The first 200 lines.
Fb : Adi Heryanto & IG : adiheryanto402
Donasi BCA : 8180472941 / Donasi OVO : 089505229520
"EXchange 3"
Aku harus memperkenalkan tamu hari ini.
Banyak pemirsa meminta tamu ini.
Dia bersama kita untuk Episode 5 dan 6.
Aktor Kim Min Gue. Selamat datang.
Senang bertemu kalian semua. Halo.
Kamu memotong rambutmu.
Ya, aku memotongnya pendek.
Aku tidak mengenalinya. - Sungguh.
Kukira kita kedatangan tamu baru.
Kamu tampan.
Kamu masih mendukung Dong Jin?
Ya,
tapi aku merasa agak kasihan kepadanya.
Kenapa? Kenapa kamu mengasihaninya?
Hubungannya berjalan lancar...
Dia mengendalikan diri. - Benar. Dia mengendalikan diri.
Dia mengendalikan diri. - Dia meledak.
Aku merasa dia membuat Da Hye agak bingung.
Kurasa pasti butuh keberanian besar
untuk mengakhiri semuanya setelah 13 tahun.
Aku takut keberanian itu
akan sia-sia. - Benar.
Kurasa sudah sedikit terlihat. - Ya.
Keadaan menjadi gelap. - Ya. Karena itulah
aku merasa agak kasihan
meski aku mendukungnya.
Saat dia memutuskan teman kencan Da Hye untuk kencan pilihan.
Itu adegan terbaik bagiku. - Benar.
Aku bisa merasakan sesuatu telah berubah di dalam Dong Jin.
Dia sungguh tidak mau, tapi dia memilih seseorang.
Dia banyak memikirkannya. - Benar.
Setelah para mantan terungkap,
emosi bergejolak seperti badai.
Malam di Jeju berat. - Tentu saja.
Itu yang paling menakutkan. - Itu yang paling menakutkan.
"Matahari pagi telah terbit di Jeju"
"Hari ini adalah hari kencan pilihan mantan pacar"
"Pukul 8 pagi, Sayap Hijau"
"Dong Jin yang pertama bangun lagi hari ini"
"Dia menuju ke Sayap Cokelat"
"Sayap Cokelat, kamar Seo Kyung dan Sang Jeong"
"Mengetuk"
"Tidak ada respons"
Ya?
Apa Seo Kyung ada di sini?
Siapa itu? - Apa?
Maaf, tapi apa Seo Kyung ada di sini?
Siapa itu?
Dong Jin.
Apa?
Begini...
Kurasa kita harus pergi pukul 10 pagi.
Kurasa kita harus bersiap pukul 10 pagi.
Baiklah. Aku akan bangun.
Baiklah. - Baiklah.
Itu Dong Jin.
"Layanan pembangun pagi bebas kontak"
"Dong Jin memiliki kencan dengan dua orang"
"Seo Kyung dan Hye Won"
Astaga. Kenapa aku harus pergi pagi-pagi sekali?
Boleh aku mandi lebih dahulu? - Ya.
"Seo Kyung bersiap untuk kencannya"
"Sayap Hijau, kamar Yu Jung dan Hye Won"
Kamu akan berkencan dengan Dong Jin, bukan?
"Dia belum diberi tahu waktunya"
Haruskah aku bertanya kepada Dong Jin?
Pukul berapa kamu berangkat? - Bisakah?
"Yu Jung mencari Hye Won yang sedang bersiap"
Dong Jin. - Ya?
Pukul berapa kamu berangkat?
Segera.
Pukul berapa Hye Won pergi?
Aku baru mau bicara dengannya. - Begitu rupanya.
Dong Jin. - Kamu sudah bangun?
Hye Won. Kamu sudah bangun?
Dong Jin. Kukira kamu meninggalkanku.
Tidak, bukan begitu.
Aku berpikir sekitar pukul 4 sore.
Sekitar pukul 4 sore? - Ya.
Jadi, memang benar harimu dibagi menjadi paruh pertama dan kedua.
Pak Populer.
Astaga.
Astaga.
Nanti pukul 4 sore.
Apa kamu akan punya cukup energi hari ini?
Aku akan baik-baik saja.
Kamu harus minum banyak vitamin.
Sampai nanti. - Baiklah.
Paruh pertama dan kedua benar. - Benar.
"Tertawa"
Dong Jin manis sekali.
Bukankah sore hari lebih baik, Hye Won?
Ya, aku suka sore hari.
Ya. Itu bagus.
Aku ingin berkencan pada malam hari dengannya.
Benar. Benar sekali.
"Sayap Ungu, kamar Da Hye dan Jong Eun"
"Jong Eun berkencan dengan Chang Jin"
Kita pergi sekarang? - Kita pergi sekarang? Ya.
Astaga.
Ayo. Baiklah. - Aku akan menutupnya.
Apa tidurmu nyenyak?
Aku tidak pernah ingat kapan aku tertidur.
Benarkah? - Ya.
Aku agak antusias tentang Chang Jin dan Jong Eun.
Dia pasti merasa agak mirip Dong Jin.
Benar. - Kurasa dia akan menyenangkan.
Benar juga.
Chang Jin sedikit
lebih jenaka. - Benar.
Kita tidak berniat begitu,
tapi kita memakai warna yang sama. - Benar.
Kupikir aku harus berpakaian nyaman.
Benar, bukan? - Ya.
"Hari ini, Jong Eun duduk di kursi penumpang"
Ruangnya agak sempit, bukan? - Sama sekali tidak.
Aku baik-baik saja sekarang.
Ini sangat luas.
Ayo pergi. - Baiklah.
Aku akan menutup jendelanya. - Ya. Terima kasih.
"Itu jalan buntu"
Maafkan aku.
Aku tidak tahu jalannya... - Apa kamu biasanya
agak ceroboh? - Aku?
Begini...
Aku tidak tahu di mana pintu keluarnya.
Itu bisa dimengerti.
Kamu sangat berbeda dari dugaanku.
Aku? Kenapa? - Ya.
Selama kita di sini,
aku ingin bicara denganmu, tapi kamu terasa sangat dingin dan pendiam.
Kamu selalu berjalan begitu cepat.
Kukira
kamu pria kota yang dingin. - Begitu rupanya.
Tapi kamu sangat konyol dan ceroboh.
"Kecerobohannya muncul begitu dia menyalakan mesin"
Jong Eun menyadari bahwa dia konyol dan ceroboh.
Bukankah itu pesonanya? - Benar.
Benar. - Itulah pesona Chang Jin.
Dia akan makin mengenalnya.
Chang Jin penuh pesona.
"Chang Jin penuh pesona"
Benar. - Cara bicaranya lucu sekali.
Itu sangat mengesankan.
Sekarang ada dua dokter. - Benar.
Kamu tampak sangat karismatik. - Sama sekali tidak.
Aku sama sekali tidak karismatik.
"Tertawa"
Kamu ingin menjadi dokter sejak kecil?
Saat masih kecil, aku selalu ingin berakting.
Benarkah? - Ya.
Impianmu adalah menjadi aktris?
Ya. Aku selalu ingin berakting,
tapi orang tuaku menentangnya. Aku sempat merasa tersesat.
Aku melakukan
banyak pekerjaan sukarela medis. - Begitu rupanya.
Dari itu, aku berpikir
aku ingin melakukan
pekerjaan di rumah sakit. - Begitu rupanya.
Teman dekat dari kampus
sakit parah dan meninggal. - Begitu rupanya.
Itulah yang membuatku
ingin menjadi dokter. - Begitu rupanya.
Jadi, aku kembali ke sekolah pascasarjana dan menjadi dokter.
Aku suka pekerjaanku sebagai dokter,
tapi karena aku selalu ingin berakting,
akhirnya aku juga berakting. - Begitu rupanya.
Kamu sedang belajar?
Ya. Aku juga mengikuti audisi untuk film pendek atau film independen.
Benarkah? - Ya. Terkadang aku membintanginya.
Itu sangat menarik.
Pada dasarnya, kamu punya dua pekerjaan.
Ya.
Kuharap aku bisa melakukan keduanya dengan baik.
Jong Eun makin menarik saat aku melihatnya.
Dia terasa sangat keren. - Ya.
Dia orang yang keren. - Ya.
Jong Eun terasa sangat berbeda dari kesan pertama.
Bukankah kamu makin menyukainya,
makin lama kamu melihatnya? - Benar.
Benar. - Dia jauh lebih santai.
Jong Eun belum menunjukkan semua pesonanya.
Belum. - Benar. Belum.
Belum,
tapi menunggang kudanya sudah sangat keren.
Benar. - Kukira dia akan sangat pendiam.
"Jungmun Leisure UTV"
Itu tampak menyenangkan.
"Mereka berdua akan naik UTV hari ini"
Yang ini? - Ya.
"Mereka memilih seragam sebelum naik"
Apa wanita itu mau memakai warna merah muda?
Ya, aku mau. - Ya. Ini akan terlihat cantik.
Kamu terlihat seperti hipster. - Benarkah?
Kamu tampak sangat keren.
Mau berfoto? - Ya.
Kita tampak sangat manis. - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.