The first 195 lines.
Yuu, lebih cepat sedikit!
Entah kenapa semua jam beker yang ada di rumah
bisa rusak tepat di hari dia mau ujian.
Tadi dia sudah berangkat sambil terburu-buru.
Sudah?
Maaf! Kamu tidak apa-apa?
Telat.
Ada yang terluka?
Tidak.
Aku tidak apa-apa.
Sudah terbiasa.
Kamu hampir tertabrak sepeda lagi?
Maaf.
Kalau kamu tidak hati-hati, nanti bisa mati betulan.
Oh, iya, sebentar lagi widyawisata, kan?
Saya juga akan ikut, jadi kamu tenang saja.
Jadi tidak sabar, ya.
Iya.
Istirahat lima menit!
Izumi!
Hari ini cuma menonton?
Iya.
Soalnya kemarin aku cedera.
Cedera lagi?
Yah, kalau Izumi sudah tidak aneh.
Oh, soal widyawisata, ayo sekelompok sama kami!
Bolehkah?
Tapi kalian bakal kerepotan kalau bersamaku.
Sudahlah, tidak usah dipikirkan.
Mau mampir ke mana?
Kita wajib ke tempat itu.
Jelas!
Aduh!
Apa?
Besar sekali!
Maaf! Kamu tidak apa-apa?
Ah, ya. Tidak apa-apa!
Bisa kejatuhan beruang begini...
Kukira leherku bakal patah.
Kamu tidak apa-apa, kan?
Sakit banget.
Kenapa bisa begini, ya?
Baik.
Karena kurang enak badan,
tolong izinkan anak saya untuk tidak ikut widyawisata.
Baik.
Terima kasih banyak.
Apakah hal semacam ini akan terus berulang?
Dewa...
Apa keseharianku tidak akan pernah membaik?
Kalau memang begitu,
tolong beri aku kekuatan untuk menahan rasa sakit dan kesedihan ini.
Duh...
Bakal ada pahlawan yang muncul di depanku atau tidak, ya?
Kenapa malah ikut?
Soalnya lagi gabut.
Aku kan tidak minta ditemani belanja.
Sudah kuantar pakai mobil juga, jangan protes melulu.
Aku kan tidak minta.
Sudahlah.
Sesekali tidak apa-apa, kan?
Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.
Kamu kan memang masih anak kecil.
Hah?
Begitulah.
Aku mau lihat-lihat baju, kalau Abang?
Aku juga mau pergi ke tempat lain,
kalau sudah selesai, telepon, ya.
Ujung-ujungnya malah pisah.
Kamu kesepian?
Mana ada.
Judes amat.
Pilih yang manis atau yang cantik, ya?
Yang mana, ya...
(Kamu manis!)
Tidak tahu!
Dari kemarin banyak acara seperti Festival Budaya,
jadinya aku tidak sempat cari.
Kencan pertama setelah sekian lama.
Sudah lama sejak kita bisa mengobrol berdua begini.
Iya, ya.
Kemarin ada Festival Budaya dan Festival Olahraga juga.
Iya.
Ditambah aku juga sempat demam.
Syukurlah sekarang sudah sembuh.
Aku merasa senang dijenguk sama kamu dan Inuzuka.
Begitu, ya.
Oh, iya!
Kita jalan-jalan berdua lagi, yuk!
Iya! Ayo!
Oke, kita tentukan sekarang.
Tidak usah.
Tidak perlu ditentukan sekarang juga, asalkan bersamamu, ke mana pun aku...
Soalnya, mumpung ada kesempatan untuk mengobrol berdua,
aku jadi ingin mengobrol lebih banyak sama kamu.
Gawat, nih.
Apanya?
Ini benar-benar gawat.
Nanti kita mau ke mana?
Saat ini spa lagi populer.
Spa, ya?
Boleh. Bakal terasa hangat dan menenangkan.
Iklan yang di taman ini bagus.
Wah?
Eng...
Ini.
- Bagaimana? Nanti kita... - Mau.
Boleh banget.
Iya. Tentu saja.
Kamu ingin sekali ke sana, ya.
Bukan.
Kencan seperti yang di iklan itu...
Aku tidak boleh gagal!
Pada akhirnya tidak bisa memilih.
Memangnya kenapa?
Kalau luang, bagaimana kalau kita karaoke?
Kakak keren banget.
Itu...
Kakak yang lagi gugup manis banget!
Ayolah, kita main bareng!
Ayo.
- Tunggu. - Kamu siapa?
Maaf.
Yah, ternyata dia punya pacar cantik.
Sayang banget.
Penghinaan.
Ditolong sama adik sendiri.
Adik yang ke mana-mana harus kugandeng tangannya.
Itu cerita kapan?
Dasar pemalu, tidak sesuai sama muka.
Bawel.
Aku cuma gugup kalau bertemu orang baru.
Itu kan namanya pemalu.
Sekarang siapa yang tidak bisa apa-apa
kalau tidak ada aku?
Dasar tidak ada manis-manisnya!
Terima kasih banyak.
Kamu bisa semuanya, ya.
Tidak seru.
Abang marah?
Tidak juga.
Soalnya aku lebih jago.
Oh, kenapa?
Bukan apa-apa.
Yah, semangatlah.
Micchan!
Kamu hebat banget bisa menang lawan senior!
Padahal kamu masih pemula!
Benar!
Mau latihan tanding sama aku?
Aku juga mau!
Ibu, ikannya gosong.
Tenang saja, tidak memengaruhi kesehatan.
Mulai besok kamu berangkat ke dojo sendiri, ya.
Kamu sudah bisa sendiri, kan?
Nanti jangan lupa cuci piring.
Iya.
Kamu masih mau lanjut karate?
Tumben sekali kamu ingin memulai sesuatu atas inisiatifmu sendiri.
Pengaruh dari Fuji?
Setiap sudah memulai sesuatu, kamu harus siap memberikan jawaban.
Soal mau lanjut atau tidak.
Mau aku lanjutkan.
Sudah dapat teman juga.
Mereka pun senang.
Begitu.
Semangat.
Sakit!
Kamu tidak apa?
Kalian para cowok kenapa?
Salah sendiri melamun.
Kamu sengaja menyandung, kan?
Hah? Jangan asal fitnah, ya!
Kamu tidak apa?
I-Iya.
Mati, ada Shikimori.
Hentikan.
Tidak usah ikut campur!
Pangeran pun tiba!
Keren!
Apa?
Kubilang hentikan.
Shikimori seram amat!
Kabur!
Budak karate!
Kamu tidak apa-apa?
Iya. Terima kasih, Micchan.
Kamu keren banget!
Padahal kamu tinggal hajar saja mereka.
Mereka pasti naksir sama Micchan.
Pastinya.
Dasar anak cowok itu...
Aku benci sama cowok selain Abang.
Aku pun tidak yakin bisa suka sama mereka.
Kamu ini benar-benar tidak suka kalah, ya.
No comments yet. Be the first to leave one.