The first 200 lines.
Hei, Gretchen.
Abby, ceritakan semuanya.
Aku perlu tahu perbuatan Bruder Morgan terhadapmu.
Itu mimpi, dan sekali saja, aku bahkan tidak ingat.
Kau ingat. Lidahnya dia taruh di mana?
Di tempat yang paling tidak suci?
Hentikan. Kembali ke kuismu.
Baik. Hei, yang ini untuk kita.
KUIS SAHABAT
"Sahabatmu mau pindah ke luar kota, tapi gaun favoritnya kau pinjam.
"Apa kau, A, tidak bilang dan berharap dia tidak tahu,
"atau B, mengembalikannya."
A.
Hei!
Jerawatku bertambah banyak.
Setidaknya kau boleh pakai riasan.
Aku tak percaya kau pindah musim panas ini.
Semua akan baik-baik saja, Abbs. Kita akan selalu berteman.
Aku tak akan bilang selamat jalan. Kau tahu itu.
Ada Glee dan Margaret.
Margaret menyebalkan di dekat Wallace.
Dia lumayan.
Apa kita mandiri saja sekarang?
Kau bisa menikahi Boy George dan aku bisa tinggal di wisma.
Yang benar saja. Kau jelas akan tinggal di rumah utama denganku.
Kujemput 10 menit lagi? Sayang kau seperti saudari.
-SKSS. -SKSS.
Dengan kuasa Tuhan, aku akan menjadi makelar paling terkemuka.
Pola pikirku positif. Aku tahu cara menutup kesepakatan.
Semua yang kubutuhkan ada
untuk hidup makmur dan senang, di sini, di dalam diriku.
Beli makan siang. Salami-nya basi.
Semua hal bisa kulakukan melalui Yang Mahakuasa, yang memberiku kekuatan.
Berpikir positif menghasilkan sukses.
TERBAIK
SAHABAT
Dia selalu denganku.
Itulah akhir dari kaset ketiga, Makelar Hebat.
Hei, Eddie!
Kalian begitu gay.
Jangan cemburu, Margaret, cuma karena kau ingin tubuhku.
Menjijikkan, Gretchen.
Bersama perempuan itu nikmat, Glee.
Tanya saja Suster Kathleen.
-Selamat pagi, Suster Kathleen. -Selamat pagi.
"Sahabatmu mulai terus bersama lelaki yang tak kau sukai.
"Kau A, beri tahu perasaanmu, tapi mengikuti pendapatnya,
"atau B, menyabotase hubungan itu."
-Hei, Penggoda Nafsu. -Hei, Wally.
Astaga.
B!
Kuis ini seharusnya tentang persahabatan.
Kenapa pertanyaannya tentang laki-laki?
Karena sebagai perempuan, kita hanya ada jika ada lelaki.
Halo?
Itu omong kosong.
Kita harus tentang dan sangkal.
Akhir pekan ini akan panas. Mau melakukan sesuatu?
Siapa yang percaya dengan Yesus? Aku tahu kalian percaya.
Karena di sisi kalian ada Yesus dan satu set dumbel lengkap, apa saja...
Ayah, boleh ke rumah danau Margaret akhir pekan ini?
Berapa biayanya?
Cuma BBM. Aku pakai uang yoghurtku.
-Gretchen Lang juga ke sana? -Ya. Kenapa?
Kau bisa belajar berpikir sendiri,
untuk perihal Gretchen.
...hari Sabtu ini pukul 16.30.
-Mau ke mana? -Ke rumah Gretchen!
Hamburger ibunya tak perlu dibantu.
...eksorsisme.
Tidak!
Ini cucumu?
Ini ke-12 kalinya kita menyewa kaset ini.
Orang di Pencinta Film tanya apa aku penyembah setan.
"Berbaik hatilah, tolong putar ulang, atau kuminum darahmu."
Kuberi Wallace Stoney peringkat...
orang paling bernafsu.
Kau lihat? Sekarang dia punya janggut.
Ya, lima helai.
Apa aku bisa berpikir sendiri?
Kau tak selalu mengatakan apa yang kau pikirkan. Tapi aku tahu.
Seperti saat ini, kau berpikir ingin tidur dengan Bruder Morgan.
Astaga.
"Meggie, kau membuatku ingin berhenti selibat."
"Tapi, Ralph, kau mencintai Tuhan!"
"Tidak lebih dari cintaku kepadamu."
Aku ingin anak-anak tahu kita mau pergi.
Ya.
Kami mau pergi ke kebaktian malam.
Abby?
Bisa minta tolong cuci kaki sebelum dinaikkan ke ranjang?
Terima kasih. Ayo.
-Jangan nakal. -Jangan minum soda.
Dor.
Untung sudah akhir pekan.
Kenapa orang tuaku tidak ikut sekte Kool Aid dan mati saja?
Setidaknya kau cantik.
Patty Hearst cantik, dan lihat bagaimana jadinya.
Itu apa?
Bangunan kecil aneh tempat gadis itu, Molly Ravenel,
dikorbankan dalam ritual Satanisme.
Itu legenda urban.
Tempatnya benar-benar seram,
tapi itu seperti tengara bersejarah. Tak bisa dirobohkan.
Ini sudah larut. Kita harus ke dalam.
Ya, ayo.
Kurasa kini kita sendiri
Hanya ada suara detak jantung kita
Aku mau pengantar piza.
Bulunya banyak! Menjijikkan.
Abby, waktunya Twizzler.
Boleh minta?
Jauh. Makin jauh.
Awas kubuat kencing.
Orang tuamu punya TV kabel di sini? Aku bosan.
Orang membosankan baru bosan.
Kalian mau bicara dengan hantu?
Papan Ouija membuatku takut.
Ayolah, pasti seru.
Kau tidak serius.
Aku serius.
Dan jangan bilang aku tidak serius.
Kita bisa tanya apa Bruder Morgan akan tidur dengan Abby.
Ayolah.
Kalian tak ingin tahu Molly Ravenel sebenarnya kenapa?
Tidak.
Aku mau tahu.
Taruh tangan. Jangan digerakkan.
Baik.
Kita akan mulai dengan pertanyaan ya atau tidak.
Apa ada orang di sini?
Tanganmu kau gerakkan.
Tidak.
-Papan menjawab, "Ya." -Astaga.
Beri tahu namamu.
"Tidak."
Jadi, siapa di sini?
Apa maumu?
"M."
"I."
"N."
Min... Minnie?
Ini hantu Minnie Mouse.
Apa itu?
Mana aku tahu?
Coba lihat.
-Kenapa aku? -Ini rumahmu.
Aku punya pacar.
Ada yang akan merindukanku.
Wallace Stoney tak memenuhi syarat untuk dijadikan alasan hidup.
Ya. Lebih menjadi alasan untuk divaksin.
Lihat siapa yang tiba-tiba punya nyali.
Aku punya nyali.
Bagus. Jadi, kau bisa memeriksa lemari.
Baik.
Astaga.
Seharusnya lihat wajah kalian.
Abby BAB di Sergio Valentes-nya.
Menjijikkan! Sungguh?
-Tidak! -Sungguh?
Aku membuatmu takut?
MILIKKU
Harvey Wallbangers, atau seperti sebutanku, Harvey Akan-meniduri-nya.
Kenapa ke sini, Wallace?
Ini akhir pekan kedekatan perempuan.
Silakan mendekat. Aku akan tonton.
-Apa? -Menjijikkan!
Hei, aku tak sendiri.
Aku ajak teman yang tampan.
Siapa?
Pak Burung Hantu.
Yang benar saja.
Apa itu...
Siapa-yang-ingin-teler-berat.
Asyik!
Entah kalian bagaimana. Itu bisa mengacaukan otak.
Aku tak mau berakhir seperti Syd Barrett dari Pink Floyd.
Bukankah dia pikir dia jeruk, lalu dirinya dikupas?
Katakan tidak, Nona-nona.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
-Ya. -Tidak.
-Ya. -Tidak.
Anggur Nikmat?
Rasa paling enak.
Lepas celana dalam. Waktunya berenang telanjang. Yang terakhir payah.
Hei. Kita lakukan bersama-sama.
Jika ada yang jadi gila, kita akan kunjungi di Southern Pines.
Jika aku mulai mengawur,
janji tak membuangku?
SKSS?
SKSS.
Jika lihat ular sanca di bawah air, itu aku.
-Kau ini tolol. -Kita akan teler sebentar lagi?
-Tunggu. Aku melihat bayangan! -Tidak benar.
Sungguh?
Sudah lebih dari sejam, Wallace. Kau menipu kami.
Apa? Butuh waktu sampai terasa.
Ada apa, Abby Normal?
No comments yet. Be the first to leave one.