereka.
Kontraktor telah meminta enam lagi / Apakah kalian tidak mendapatkannya?
Bawa bajingan ini dan lemparkan ke pabrik obat.
Dorong mereka ke dalam, ayolah.
Tak ada yang melihat, kan? / Tidak ada bos.
Mereka adalah bos anak yatim, siapa yang peduli bahkan jika mereka terbunuh?
Hei, mereka telah melihat kita.
Ayo tangkap mereka.
Hei, ayo lari. / Hei, berhenti idiot.
Hei, berhenti.
Ayo lari kawan. / Hei, berhenti
Lari, mereka datang.
Kalian mau pergi kemana...
Hei, kepung mereka.
Ayo, lari kawan. / Hei berhenti.
Hei, berhenti disana.
Hei! / Bos...
Hei, ayolah cari. Cari mereka.
Hei, lihat ke sana.
Mereka tak akan jauh.
Mereka telah melihat semua yang kita lakukan dan tak boleh dibiarkan hidup.
Besok jika tak hari ini, jika tak di sini mereka akan tidur di stasiun berikutnya.
Kita akan cari dan bunuh mereka.
Oke bos.
Ayolah teman-teman
Kenapa kau menangis?
Mereka akan membunuh kita.
Kita akan mati bunuh diri saja.
Baiklah, kita akan mati.
Aku takut.
Saat kereta datang, kita harus menutup telinga, bukan mata.
Hei, ada yang menangis di sana.
Hei, siapa itu?
Bayi. / Bayi?
Berikan jika ada tali. / Oke, aku kan berikan.
Berikan talinya cepat...
Ayo berikan.
Ini talinya.
Oh tidak, semut. / Hei, semut.
Hei, semut menggigit bayinya. Sepertinya semut mengigit dengan buruk.
Hei, bersihkan cepat.
Hei, dia menangis. Hei, bersihkan cepat.
Hei, darah!
Buruan kita larikan ke rumah sakit.
Dokter! Pak Dokter.
Dokter! Pak Dokter.
Dia ada di dalam.
Pak Dokter... Pak Dokter.
Dokter, tolong lihat.
Kalian siapa? Siapa bayi ini?
Adik kami pak.
Apa yang terjadi?
Semut menggigitnya, Pak.
Perawat, bawa bayinya.
Pak Dokter...
Pak Dokter, adik kami...
Dokter, bagaimana kabar adik kami?
Kalian membawanya tepat waktu.
Tak masalah, tapi tak ada tetesan susu di perutnya.
Dia lemah sekali.
Dimana ibu kalian?
Kami telah berbohong, Pak.
Berbohong?
Kami anak yatim, Pak.
Kami hidup dengan memulung.
Kami menemukan adik ini, Pak.
Sana dan ambilkan susu. / Oke, Dokter.
Lalu, apa yang akan kalian lakukan padanya?
Dia membuat kami hidup saat kami ingin mati, Pak.
Kami akan menyelamatkannya meski nyawa kami taruhannya, Pak.
Kami akan menyekolahkannya Pak.
Kami akan menunjukkan padanya jalan di depan, Pak.
Dengan memulung?
Kami akan bekerja keras mulai hari ini, Pak.
Baiklah!
Kalian bilang kalian anak yatim, kan? Tinggallah di dalam gudang itu mulai hari ini.
Kehidupan mereka adalah pertanyaan sampai saat ini.
Masuk ke dalam hidup mereka adalah jawaban.
Anak-anak tanpa orang tua, tetapi mereka masih memiliki segalanya.
Tanah dan langit adalah saudara mereka.
Cabang dan ranting adalah teman mereka.
Para Pandawa yang menikmati ini adalah para Raja dengan jiwa yang murni.
Keluarga ini tanpa ikatan akan bersama selamanya.
Dia orangnya Pak.
Kau bajingan, kau menculik anak-anak? Ayo, cepat.
Kalian membuat aku dipenjara selama lima tahun?
Siapa yang akan menyelamatkan kalian sekarang, bajingan?
Hei...
Jangan Pak, dia cuma anak kecil, Pak. / Adik lari.
Tolong, jangan menyakitinya, Pak.
Hai dik, lari.
Pak, tampaknya Rama menusuk orang jahat itu.
Rama...
Apa ini sayang?
Mulai hari ini, kakak-kakakku yang akan sekolah dan aku akan bekerja.
Di usia ini?
Mulai hari ini, kakak-kakakku yang akan sekolah dan aku akan bekerja.
Jangan begitu sayang...
Mulai hari ini, kakak-kakakku yang akan sekolah dan aku akan bekerja.
Siapa anak-anak ini bagimu...?
Mereka tak punya siapa-siapa sampai kemarin, Pak. Sekarang kelimanya anak-anakku.
Keempatnya akan belajar pada Anda.
K. Subramanyam.
K, apa?
Tuhanku...!
Apapun jamannya, waktu atau tempatnya... Engkau mengatakan bahwa keadilan akan menang.
Kini ada bahaya bagi keadilan.
Seorang pria yang siap untuk berbenturan dengan bahaya sebagai jawaban.
Di mana pun dia berada, siapa pun yang mungkin menentangnya, keadilan harus hidup dan dia harus menang
Hei...
Kau datang mencari kematianmu atas nama jawaban.
Di sini dan hari ini,
Jika aku tak mengirimmu ke kuburanmu, aku bukan pria.
Setiap pemburu adalah seorang petarung sampai ia menghadapi singa beneran.
Aku tak punya pasukan sepertimu, tak ada rasa takut di tubuhku dan tak ada rasa takut sama sekali soal kematian.
Aku sudah menang atas kematian karena kelahiran.
Ayolah.
Oh tidak, paman.
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Paman jatuh.
Kenapa?
Kenapa?
Kenapa paman?
Bermimpi kawan...
Sepertinya dia bermimpi.
Mimpi apa? / Mimpi apa?
Aku membunuh orang.
Sepertinya dia membunuh orang.
Kau membunuh orang?
Ya, dalam mimpi.
Kau sudah berjanji kepada abangmu untuk tidak berkelahi dan membunuh orang?
Apa kalimat yang telah kau ucapkan padanya? / Nilai apa yang telah kau ucapkan padanya?
Ya Tuhan! Kata dan nilai bahkan untuk mimpi?
Rusaknya separah ini artinya, bayangkan bagaimana kondisi orang dalam mimpinya.
Dia berk dalam mimpi, kan?
Kejahatan adalah kejahatan bahkan dalam mimpi.
Halo! Kaulah yang mempersembahkan kelapa dan berdoa agar kejahatan ini terjadi.
Oh tidak!
Apakah kami mempersembahkan kelapa dan melakukan upacara opening untuk pertarunganmu?
Dia melakukan kejahatan dan mengoleskan krim pada kita, kakak.
Tunggu, aku akan menelpon abangmu. / Ya.
Ini, dia menyebut dirinya sendiri.
Tidak, jangan kakak ipar. / Kau tunggu...
Hai... Kumohon... Kumohon... Kumohon
Halo... / Halo.
Kakak ipar, kumohon, kumohon...
Ya apa kabar? Apa kau baik-baik saja?
Ya, aku baik dan apa kabarmu? / Kumohon jangan katakan apa-apa soal ini.
Kapan kau pulang?
Aku ke Delhi untuk perhitungan suara.
Akan kuselesaikan dan pulang.
Aku menyuruh adik-adikku membantumu. Apa mereka sudah datang?
Tidak, mereka belum datang.
Ayah...
Hai sayang, apa kalian merindukanku? / Kemari, kemari...
Hai ayah.
Hai kakak, mereka datang / Mereka baru saja tiba.
Hai...
Rumah yang benar-benar super.
Apa hal lain yang sedang terjadi?
Semua perabotan telah datang.
Rama mengurus semuanya.
Dia sesuai ucapannya, kan?
Untuk ucapannya... / Kumohon, kumohon kakak ipar.
Dia adalah saudaramu.
Kakak iparku tersayang...
Oke, aku akan bicara nanti. / Baik.
Cukup / Terima kasih
Kakak ipar, karena menyelamatkanku hari ini dari abang jika kau memasak enak hari ini, aku akan makan untukmu.
No comments yet. Be the first to leave one.