The first 166 lines.
Dunia yang kupandang telah terbalik
Aku terjatuh dan tubuhku terbalik
(Cuma bulan yang tahu Sisi gelap di balik kejayaan)
Keadilan semu menyebar luas
Hidupku hanya untuk menuntut balas
(Tipuan, kedok, ilusi, Kalangan hina, idola palsu)
Apa kau ingat hari itu? Apa kau ingat aku?
Inilah hari yang kutunggu-tunggu
Apa kau ingat hari itu? Apa kau ingat aku?
Aku tak akan pernah memaafkanmu
Ingatlah baik-baik Aku tahu aku pendosa
Kutunjukkan tekadku yang kuat
Tak peduli jatuh sedalam apa
Akan kuakhiri dendam yang panjang ini
EPISODE 2 UNTER MORGEN MONDE
Kalian lihat kekuatan pedang sihirnya?
Pedang sihir?
Suara ini...
Sial. Pedang itu...
Dulu dia sama seperti kalian,
tapi setelah melihat kekuatan biara kami, dia kembali ke jalan yang benar.
Berkat bantuannya, aku jadi tahu tipu daya kalian.
Mantan penyelundup?
Dasar! Apa kau tak malu mengkhianati mantan sekutumu?
Bodohnya.
Yang seharusnya malu adalah kalian semua yang tak beriman,
yang mencuri uang yang harusnya disumbangkan ke biara.
Contohlah dia dan jadilah pengikut biara.
Enak saja!
Kalau begitu, tak perlu berbasa-basi lagi.
Bunuh mereka.
Ya.
Köinzell?
Ini gawat! Mundur!
Dia masih hidup. Bajingan itu beruntung.
Sial.
Jangan pakai pedang itu.
Kenapa pedang itu harus ada?
Dia takut kekuatan mengerikan pedang sihir itu. Sudah pasti.
Köinzell.
Dia salah. Köinzell bisa mendengar suara itu.
Suara?
Kau tak bisa dengar?
Bahkan saat mereka menangis kesakitan?
Bahkan saat peri yang terperangkap di pedang itu
menjerit histeris?
Serangan itu berasal dari kekuatan jeritan sang peri
yang bisa memotong semua yang tersentuh.
Nah, rasakan akibatnya, Penyusup.
Berikutnya, tubuh kalian akan hancur menjadi debu.
Kenapa kau menyarungkan pedangmu?
Tugasku sudah selesai.
Mereka akan ketinggalan kapal itu.
- Itu sudah cukup, 'kan? - Apa?
Dia mungkin tak sadar, tapi seranganku digagalkan bocah itu dengan memotongnya.
Satu serangan lagi sudah cukup!
Permintaan lainnya akan dikenakan biaya tambahan.
Ya sudah. Akan kubayar, tolong lakukan.
Senang berbisnis denganmu.
Dia jatuh ke lubang itu?
Bajingan yang malang.
Terima kasih atas bantuanmu.
Kau boleh kembali sekarang.
Tak kusangka bertemu dia di sini.
Kalian baik-baik saja?
Kita pasti masih sempat naik kapal itu.
- Ayo. - Wied.
Ada seseorang yang harus kuselamatkan
dari maschinendrache militer Landgrave itu.
Tapi Köinzell...
Dia pasti selamat.
Jika dia seperti yang aku duga.
Ini...
Ternyata kau masih hidup.
Kau benar-benar pemuda yang apes.
Tapi itu juga akan berakhir di sini.
Aku melihatmu pulih dengan kekuatan bulan.
Sepertinya itulah kekuatan rasmu.
Namun, sinar bulan tak akan mencapai tempat ini.
Tak usah pasang wajah seram lagi.
Kegigihanmu layak dikagumi,
tapi sayangnya,
berkat rencanaku yang cerdik, tempatmu jatuh ini adalah
bagian terdalam biara ini.
Tempat ini dilindungi para bawahanku yang terkuat,
Persaudaraan Penjaga Suci.
Sayang sekali para prajurit elite kami harus dikerahkan
hanya untuk menghadapi bocah lemah sepertimu
yang kekuatannya sudah hilang,
tapi kau salah sudah mempermainkanku!
Bagiku, merundung bocah lemah sepertimu
sungguh
sangat disesalkan!
3969 SM (ANNO DONATIO)
Mantranya sudah selesai. Selanjutnya bisa kuurus sendiri.
Pergilah, Ascheriit.
Tapi...
Pendekar terkuat kekaisaran tak pantas bersedih seperti itu.
Pergilah. Selesaikan misi ini
bersama yang lain.
Ergnach!
Ayo, Para Prajurit Terkuatku,
hancurkan dia dengan serangan mematikan kalian!
Boleh juga.
- Gerakan apa itu? - Dia bukan bocah biasa.
Kepala Biarawan Prajurit, siapa anak ini?
Kupikir kalian bosan,
jadi kubawa dia sebagai hiburan.
Sekarang, cepat siksa dia sampai mati.
Masa prajurit Persaudaraan takut
dengan satu bocah seperti dia.
Jangan lembek meski dia bocah!
Serang!
Ini menyenangkan, tapi...
Selain belum pulih total,
aku tak punya waktu untuk meladeni kalian.
Tunggu.
Yang harus kau lawan ada di belakangmu.
Celaka. Kepala Biarawan Prajurit...
Kau tak boleh lewat sini.
Di depan sana ada tempat suci...
Hei! Hentikan dia!
Berhenti, Bocah!
Ini dia.
Hentikan, Bocah!
Kau...
Dasar licik!
Jebakan apa itu?
Aku tak pernah tahu itu ada di situ!
Itu sangat licik.
Bagaimana bisa?
Bagaimana bisa kau tahu ada jebakan rahasia?
Aku pernah melewati area ini
sebentar di masa lalu.
Jadi, aku tahu semuanya.
3969 SM
Pasukan kita bertempur melawan Wischtech demi benteng bawah tanah ini berkali-kali.
Tak terhitung jebakan dari lingkaran sihir di sini
karena selalu ditambahkan setiap kali benteng ini direbut.
Hafalkan letak semuanya, Ascheriit.
Itu sebabnya aku juga tahu
apa di balik pintu-pintu itu.
Ada apa ini? Ribut sekali.
Siapa kau?
Ini tempat paling suci di biara kami,
yang hanya boleh dimasuki para imam tinggi yang terpilih.
Bahkan Tujuh Pahlawan pun tak bisa
menginjak tempat ini tanpa izin... Hei!
Apa kau tahu, Nak?
Tempat ini adalah altar pelayan Tujuh Pahlawan,
Santo Ergnach.
Dua puluh tiga tahun lalu,
saat beliau melewati area ini dengan Tujuh Pahlawan
dalam upaya menghentikan serangan terbesar Wischtech,
Ergnach menggambar lingkaran sihir yang membangun Thousand Stonespears megah...
Diam!
Kau dengar itu, Ergnach?
Kau, yang telah berkorban demi menyelesaikan lingkaran sihir ini,
kini dianggap sebagai pelayan ketujuh orang itu.
Lucu sekali, bukan?
Siapa anak muda itu?
Dia penyusup, Kepala Biara.
Sepertinya dia Pahlawan Cilik yang ingin pergi
ke perkemahan Tujuh Pahlawan di Sisi Lain.
Tumben kau membiarkan kesalahan seperti ini, Rascheb.
Hei, Bocah! Kau tak boleh mendekat ke sana.
No comments yet. Be the first to leave one.