The first 200 lines.
Selanjutnya, kita pilih lagu yang mana?
Hm. Yang mana, ya...?
Ah! Hei, apa yang kau makan?
Ini enak, kok! Mau?
Nakanishi, kau makan banyak sekali!
Kemarin, aku lihat iklan Meru-tan!
Bibirnya imut, ya?
Iya, imut!
Hei! Kau makan terlalu banyak!
Tachibana,
mau pilih lagu?
A-Aku tidak bisa bernyanyi.
Begitu, ya.
Ini, Yamato!
Ya.
Mei, kau tidak mau nyanyi?
Begitulah katanya...
Mei.
Mei!
Ayo, nyanyi sama-sama, Mei.
Ya?
Ti-Tidak!
Aku mencintaimu.
Mei?
Kenapa wajahmu memerah?
Kau mengerti, kan?
Tadi itu hanya—
Aku mengerti!
Aku mengerti, jadi...
Jangan-jangan, itu pertama kalinya...?
Maaf, aku—
Ti-Tidak apa-apa! Tidak usah minta maaf!
Ya, tapi—
Sudah kubilang, tidak apa-apa, kan!?
Sebenarnya, aku tidak menyangka kau akan datang.
Kenapa?
Apa alasannya aku tak akan datang?
Aku senang saat kau meneleponku.
Setidaknya, aku bisa sedikit membantumu.
Atau mungkin kau tak membutuhkanku sama sekali?
Tidak...
Bukan begitu...
U-Untuk saat ini aku membutuhkanmu...
"Untuk saat ini ", ya?
Berarti aku juga boleh meneleponmu saat aku membutuhkanmu, kan?
Hah?
Lewat panggilan masuk.
Ah, iya...
Ini.
Mei!
Capeknya...
Mei, ayo pulang sama-sama.
A-Aku akan bayar setengah harga es krimnya!
Tidak usah! Aku sudah dapat bayarannya...
Ciuman pertamamu.
Aku tidak mengerti dirinya.
Tapi mungkin... aku akan coba sedikit memercayainya.
Mei!
Kau lama!
Kau baik-baik saja?
Mei.
Kurosawa
adalah laki-laki paling populer di sekolah.
Sedangkan aku orang yang paling dijauhi di sekolah.
Namun sekarang...
Selamat pagi.
Ada apa?
"Apa"? Kau tidak mendengarku?
Selamat pagi.
Se-Selamat pagi.
Yamato!
Hei!
Dah.
Tachibana!
Selamat pagi!
Oikawa...
Panggil saja Asami.
Yamato sudah pergi?
Iya.
Begitu, ya. Padahal aku ingin mengucapkan selamat pagi.
Kemarin, aku kaget saat kau tiba-tiba pergi seperti itu.
Maaf...
Ayo, kita jalan lagi!
Yamato pasti senang kalau kau ikut.
Ah, benar juga!
Kemarin, aku ketemu benda lucu di rumah.
Silakan ambil satu.
Terima kasih—
Apa ini? Bola bulu?
Jahat! Kembalikan!
Itu untuk Tachibana...!
Eh? Untukku mana?
Aku nggak mau ngasih orang yang ngatain itu bola bulu!
Kalau gitu, bola lumut!
Itu bukan bola lumut!
Ayo, kembalikan!
Bagaimana, ya....?
Anak laki-laki itu...
Hei, hei!
Apa kau menyukai Yamato, Tachibana?
Sudah ciuman? Seks?
Eng, ti—tidak...
Sudah berapa kali?
Ka-Kami... hanya ciuman sekali...
Sudah kuduga.
Habisnya, Tachibana itu imut jadi aku yakin dia akan menciummu.
Aku juga pernah berciuman dengan Yamato.
Ah, bosan...
Mau bolos?
Ah, si dada melon.
Monster melon.
Menjijikkan...
Ayo.
Kau tegar sekali, Asami.
Eh? Kenapa?
Tak peduli apa yang orang katakan...
Kau tetap tersenyum... dan tidak marah.
Sebenarnya, aku juga merasa terganggu...
Tapi, ada orang yang memahami dan mau bergaul denganku.
Sejak SMP, anak laki-laki selalu membicarakanku karena dadaku ini.
Karena itulah, aku merasa tidak ingin datang ke sekolah lagi.
Lalu saat itu...
Whoa, dada jumbo!
Menjijikkan!
Hei, pergi dari sana!
Apa yang kaukatakan? Bukannya kau suka dada besar?
Aku melihatnya saat main ke rumahmu beberapa hari lalu.
Majalah porno dengan lipatan di halaman yang ada gambar cewek berdada besar.
Kurosawa!
Tidak apa-apa, kok. Aku juga suka dada besar.
Menurutku, orang yang terpaku melihat dada setiap gadis itu yang menjijikkan.
Iya, kan?
Saat itu, Yamato menyelamatkanku dengan kata-katanya.
Dia selalu memikirkan orang lain
dan melindungi mereka dengan caranya sendiri.
Hebat, ya.
Padahal sampai saat ini, aku hanya memikirkan diriku sendiri...
Asami, apa kau... eng...
Tentang Kurosawa...
Ya, aku menyukainya.
Tapi, percuma saja.
Saat aku minta dia menciumku, dia benar-benar melakukannya.
Yamato itu tipe yang takkan mencium gadis yang benar-benar dicintainya.
Mungkin dia menahan diri saat bersama gadis itu.
Gosipnya, dia sudah mencium semua gadis imut di sekolah...
Tapi, tampaknya ada satu gadis yang belum.
Arai dari kelas B.
Mereka sekelas saat SMP.
Dan dia itu cinta pertama Yamato.
Kelas B.
Kelas B.
Ya?
Mei? Kau sudah tidur?
Sudah.
Maaf membangunkanmu...
Kau mau ikut ke karaoke besok malam?
Lagi?
Besok, aku akan pergi dengan anak kelas B.
Anu...
Tentang gadis bernama Arai.
Apa dia ikut?
Ya.
Kudengar, dia cinta pertama Kurosawa.
Ya, kenapa?
Aku juga dengar gosip kalau kau sudah mencium semua gadis di sekolah...
Mereka bilang kau itu suka gonta-ganti perempuan, tapi kau belum pernah menciumnya.
Jadi mungkin saja kau malu saat bersama gadis itu...
Kau ini blak-blakan sekali.
Aku tidak pernah melakukannya karena aku tidak mau.
Hanya itu.
Jadi, besok bagaimana?
Aku takkan datang.
H-Hei! Mei?
Apa yang kaukatakan dan kaulakukan itu berbeda sekali...!
Jadi itu yang namanya Arai?
Dia terlihat seperti boneka...
Berlawanan sekali denganku.
Aku penasaran, Kurosawa masih menyukainya atau tidak...
Aku... tidak suka ini.
Meski hal itu ada alasannya,
tapi tetap saja dia menciumku tanpa izin.
Lalu, kenapa dia tidak mau melakukan hal itu dengannya?
Dia memperlakukan gadis itu dengan baik.
Dia benar-benar peduli dengan gadis yang disukainya...
Itu artinya,
gadis lain hanyalah selingan baginya.
Kenapa dia?
Aneh.
Aku harus bagaimana?
Ini membuatku kacau!
Si Oikawa itu benar-benar bikin aku muak...
Kayak tadi pagi dia sok akrab dengan Yamato.
"Asami di sini!". Aku mau muntah...
Padahal dia itu nggak imut.
Benar.
Cuma karena dadanya besar, dia pikir semua laki-laki bakal kelepek-kelepek olehnya.
Mereka itu menyedihkan...
Apa yang kau tertawakan?
Tidak ada.
Hanya saja aku berpikir apa cuma itu yang bisa kalian katakan.
No comments yet. Be the first to leave one.