Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

아는---형님---Knowing---BrothersㅡㅡㅡEpisodeㅡ172-NEXT
아는형님 Knowing Bros-E172-190323-NEXT
A Commentary by RuoXi
Ep. 172 [VIU Ver.] "So Yi Hyun

Tags

other
Published on: 2019-03-24
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku kaget. - Apa kamu lihat dia

membuat suara sendiri? - Kenapa tidak datang lebih cepat?

Kenapa baru datang? - Kamu terlambat!

Ho Dong. - Apa?

Kamu selalu membuat kami menunggu. Kamu tadi makan, bukan?

Ya, kamu benar.

Kyung Hoon, kamu cerdas.

Dia cerdas sekali.

Apa yang kamu lakukan? - Reaksi apa itu?

Kamu cerdas sekali. - Kamu membuatku takut.

Apa kamu salah makan?

Hei, Teman-teman,

kalian harus membaca buku. - Buku?

Apa ini referensi buku?

Ada banyak cara untuk memberi kesan baik dengan berbicara.

Salah satunya adalah setuju dengan lawan bicara.

Mengatakan "kamu benar" dan setuju dengan orang itu

akan meninggalkan kesan positif.

Benarkah? - Apa itu efektif untukku?

Aku manis, bukan?

Dia aneh sekali hari ini.

Untuk meninggalkan kesan baik,

kamu harus melakukan kontak mata.

Kalau mau meninggalkan kesan bagus terhadap seseorang,

kamu harus menunjukkan perhatian

dan menatap matanya seperti ini. Bagaimana?

Kamu lihat apa?

"Tertawa"

Hentikanlah. Masuklah, anak-anak baru.

Siapa?

"Anak-anak baru hari ini"

"Pasangan aktor dan aktris, So Yi Hyun dan In Gyo Jin"

Apa benar mereka ke sini? - Halo, semuanya.

Pasangan suami istri sungguhan datang ke acara ini.

Pasangan sungguhan.

Dia suami yang penuh air mata. - Apa?

Apa? - Kenapa?

Apa kalian tidak mencium sesuatu terbakar?

Bau apa? - Bau apa?

Maaf, sepertinya itu bau kobaran api cinta kami.

Aku lupa memeriksa apa hati kami sama-sama membara.

Sepertinya kalian semua kesepian, jadi, kami tidak akan terlalu mesra.

Baik, kami akan memperkenalkan diri.

Kami pasangan paling bahagia di Korea.

Kami dari SMA Pasangan Bahagia.

Kami yang paling bahagia di sana.

Aku In Gyo Jin.

Dia terlalu bersemangat hari ini.

Dia bermimpi menjadi pria lucu

dan inilah kesempatan baginya.

Dia akan berusaha keras hari ini.

Aku si manis So Yi Hyun yang tidak bisa berpisah sehari saja

dengan suamiku.

"Selamat datang, Pasangan In-So!"

Omong-omong, Hee Chul, - Ya?

baru kali ini pasangan sungguhan - Benar sekali.

datang ke acara ini, bukan?

Pasangan suami istri sungguhan. - Pasangan sungguhan.

Mereka tampak norak, bisa dilihat dari jepit rambut Yi Hyun

dan ransel Gyo Jin.

Dia cerdas sekali. - Warna sepadan.

Warnanya sama. - Pengamatanmu bagus.

Apa kalian tidak terlalu berlebihan sejak awal?

Kalian tidak sadar ada Jang Hoon? - Benar.

Konyol sekali. Bagaimana mungkin anak SMA sudah menikah?

Mereka terlalu muda. - Di sini bahkan ada yang cerai.

"Kalah total"

Ada anak SMA yang sudah bercerai. - Rupanya begini Knowing Brothers.

Dia ketakutan. - Kamu cerdas sekali.

Sang Min. Aku hanya iseng memanggilmu.

Kamu mengalahkanku sejak awal.

Di sini sulit sekali. Aku sudah berkeringat.

Apa anak-anak kalian di rumah?

Mereka di rumah. Tunggu, kami sudah punya anak?

"Mengalami krisis identitas"

Bagaimana mungkin siswa SMA punya anak?

Kalian mau berpura-pura menjadi siswa atau tidak?

Sampai kapan kalian akan berpura-pura menjadi siswa?

Sekarang aku tidak bisa membedakan mana yang nyata dan akting.

Karena kita di sekolah, lupakan soal anak-anak

dan fokus saja pada kami.

Mengecewakan sekali.

Kamu mau melupakan anak-anakmu? - Benar.

Biar kucoba lagi. - Anak-anak itu ada.

Gyo Jin, tidak biasanya kamu seperti ini.

Kamu juga tidak pernah melibatkan putramu.

"Tertawa"

Dia terus bungkam tiap kali kami membahas anaknya.

Dia tidak pernah membahasnya di acara ini.

Kalian berdua pasti akrab dengan Jang Hoon.

Dari "Same Life, Unlike Dreams". - Kami bersahabat.

Kami sangat akrab. - Kalau begitu, kalian berusaha

menunjukkan rasa sayang ke satu sama lain

untuk membuat kesal Jang Hoon? - Tepat sekali.

Aku ingin Jang Hoon menikah lagi.

"Dia sedang melaksanakan proyek Buat Jang Hoon Menikah Lagi"

Kalian siswa SMA. - Hanya kalian berdua yang bisa.

Hanya kalian berdua yang bisa. - Apa maksudmu?

Kami butuh bantuan. - Apa kalian tahu?

Apa? - Jang Hoon perlahan berubah.

Bagaimana? - Apa?

Setiap kali kami minum bersama,

dia pergi dengan sikap baru.

Sikapnya makin positif.

Sebelumnya negatif, bukan? - Ya, sangat negatif.

Sangat.

Jang Hoon, aku akan berusaha keras hari ini.

"Dia sangat bersemangat"

"Pria bersemangat ini senang setelah membuat yang lain tertawa"

Apa kalian sering minum-minum bersama?

Yi Hyun, apa kamu juga kuat minum?

Minum-minum hal yang menyenangkan.

Kamu punya kebiasaan minum? - Yi Hyun...

Dia tidak seperti wanita yang gemar minum-minum.

Dia sepertinya sekadar menikmati suasana.

Dilihat dari penampilannya saja.

Benar, bukan? - Dia bukan peminum?

Lihat ekspresi Gyo Jin.

Kalau minum dengannya, kalian akan pingsan lalu pulang.

Lain kali mau minum bersama?

Apa yang kalian bicarakan saat minum bersama Jang Hoon?

Aku terus mengatakan aku berharap dia akan menikah lagi.

"Dia selalu memikirkan proyek Buat Jang Hoon Menikah Lagi"

Lalu apa kata Jang Hoon? - Aku terus membahas pernikahan.

Lalu kenapa tidak perkenalkan dia pada teman-teman wanitamu?

Standarnya terlalu tinggi.

Itu hanya alasan. - Ayolah.

Menurutmu dia hanya tidak cukup baik.

Apa lagi alasan tidak menjodohkannya dengan temanmu?

Jang Hoon... - Kalian terus minum bersama,

tapi tidak mau menjodohkannya karena dia "punya standar tinggi".

Kamu tahu apa lagi yang tinggi? Badannya.

Mana ada yang tidak tinggi? Bangunan yang dia punya pun tinggi.

"Ini canggung"

Kamu hanya merasa dia tidak baik untuk teman lajangmu.

Setinggi apa standarnya?

Kalian pulang saja. - Aku sungguh

memiliki teman-teman yang baik,

Meski mereka baik? - tapi Jang Hoon tetap menolaknya.

Tidak, aku hanya katakan aku senang sendiri.

Bukannya aku tidak suka mereka. - Dia akan temukan belahan hatinya.

Kalau begitu, bisa aturkan kencan buta untukku?

"Tiba-tiba?"

Dia sungguh tidak bisa berkata-kata.

Yeong Cheol, standar mereka terlalu tinggi untukmu.

Mereka juga punya standar.

Tidak, bukan begitu. - Dia memesona.

Yeong Cheol memiliki pesona sendiri.

Di sini ada yang dekat dengan kalian

selain Jang Hoon?

Aku pernah bertemu Sang Min

di acara anugerah. - Benar.

Desember lalu kami berdua mendapat Anugerah Terbaik.

Benar.

Dia memamerkannya. - Di kategori acara ragam.

Saat aku menerima anugerahku,

tiba-tiba aku teringat ibuku,

karenanya aku berniat berpidato berterima kasih kepada ibuku,

tapi tiba-tiba aku dan Gyo Jin bertukar pandang.

Matanya berkaca-kaca,

karena itu aku akhirnya tertawa di acara siaran langsung.

"Sang Min emosional saat berpidato"

"Dia makin emosional"

"Tertawa"

"Sang Min juga akhirnya tertawa"

"Terutama, terima kasih pada suamiku yang tanpanya aku tidak ada di sini"

"Terima kasih"

"Dia menangis lagi, dia tidak bisa mengendalikan air matanya"

Gyo Jin beberapa kali menangis selama acara itu.

Dia seperti pahlawan hari itu. - Dia bayi besar yang cengeng.

Semuanya, berhenti membahas anugerah itu.

Kenapa? - Kenapa?

Karena ada Ho Dong di sini. - Tahun lalu dia tidak menang.

Kenapa kalian semua pamer?

Dia dapat Anugerah Anjing Manis.

Aku dapat dua anugerah di acara ini.

Sudahlah.

Mungkin Kyung Hoon akan menang karena "Problem Child in House".

Bagaimana jika dia dapat Anugerah Pendatang Baru Terbaik?

Mereka sungguh pintar membuat lelucon di antara mereka.

Kudengar ayah Gyo Jin

penggemar Yi Hyun.

Benarkah? - Ayah mertuamu?

Ya, ayah mertuaku.

Ayah Gyo Jin penyanyi.

Dia penyanyi trot, bukan?

Dia memiliki dua album

dan tampil di banyak festival.

Dia juga ke acara Chungcheong. - Namanya In Chi Wan.

Dia bilang punya pengumuman penting di ulang tahun ke-60,

mengumpulkan seluruh keluarga,

dan katakan ada impian yang belum bisa dia raih,

lalu dia mengatakan akan mengejarnya sekarang.

Saat kami tanya impian apa,

dia bilang merilis album.

Keren.

Dia merilis sebuah album dengan uangnya sendiri.

Gyo Jin, coba nyanyikan satu lagu ayahmu.

Satu, dua, tiga, empat.

"Membuat suara aneh"

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left