The first 181 lines.
The Fable
Karena Aku... Kau Tahu!
Tsubasa Yamakawa mempertunjukkan erotika tanpa telanjang.
Lalu Miki Kawamura menjadi model bikini,
tapi harus berhenti saat erotikanya disebar di internet.
Kurasa kau meremehkan industri hiburan, Misaki.
Orang-orang penasaran dengan sesuatu yang ditutupi.
Mungkin sudah waktunya aku menonton video kamera tersembunyiku.
Tidak, belum saatnya.
Bagaimana jika aku tidur beberapa jam lagi dan menikmatinya dengan santai nanti?
Jika aku memerasnya dengan foto-foto lama ini,
maka mungkin saja... mungkin...
Dia akan mengizinkanku tidur dengannya sekali.
Berhenti memanggang ikan sauri itu
dan ikutlah denganku ke suatu tempat.
Pergilah sendiri.
Malam ini, aku akan makan ikan sauri sambil menonton drama TV Jackal.
Itu seperti kegiatan orang biasa.
Benarkah?
Kurasa aku selangkah lebih dekat menjadi orang biasa.
Membosankan sekali!
Apa itu Misaki?
Ya. Dia mungkin menuju pekerjaan berikutnya.
Dia ingin membuka tokonya sendiri suatu hari nanti.
Tapi entah toko apa.
Dia bekerja keras untuk menabung, ya?
Kau juga harus mencari pekerjaan. Sebenarnya itu cukup menyenangkan.
Tahun ini akan berlalu dalam sekejap.
Untuk saat ini, aku ingin menikmati hidup yang sama tiap hari.
...dua, tiga.
Tak akan mengapung kembali, 'kan?
Dengan beban yang kita tambahkan, seharusnya semua aman.
Sekarang ikan akan memakannya.
Pria itu pantas mati, jadi, kau tak perlu memikirkannya.
Ada pepatah, "Hidup itu menyakitkan dan mati itu merepotkan."
Aku sudah mengurus bagian yang merepotkan untuknya.
Lobak parut di atas ikan sauri adalah cara biasa untuk menikmatinya.
Menuangkan kecap asin di atasnya juga cara biasa.
Aku tahu itu.
Ada apa, Tatsuya? Kau tampak depresi.
Ternyata Yuji. Ini soal Ai.
Ai tak mengizinkanku tidur dengannya.
Itu karena...
Ai bukan wanita murahan.
Tapi mantan istrimu
langsung membiarkanku menidurinya.
Responsmu tak pantas!
Dia bilang bercinta denganmu terasa membosankan.
Itu bahkan lebih tak pantas!
Pokoknya, jangan biarkan itu mengganggumu.
Ini benar-benar membuatku trauma!
Bersambung
Bertahanlah, Jackal... Maksudku, Yuji.
Berhentilah bersedih hanya karena kau dicampakkan.
Kita, para pria, berpikir logis.
Tapi wanita berpikir secara emosional. Kau mengerti perbedaannya?
Aku mau ke toilet.
Semua itu karena seorang wanita?
Maaf. Apa aku menabrakmu?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Seharusnya aku yang minta maaf.
Dia...
minum sendirian di kursi konter?
Tak mungkin aku melewatkan kesempatan ini.
Dia benar-benar tipeku.
Bartender, traktir gadis ini minum.
Sebagai permintaan maaf.
Kau tak perlu melakukan itu.
Hore! Aku dapat satu!
Kau sendirian malam ini?
Ya.
Malam ini aku akan menghabiskan waktu dengan pria ini.
Bolehkah kita berbagi minuman?
Ini dia!
Untuk pria seperti dia,
aku akan memerankan wanita naif yang tak terbiasa didekati pria.
Bartender, aku pesan yang dia pesan.
Kahlúa dan susu, bukan?
Kalau dipikir-pikir, bartender ini pernah melihat aksiku.
Kau profesional, bukan? Kau profesional di industri ini, bukan?
Jangan sampai informasinya bocor, ya.
Kau sering datang ke bar ini?
Ini kali pertamaku.
Aku seharusnya bertemu teman di sini,
tapi mereka mengirimiku pesan bahwa mereka tak bisa datang.
Tapi karena aku sudah di sini...
Kau berencana minum, ya?
Benar.
Rasa malu palsu.
Sudah lama aku tak keluar di malam hari seperti ini.
Aku pun mudah mabuk.
Jadi, aku agak gugup.
Lihat? Kau benar-benar jatuh cinta!
Kau suka wanita yang mengatakan hal seperti itu, bukan?
Maaf jika aku mabuk dan mengatakan hal aneh.
Juga hal seperti ini.
Sekitar 1,7 meter.
Sekitar 68 kilogram.
Sekitar 25 tahun.
Dia sangat percaya diri.
Aku yakin dia mendapatkan banyak wanita.
Dia punya aura pria
yang membuat wanita menangis, tapi tak pernah menangis karena wanita.
Aku tak sabar ingin mempermainkan pria yang sangat sombong.
Aku tak sabar menghancurkan harga dirinya...
Bahkan, aku akan mengubahnya menjadi orang tidak berguna yang menyedihkan!
Maksudku, belakangan ini, aku tak punya kegiatan.
Omong-omong, kau punya pacar?
Tentu saja tidak.
Aku baru pindah kemari.
Benarkah?
Sebenarnya, saat ini aku tak punya pacar.
Kau tak punya pacar?
Tidak, tentu saja tidak. Apa kau kira aku punya pacar?
Maksudku, kau sangat jantan dan tampan.
Ayolah, aku tahu kau suka dipuji karena kelebihanmu.
Tapi kau tahu, kuharap wanita mengagumiku karena kualitas di dalam diriku.
"Tapi kau tahu..." Jelas, kau percaya diri dengan penampilanmu!
Situasi ini makin menarik.
Kau punya keluarga?
Sekarang, hanya ada aku dan kakak laki-lakiku.
Benarkah? Aku iri sekali. Aku ingin punya adik semanis kau.
Yang benar saja.
Aku sama sekali tak manis.
Tidak, kau sangat manis.
Seperti apa kakakmu?
Dia agak sakit-sakitan dan lemah.
Jadi, aku selalu mencemaskannya.
Kami hanya hidup berdua.
Aku ingin tahu pendapatnya jika dia tahu kakakku pembunuh bayaran tak terkalahkan.
Benarkah?
Orang tua kami bercerai, jadi, kakakku dan aku pindah ke Osaka.
Aku tahu aku harus memperbaiki sikapku, tapi aku terus membuat kesalahan.
Jika kau butuh bantuan,
silakan minta kepadaku.
Aku lahir dan dibesarkan di kota ini, dan aku punya banyak koneksi.
Dia akan menggunakan kalimat itu agar bisa menyentuh bahuku.
Dia tipe pria yang berkomunikasi dengan menyentuh bahu wanita.
Mengerti?
Lalu aku tersentak karena terkejut.
Maafkan aku. Kau membuatku sedikit takut.
Aku sungguh tak terbiasa bicara dengan pria seperti ini.
Tapi sebenarnya aku terlalu banyak bicara.
Ini salah minumannya.
Astaga. Aku pasti mabuk.
Bagaimana dengan kalimat itu?
Bartender, jangan berani membocorkan tingkahku saat mabuk.
Kau profesional, bukan?
Profesional, bukan?
Baiklah...
Boleh aku tahu namamu?
Tentu.
Namaku Yuki, Yuki Kawai.
Aku Yoko Sato.
Itu nama pemberian Bos.
Kalau begitu, boleh kupanggil "Yoko-chan"?
"Chan"?
Mungkin tak terlihat, tapi kehidupan kerja dan pribadiku sangat penuh...
Waktunya pamer, ya?
...di Niseko dan di musim panas, aku bermain jet ski di Okinawa...
Luar biasa!
Menyombongkan seluncur salju, jet ski, dan arlojinya.
Dia sungguh bekerja keras agar bisa pamer kepada wanita.
Dia sangat dangkal, ini luar biasa!
Ini, lihat.
Keren sekali!
Siapa yang peduli.
Kau pria yang sangat dewasa.
Aku mengagumi itu.
Itu... Benarkah?
Tangan seorang pria sangat kuat dan tampan.
Sekarang, kencangkan otot wajahmu... Itu dia! Pipi merona!
Aku sangat terpesona.
Tentu saja, inilah kualitas seorang pria.
Hebat!
Aku pergi ke pusat kebugaran dua atau tiga kali sepekan...
Cara pamer khas pria, ya?
Pusat kebugaran dan angkat beban hanya buang-buang uang.
Bagus!
Jika mau berkeringat dan menghabiskan waktu,
akan lebih bermanfaat jika kau belajar seni bela diri.
No comments yet. Be the first to leave one.