The first 194 lines.
- Selamat pagi, Semua. - Astaga, Sersan!
Bagaimana kemungkinannya?
Menurutku, nol?
Genevieve memberi sabuk gantung ini, aku mencobanya dan aku lebih pantas,
bukan menyinggungmu, tapi kau bisa menilai sendiri.
- Jangan lakukan, Charles. - Terlambat!
Berkumpullah, kita main "siapa yang lebih pantas".
- Sebaiknya jangan. - Kau takut?
Siapa yang lebih pantas?
- Terry! - Apa? Ayolah!
- Kau harus ganti, Boyle. - Baiklah.
Bukan di sini!
Hei, Peralta. Apa kabar?
- Baik, terima kasih. - Bagus. Jadi, bagaimana?
- Baik, tak ada yang berubah. - Aku belum dengar soal itu.
- Kau tak menyimak, aku bisa asal bicara. - Silakan.
- Aku akan bunuh Charles. - Ya.
- Setelah membunuh, aku ketagihan. - Ya.
Baiklah, Sersan!
Jake, sejak kapan kau di sini?
Maaf, aku ingin tahu apa Kapten Holt sudah selesai rapat.
Jadi, bagaimana?
Kita sudah bicarakan ini, aku baik. Kenapa kau bertingkah aneh?
Aku gugup. Aku ingin minta tanggung jawab lebih pada Kapten Holt.
Sudah dulu. Die Hard , ledakan!
Tunggu dulu, pembicaraan baru mulai menarik!
Kapten Holt, aku Sersan Terrence Jeffords, kawan sekaligus bawahanmu.
Aku tak pernah dengar kau bicara begini. Aku suka itu.
Tiap kalimat penuh dengan informasi. Silakan lanjutkan.
Terima kasih, aku bisa lebih.
Aku ingin mengambil tugas tambahan.
Bagus, aku suka inisiatifmu. Biar kulihat dulu.
OOne Police Plazasedang mencari perantara dewan kota.
Itu peluang bagus tapi menantang. Menurutku kau mampu.
Bagus, terima kasih.
Ya, tenggat lamarannya besok.
- Tebalnya 96 halaman. - Baik.
- Tak termasuk 4.000 kata esai pribadi. - Baik.
- Apa itu masalah? - Tidak!
Tidak, itu sama sekali bukan masalah bagiku.
- Aku ada masalah! - Matematika atau hidup?
- Kenapa matematika? - Sudah pernah.
Aku harus menjemput Cagney dan Lacey 30 menit lagi,
tapi aku harus membuat lamaran dari Holt!
- Mereka bisa naik kereta. - Itu gila, mereka masih kecil.
- Pesan saja Uber. - Suruh pramusiwimu jemput.
Scully punya ide paling masuk akal. Ini benar hari-hari yang aneh.
Sharon dan Ava keluar kota dan pramusiwiku baru datang pukul 18.30.
- Jake dan aku bisa. - Ya.
Tapi mobilku tak ada kursinya dan kaca belakangku hanya tirai mandi.
Benarkah? Kenapa?
- Tak apa, naik mobilku saja. - Baik.
Terima kasih, Teman-teman.
Kenapa wajahmu?
- Aku senyum pada ibu dan ayah. - Menjijikkan!
Menjemput Cagney dan Lacey. Latihan jadi orang tua.
Kalian akan melakukan seks penuh gairah untuk membuat bayi.
- Pergilah, Charles! - Baik.
Aku kembali sembilan bulan lagi.
- Betapa konyolnya Charles itu. - Sangat konyol.
Hei, siapa orang terkeren yang kalian kenal?
Kau!
Siapa pria tertampan di dunia dan lebih tampan dari Idris Elba?
Kau!
Anak-anak hebat! Mereka menuruti semua ucapan kita.
Ya, coba dengar ini.
Siapa wanita kongres pertama?
Jeannette Rankin!
Ya, mereka tak akan marah.
Naik, turun!
Jangan mainkan kaca jendelanya!
Katakan, Jake!
- Itu menyenangkan. - Jake!
Itu bisa melahirkan minat atas teknik mesin.
Baik, akan kularang jika menurutmu sains tak cocok untuk mereka.
- Mainkan jendela itu! - Ya!
Menyenangkan bersama Cagney dan Lacey. Kita berhasil.
Aku tak merasa kesulitan jadi orang tua, mudah sekali.
Mereka yang mengeluh soal hal itu, berarti tidak paham.
Ini sersan, mungkin dia minta petunjuk cara mengasuh anak.
Orang tua terbaik sedang bicara. Ada apa, Terry?
Di mana Moo Moo?
Sepertinya kita lupa menjemput anak Terry, Moo Moo!
Bukan, itu selimut Cagney yang ada kepala sapi kecilnya!
Katanya ada di mobil. Di mana?
Naik, turun!
Larang mereka main jendela. Itu aturan pertama!
Santiago, aku tak percaya kau tak menghentikannya.
Maaf, sudah kuduga itu salah, tapi aku diamkan saja dan jadi parah!
Cagney tak bisa tidur tanpa Moo Moo, Lacey juga, dan jika mereka tidak tidur...
Terry juga.
- Bukan, Jake tak hidup! - Astaga!
Di mana mereka main jendelanya?
Jalan 8, dekat dengan rumah.
Baik, pramusiwi sebentar lagi pulang. Aku butuh selimutnya!
Baik, aku minta maaf, Sersan.
Satu hal lagi.
Aku menyayangimu.
Aku juga, Jake.
Moo Moo!
Ada apa, Kawan?
- Hei. - Jangan bergerak!
- Aku hanya... - Mundur!
Perlihatkan kedua tanganmu.
Jatuhkan itu!
Sersan, kami sedih soal Moo Moo. Kami berikan yang baru.
- Namanya New Moo. - Tidak mau.
- Surat lamaran membuatmu tertekan? - Sudah selesai.
Ya, membuat surat lamaran panjang memang menyedihkan.
Kenapa tak ada esai lain atau jawaban pendek?
- Bukan itu. Ada apa? - Semalam aku dihentikan polisi.
- Karena apa? - Berjalan.
Tak masuk akal, kecuali...
- Astaga, aku mengerti. - Ya.
- Sersan, itu buruk sekali. - Kacau!
Astaga, aku tak paham apa yang terjadi.
Dia dihentikan karena kulit hitam, Scully!
- Kapan? - Setelah dapat Moo Moo!
- Sedang apa kau di sini? - Aku tinggal di sini.
- Turunkan nada bicaramu! - Apa?
Tangan di kepala, berbalik! Jangan bergerak tiba-tiba!
Aku tak berbuat apa pun. Aku...
Jika terus bicara, tahu sendiri akibatnya!
- Kauberi tahu kau polisi? - Ya.
Situasi meningkat cepat dan aku tak membawa lencana.
Dia mencari namaku di sistem dan melepaskanku.
Aku tak habis pikir, aku tak pernah mengalaminya.
Perilakuku pernah mencurigakan.
Hei, apa yang kaulakukan?
Aku hanya mengerjai teman.
Sepertinya seru, lanjutkan!
Lucu, aku mengira akan mati.
Aku pernah melawan petugas, tapi yang ini amat menyakitkan.
Itu tepat di depan rumahku.
Kau ingin merobek bannya? Jangan.
Apa jenis mobilnya dan parkir di mana?
Ajukan keluhan resmi. Kapten akan hajar dia dengan surat itu.
Aku tak ingin memulai keributan.
Aku ingin duduk dengannya dan bicara langsung
hanya untuk memastikan dia tak melakukannya lagi.
- Boleh juga. - Bisa awasi anakku saat kutemui Maldack?
- Mereka pasti bisa. - Tenang, Charles.
Kami bisa menjaga mereka.
Percayalah. Tak ada masalah yang tak dapat kami tangani.
Kenapa ayah bermasalah dengan polisi?
Itu sulit dijelaskan.
Apa karena dia berkulit hitam?
Aku tak bisa menelepon Terry. Aku bilang kita bisa.
Kita pergi saja, pulang. Jangan bahas ini.
Tidak! Kita tak bisa meninggalkan mereka!
- Ya. - Kita tanya Charles.
- Dia paham. - Bagus!
Krisis masalah orang tua? Ini hal yang bagus.
Kalian sangat dalam terlibat masalah pengasuhan anak.
Itu mimpi buruk. Hubungi siapa lagi?
Aku akan menelepon Rosa.
- Suruh mereka tidur. - Ini pukul 18.30. Mereka tak lelah.
Paksa saja!
- Tutup, kutelepon Gina. - Ayolah, Jake.
Jelaskan rasisme mendalam di negara ini yang masih ada hingga sekarang!
Gina, mereka anak-anak.
Nyanyikan saja, seperti ini.
Rasisme.
- Akan kututup. - Rasisme.
- Gina, kututup. - Rasisme.
Lagu bagus, akan kututup!
Baik, Gina juga sama saja. Tampaknya kita kehabisan pilihan.
Kecuali...
- Tidak. - Tinggal itu saja.
Hai, Jakey. Aku sedang tak bisa bicara.
Hitchcock dan aku makan kue dan menonton film.
- Mungkin Amy ingin bergabung. - Aku tutup.
Kenapa kau tersenyum? Tadi sia-sia.
Kau bercanda? Hitchcock dan Scully memberi masukan berharga.
- Siapa yang ingin kue? - Aku!
Siapa mau nonton 101 Dalmatians dan tak bertanya soal ayah kalian dan ras?
- Aku! - Bagus!
Maldack, terima kasih bersedia datang.
Hai.
Aku senang kauadakan pertemuan ini. Aku menyesal atas kejadian itu.
Aku senang sekali mendengarnya.
Aku pikir pembicaraan ini akan berbeda.
Ya, jika tahu kau polisi aku tak akan memperlakukanmu seperti itu.
Jadi, kau menyesal
- karena awalnya tak tahu aku polisi? - Ya.
- Hanya itu? - Ya.
Polisi atau bukan, kau tak boleh memperlakukanku seperti itu.
Apa maksudmu?
Aku hanya berjalan biasa. Tak ada yang mencurigakan atau ilegal.
Kita berdua tahu kau seperti bukan penghuni lingkungan itu.
Aku penghuni.
Mayoritas panggilan dari sana mengenai pria sepertimu.
- Kau meresponnya? - Tidak, bukan itu.
Tidak, aku ingin kau mengakui kauhentikan aku karena berkulit hitam,
No comments yet. Be the first to leave one.