The first 200 lines.
Jadi bagaimana menurutmu?
Apa mereka mengganti resep rotinya?
Tidak, tentang kepindahan Ian ke rumah.
- Ya, kedengarannya bagus. - Apa kau yakin?
Karena ini langkah yang besar dan aku tak mau terlihat seperti...
Dokter gigiku mengirim kartu Natal? Aku bahkan tak tahu aku punya dokter gigi.
- Kau sangat histeris. - Tolong.
- Kau keberatan atau tidak? - Ya, tak apa-apa.
- Baiklah. - kau tak nyaman?
Ya.
Ya, kau tahu, aku merasa tak nyaman karena ini.
Orang-orang jatuh cinta lalu mereka tinggal bersama.
Tidak selalu.
Terkadang orang menjalani kehidupan yang sangat terpisah.
Terkadang mereka tinggal di rumah danau yang sama...
tapi sebenarnya hidup terpisah selam beberapa tahun.
Itu yang terjadi, kau tahu?
Kenapa kau tak pergi ke rumah Tom untuk merayakan Natal?
Kami sudah jalan-jalan selama dua minggu,
Kenapa aku harus pergi ke rumah Tom untuk merayakan Natal?
Karena dia memintamu ke sana.
Ya, tapi dia hanya basa-basi, kau tahu?
Dan, sebagai gantinya, aku bersikap sopan dengan menolaknya.
Kita semua mendapatkan apa yang kita inginkan.
Kau akan merindukannya.
Tentu saja aku akan merindukannya, tapi, kau tahu...
...bertemu orang tua itu kewajiban. Aku tidak...
Apa ini? Ini adalah tulisan tanganmu.
Apa yang kau lakukan?
Tidak, tidak. Tidak, jangan baca itu.
- Kenapa kau mengirim surat untukku? - Tidak, tidak. Astaga.
Jadi aku telah mengirim...
...beberapa surat pada orang-orang...
...saat kukira aku akan meninggalkan negara ini selamanya.
Dan seperti apa perasaanmu saat itu?
Tak bagus.
Astaga.
- Biarkan aku membacanya. - Tidak, tidak!
- Kumohon? - Tidak, Kate, jangan.
Ya ampun, ini sangat memalukan.
Aku bilang pada banyak orang bahwa aku mencintai mereka...
...dan sekarang aku harus bertemu dengan mereka lagi.
Ini bencana.
Kau tak mengirim surat untuk Ben, kan?
Ya.
Kau memang gila.
Kau tahu. Dia pantas mendapatkannya.
Dia sangat pantas mendapatkannya dan aku mendukung semua yang kukatakan.
Apa yang kau tulis?
- Aku tak ingat. - Benar.
Mungkin begini kira-kira...
"Aku membencimu. Kau menghancurkan hidupku. Aku tak pernah ingin melihatmu lagi."
Kata-kata klasikmu.
Kau tahu aku pernah bermimpi aku membunuhnya.
Lalu dia berubah menjadi Tim Curry.
Aku terbangun dengan rasa bersalah yang mendalam.
Ya, benar. Tim Curry adalah harta nasional.
Kau yakin tak mau ikut?
Aku tak suka membayangkanmu...
...berkeliaran di rumah seperti hantu Natal.
Aku akan baik-baik saja.
- Semoga hari Natalmu indah. - Kau juga.
- Sampaikan salamku untuk keluargamu. - Tentu.
Tidak, tidak. Tolong!
Aku tahu pelukan itu palsu. Aku tahu itu, aku bisa merasakannya.
Kau tak bersungguh-sungguh. Kau salah jika begitu.
- Menjijikkan. Kau tak akan pernah membaca ini. - Kau sudah menulisnya. Kau sudah mengirimkannya.
Ini milikku. Selamat Natal.
Selamat Natal, jalang.
Sampai jumpa.
Alih Bahasa : Yechika Chisilia
Ya? Bagaimana menurutmu?
Ya?
Tidak.
- Kenapa tidak? - Itu tak perlu.
Tapi gigimu putih...
...dan aku merasa tersaingi.
Aku suka gigi cokelatmu yang menjijikkan.
Aku punya hadiah.
- Kenapa? - Untuk Natal.
Apa mereka melakukannya lagi tahun ini?
Terima kasih, ini sangat... Sangat bagus.
Terima kasih.
- Aku juga punya hadiah. - Oh ya?
Ya, ya. Tunggu sebentar.
Mari kita lihat, aku punya...
...permen untuk berciuman...
...seperti yang kau lakukan di film-film.
Juga ada pena.
Ini dari bank lama tempat aku menabung.
Aku selalu menginginkannya Apa lagi?
Aku punya kenang-kenangan dari Argos,
lalu kau bisa menggunakan penanya untuk menulis...
...semua pikiran dan perasaanmu tentang sesuatu.
Di situ. Jadi, silakan.
Kau sangat buruk dalam memberi hadiah.
Itu harus diperhitungkan.
Aku tak menyangka kaulah yang mengatakan itu.
Ya, cukup adil.
Benar, kurasa kita akan berjumpa lagi saat aku kembali.
Ya. Baiklah.
Sampai jumpa... Sampai jumpa setelah Natal.
Ya. Jadi...
Apa yang kulakukan?
Ya.
Dan Selamat Natal.
Ya! Juga selamat natal untukmu.
Maaf, ku harus melakukan itu karena itu mengerikan...
Selamat tinggal. Selamat tinggal.
Apa yang kau lakukan?
Jika ada fotografer Daily Mail,
Aku ingin membuatnya terlihat seperti kita sedang bertengkar, jadi...
Oh baiklah.
Ini sendok panas, aku akan mengirimkannya padamu.
Kenapa?!
Sial! Aku benar-benar merasakan amarahnya.
Tidak!
Kau sangat meyakinkan.
Kenapa?!
Kenapa?!
Selamat tinggal!
- Ini sangat romantis. - Apa?
Kau tetap tinggal untuk Tom.
Sempurna.
Aku tetap tinggal bukan untuk siapa pun.
Kau berhenti dari pekerjaanmu, kau pindah dari rumahmu.
Apa kau menerima surat dariku?
Tidak.
Jika kau menerimanya, bisakah kau berjanji akan menghancurkannya?
Kenapa?
Aku mungkin sudah menulis sedikit kebenaran yang belum siap kau dengar.
Aku senang kau kembali.
Aku tak percaya ini terjadi pada kita berdua.
Apa?
Aku punya pacar sekarang.
- Oh, sungguh? - Ya.
Jadi, apa kau sudah...
Kalian pacaran?
Ya.
Ya, itu terjadi cukup cepat, bukan?
Itulah yang terjadi ketika orang jatuh cinta.
Kenapa semua orang terus mengatakan itu hari ini? Rasanya mirip dengan Truman Show.
Film yang bagus.
Ya, tapi, maaf, aku tak tahu apa-apa tentang itu.
Bagaimana dia?
Berapa tingginya? Dia bekerja dimana?
Jadi, dia bekerja untuk organisasi nirlaba...
Jadi apa kau memintanya untuk menjadi pacarmu atau dia yang memintamu?
Aku tak ingat, sebenarnya.
Ya, terjadi begitu saja.
Ya, keren. Sangat mengikuti arus. Aku menyukainya.
Ya.
Ya, kurasa begitu.
- Kami bahagia. - Ya. Jadi, kapan aku bisa kerja lagi?
Di mana?
Di sini.
Maaf.
Kau tak bisa.
Apa? Tunggu, tunggu, apa maksudmu?
- Posisimu sudah terisi. - Kalau begitu, Joe, singkirkan dia!
- Aku baru saja mempekerjakannya! - Ayolah, ini adalah dunia yang kejam!
Anjing makan anjing. Anjing makan anjing, ya, terserah.
Mungkin kau harus berusaha.
Apa kau benar-benar ingin bekerja di sini selama sisa hidupmu?
Ya, itu akan membosankan. Idealnya, ya.
Yah, aku tak bisa. Dia sangat baik. Dia juga seorang ibu tunggal.
Tawarkan saja dia beberapa voucher.
Tidak! Baiklah, jangan voucher.
- Dengar, aku tak akan memecatnya! - Joe!
- Kau bisa berbagi shift. - Aku butuh pekerjaan itu!
Bagaimanapun, kami perlu melatih ahli proyeksi lain.
Apa kau gila?
Ini adalah keputusanku sebagai manajer umum dan itu sudah final.
Jadi mungkin aku tidak selemah yang kau katakan.
Kau membaca surat itu! Kau membacanya!
Aku tidak gemulai.
Aku bukan pria yang gemulai.
Aku terjebak sendiri.
Halo?!
- Hai, Bu. - Halo sayang.
Sepertinya putra kesayanganmu belum datang?
Yang datang lebih dulu adalah putra kesayanganku.
Dimana ayah?
"Gentayangan seperti hantu..."
Hai ayah.
Kau belum pernah bertemu Julian Assange, bukan?
Belum, Ayah.
Yah, tetaplah seperti itu.
Orang itu hanyalah masalah.
Apa dia mengedit artikel Wikipedia lagi?
- Ya, kenapa, dia... - Jangan tanya padaku.
Aku hanya berafiliasi dengan pria itu untuk urusan pernikahan.
Apa kau lapar?
Ya.
Kalau begitu kau harus mulai memasak makan malam.
Ayah Ibu! Aku datang!
Ya ampun, itu dia.
Halo Ibu!
Putra kesayanganku!
Kukira ibu bilang aku adalah putra kesayanganmu.
No comments yet. Be the first to leave one.