The first 200 lines.
PERTARUNGAN MAUT
DIADAPTASI DARI NOVEL KARYA KU LUNG
Lima petang, hari ke sembilan belas, bulan ke sembilan.
Di luar Luo Yang, Hutan Mapel
Yan Shi-san, kau datang juga
Kalian terima pesanku?
Lima petang, hari ke sembilan belas, bulan ke sembilan.
Datang dan bawalah pedangmu
Benarkah jurus 13 Kematianmu tidak terkalahkan?
Aku ingin mengujinya
Kami berenam, siapa yang maju duluan?
Kita undi saja.
Tidak perlu, kalian maju sekalian
Aku akan membunuh kalian dengan 13 gerakan.
Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.
Tiga gerakan lagi
Sebelas, dua belas, tiga belas!
Orang di balik pohon, keluarlah!
Yan Shi-san, jurus 13 Kematianmu sungguh sesuai namanya.
Yu Mian bersaudara, kalian diundang?
Tidak.
Lalu kenapa menenteng pedang?
Untuk membunuhmu
Tapi bukan hari ini.
Kenapa bukan hari ini?
Kau masih punya satu orang untuk dihadapi
Putri Jiangnan dari Klan Mu Rong.
Kau pernah dengar Wisma Pedang Agung?
Tentu saja
Pernah dengar tentang Tuan Ketiga?
Aku juga pernah dengar
Konon katanya ilmu pedangnya tidak terkalahkan.
Tapi Jurus 13 Kematian, Yan Shi-san. Belum ada tandingannya.
Apakah membunuh 6 orang tadi untuk membuktikan kau nomor satu?
Aku mengundang mereka berduel karena aku tertantang.
Aku tidak yakin kau bisa membunuh Tuan Ketiga.
Karena julukannya adalah Dewa Pedang
Ratusan pendekar terbunuh olehnya setiap tahun
Termasuk Klan Mu Rong?
46 orang.
Jadi kau ingin aku membalaskan dendammu?
Benar, jika kau tidak berani
Kau tidak layak menyebut dirimu pendekar nomor satu
Karena aku masih merasa Tuan Ketiga akan menang
Wisma Pedang Agung di Danau Banyu Ijo.
Ini Danau Banyu Ijo?
Benar
Bisa antar aku ke Wisma Pedang Agung?
Itu di seberang
Apakah kau satu-satunya yang mengantar orang ke Wisma Pedang Agung?
Ya, tapi untuk sekali jalan
Kenapa?
Karena tidak ada satu pun yang pernah kembali
Laki-laki terkadang harus membuktikan dirinya sendiri
Termasuk membunuh
Tuan, kau... / Xie Wang-sun.
Apa kau pendekar terkenal...
yang dulu menggegerkan dunia persilatan?
Ya, itu dua puluh tahun yang lalu
Sekarang aku hanya mengurusi wisma ini
Kudengar kau kesini untuk membunuh Tuan Ketiga.
Bukankah kau mengatakan lelaki harus membuktikan dirinya sendiri?
Aku dengar julukanmu adalah Raja Pedang?
Tapi Tuan Ketiga adalah Dewa Pedang.
Kau ingin membunuhnya karena julukannya?
Aku tidak ingin membunuhnya
Tapi aku tidak ada pilihan
Hanya dia yang bisa membuktikan ilmu pedangku tak terkalahkan.
Hanya ini yang bisa membuktikan
Jika dia benar Dewa Pedang
Tuan, kau sungguh mengabdikan diri pada pedang.
Hebat.. hebat... Silakan
Tuan Ketiga kami wafat setengah bulan lalu.
Cepatlah, Bisu!
Buang sampah di belakang, cepat
Tn. Zhou, datang lagi besok
Tentu saja / Kau harus datang
Dasar pengecut
Pulang lewat pintu belakang
Bisu, kenapa memberinya makan?
Kutampar kamu
Berhenti
Aku akan bayar
Bayar? kau punya uang?
Tidak.
Lalu bagaimana membayarnya?
Aku bekerja untukmu
Cepatlah, aku capek
Kau jadi keluar?
Kalau kamu?
Lihat... pemuda ini tampan
Dia orang baru?
Beritahukan namamu?
Namaku Ah Ji.
Dia anak yang pendiam
Ini kesempatanmu menggodanya
Jika aku tidak ada pelanggan
Masuklah ke kamarku, aku akan melayanimu, cuma-cuma.
Kau tidak berani?
Pengecut / Dia malu, lihat!
Jangan lama-lama, ayo beri dia kenikmatan di sini.
Ayo / Jangan begitu...
Nn. Dan Feng...
Nn. Dan Feng, jangan ganggu dia
Dia anak baru, jangan menggodanya
Kau benar-benar payah / Ya
Lupakan dia, ayo pergi
Ayo...
Dia benar-benar payah.
Kita namai dia Si Payah Ah Ji / Ya
Kenapa kau tidak tarik celananya?
Celananya terikat kencang
Ya / Ah Ji benar-benar payah
Terima kasih
Makanan ini untukmu saja
Si Payah Ah Ji, bawakan air
Ah Ji, kau benar-benar payah
Dasar sundal..
Tuan, dia menolak
Mohon lepaskan dia
Siapa kau? Jika kau mau melepasnya
Aku harus menusukmu dua kali
Jangan..
Tuan, pergilah
Ayo pulang
Serius...
Ambilkan air lagi, cepat...
Ini airnya, bersihkan
Sudah-sudah, kembali bekerja
Biar Ah Ji istirahat, cepat.
Cepat..cepat
Terima kasih, Ah Ji. / Lupakan saja.
Kenapa kau bekerja di sini?
Untuk mencari nafkah
Kau cari siapa?
Orang yang ditusuk beberapa hari lalu tapi dia tidak apa-apa.
Aku mencari orang itu
Maksudmu mungkin Ah Ji, Dia pergi semalam.
Dia juga meninggalkan uang pada Si Bisu.
Dimana dia sekarang? / Mana kutahu?
Kisanak, kau sakit?
Apa kau lapar?
Ayo makan bakpao ini, silakan!
Berapa lama kau tidak makan?
Tiga hari.
Miao Zi, kau bawa uang?
Ya
Berikan padaku, kau bagaimana? Berikan padaku.
Dia keponakan ketua Klan Harimau
Orang-orang itu adalah anak buahnya
Untuk bekerja di sini, kami harus membayar.
Siapa namamu?
Si Payah Ah Ji.
Kau tinggal dimana?
Aku tak ada rumah
Kau tidur dimana malam ini?
Entahlah.
Besok kau makan apa?
Aku pun tidak tahu
Ayo
Tuan, ini adikku
Tolong beri dia pekerjaan.
Baiklah
Terima kasih
Apa yang terjadi? lukanya membusuk
Ah Ji, besok tak usah kerja
Istirahatlah di rumah
Tidak, aku bisa kelaparan.
Jangan takut
Kau makan apa yang ada di sini
Ah Niu, besok kau angkut dua karung beras
dan beli daging untuk sup
Baik, Ibu.
Istirahatlah, besok masih ada pekerjaan.
Kamar ibumu sangat indah
Kamar indah itu punya Si Putri
Putri? Putri Miao?
Bukan, Adikku.
Ibu memanjakannya dan memanggilnya Putri
Dia kerja di keluarga kaya sebagai pembantu
dan menghasilkan uang banyak.
Dia jarang di rumah.
Adikku cantik
Aku yakin kau akan menyukainya bila melihatnya
Sudahlah, ayo tidur.
Jika butuh apa-apa
Bangunkan saja aku.
Xiao Li!
Kau tahu aku di sini?
Aku tidak mencarimu
Aku tinggal di sini
Putri?
Mereka pasti bilang
Aku bekerja di keluarga kaya dan banyak uang.
Apakah ibumu tahu kau bekerja pada Tn. Han?
Dia tahu, tapi dia menyayangiku.
Dia selalu menutupinya di depan orang lain.
Apakah kau kecewa padaku?
Aku tahu tidak semua orang
Terlahir dengan bergelimang harta
No comments yet. Be the first to leave one.