The first 200 lines.
Bu Do, Anggota Dewan Shin dari Komite Kehakiman menghubungi Anda.
Tunggu. Pak Byun, kamu harus pergi.
Baik, Bu.
- Ya, Anggota Dewan Shin. - Halo, Bu.
Terima kasih banyak atas bantuannya.
Putri bungsuku memeriksakan fisiknya hari ini.
Aku akan membayarmu kembali atas kebaikanmu
selama sisa hidupku.
Selagi kamu melakukannya,
tolong awasi departemen
tempat kerja putriku kelak.
Baik. Aku akan
memastikan semuanya berjalan lancar.
Astaga, terima kasih banyak.
Terima kasih, Bu Do.
Tidak masalah.
Karena perubahan jumlah seleksi,
ada 32 orang yang berhasil untuk wawancara terakhir.
Dari mereka, delapan orang lolos.
Orang yang diwawancarai lainnya akan berhasil bahkan tanpa
perubahan jumlah seleksi.
Pertama-tama, lihat orang-orang
yang lulus wawancara terakhir berkat perubahan jumlah seleksi.
Kedua, dari delapan terakhir yang lolos,
aku ingin kamu memeriksa skor yang disimpan di sistem kita
dan lihat apakah itu cocok dengan skor selama wawancara.
Kita harus memeriksa kandidat yang memiliki kesenjangan skor
antara pewawancara pada jawaban dari pertanyaan yang sama.
Cukup banyak yang harus diperiksa.
Mari kita fokus. Ini korupsi pekerjaan.
Teman atau saudaramu
didiskualifikasi tanpa alasan.
Kita harus bertindak cepat
untuk memperbaiki masalah ini. Kamu mengerti?
Ya, Pak.
Bagaimana jika ada pemilihan tidak adil
dari korupsi ketenagakerjaan ini?
Manajer Umum SDM dan aku akan memeriksa sekali lagi.
Kami akan menonton video yang diambil selama wawancara.
Jangan sampai ada korban lagi.
Ya, Pak.
Hei.
- Ada yang baru? - Hei, Pak Noh.
Di mana pewawancaranya?
Aku sudah memanggil mereka dan mereka menunggu di ruang pidato.
Apa yang harus kita lakukan tentang Direktur Senior Do?
- Aku akan menemui Bu Do sendiri. - Hei!
Noh Dae Ho!
Hei.
Apa yang kamu lakukan?
Aku bertanya kepadamu, Pak Noh. Apa yang kamu lakukan?
Bu Do!
Akulah yang ingin bertanya apa yang Anda lakukan.
Apa? Apa yang aku lakukan?
Apakah kamu sudah selesai?
Beraninya kamu mengatakan itu kepadaku?
Pak Kim. Aku sudah memperingatkanmu, bukan?
Ya, benar.
Aku kemari siap menyerahkan surat pengunduran diriku.
Aku harap Anda siap melakukan hal yang sama.
Tentu, itu tidak akan berakhir dengan surat pengunduran diri saja.
Apakah kamu bercanda?
Apakah kalian sudah gila?
Permisi, para karyawan baru Bank Daehan?
Tes fisik kalian telah dibatalkan.
Tolong jangan diisi formulir pendaftarannya.
Biar aku ulangi.
Tes fisik untuk karyawan baru Bank Daehan telah dibatalkan.
Tolong jangan isi formulir pendaftaran kalian.
Apa ini? Menyebalkan sekali.
Presdir Kang.
Pak Noh sedang melakukan audit darurat
pada seluruh proses perekrutan staf baru.
Begitu?
Hingga kini,
kurasa mereka memeriksa data peserta yang gagal seleksi akhir.
Ada pula pewawancara yang menunggunya di ruang pidato.
Sepertinya dia akan segera menyelidiki pewawancaranya.
Itu berarti
dia sudah mengonfirmasi adanya ketidakadilan rekrutmen.
Aku pikir begitu.
Apa yang Bu Do lakukan?
Itu...
Noh Dae Ho, kamu tahu apa yang kamu lakukan sekarang?
Aku memperingatkanmu.
Kamu menghalangi operasi bisnis reguler.
Anda yang menghalangiku dari operasi auditku.
Tolong hentikan.
Auditor
berhak mengaudit akuntansi yang mengiringi pekerjaan eksekutif,
dan mengaudit korupsi internal
terkait pekerjaan kalian. Anda pasti tahu ini.
Sadarlah, Pak Noh.
Apa yang kamu lihat bukanlah segalanya.
- Ini demi masa depan. - Masa depan?
Aku tidak setuju dengan kebijakan perekrutan seperti itu.
Ini kantor audit,
dan aku bukan bawahanmu.
Tolong jaga cara bicara Anda kepadaku.
Baik.
Pak Noh.
Kamu juga tahu itu, bukan?
Seseorang seperti dia bukan hanya staf baru biasa.
Dia jaminan untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi pada bank.
Tidak. Menggunakan hubungan melalui seseorang seperti dia
untuk mengubur kesalahan bank dan melarikan diri
dari tanggung jawab kita tidak menjadikannya jaminan.
Jika melakukan kesalahan,
bank harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.
Bertanggung jawab?
Bertanggung jawab bagaimana?
Bagaimana jika bank harus menderita kerugian besar
dan memecat 30 persen dari semua karyawan?
Menurutmu, kantor audit akan aman?
Seseorang harus dipecat.
Siapa yang akan pergi dahulu?
Dia?
Atau dia?
Tentu, kita harus memecat sekretarismu dahulu.
Ingat semua wajah mereka
dan pikirkan keluarga mereka yang telantar.
Jika kamu bisa mengatasinya,
itulah arti bertanggung jawab. Paham?
Semua keluargaku ada di Gongju, Bu Do.
Jika bank harus melakukan perampingan...
Jika aku harus memecat seseorang di timku,
aku akan berhenti.
Aku akan bertanggung jawab.
Ucapanmu tadi adalah jawaban yang paling tidak bertanggung jawab.
Mengatakan bahwa kamu akan bertanggung jawab.
Kamu tahu kenapa?
Karena itu hanya kata-kata kosong.
Sudah jelas semua rasa sakit akan diderita oleh orang lain.
Bukankah begitu, Pak Noh?
Bu Do.
Jika ada bank korup yang membutuhkan
koneksi pribadi untuk bertahan hidup,
aku percaya bank seperti itu harus bangkrut.
Bahkan jika itu Bank Daehan.
Itu satu-satunya cara membuat masyarakat kita sehat.
Selama menjadi auditor,
aku akan mematuhi prinsip ini.
Apa?
Kamu baru saja mengatakan kamu tidak peduli
bahkan jika Bank Daehan bangkrut?
Maksudmu, tidak apa-apa jika bank kita hancur
agar kamu bisa melindungi prinsipmu?
Omong kosong macam apa...
Kamu seorang pengkhianat.
Baik.
Aku akan menjatuhkan kalian semua.
Aku Do Jung Ja.
Penanggung jawab SDM Bank Daehan.
Aku akan memecat kalian dahulu untuk melindungi bank.
Kamu sebaiknya tetap di sini.
Ya?
Akankah kita baik-baik saja?
Bagaimana jika tidak?
Jaga tempat ini.
Aku akan menemui pewawancara yang menungguku.
Ya, Pak Noh.
Jung Ja menakutkan.
Aku harus menemui Pak Kang!
- Harap tenang. - Ayo!
- Harap tenang. - Aku harus menemui Pak Kang!
Harap tenang, Bu Do.
Pak Kang!
Pak Kang!
Pak Kang. Noh Dae Ho...
Tolong lakukan sesuatu tentang Noh Dae Ho.
Dia berkata tidak apa-apa jika Bank Daehan bangkrut.
Dia merusak bank kita!
Apakah kamu tidak malu di depan karyawan?
Bangun.
Aku tidak peduli.
Pak Kang.
Hentikan Pak Noh sekarang atau kita akan mendapat masalah.
Apa yang dirusak Pak Noh?
Selain itu,
kamu mengawasi SDM.
Kamu tidak tahu tugas seorang auditor?
Tunggu...
Apa maksud Anda?
Itu berarti bahkan presdir tidak bisa berbuat apa-apa
jika auditor melakukan pekerjaannya secara legal.
Dia dilindungi oleh Kode Komersial
selama masa jabatannya sebagai auditor.
Selama masa jabatan penuhnya.
Kamu juga tahu itu, bukan?
Apa? Itu bukan...
Aku lelah. Kamu sebaiknya pergi.
Apa?
Tunggu.
Presdir Kang.
Ini semua
adalah yang Anda inginkan.
Maksud Anda,
Anda akan pura-pura tidak menyadarinya sekarang?
Apakah Anda
membuatku
No comments yet. Be the first to leave one.