The first 200 lines.
Kau tahu,
beberapa orang tidak suka Brooklyn.
Aku...
Menurutku ini tanah penuh harapan.
Tempat, kau tahu, dimana seseorang bisa...
Bangkit dan...
Membangun impiannya disini, kau tahu?
Itu...Menghadapi.
Apapun halangan yang dimana takdir sudah ada di jalannya.
Sebagai contoh.
Sebuah halangan yang ada di jalanku.
Adalah Biro Penyidik Federal.
Dan dengan berjuang.
Untuk menghadapi halangan itu,
aku tahu bahwa FBI itu...
secara misterius
tahu tentang...
tempat dan waktu...
beberapa transaksi rahasia,
yang mana penting untuk bisnisku.
Dan semua transaksi itu terjadi di saat pengawasanmu.
Yang mana membuatku bertanya jika...
Jika kau mungkin sumber informasi itu.
Oke.
Yah, itu sudah termasuk pengenalanku.
Aku akan serahkan,
selanjutnya pada Tn. White.
Dia akan menghajarmu.
Dan memutilasimu.
Beberapa bagian tubuhmu.
Sampai dia yakin.
Dia tahu pemikiranmu dalam hal ini.
Yeah.
Terima kasih, anak-anak.
Kau ingin bicara? Ini yang kau dapatkan disini.
Yeah!
Hei, tikus, lihat aku. Lihat aku!
Lihat aku, pelacur!
Itu bagaimana kau melakukannya.
Greg?
Greg, kau tidak mau terlambat!
Greg?
Greg!
Jangan pernah menikah, putraku.
Ayahmu memberikan nasehat.
Aku dengar itu.
Apa adikmu sudah pulang?
Hei, itu banyak sekali.
Oh, itu banyak sekali, kawan.
Oh, kawan, tidak apa-apa, tenang.
Oh, ini dia, ini dia.
Dia akan paranoid.
- Ayolah, ayolah! - Sial.
Ini bintang internet.
10.000 yang melihat sejak semalam.
Kawan, lihat ini.
- Oh Tuhanku. - Aku tidak bisa marasakan tanganku!
Bobby Kroupa, tolong melapor ke kantor kelapa sekolah.
- Hei, Dylan. - Apa kabar, kalian?
- Dylan, kawanku. - Apa kabar, kawan?
- Baiklah. - Ada apa, kawan?
- Baiklah. Sampai ketemu setelah latihan, oke? - Yeah.
Menyeralah, D.
- Oh sial! - Menyerahlah, D!
- Menyingkir dariku! - Dimana tempat rahasia malam ini, kawan?
- Kau akan tahu jika aku tahu, kawan. - Hei, katakan,
atau kau harus menggendongku pulang. Aku tidak bercanda denganmu.
Suatu tempat di Brooklyn, kawan. Aku sudah bilang, aku belum tahu.
- Brooklyn? Tidak. - Yeah.
- Kau bercanda denganku. - Aku tidak bercanda.
Dalcorte membuka sebuah klub disana.
Sebuah tempat yang luar biasa seperti Kerajaan.
Jadi itu orang yang kau maksud, bukan?
Yang membuat semua pesta yang luar biasa dan hal semacam itu?
Yang satu itu, yeah.
Hei, keren sekali, kawan.
Terlalu keren untukku. Jangan membuatku malu.
Siapa, aku? Hei, apa Chloe akan mengajak gadis baru itu?
- Aku tidak tahu. - Kau harus tanya dia, Dylan.
Aku ingin dia ada disana. Aku ingin dia ada disana. Dia menawan.
Bisakah kau tanya dia atau sesuatu?
Dia ada disana, kawan. kenapa kau tidak tanya sendiri?
Itu mungkin lebih baik. Aku tahu dia menyukaiku.
- Hei, kalian. - Apa kabar, Chloe?
- Cari tempat. - Mmm, hai.
Apa kabar, Jessica?
Kita sudah membahasnya, Sam.
Kau terlalu muda untukku.
Kau baru saja berumur 18 seminggu yang lalu.
Yah, lalu kau terlambat seminggu, bukan?
- Baiklah, jadi? - Jadi?
Ada apa dengan rencana rahasiamu ini untuk malam ini, huh?
Aku akan jemput kau sekitar jam 9, oke?
Aku tidak tahu. Itu tergantung kita mau kemana.
- Mm-hmmm. - Kita akan ke Brooklyn.
- Brooklyn? - Yeah, itu ada di Brooklyn.
- Apa? Di Brooklyn? - Orang tuaku tidak ijinka aku ke Brooklyn.
Kenapa kau beritahu orang tuamu?
- Siapa ini? - Dia tidak masalah.
Maksudku, itu mungkin menyenangkan. Akan seperti safari atau sesuatu, bukan?
Diam! Benar?
Itu tempat Simon Delacorte. Akan luar biasa.
- Sayang, itu luar biasa. - Jadi jam 9?
Yeah, sampai jumpa jam 9.
- Baiklah. - Sampai jumpa.
- Ayolah. - Oke, ayo pergi.
Hei, jadi sampai jumpa nanti, Jessica, oke?
Dia menyukaiku, kawan.
- Aw, dia berlebihan. - Dia manis sekali.
- Aku tidak tahu kenapa kau kejam sekali. - Kau yang berkencan dengan dia kalau begitu.
- Dia lucu. - Jangan libatkan aku dalam hal ini!
- Dylan lucu, ayolah! - Tapi lihat kau.
''Oh yeah Brooklyn kedengarannya seperti ide yang luar biasa.
- Itu seharusnya menyenangkan.'' - Diam!
''Jemput aku jam 9, sayang! Aku akan menantukanmu,''
Diam. Itu akan menyenangkan.
Aku tidak percaya kau melakukan itu.
- Tidak bisa di percaya. - Apa yang bisa aku katakan, kawan?
Yang manis datang ke yang manis, kawanku.
Apa yang bisa aku katakan?
- Kau sangat mesra sekali. - Baiklah.
Bagaimana pakaian kita untuk ke Brooklyn, oke?
- Aku tidak tahu. Barney? - Uh, tidak, Scoop?
- Oh! tentu saja Scoop. - yeah.
- Kau sangat menyebalkan. - Kau sangat kuno.
Baiklah, kta perlu taksi.
- Lihat, disana. - Oke, ayo.
- Mau kemana? - Jalan 70 dan Madison.
Baiklah. Kita berangkat.
Yo, kawan, aku harus pulang. Berikan aku bolanya.
Ayo...Ayo pergi. Pergi dari sini.
Whoo! Akan luar biasa malam ini!
Bagaimana harimu, tuan Dylan?
Hei, uh, masalah malam ini.
Ini kesempatan yang aku berikan padamu, kau mengerti?
- Yeah, aku tahu. - Tidak, aku beritahu kau sesuatu.
Kau tahu, disini bersama teman-temanmu dan sekolah.
Kau terkenal. Tapi, uh, kemana aku membawamu...
- Oke? - Aku tahu, aku tahu.
Kau Gandalf, kau Xavier.
- Aku hormat padamu. - Dengar, ikuti petunjukku, kau dengar?
- Aku tahu, oke? - Oke.
- Ini dia. - Oh, kau sudah pulang.
Oh, Ibu, kau seksi sekali!
- Bagaimana sekolah? - Sekolah luar biasa.
Aku sempurnakan ulangan kimia-ku,
Dan bu Somerset bilang dia mungkin membacakan tugasku di pertemuan.
Itu luar biasa, sayang.
Berita yang menghangatkan hati seorang Ayah.
Dan tidak ada yang hangatnya seperti ini, bukan?
Bu Somerset selalu punya kelemahan untuk olahragawan sepertimu.
Lihat siapa yang datang berkunjung.
Senang bertemu denganmu juga, Dylan.
Logan akan di rumah selama akhir pekan ini.
- Bukankah itu kejutan menyenangkan? - Aw, luar biasa.
Bukankah Harvard perlu kau di akhir pekan yang berat?
Menerjemahkan bahasa latin atau sesuatu?
Lihat dirimu. Kau semakin pintar.
- Apa artinya itu? - Yeah, Logan, apa artinya itu?
Bukankah kau mengatakan sesuatu tentang jangan terlambat?
Oh! Oh, ya, ya, ya, kita harus pergi.
Oh, hei, tunggu, kau tidak membawa Ernie, bukan?
Tidak, aku yang menyetir. Kenapa?
Aku hanya butuh dia untuk mengantarku dan beberapa teman ke pesta nanti.
Kau bilang aku bisa memakai Ernie malam ini?
Kau mau kemana? Bukannya kau tidak punya teman.
Aku harus menjemput Lindsay di tempat latihannya.
- Lalu naik taksi saja! - Hei, jangan bertengkar.
- Selesaikan, kalian berdua. - Ayah!
Sampai jumpa!
Hei, sampai jumpa, Ayah, Ibu. Selamat bersenang-senang.
Dengar, kau sok pintar. Aku akan pergi ke pesta ini.
Kau cari tumpanganmu sendiri.
Yo, dan bahasa latin itu, huh? Apa artinya?
Itu artinya ''Sejak kapan bajingan ini membuatmu jadi raja mereka?''
Ini untuk Brooklyn, sayang.
Brooklyn!
Tempat kita lebih lenggang!
Hei, kau mau kemana?
Sam, tenang,.
- Ini bagianku! - Hei, hei, hei
- Kau siap untuk berpesta, huh? - Tentu saja!
Whoo, ayolah!
- Ambil ini. - Botolnya penuh.
Ya!
- Ya! - Apa kau siap?
- Ooh, Viking. - Oke.
Aku tidak tahu apa itu, tapi ini akan luar biasa!
Seseorang pergi ke pesta farmasi, benar bukan, Dyl?
Tidak juga.
Hei, bukankah aku selalu melewatinya?
- Ya! - Kau begitu.
Selalu melewatinya. Selalu!
- Baiklah kalau begitu, oke! - Itu milikku.
- Kau mau apa? - Yeah!
- Sedikit ini benar-benar... - Yo, bisa besarkan musiknya?
- Besarkan. Lagi. - Besarkan.
- Besarkan, besarkan. - Besarkan!
- Whoo! - Kita tidak keberatan...
Uh, aku tidak mau. Aku hanya ingin menghisap ganja malam ini.
No comments yet. Be the first to leave one.