The first 200 lines.
Episode 1
Jika seseorang tak bersalah,
bagaimana hantu bisa menghantuinya?
Yang mengganggu roh, berasal dari hati.
Mendiagnosis pikiran dan mengobati jiwa.
Memasuki alam bawah sadar pasien dan mengeluarkan iblis di dalamnya.
Mereka yang ahli dalam hal ini
dikenal sebagai Pemburu Psike.
Nak.
Nak.
Jiang Shuo
Aku menemukannya di dalam makam.
Itu sangat menakutkan.
Guru, dia sudah sadar.
Kau sudah sadar?
Apa kau mau minum?
Nak.
dari mana asalmu?
Di mana keluargamu?
Nak.
Aku menemukan ini di sisimu.
Apakah ini namamu?
Jiang Shuo
Jiang
Shuo.
Undangan dari neraka.
Qin Yi, taipan Changshan, hilang secara misterius di suatu malam
Ketua Kamar Dagang Qin menghilang.
14 Oktober
Psych Hunter
Jalan Bo'ai nomor 121
Liu Xin, tolong aku!
Pembunuh Zhang Meng di sini.
Liu Xin, tolong aku!
Liu Xin,
tolong aku!
Liu Xin!
Kenapa kau tak menolongku?
Kak Xiang.
Ampuni aku, Kak Xiang.
Teman baikku,
tebuslah dosamu!
Guru!
Apa dia?
Benar.
Dia hantunya.
Ayo pergi.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa dia marah sekali?
Buka!
Itu dia. Dia pembunuhnya!
Jika dia pelakunya,
kenapa Xiang mencarimu?
Ini karma.
- Karma. - Liu Xin,
kau takkan bisa lari.
Ampuni aku, Xiang!
Xiang, orang yang menyebabkan kematianmu bukan dia.
Pelakunya adalah pemburumu.
Daripada membunuh Liu Xin,
biarkan dia menemukan pembunuhmu
dan membalaskan dendammu.
Jika dia tak menemukannya,
aku yang akan membawanya padamu.
Aku setuju.
Ingatlah
hal yang pernah kau lakukan.
Kumohon, Xiang.
Lepaskan aku.
Sudah saatnya pergi.
Tepat waktu.
Liu Xin.
Ilmu membaca pikiranku ini
memang bisa memecahkan banyak masalah.
Tapi mimpimu ini
memang sangat aneh.
Apa maksudmu dengan karma?
Jangan ikut campur.
Kau cukup sembuhkan mimpi burukku.
Jangan banyak bertanya.
Kalau mau tidur nyenyak,
fengsuimu juga harus bagus.
Rumahmu itu pasti fengsuinya buruk,
- sampai kau mimpi buruk. - Jiang Shuo, kau berandal!
Apa kau punya ide lain?
Pria bijak selalu punya rencana B, Liu Xin.
Untuk menyembuhkan penyakitmu,
harus dilihat dari akar penyebabnya.
Tuan, aku bukan hanya ahli dalam menghilangkan masalah,
aku juga menjual rumah penuh berkah dan mendatangkan rezeki ini.
Lihat rumah ini.
Fengsuinya bagus,
lokasinya strategis dan auranya bagus.
Aku sudah curiga kenapa hari ini kau mengajakku bertemu di rumah ini,
ternyata kau mau menjualnya kepadaku.
Tidak, aku tak punya uang.
Kalau begitu aku tak bisa membantumu.
Jiang Shuo. Master Shuo, kita bisa bicarakan baik-baik.
Duduklah.
Liu Xin.
Rumah yang kurekomendasikan kepadamu ini
bisa menjauhkanmu dari masalah dan mendatangkan untung!
Ini sesuai dengan kebutuhanmu,
apalagi
harganya
pasti sebanding.
Semurah ini?
Kau juga sudah menyaksikan
kemampuanku yang sebenarnya.
Jangan khawatir.
Rumah ini
pasti membantumu tidur nyenyak.
Pembeli : Liu Xin
Mau bertaruh
atau tidak?
Jangan buang waktuku.
Dokter Qin,
kau benar-benar mau bertaruh nyawa?
Baik.
Aku akan bertaruh nyawa denganmu hari ini.
Nyawamu
tidak menarik bagiku.
Jika aku menang,
berhentilah berjudi.
Berhenti berjudi?
Taruhan macam apa ini?
Aku telah berjanji pada istrimu
untuk menyembuhkan kecanduan berjudimu.
Baik.
Jika hari ini aku kalah,
aku akan berhenti berjudi.
Tapi Dokter Qin,
jika kau yang kalah hari ini,
aku menginginkan semua harta keluargamu.
Kau berani?
Aku bisa berikan apa pun yang kau mau,
karena aku, Qin Yi Heng,
tidak pernah kalah.
Aku akan membiarkanmu
menang babak pertama.
Baik.
Aku terima kemenangan ini.
Silakan.
Angka ketiga dadu ini
semuanya sama.
Tebaklah.
Kau kalah.
Angka ketiga dadu ini
tidak sama.
Buka!
Tak mungkin.
Dia pasti curang.
Dia curang. Aku tidak terima!
Aku tidak terima.
Tuan Ji.
Semua peraturan hari ini
ditentukan olehku.
Kubiarkan kau mengocok dadu.
Aku tak menebak jumlah,
hanya menebak apa angkanya sama.
Babak pertama
kuanggap kau menang.
Dilihat sekilas
seolah menguntungkan bagimu,
namun nyatanya
secara mental
kau kalah sejak awal.
Karena aku, Qin Yi Heng
tidak pernah kalah.
Itu yang pertama.
Kedua,
aku tak pernah kalah
karena aku tak pernah bertaruh.
Sedangkan kau pejudi berpengalaman.
Apa kau tahu apa perbedaan terbesar pejudi berpengalaman dan pejudi amatir?
Kebiasaan.
Misalnya mengocok dadu
dan menebak jumlah,
perlu melihat, menghitung dan mengamati reaksi lawan.
Jika nilai dadu sama,
seorang pejudi berpengalaman akan langsung menutupnya kembali.
Reaksi singkat ini
langsung kuhapalkan.
Saat menghitung, pasti akan melirik lawan
untuk mengamati reaksinya.
Tapi jika nilai dadu tak sama,
kau perlu memastikannya lagi saat menghitung.
Pandangan matamu
sudah pasti akan terhenti sesaat
pada dadu itu.
Semua gerakanmu
terlihat jelas
dalam mataku.
Sedangkan semua perbuatanku
hanya akan memperkuat kebiasaanmu.
Tuan Ji, kau hanya tahu tuan muda kedua kami adalah dokter.
Namun,
selain menjadi dokter,
dia juga punya gelar PhD dalam Psikologi dari Universitas Cambridge.
Sekarang,
No comments yet. Be the first to leave one.