The first 200 lines.
PULAU LAMPEDUSA LAUT MEDITERANIA
Di kelompok pertama,
ada 20 pengungsi.
Semua gadis muda.
Silakan pilih satu.
Kurasa kau salah alamat.
Tapi barangnya luar biasa. Sangat murah.
Beberapa baru berumur 12 tahun.
Itu jumlah yang banyak.
Kau hanya perlu mengantar mereka kemari.
Keluargaku tak pernah terlibat bisnis ini.
Aku tak perlu lakukan apa pun.
Kalian hanya membuang waktuku.
Maaf. Aku tak bermaksud menyinggungmu.
Pikirkanlah.
Kau akan dapat potongan bagus.
Mario.
Orang-orang berengsek.
Namun, dia calon mitra bisnis.
Harus dihormati.
Walau dia berengsek.
Kau lihat apa?
Putraku. Kau harus berhati-hati.
Wanita cantik itu surga di mata, neraka di jiwa.
Dan pengering kantong.
Dengarkan aku.
Saatnya kau berhenti memikirkan kesenangan dan kenikmatan.
Kau harus bertanggung jawab.
Paham?
Suatu hari, semua ini akan jadi milikmu.
LIMA TAHUN KEMUDIAN
SAN FRANSISCO
Kami sangat menyesal,
tapi kami hanya bisa mendapatkan kembali 12 persen aset keluargamu.
Untuk ke depannya, kami merekomendasikan investasi yang lebih heterogen.
Kau rekomendasikan?
Investasi ini juga sangat kau rekomendasikan.
Selamat malam.
Selamat malam.
Kau sudah mengemasi barangmu?
Tolong, bisa beri tahu apa yang terjadi di sini kemarin?
Aku meminta pengembalian dana
dan bunga 5 persen.
- Itu mustahil. - Pengembalian dana dan bunga 10 persen.
Sampai akhir bulan.
Pertanyaanku,
bagaimana bisa
itu terjadi?
Tanyakan pada Nn. Biel.
Maaf jika lancang,
tapi kau harus punya keberanian untuk melakukan ini.
Percakapan ini selesai.
Ini Amerika.
Nona Biel?
- Pertama, ini bukan salahku. - Dengar.
Aku belum selesai.
Bukan tugasku juga mengurus pelanggan yang marah.
Kurasa kau harus beri tahu kami kenapa
di seluruh gedung hanya ada dua penjaga.
Bahasa.
Ini soal bahasamu yang kau berikan pada keluargaku.
Apa ini?
Ada permainan ini di Amerika, bukan?
Trick or treat.
Aku sengaja memesan kamar di hotel kita.
Karena insiden kemarin, kita diliput media dari AS hingga Jepang.
Aku mengira jika menyangkut preferensi seksual,
aku tak akan terkejut.
Tapi kau...
Suamimu akan bilang apa?
Anak-anakmu? Para pemegang saham?
Mau kuteruskan?
Kau mempermalukan kita di mata seluruh dunia.
Kita tahu bagaimana reaksi media dan pasar saham
saat aku mengumumkannya.
Ada begitu banyak reservasi
dan kita penuh untuk empat akhir minggu ke depan.
Setelah seminggu,
saham bank akan turun setengahnya.
Itu terjadi berkat strategiku.
Usia dan gender tak ada hubungannya.
Setelah sebulan, aku akan beli sedikit saham,
hanya untuk...
Karena inilah kau harus berani.
...memecat kalian semua.
Di kantorku. Segera.
Lalu, uangku bagaimana?
Hai, Sayang.
Aku harus menyelesaikan ini.
Beri aku waktu setengah jam.
Kau tak bisa istirahat sebentar?
Ya, tentu.
Kau pasti lelah.
Kita berangkat besok pagi.
Jangan paksakan diri, jantungmu lemah.
Kau juga belum mengemas pakaian kita, bukan?
Akan kubunuh mereka.
Ada apa?
Ada yang mengambil kontainer berisi kokaina milik kita.
KEBERANGKATAN
Mari minum untuk kesehatan wanita terseksi, terbaik, dan terhebat
di seluruh dunia,
ibuku.
Aku hanya bercanda! Maafkan aku.
Maksudku, untuk Laura-ku tersayang yang sebentar lagi akan berusia 29 tahun.
Kau membuatku merasa tua.
Tua, tapi menawan.
Sebentar.
Hari ini adalah hari ulang tahun...
pacarku yang cantik, Laura.
Tolong bantu aku.
Apa rencanamu?
Ya?
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun!
Ya, terima kasih.
Selamat ulang tahun, Laura
Selamat ulang tahun!
Hebat!
Bersulang.
Martin, kau bodoh sekali.
Kesukaanku. Kau ingat.
- Tapi... - Tapi apa?
Sejujurnya. Aku tak memesannya.
Mungkin ini gratis?
Baik, mungkin kita harus minum untuk...
Tidak. Tunggu, aku harus ke toilet.
Tak bisa melawan Piramida Maslow.
Kau tersesat, Sayang?
- Seperti dia. - Ya.
Lihat! Anggur kita datang. Itu maksudku.
Terima kasih.
Baik, terima kasih.
Astaga, kenapa burung camar begitu berisik?
Di mana Michaelangelo?
Seperti yang kau lihat, dia bermain di kolam anak-anak.
Kalau Martin?
Entah. Dia tak ada saat aku bangun.
Entah di mana dia. Teleponku tak dijawab.
Kenapa? Ini hari ulang tahunmu.
Begitu?
Yang berikutnya cuma setahun lagi.
Aku bukan yang terpenting baginya.
Dalam hierarki Martin, aku jauh di belakang teman dan karyanya.
Dan tentu, jauh di belakangnya.
Hai, Sayang.
Apa kabar? Sudah makan siang?
Makan siang? Tentu. Dari mana kau?
Gunung Etna.
Tidurmu lelap. Membangunkanmu hanya membuang waktu.
Ya, benar. Apa kau bersenang-senang?
Astaga. Luar biasa.
Kau pasti suka.
Kau bisa lihat laut dan salju sekaligus. Keren!
Bodoh! Kau lupa? Kita seharusnya pergi bersama.
Kenapa kau meninggalkanku di hari ulang tahunku?
Astaga. Jangan marah.
Jantungmu lemah, jangan begitu.
Persetan dengan jantungku.
Kau hanya peduli diri sendiri.
- Apa arti aku bagimu? - Kau kira aku tak peduli?
Satu jam lebih aku mencari ini.
Lihat?
Ini untukmu.
Terima kasih banyak.
Enyahlah!
Selamat malam.
Sial.
Kau tersesat, Sayang?
Kau.
Isap ini.
Reaksimu buruk terhadap obat penenang.
Aku tak tahu kau punya masalah jantung.
Isap saja sendiri.
Kenapa aku di sini? Siapa kau? Kenapa menyekapku di sini?
Jawab aku.
- Duduk. Aku tak mau kau pingsan lagi. - Jawab.
- Duduklah. - Aku bukan milikmu!
Duduk!
Mau tahu kenapa kau di sini?
Terima kasih.
Minumlah.
Yang akan kukatakan sangat luar biasa dan aku...
Aku tak percaya itu sampai aku melihatmu di bandara.
Saat itu aku menyadari...
itu bukan imajinasiku.
Lima tahun lalu, seluruh hidupku berubah.
Ayahku meninggal...
di depanku.
Peluru menembus jantungnya...
dan mengenaiku.
Aku kira aku juga akan mati.
Saat itulah aku melihatmu.
Setiap hari, wajahmu muncul di depan mataku.
Aku mencarimu ke seluruh dunia.
Di dalam diriku, aku merasa yakin...
suatu hari kau akan datang dan menjadi milikku.
Kau pasti bercanda.
Tak ada yang memilikiku. Aku bukan benda.
Kau tak bisa memilikiku begitu saja, menculikku dan berpikir aku milikmu.
No comments yet. Be the first to leave one.