The first 200 lines.
"Episode 49"
Hong Si.
Bisakah kamu berkata jujur?
Kamu tidak suka kemari, ya?
Ada seseorang di sini yang menindasmu?
Mereka membuatmu takut? Itu sebabnya?
Sera mengganggumu, ya?
Kenapa dia melakukan itu?
Kamu anak yang sangat baik.
Sera adalah...
Sera adalah
kakakku, Yang Dal Hee.
Apa?
Dia kakakmu?
Sera Park adalah...
Kemungkinan kakaknya Hong Si adalah pengendara taksi itu.
Maafkan aku.
Kakaknya adalah mantan pacarku.
Orang yang mencuri kamomilmu?
Ya.
Dia bilang
Ibu dan Ayah akan mati jika aku memberi tahu siapa pun.
Dia bilang
keluargaku akan mati karenaku.
Aku sangat takut sampai tidak bisa memberi tahu siapa pun.
Nona Bintang Top, jangan mati.
Baiklah, Hong Si. Jangan menangis.
Sedang apa kalian di sini?
Hong Si, kenapa menangis?
Apakah kamu orangnya?
Aku mencarimu ke mana pun, tapi tidak bisa menemukanmu.
Kamu pandai bersembunyi, Dal Hee.
Dal Hee?
Maksudmu kakaknya Hong Si?
Siapa dia hingga kamu melakukan ini kepadaku?
Jangan berpura-pura. Aku sudah mengetahui semuanya.
Aku memang merasa ada yang aneh.
Seharusnya bisa kusadari saat Hong Si ketakutan
dan menghindarimu.
Aku tidak berpura-pura.
Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu.
Kamu akan berpura-pura tidak tahu sampai akhir?
Tentu, aku akan memberitahumu siapa itu Yang Dal Hee.
Dia penyihir yang mengkhianati kekasihnya sendiri, Ki Chan,
dan mencuri kamomil darinya.
Dia kabur setelah menyebabkan tabrakan empat mobil.
Dia bedebah yang menewaskan orang tidak bersalah.
Dia penyihir yang membuang Hong Si dan mengancamnya.
Kamulah penyihir itu.
Apa? Kamomil?
Kecelakaan mobil apa? Aku tidak berbuat kesalahan.
Sebaiknya kamu berpikir logis, Deul Lae.
Jika bukan karena kecelakaan mobil pada hari itu,
tidak seorang pun dari mereka akan mati.
Kamu pembunuh.
Kamu iblis! Matilah kamu!
Hentikan./- Yang Dal Hee!
Lepaskan aku!/- Kamu bedebah!
Ibuku mati karenamu!
Yang Dal Hee!
Hong Si, kenapa menangis? Ada apa?
Kenapa menangis?
Yang Dal Hee!
Keributan apa ini?
Deul Lae dan Sera bertengkar?
Kemarilah!/- Hentikan!
Ikut aku./- Hentikan.
Kemari!/- Deul Lae, kamu sudah gila?
Apa yang kamu lakukan kepada wanita hamil?
Sera, kamu tidak apa-apa?
Perutmu sakit?
Hong Si. Cepat naik.
Jangan takut.
Hei, berhenti berpura-pura.
Aku tahu kamu tidak hamil.
Deul Lae, tutup mulutmu.
Teganya kamu berkata begitu padahal dia sedang kesakitan?
Mana mungkin wanita hamil meminum aspirin dan alkohol?
Pimpinan, aku mencari tahu pil yang dia minum.
Ternyata, itu tidak boleh diminum oleh wanita hamil.
Dia tidak hamil.
Berarti dia kehilangan bayi yang tidak pernah dikandungnya?
Aku tidak percaya kalian melakukan ini.
Astaga, perutku...
Perutku sangat sakit.
Kurasa hal buruk akan terjadi kepada bayiku.
Ibu, kurasa aku harus ke rumah sakit sekarang.
Aku harus ke rumah sakit. Aku harus pergi sekarang.
Sera, bertahanlah.
Sedang apa kamu? Cepat telepon 119!
Apa? Baiklah. Aku akan menelepon ambulans.
Tidak perlu. Aku yang akan menelepon.
Aku menelepon dari Seongbuk-dong.
Ada wanita hamil yang sakit parah, jadi, tolong cepatlah datang.
Kamu pasti sudah gila, Deul Lae.
Aku tidak percaya kamu melakukan ini karena cemburu.
Jika terjadi sesuatu kepada cucuku, aku tidak akan diam saja.
Baiklah, silakan. Aku tidak takut sama sekali.
Yang Dal Hee, tamat riwayatmu.
Astaga, perutku benar-benar sakit.
Ayah, tolong aku.
Ini menyiksaku.
Ambulans akan segera datang.
Sera, bertahanlah. Ini akan baik-baik saja.
Kamu akan baik-baik saja.
Lakukan sekarang.
Aku mengetahui bahwa istriku
menikahiku dengan mencuri identitas seseorang.
Nama, karier, dan keluarganya. Semua itu palsu.
Aku harus bagaimana agar bisa bercerai secepat mungkin?
Tidak. Aku lebih memilih membatalkan pernikahan kami.
Apa itu mungkin?
Dia sengaja menipumu, bukan? Dalam situasi ini...
Permisi. Maafkan aku./- Baiklah.
Bibi, aku sibuk./- Se Joon, kamu di mana sekarang?
Keadaan di sini menggila.
Istrimu dibawa ke rumah sakit.
Rumah sakit? Kenapa?
Apa?
Entahlah. Paramedis baru datang, jadi, kamu juga harus datang.
Kamu walinya. Sudah, ya.
Menantuku sedang hamil,
jadi, berhati-hatilah dengannya.
Astaga, Sera.
Aku ingin semuanya menunggu Se Joon dan ikut dengannya.
Aku menghubungi Pak Oh. Kalian bisa menaiki mobil itu ke rumah sakit.
Tapi aku ingin pergi dengan Sera.
Lakukan sesuai perkataanku.
Ayo pergi.
Apa yang terjadi sekarang?
Kita akan tahu begitu dia diperiksa.
Kupikir Deul Lae benar.
Kenapa kamu memperparah keadaan? Aku sudah begitu kesal.
Diam!
Deul Lae.
Kamu harus pulang dengan Hong Si. Aku akan menghubungimu nanti.
Pimpinan, jangan percaya apa pun yang dia katakan...
Permisi.
Tolong bawa aku ke Ginekolog Gohae.
Aku harus pergi ke sana.
Kalian tidak mendengarkanku?
Kubilang bawa aku ke Ginekolog Gohae.
Siapa kalian?
Kalian bukan paramedis, ya?
Hentikan ambulans ini. Aku ingin turun. Hentikan.
Tolong diamlah.
Sedang apa kalian?
Hentikan ambulans ini. Kubilang hentikan.
Lepaskan aku. Hentikan ambulans ini!
Diam!
"H-3, Ambulans"
H-3, Ambulans.
Lepaskan aku.
Tidak!
"Rumah Sakit Hankuk"
Selamat datang.
Aku tidak menyangka kamu mudah menaiki ambulans ini.
Sudah kuduga ini perbuatanmu.
Kamu kecewa tidak dilarikan ke ginekolog?
Kamu tidak bisa menggugurkan bayi yang sebenarnya tidak kamu kandung.
Sebagai gantinya,
bagaimana jika melakukan operasi yang pernah kita bicarakan?
Kita tidak perlu pergi ke Amerika.
Bagaimana menurutmu? Itu ide bagus, bukan?
Hentikan omong kosong itu.
Kamu pasti sangat marah sekarang.
Tolong bawa dia masuk dengan tenang.
Serta hati-hati agar matanya tidak terluka.
Sayang, sampai jumpa di ruang operasi.
Cepat tangkap dia!
Kamu pikir kamu bisa melarikan diri?
Ayah.
Bagaimana Ayah bisa ada di sini?
Lancang sekali kamu.
Kamu berani menipuku dan mempermainkan keluargaku?
Sayangnya,
menantumu bukan putri kandungku.
Apa?
Inilah putri kandungku. Dia Sera Park yang asli.
Apa arti semua ini?
Apa maksudmu?
Bedebah yang tinggal denganmu di rumah itu
adalah penipu yang kabur setelah membuat putriku koma.
Dia hanya berpura-pura menjadi putriku.
Putri kandungku tidak bisa melihat karena otaknya cedera.
Putri kesayanganku
tidak bisa lagi melihat dunia yang indah ini
karena penyihir bodoh itu.
Kalau begitu,
kenapa kamu datang ke rumah kami?
Aku datang demi membalas dendam putriku.
Aku terus memikirkan
cara untuk membunuhnya untuk menghibur putriku.
Aku ingin kamu membantuku.
Kurasa kemarahanku akan sulit hilang
jika aku terlalu mudah membunuhnya.
Katakan rencanamu.
Aku juga tidak bisa memaafkan penyihir jahat
yang berani menipu aku dan keluargaku.
Yang Dal Hee.
No comments yet. Be the first to leave one.