The first 200 lines.
= SULTAN KHILAF =-
Aku harus membuatnya lezat sekali.
"Episode 3"
Tunggu. Akhirnya ada pengunjung untuk kali pertama sejak lama.
Semoga aku membeli semua daging dan bahan–bahan untuk japchae.
Gawat. Aku lupa membeli bawang putih cincang.
Astaga.
Aku sudah tak punya waktu.
Haruskah aku kembali ke toserba?
Mari kita lihat tanggal kedaluwarsanya.
Sudah kedaluwarsa selama tiga jam.
Karena makanan ini kini enak dan matang,...
...ini waktu terbaik untuk memakannya.
Mari kita lihat.
Selamat datang...
Astaga.
Kupikir aku takkan melihatmu karena hari ini kau libur.
Tapi kau datang lagi.
Di mana bawang putih cincangnya?
– Menurutmu di mana? – Astaga.
Kenapa kau membeli banyak sekali bahan makanan?
Apakah ini hari yang istimewa?
Kau bahkan membeli bahan untuk japchae?
Kau tahu aku suka japchae.
Itu lezat sekali.
Diamlah dan periksa harganya.
Aku benar–benar berharap bisa makan japchae...
...alih–alih gimbap segitiga.
Aku ingin makan daging sapi dan jamur yang kenyal...
...bersama sohun yang dimasak sempurna.
Aku ingin mencampurnya dan melahap semuanya sekaligus.
Kau bisa mengunyah struknya.
Aku muak sekali dengan ini.
Aku benar–benar ingin japchae.
Apa yang sedang kau lakukan?
Ini ada di berita.
Jika kau memukuli dahimu, otak depanmu akan terstimulasi...
...dan mengurangi nafsu makanmu.
Benarkah?
Aku ingin sekali memakan omogari kimchi jjigae.
Aku tak ingin memakan omogari kimchi jjigae.
Aku tak mau memakannya.
Aku tak ingin memakan piza gorgonzola.
Aku tak ingin memakan piza gorgonzola.
Udaranya panas sekali.
– Kenapa kau belanja banyak? – Apa kita akan mengadakan pesta?
Anak–anak kamar sebelah akan datang untuk makan malam.
Mereka pindah beberapa hari lalu, tapi kita belum mengundang mereka.
Astaga. Ke mana mereka?
Astaga.
Kacamataku meninggalkan bekas.
Selamat datang.
– Ada oleh–oleh untukmu. – Kau tak perlu membawa ini.
Astaga.
– Hai. – Hai.
Masuklah.
Astaga. Aku bahkan tak tahu kalian akan datang.
Aku bahkan belum sempat bersiap–siap.
Astaga. Kalian berkunjung rupanya.
Aku tak melihat kalian di sana karena sibuk membaca.
Selamat datang.
Astaga, kalian tampan sekali.
Kalian harus sering berkunjung.
Aku tak bisa memasak banyak, tapi makanlah yang banyak.
Kuharap kalian menyukai makanannya.
Ini lezat sekali.
Sungguh? Syukurlah.
Aku merasa sangat menyesal kau terluka karena Ji–na.
Jae–yi,...
...ada sesuatu di wajahmu.
– Sungguh? – Ada ketampanan di wajahmu.
Ro–bin, letakkan.
Apa? Apa yang harus kuletakkan?
Letakkan pesonamu.
Bukankah itu lucu?
Jadi, orang tua kalian di luar negeri saat ini?
Ya, mereka melakukan pekerjaan sukarela medis.
Baik sekali.
Kudengar kau mendapat nilai bagus meskipun orang tuamu tidak ada.
Ya. Jae–yi mendapat peringkat satu di sekolah sebelumnya.
Orang tuamu pasti bangga sekali kepadamu.
Kuharap Ji–na bisa melakukan...
...setidaknya setengah yang kau lakukan.
Akan menyenangkan...
...jika kau bisa belajar dengan Ji–na.
Jika Ji–na tak keberatan, aku juga takkan keberatan.
– Sungguh? – Ya.
Aku bersyukur sekali.
Makanlah. Ini.
Silakan.
Makanlah.
Silakan.
– Bukankah itu asin? – Ini enak.
– Apakah bumbunya pas? – Ya.
Bagus.
Astaga, kenapa ini tak berfungsi?
Kau ingin kubantu?
Astaga. Kau tahu cara memperbaiki benda–benda seperti ini?
Tak ada yang tak bisa kau lakukan.
Aku sedang menginstal program untuk memindai virus,...
...jadi, ini seharusnya akan segera baik kembali.
Kau hebat sekali.
Dengan keterampilan semacam itu,...
...apakah dia bisa membuat aplikasi seperti Revenge Note?
Kuharap proses belajarmu tidak terhalang karena ibuku.
Tidak masalah. Belajar bersama juga baik untukku.
Ayo kita duduk di sana.
Baik.
Karena kita akan ada kuis IPS minggu depan,...
– ...mari kita latihan soal. – Tentu.
IPS adalah mata pelajaran terbaikku.
Bagian ini penting,...
...jadi, mari jawab pertanyaan ini dan periksa jawaban kita.
Baik.
– Mari kita periksa jawaban kita. – Ya.
Untuk pertanyaan pertama,...
...jawabanku salah.
Untuk pertanyaan kedua,...
...aku hampir benar.
Pertanyaan ketiga...
...juga kujawab dengan salah.
Hasilku lebih buruk daripada dugaanku.
Bagaimana denganmu?
Aku juga.
– Mari coba lebih keras lain kali. – Baik.
Biar kulihat.
– Jangan. Jawabanku buruk sekali. – Kenapa?
– Bagaimana jika aku terjatuh? – Tidak apa–apa.
Apa ini?
– Itu aneh. – Aku juga.
– Apa? – Apa ini?
– Aku hampir jatuh. – Hati–hati.
Tunggu.
– Apa ini? Aneh sekali. – Aku juga.
– Aku hampir jatuh. – Hati–hati.
– Coba tutup matamu. – Tidak, aku akan terjatuh.
– Hei. – Pegang aku ke sini.
– Apa ini? – Hati–hati.
Rasanya aneh.
Tunggu aku.
– Aku akan terjatuh. – Ayolah.
Pegangi aku.
"Aku akan pulang terlambat hari ini, jangan lupa makan."
Kau selalu pulang terlambat.
Kenapa kau pulang sangat larut?
Jangan di luar sampai larut malam.
"Lampumu padam, apakah kau sedang tidur?"
"Lepaskan penutup telingamu saat berjalan, itu berbahaya."
Siapa ini?
Apakah dia seseorang dari sekolah?
Menyeramkan sekali.
– Hai. – Selamat pagi.
Astaga!
Itu reaksi yang hebat.
Apa–apaan itu tadi?
Berhenti menggunakan temanmu untuk video.
– Aku jelek sekali di sana. – Tapi ini lucu.
Lihat? Semua orang senang melihatmu takut.
Lihatlah, jumlah sukanya naik.
Bu Guru datang.
Kalian bertukar kursi hari ini, bukan?
Kemarilah satu demi satu dan ambil angkanya.
Baik.
Kalian dapat pindah ke kursi dengan angka yang kalian ambil.
Baik.
Sial. Aku di barisan depan.
Bagus. Aku mendapat kursi terbaik.
– Bagaimana denganmu? – Aku di sebelahmu.
Bagus. Aku mendapat tempat duduk yang bagus.
– Aku ada di belakang ruangan. – Itu yang terakhir.
Selamat datang, Ro–bin.
Aku suka tempat duduk ini.
Itu takdir.
Kalian akan duduk di kursi ini sampai waktu istirahat, paham?
– Semangatlah hari ini. – Semangat.
Ha–yan.
Penglihatanku buruk. Bisakah kita bertukar kursi?
Baik.
Teman–teman, kelas pertama kita adalah kesenian,...
...jadi, kita harus pergi ke ruang seni.
Ayo kita bergegas, Ji–na.
Perutku sakit. Kau bisa pergi dulu.
– Aku akan segera ke sana. – Baik.
Kau harus tiba di sini tepat waktu.
Ambil kursi kosong di tengah itu.
Hari ini, kita akan membuat sketsa potret menggunakan pensil.
Carilah pasangan dan saling gambar sketsa, paham?
Jangan menggambarku karena kalian menyukaiku.
Seperti yang kita pelajari... Harap tenang.
Pertama, mulailah dengan garis besar...
...dan beri sedikit bayangan,...
...jadi, kalian bisa memberinya efek tiga dimensi.
– Baik. – Ya.
Kalian bisa mulai.
Kau memiliki rahang yang indah.
– Aku suka modelku. – Cepat selesaikan gambarmu.
Biarkan kucoba menggambarmu.
Jangan gambar aku.
Mari kita sudahi hari ini dan selesaikan lain kali.
– Gambar kalian akan dinilai. – Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.