The first 163 lines.
~Episode 17~ ☆Diterjemahkan Oleh Diana Almera☆
Kemarilah.
Mendekatlah.
Hal-hal yang aku rencanakan akan di lakukan dalam 3 tahun
semuanya selesai dalam satu malam.
Apa yang harus Aku lakukan selanjutnya?
Berhenti membayangkannya.
Jika Aku tidak pernah mengetahui
bahwa aku menyukaimu.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku mungkin tetap melajang untuk sementara waktu.
Untuk sementara saja?
Kau ingin Aku melajang selamanya?
Kau akan berkencan dengan Senior Li Li,
Senior Jing Jing, atau gadis lain?
Mungkin itu adalah Junior Jing Jing?
Xu Fang, tahukah kau ...
kau itu bukanlah satu - satunya
yang mengejar ku?
Benarkah?
Apa ini? Perampokan?
Aku tidak punya uang untuk dirampok.
Aku hanya punya paket Cainiao.
Ini bingkisanmu.
Bagaimana kabarmu?
Lumayan.
Itu saja?
Kami sangat bosan selama beberapa hari terakhir.
Apakah kau tidak memiliki Jiang Zheng Xu?
Dia tidak membawa Aku untuk bertemu orang tuanya.
Apa pendapatmu tentang orang tuanya?
Aku mengenal orang tuanya sejak Aku kecil.
Tidak ada yang istimewa.
Ini pernikahan yang telah diatur.
Hentikan itu.
Ponselku berdering.
Siapa ini?
Halo.
Katakan sesuatu.
Kau sedang mencari ...
Siapa ini?
Ini aneh.
Ini nomor yang tidak dikenal.
Tidak ada yang berbicara
dan panggilannya berakhir.
Aku tahu.
Mungkin Senior Jing Jing yang menyukai Xu Fang.
Dia mencarimu untuk membalas dendam.
Dia akan menemukanmu sebagai gantinya.
Kembali.
Tidak.
Enyah.
Tas mu.
Dimana saja?
Biarkan aku berpikir tentang hal itu.
Lin Xi Geng!
Lin Xi Geng!
Aku datang.
Surat penerimaan universitasmu.
Dari mana?
Universitas Rong.
Kak.
Surat penerimaanku sudah ada di sini.
Desain Game Universitas Rong.
Pendaftaran pada 15 Agustus.
Benarkah?
Baguslah.
Kita bisa segera pergi ke kelas bersama.
Baguslah.
Aku tidak berpikir kalau anak
yang mengganggu ku di kelas
berakhir
membuat ku bangga suatu hari.
Kamu sepertinya tidak mempercayainya.
Kupikir
Aku akan berakhir sebagai operator excavator.
Tapi
Aku selalu merasa bahwa kau adalah anak yang cerdas.
Sama seperti kakakmu.
Aku bangga padamu.
Kau dapat mencari putri ku begitu Kau tiba di sana,
sehingga kalian dapat saling membantu saat dibutuhkan.
Aku diterima di Universitas Rong,
terima kasih untuk motivasi putri kamu.
Kamu kenal Yang Yang?
Dia selalu di Kota Rong selama 2 tahun terakhir.
Bagaimana kalian bisa saling kenal?
Ibu Guru bisa bertanya padanya nanti.
Tapi Aku bisa memastikannya
Ibu guru benar.
Ibu Guru sudah mendidiknya, Dia
memang putri yang sangat baik.
Aku tidak akan menjadi seperti hari ini kalau bukan karena dia.
Ibu Guru He, izinkan aku memberi hormat padamu.
Tidak apa-apa.
Bagaimana kamu kenal
Lin Xi Geng?
Aku kenal Kakaknya di Universitas Rong.
Dia sangat nakal
untuk menyembunyikan itu dariku.
Hanya beberapa hari tersisa untuk pendaftaran.
Siapa itu?
Nomor layanan pelanggan.
Ibu
Biarkan Aku memberi-mu pijitan.
Kamu memiliki kelas sepanjang hari.
Pasti lelah.
Kemarilah.
Nyaman?
Iya.
Sejak ujian selesai,
bagaimana kalau main game?
Kakakku bilang dia akan
mengadakan pesta resepsi.
Apakah kamu ingin bergabung?
Aku makan pertama kali dengan Xu Fang
tahun lalu
ketika Aku datang ke universitas ini.
Lin Xi Geng juga akan memilikinya
entah bagaimana makanan pertamanya di sini.
Aku merasa bangga sebagai kakakmu.
Itu karena
kau miskin pada waktu itu.
Kau ada waktu itu untuk Aku.
Kemarilah. Mari kita rayakan.
Jangan terburu-buru dan
Tunggu sebentar.
Kau terlihat cemas. Siapa yang kau tunggu?
Dia ada disini.
Maaf, Aku telat.
Hasilnya tidak buruk, bocah.
Sebelum kita makan,
Aku perlu berterima kasih kepada penyelamat ku.
Da Li, Senior He Li Yang.
Aku bisa belajar di sini
terima kasih atas kontribusi mu.
Aku tidak akan berada di sini
jika bukan karena kamu.
Ini semua berkat kerja kerasmu sendiri.
Teruskan itu.
Mari Bersulang.
Terima kasih.
Seseorang memujinya,
itu pertama kalinya.
Aku sebenarnya lebih baik
dari apa yang kamu harapkan.
Aku ingin tahu siapa yang membasahi tempat tidurnya ketika dia masih muda
dan memintaku untuk mencuci seprai sambil menangis?
Itu sudah lama sekali.
Mari kita bicarakan sesuatu yang baru.
Aku yakin seseorang
mencoba bermain bolos dan
akhirnya merobek celananya sambil memanjat dinding.
Dia menungguku
dengan celananya yang bersembunyi di bawah dinding.
Oh, benar.
Pagi ini saja,
Kau hampir menangis karena ketiduran
dan hampir ketinggalan bus.
Apakah ada di antara kalian yang memesan daging siang?
Aku suka daging makan siang.
Aku yang melakukannya.
Dimana itu?
No comments yet. Be the first to leave one.