The first 200 lines.
Bisakah kita bicara sebentar?
Maaf?
Ini.
- Apa ini? - Kamu bisa tanya So Dam.
Terimalah dahulu.
Tidak, tunggu. Aku tidak tahu apa yang terjadi,
tapi aku akan menghubungi So Dam, agar kalian bisa membicarakannya.
Aku hanya ingin membantu.
Beri tahu dia aku memberikan ini kepadamu, dan terimalah saja.
Apa? Tidak, tunggu.
Tae Woong!
Apa yang kalian berdua lakukan?
- Sayang. - Kalian tertangkap basah.
Diam. Jangan bergerak sedikit pun.
Sayang, kamu salah paham.
Aku tidak ingin mendengarmu memanggilku "Sayang".
Jadi, tutup mulutmu.
Aku ingin kamu menutup mulutmu, paham?
Sayang, bagaimana kamu tahu aku ada di sini?
Apa ini?
Uang.
Aku tahu itu.
Untuk apa itu?
Kenapa kamu memberi dia uang?
Kenapa kamu menerima uang darinya?
Aku juga tidak tahu.
Aku pikir kalian harus membicarakannya sebagai suami istri.
Kamu pikir kamu mau ke mana?
Bisakah kamu tidak marah padaku dan bicarakan saja dengan suamimu?
Hei.
Aku yakin aku sudah memberitahumu untuk tidak menyentuhku.
Kamu seorang penindas di sekolah, bukan?
Lihatlah sikapmu
dan bagaimana dagumu terangkat. Kamu terlihat begitu berantakan.
Lepaskan aku.
Kubilang, lepaskan aku!
Sepertinya kamu tahu beberapa hal soal penindas.
Aku yakin kamu tahu bahwa penindas tidak peduli kekayaan seseorang.
Ya, aku tahu itu. Lantas?
Dan kamu juga tahu bahwa orang yang memulai perkelahian
akhirnya yang akan bertanggung jawab penuh, bukan?
Apa? Apa karena aku mencengkeram kerahmu tadi?
Jika kita mulai berkelahi sampai mimisan,
kamu akan bertanggung jawab penuh. Apa kamu tidak keberatan?
Mimisan?
Apa yang kamu lakukan
sampai harus memberikan uang kepada berandalan ini?
Dasar kamu...
Astaga, dasar bodoh.
Hei, ke mana kamu akan pergi?
Astaga.
Dia benar-benar gila.
Lihatlah dia melarikan diri
karena takut.
Katakan padaku apa yang terjadi.
Aku dengar ibu mereka sakit,
jadi, aku ingin membantu biaya pengobatannya.
Lalu kenapa kamu memberikan ini pada So Yu, bukannya So Dam?
Aku sudah memberikannya kepada So Dam.
Tapi dia tidak mau menerimanya.
Kamu bercinta dengan So Dam, bukan?
Astaga, tidak mungkin. Bagaimana aku bisa melakukannya dengan pengasuh?
Siapa nama pria di Amerika itu?
Ya, Ben. Dia juga bercerai karena selingkuh dengan pengasuhnya.
Ada yang aneh sejak kamu memberitahuku
bahwa kamu makan mi pedas di rumah itu.
Sejak kapan kamu selingkuh?
Kapan kamu mulai mengkhianatiku?
- Astaga, dasar kamu... - Mereka
mengancamku.
Mereka mengancammu?
So Yu, apa yang terjadi?
Ada urusan mendesak. Di mana Ibu?
Ibu menjaga Eun Byeol.
Apa kamu meminta Mo Tae Woong untuk memberimu uang?
Apa yang kamu bicarakan? Aku tidak meminta uang kepadanya.
Tunggu. Bagaimana kamu tahu?
Dia di luar sekarang.
- Bu Choi juga di sini. - Apa?
Cuacanya sedingin es. Keluarlah nanti saja.
Kalau begitu ayo pergi bersama.
Kamu harus tetap di dalam.
Astaga.
So Yu, apa itu kamu?
Ya, Bu.
Ibu.
Astaga.
Hei, bayinya pasti haus.
Dia terus menempel ke payudara.
So Dam sedang mendesinfeksi botol bayinya tadi.
- Bisakah kamu bawakan teh barli? - Baiklah.
Dia menangis dan memberitahuku
bahwa ibunya akan mati jika tidak mendapatkan perawatan.
Kamu tahu aku memiliki hati yang lembut.
Katakan padaku bagaimana dia mengancammu.
Apa kamu ingin aku menginterogasi So Dam?
Dia mengancam akan mengekspos kepada semua orang
bahwa aku hanya mengunggah foto di laman media sosialku
agar aku dapat membersihkan reputasiku.
Kamu memberi mereka uang karena ancaman sepayah itu?
Aku selebritas yang bergantung kepada reputasiku.
Apa kamu masih memiliki reputasi untuk dipertahankan?
Bu Choi, biar aku jelaskan.
Lupakan. Yang penting adalah kamu yang menyebabkan keributan.
Sudah waktunya
kamu pergi dari rumahku.
Bu Choi, bagaimana dengan Eun Byeol?
Apa kamu pikir hanya kamu yang bisa menjaga Eun Byeol?
Aku tidak meminta uang kepadanya.
Apa maksudmu suamiku, yang hanya peduli pada dirinya sendiri,
memberimu uang meski kamu tidak melakukan apa-apa?
Ya.
Apa kamu tidak pernah menghela napas di depannya?
Tidakkah kamu tahu
bahwa dia lemah bila mendengar wanita menghela napas dan menangis?
Maafkan aku.
Aku akan menjadikanmu guru menari bagi para peserta pelatihan.
Bu Choi.
Kamu tidak bisa melakukan ini kepadaku.
Apa yang baru kamu katakan?
Aku tidak bisa melakukan ini padamu?
- Halo. - Selamat datang kembali.
"Pengangkatan Personel"
"Hong Se Hyun. Direktur Kepala"
"Choi Seo Jun. Direktur Perencanaan Strategis"
Kalian tahu aku akan bekerja, jadi, jangan terkejut.
Aku dengar Bang Yoon Tae mengadakan rapat direksi.
Banyak orang ragu tentang penggabungan
Tim Pemasaran dan Tim Merek.
Mereka mengatakan itu akan bertentangan dengan tren.
Apa yang mereka bicarakan?
Tren masa kini adalah menyederhanakan segalanya.
Mereka hanya cemburu
sebab Se Hyun akan bertanggung jawab atas dua tim yang paling penting.
Bagaimana hasilnya pembicaraan dengan manajer tim?
Mereka setuju untuk bekerja sama.
Suruh mereka untuk menunjukkan tanda-tanda keluhan
agar Yoon Tae tidak curiga.
Baik, Bu Hong.
- Pak Choi. - Ya?
Tidakkah kamu muak mendengarkan semua orang bodoh bicara?
Kamu harus melihatnya sendiri.
Dapatkah kamu percaya bahwa mereka adalah lima orang
dengan bayaran tertinggi di perusahaan kita?
Mereka sebaiknya pergi ke jalanan dan mengemis.
Baiklah kalau begitu.
Mulailah dengan memasang spanduk penolakan
terhadap penggabungan Tim Pemasaran dan Tim Merek.
Dan mulailah melakukan mogok makan sekarang juga.
Pak Lee. Pak Hwang. Apa semuanya akan baik-baik saja?
Ya, Pak.
Tapi tidakkah melakukan mogok makan agak berlebihan?
Karyawan muda zaman sekarang tidak mendengarkan senior mereka
Baik, Pak.
Kita tidak bisa mundur.
Jika kita mundur, Grup LX akan jatuh
di tangan Hong Baek Hee dan Hong Se Hyun.
Kita harus bersatu dan menyingkirkan Hong Baek Hee!
- Singkirkan Hong Baek Hee! - Singkirkan Hong Baek Hee!
Keluar dari mobil. Aku bilang keluar!
Astaga.
Astaga.
Kamu benar-benar memiliki kebiasaan buruk berteriak.
Hei, aku Choi Seo Hyung.
Bu Choi, kumohon.
Tolong jangan lakukan ini padaku, Bu Choi.
Jangan sok akrab.
"Sok akrab"?
Hei! Apa kamu tahu betapa mahalnya itu?
Tae Woong, ambilkan sepatuku.
- Bu Choi. - Hei!
Bu Choi, kumohon.
Apa yang kamu katakan padanya sampai dia menangis seperti ini?
Kenapa kamu berbohong padanya?
Aku tidak meminta uang kepadamu.
Cepat katakan yang sebenarnya.
Dengarkan aku, Kakak So Dam yang sok pintar.
Jangan pernah mengirimnya kembali ke rumahku lagi.
Hei, kamu tidak bisa memecatnya. Bagaimana dengan Eun Byeol?
Ada pengasuh profesional di banyak tempat.
Bukan hanya dia yang bisa menjaga bayi kita.
Beraninya mereka mengancam?
Sang kakak mengancam adikku,
dan adiknya mengancam suamiku.
Apa masalahmu? Apa kalian kakak beradik yang kejam?
Sayang, apa kita akan meninggalkan Eun Byeol di sini?
- Eun Byeol? - Dia ada di rumah mereka.
Astaga.
Apa ini?
Kamu berani membawa anakku ke tempat sekecil ini?
Di mana Eun Byeol?
Apa dia ada di sana?
Astaga.
Kamu pikir kamu siapa? Kenapa kamu menggendong bayiku?
Jauhkan tanganmu darinya.
- Eun Byeol. - Ayo.
Bu Choi, ini saatnya Eun Byeol makan.
Itu tidak ada hubungannya denganmu.
Ayo pergi.
- Minggir. - Aku akan menggendongnya.
No comments yet. Be the first to leave one.