Needhi Singh

Needhi Singh

Download Indonesian Subtitle

Release info

Needhi Singh 2016 HDRip www nhxsubs ga
A Commentary by Reaperworldx
Download Movie at: WWW.NHXSUBS.GA | Link Movie: http://bit.ly/2uwYCwo

Tags

hdrip
HDRip
HD
Published on: 2017-07-14
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dipersembahkan Oleh: NHXSUBS

Diterjemahkan Oleh: Reaperworldx

~~Duri, 14 Juli 2017~~ ~~Riau~~

Ambilkan berkas kasus Needhi.

Pak.

Pak, halaman ini hanya akan memberimu satu sisi cerita.

Sungguh?

Lalu kenapa kau tidak memberiku sisi lain dari cerita ini?

Ini adalah cerita yang sangat tua, pak. Biarkan aku memberitahumu.

"Aku adalah wangi yang tersisa di udara."

"Aku mengalir dengan sangat hati-hati."

"Aku hanya mendengarkan hati ku."

"Aku membuat jalan sendiri."

"Aku adalah wangi yang tersisa di udara."

"Aku mengalir dengan sangat hati-hati."

"Aku hanya mendengarkan hati ku."

"Aku membuat jalan sendiri."

"Ke mana pun aku pergi, aku mencari kebahagiaan."

"Jika aku bertemu, aku terus menyebarkannya."

"Ke mana pun aku pergi, aku mencari kebahagiaan."

"Jika aku bertemu, aku terus menyebarkannya."

"Aku tidak bisa dihentikan."

"Aku adalah sungai liar."

"Aku adalah wangi yang tersisa di udara."

"Aku mengalir dengan sangat hati-hati."

"Aku hanya mendengarkan hati ku."

"Aku membuat jalan sendiri."

"Aku tidak akan dan tidak bisa hidup mengkhawatirkan dunia."

"Aku membuat prinsip ku sendiri."

"Aku tidak takut pada siapapun."

"Aku tidak akan dan tidak bisa hidup mengkhawatirkan dunia."

"Aku membuat prinsip ku sendiri."

"Aku tidak takut pada siapapun."

"Aku pergi dan berdoa kepada Dewa setiap hari."

"Aku adalah wangi yang tersisa di udara."

"Aku mengalir dengan sangat hati-hati."

"Aku hanya mendengarkan hati ku."

"Aku membuat jalan sendiri."

"Aku adalah wangi yang tersisa di udara."

"Aku mengalir dengan sangat hati-hati."

"Aku hanya mendengarkan hati ku."

"Aku membuat jalan sendiri."

Ayah!

Ayah!

Kemarilah sayang.

Aku terlambat lagi hari ini. Apa alasanku kali ini, ya?

Putriku akhirnya datang juga.

Aku agak terlambat hari ini. Maafkan aku, ayah.

Tidak apa-apa.

Seorang hakim kadang juga terlambat.

Hakim itu juga memerintahkan ayah untuk makan dan berhenti berbicara.

Sayang, aku merasa kenyang begitu melihat wajahmu.

Maka mulai besok, ayah hanya akan mendapatkan wajahku.

Baiklah, terserah padamu Needhi.

Ayah, kenapa ayah menamaiku Needhi?

Beberapa warga desa memanggilku Needhi dan sebagian lagi memanggilku Needhu.

Jangan repot-repot dengan warga desa.

Kau adalah putriku yang berharga.

- Apa arti Needhi? - Harta karun!

- Dan kau adalah hartaku. - Ya, ayah!

Ayah telah memberiku nama yang sangat bagus.

Makanannya sedikit dingin.

Sangat lezat.

Ya, aku akan memberitahu ibu. Dia pasti akan sangat senang.

Aku akan memakannya.

Baik. Ayah makanlah. Aku akan segera kembali.

Hati hati sayang. Gigi pertama sedikit macet.

Jangan khawatir, ayah.

Aku akan menariknya ke gigi tiga perlahan.

Hebat!

Hari ini kalian memulai pertandingan tanpa kapten, hah?

- Dari mana dia? - Tidak apa-apa.

Berikan aku pemukul.

Setidaknya biarkan aku memainkan giliranku dulu.

Berikan aku pemukulnya.

Pergi dan jaga sana.

Dan berusaha keraslah menangkap pukulanku.

Dia pikir dia adalah Sachin Tendulkar!

Dia akan memukul six-run?

Ayolah.

Tidak, itu masih bola percobaan.

Itu adalah bola percobaan. Pergi dan ambil bolanya.

Bagaimana bisa aku keluar begitu saja?

Lemparkan bola lemparan penuh.

Kakak, pergi dan ambil bola dari Wanita gila itu.

Pegang ini.

- Bagaimana menurutmu, apa dia akan mendapatkan bola itu? - Ya.

Bibi, tolong beri aku bolanya.

Kenapa?

Bagaimana jika bolanya mengenai kepalaku?

Kau sudah di usia menikah dan masih saja bermain dengan anak-anak.

- Jika aku menikah, siapa yang akan bermain bersama anak-anak ini? - Ya.

Benarkan?

Bodoh.

Dan bibi, belajarlah cara makan!

Ladoo, aku mendapatkan bolanya.

Jangan coba untuk bersahabat denganku.

Mengerti!

Ibu!

Kau sudah kembali! Darimana saja kau ini?

Anak-anak menghentikanku.

Mereka memintaku mengajari bermain kriket. Aku tidak boleh menolak.

Benarkan?

Baiklah, sayangku. Baiklah.

Apa yang diprediksikan imam atas kelahiranmu benar.

Bahwa kau memiliki kaki yang gatal.

Itu sebabnya kau terus berkeliaran di desa.

Tinggallah dirumah sesekali.

Needhi!!

Ada apa, bibi?

Lupakan saja hal ini.

Shanno, pertama-tama beritahu bibi kemana kau akan pergi!

Kau berdandan sekali.

Hari ini adalah hari terakhir Ramleela di desa ini.

Kupikir kita harus pergi dan menontonnya.

Pergi dan tontonlah.

Bawa juga tentara monyetmu.

Mereka pasti sudah sampai di sana, ibu.

- Ayo pergi. - Tunggu!

Bersiap-siaplah dulu.

Aku takut Ravana akan ketakutan setelah melihatmu.

- Ibu! - Pakailah pakaian yang layak. Ayo.

- Pergilah anakku, ayo. - Pergilah.

Shanno, dari mana kau mendapatkan gaun ini?!

Dari pasar, bibi.

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Dosamu telah melewati batas, Rahwana.

Hari ini kau akan mati..

Salam Dewa Rama! Dewa Rama?

Tembak panah, bodoh.

Tembak panahnya.

Salam Dewa Rama!

Tembaklah.. Dewa Rama!

Dewa Rama! Tembak panahnya.

- Tembak! - Bhola, Tembaklah ayo tembak!

Salam Dewa Rama! - Tembak panahnya.

Tembak! Tembak panahnya!

Salam Dewa Rama! - Tembak panahnya.

Rahwana tidak mati!

Salam Dewa Rama!

Salam Dewa Rama!

Subh?!

Subh, kau terlihat sangat cantik hari ini.

- Aku terlihat cantik setiap hari. - Kau benar.

Aku belum pernah melihat orang yang lebih cantik ..

..dan berani darimu di desa ini.

Ya tentu saja. Aku wanita Punjabi.

Dia benar.

Ini dia mangga yang matang, kakak.

Lupakan mangga matang, mangga mentah terasa lebih enak.

Jika kalian lelah maka biarkan aku merebahkan kalian di mobil.

Tidak ada yang bisa dikatakan Gore, lihat kecepatannya.

Ya, kakak.

- Mereka memasang sepeda motor demi malu. - Kau benar, kakak.

Kaulah yang memalukan.

Malu? Kau ingin aku menyembunyikan wajahku sekarang?

Kenapa kau berdebat dengan mereka?

Tidak. Ayo pergi.

- Lupakan saja, kakak. - Kenapa mengganggu mereka!

Kita harus pergi melihat petugas catatan tanah juga.

Siapa yang akan percaya bahwa dia adalah anak kepala desa?

Petugas, kuharap kau kenal dia.

Saudara lali!

Adik kepala desa.

Kita akan lewatkan perkenalan untuk saat ini.

Langsung saja..

"Kau tahu seseorang sudah siap membeli tanah bersama."

Kenapa kau keras kepala?

Biarkan kesepakatan berlangsung.

Seluruh desa akan menderita jika tanah itu dijual.

Tapi aku akan memanfaatkannya.

Kau ambil komisimu dan nikmatilah.

Apa gunanya mengacaukan diusia begini?

Saudara Lali, ini adalah pekerjaan resmi.

Dan itu akan berlangsung secara resmi.

Yang perlu kau lakukan adalah mengatakan ya.

Kau mau menjawab ya atau aku akan memaksamu!

Kakak Lali..

Dia seperti keluarga.

Mari kita beri dia beberapa hari untuk berpikir.

Lalu kita akan lihat apa yang perlu dilakukan.

Baiklah, ayo kita lihat!

Kau pandai membicarakan hal-hal ini.

Kau tidak pernah memperhatikan studimu.

Aku tidak ingin mendengar keluhan tentangmu lain kali.

Apa kau mengerti?

Ayah, siapa mereka?

Bukan siapa-siapa. Sayang, masuklah ke dalam.

Ya.

Hebat! Hebat! Aku seorang DJ yang telah dilahirkan!

Chotu!

Berapa kali aku menyuruhmu membersihkan speaker besar seperti mobil!

Aku menghormati speaker ini lebih dari menghormati ayah kandungku.

Ini adalah bisnisku.

Needhi Singh subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left