The first 200 lines.
Malam Bersama Cocó Sharp dengan Orkestra
Allegra!
Allegra.
Allegra, kau tahu pukul berapa ini?
Aku tak tahu. Mungkin…
Sekarang pukul 04.00 lebih.
Baiklah. Aku tak bisa tidur lalu…
Lalu kau tak biarkan orang lain tidur.
Aku mendengarkan musik dengan penyuara telinga, Bu.
Ya, dan bernyanyi seolah kau sedang konser.
Ibu mendengar suara kakimu dari kamar.
Ibu mohon, tidurlah.
Ibu besok butuh bantuanmu di toko buku.
Tidak! Aku besok tak bisa.
Memangnya kau sedang liburan?
Apa yang kau lakukan?
Urusanku sendiri, Bu.
Toko buku juga urusanmu.
Tidurlah.
ACARA DI PORTLAND
Allegra, posternya.
Ibu sudah minta ribuan kali untuk melepasnya.
Ini kamarku, Bu.
Kamarmu ada di rumah Ibu.
Tidurlah.
ACARA DI PORTLAND HANYA SATU PENAMPILAN!
AUDISI TERBUKA KAMI MENCARIMU
TANDA TANGAN
CATERINA SHARP NAMA TERANG
Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88
DISNEY INTERTWINED
Allegra.
Aku di sini. Ayo.
- Aku tak apa. - Diamlah, ibuku sedang tidur!
Sedang tidur? Kenapa aku tak masuk lewat pintu saja?
Terlalu berisiko.
Begitu, ya. Lalu lewat jendela tak berisiko.
Ini sudah siang. Kukira kau tak datang.
Maaf. Aku terjebak menulis naskah untuk film pendek.
Semalaman aku mengerjakannya. Belum tidur sama sekali.
Aku janji, saat audisi sudah berakhir,
aku akan fokus pada film pendekmu.
Tapi sekarang, yang bisa kupikirkan cuma Freaky Friday.
Peluang ini tak bisa kulewatkan.
Siapa tahu ada pemilihan untuk produksi Eleven O'Clock.
- Tenang. Aku mengerti. - Ini. Semua ada di sini.
Apa?
- Kau serius? - Kita sudah membahasnya, Félix.
Kusiapkan pelantang juga.
Pelantang? Untuk apa?
Kau akan paham saat mendengar yang kukirim.
Bukankah lebih mudah meyakinkan ibumu?
Itu cuma pendapatku.
Tidak. Kau tahu reaksinya.
Dia tak mau dengar apa pun soal teater musikal.
Dia seperti Katherine.
Siapa?
Ibu Ellie di Freaky Friday. Katherine tak pernah mengerti anaknya.
Intinya, dia tak paham arti kata "empati".
Sama seperti ibuku.
Semoga kau tak berniat bertukar tubuh demi membuatnya memahamimu.
Untuk saat ini, bukan itu rencanaku. Tenang saja.
Apa rencanamu? Karena cepat atau lambat, dia akan tahu.
Ya, itu masalah untuk nanti,
dan saat ini, aku ingin fokus pada rencanaku.
Baiklah, aku telat.
- Siap? - Aku harus pergi.
Terima kasih sudah membantuku.
- Entah apa jadinya tanpamu. - Semoga kau masih merasa begitu
setelah kau masuk Eleven O'Clock.
Dah.
Tinta Ajaib
LAKUKAN SENDIRI
Berikutnya.
Silakan masuk. Berikutnya.
Kartu identitas dan formulir pendaftaran.
Jika kau di bawah umur, lembar izin dari orang tua atau wali.
Jika kau tak bisa baca tulisannya, akan kubacakan untukmu, jadi…
Ini nomormu. Silakan ke ruang latihan.
Berikutnya.
Halo. Tahap pertama audisi akan dimulai
untuk pertunjukan penting Eleven O'Clock berikutnya, Freaky Friday.
- Kalian tahu ceritanya? - Biar kuceritakan.
Ini kisah tentang ibu dan anaknya yang tidak akur.
Suatu hari, melalui jam pasir ajaib, mereka bertukar tubuh.
Mereka belajar saling memahami.
Jadi, ini dia. Hari penting akhirnya tiba.
Hari ini adalah pemilihan awal. Audisi penyanyi akan menyusul.
Lalu nanti, bagian akhir dan paling sulit, audisi gaya bebas.
Astaga. Mau apa kau dengan topi itu?
Apa maksudmu? Aku mencoba penampilan baru.
- Kutemukan di rumah. - Milik Freddy Krueger?
- Siapa? - Freddy Krueger.
Kau kakak Félix, dan kau tak tahu Freddy Krueger?
Freddy Krueger?
Kalian tahu Alan. Dia salah satu teman sekelasku di sekolah teater.
Kami jumpa beberapa bulan lalu, bersiap untuk audisi.
Sejak itu, kami tak terpisahkan.
Banyak sekali peserta audisinya. Doakan kami, ya!
Berikan komentar jika menurut kalian Sofía harus menerima cintaku.
Allegra.
- Sedang apa kau di sini? - Kau sendiri sedang apa?
Apa maksudmu? Aku di sini untuk audisi.
Aku juga. Aku tak mengira kau akan ada di sini. Félix tak cerita.
Sekarang kau tahu betapa baiknya komunikasi antara aku dan adikku.
Sofía, ini Allegra, tetanggaku.
- Allegra, ini Sofía. Dia… - Temanmu.
Teman.
Aku gugup sekali. Aku belum pernah ikut audisi.
Lalu?
Aku akan ganti pakaian.
Aku juga ganti pakaian.
Ingat, jangan sampai nomor kalian hilang. Simpan baik-baik.
- Semoga berhasil, Sayang. - Cukup, Ayah.
Audio satu, jawaban untuk sarapan.
Audio dua, jawaban untuk rencana jalan-jalan.
Audio tiga, jawaban untuk mengulur waktu. Baik.
Allegra, kau sudah bangun?
Aku lelah. Biarkan aku tidur sebentar lagi.
Tidak, ini sudah siang. Ibu butuh bantuanmu di toko buku.
Terima kasih, tapi aku tak lapar.
Apa katamu?
Nanti aku ke sana.
Tidak, sekarang. Ibu tunggu di bawah.
Diego.
Ya.
Kita sudah siap?
Ya, Greta. Semua peserta sudah di sini.
- Baiklah. Selamat pagi. - Selamat pagi.
Selamat datang di Eleven O'Clock.
Namaku Greta.
Aku ingin menyampaikan bahwa hanya segelintir dari kalian
yang akan mendapat kesempatan bergabung di perusahaan.
Aku juga berdiri di panggung ini saat seusia kalian,
dan aku tahu apa artinya itu.
Yang kuminta hanyalah dedikasi.
Dedikasi penuh dan total.
Baik. Perhatian. Grup pertama, bersiaplah.
Musik.
Grup kedua, bersiaplah.
- Kau lihat gadis berkaus kuning? - Aku suka dia.
Allegra, ayo beranjaklah.
Sarapan sudah siap. Ayolah. Kita terlambat.
Aku sedang pakai baju.
Apa?
Allegra.
Allegra, kau baik-baik saja?
Allegra.
- Félix. - Caterina.
Sedang apa kau di sini?
Di mana Allegra?
IBU
Kenapa Allegra tak menjawab?
Di mana dia?
Aku tak bisa mengkhianati temanku.
Akankah Luke Skywalker mengkhianati Yoda? Iron Man mengkhianati Captain America?
Walau sebenarnya Iron Man mengkhianati Captain America.
- Tapi itu film lain. Aku tak bisa… - Félix!
Di mana Allegra?
Tenanglah.
Allegra bilang, dia akan menceritakan semuanya kepadamu,
saat impiannya terwujud.
Impiannya? Apa maksudmu?
Tapi itu bukan impianmu, ya? Aku tak pandai menjelaskan.
Tapi katanya, itulah impiannya.
Begini saja… Jangan khawatir.
Kelak, kebenaran akan terungkap, 'kan?
MUSIKAL BARU
PERUSAHAAN TEATER
Giliran 94. Musik.
Gadis ini lumayan, ya?
Siapa dia?
Allegra Sharp.
Cucu Cocó?
Allegra?
Sedang apa kau di sini?
Apa yang terjadi?
- Bu, aku… - Kita pulang. Tak ada alasan.
Ayo.
Ya ampun, cara masuk yang luar biasa.
Cocok untuk Sharp.
Kalian tak pergi diam-diam, 'kan?
Caterina, senang melihatmu.
Lama tak jumpa.
Kau harus pergi. Kami sedang mengadakan audisi di sini.
Aku menjemput putriku. Allegra tak perlu ada di sini.
- Bu, tenanglah, kumohon… - Ambil barangmu.
Audisinya belum selesai.
Putrimu sangat berbakat, Caterina.
Dia pasti mewarisi bakat neneknya, ya?
Aku tak mengizinkan putriku mengikuti audisi ini.
Allegra di bawah umur. Kalian mestinya lebih bertanggung jawab dan mengecek…
Maaf. Aku punya izin bertanda tangan.
Aku tak tanda tangan.
Tapi ini tanda tanganmu.
Itu bukan tanda tanganku.
Tunggu.
Kau memalsukan tanda tangan ibumu?
Aku menyukainya. Aku suka sikap itu.
Kalian dengar? Itulah yang kucari di audisi ini.
No comments yet. Be the first to leave one.