The first 200 lines.
Dari air menjadi bunga safron.
Dari bunga safron menjadi rumahku.
Bawa aku, Ibu.
Aku siap untuk pergi.
Maaf.
Permisi.
- Maaf mengganggu. - Ya?
Aku tersesat. Ini sebenarnya pertama kalinya aku di New York.
Aku tak pernah naik kereta bawah tanah sebelumnya.
Aku jadi sedikit bersemangat saat mereka umumkan Times Square.
Jadi aku langsung naik, tapi tasku ketinggalan.
Ponsel, dompetku, semuanya di sana.
Ini bahkan bukan tempatku berhenti.
Aku tak punya uang. Maaf.
Astaga, bukan, aku tak butuh uang.
Sebenarnya, kartu ATM-ku, itu di hotel bersama komputerku,
Jadi aku bisa gunakan "Temukan Ponselku" saat kembali.
Kau tahu, Cloud?
Apa yang kau butuhkan?
Benar.
Bisa kau bantu aku?
- Pertama kali di New York, ya? - Ya.
Lebih tepatnya, pertama kali keluar rumah.
- Kau perlu ke East Side. - Bisa aku ke sana berjalan kaki?
Atau joging. Aku tak tahu ritmemu.
Itu disebut "berjalan di mal", di tempat asalku.
Itu populer di kotaku.
Kau dari tahun 1985?
Kau lucu.
Kau melakukan lelucon garing.
Sangat New York.
Pergilah empat blok ke timur, dan kau akan sampai ke sana. Oke?
Dan timur ke arah mana?
Bercanda. Aku juga bisa lelucon garing.
Aku tidak benar-benar bodoh.
Aku butuh bantuanmu.
Kau sudah membantuku, dan aku berterima kasih.
Tapi aku takkan bertanya jika kau tak begitu cantik.
Maksudku, apa itu boleh untuk disebutkan?
Aku tak bermaksud menyinggung.
Aku bukannya menjadikanmu objek, aku hanya bilang...
Senang bisa menerima arahanmu.
Aku pikir kau perlu tahu.
Menuju timur sekarang.
Hei, "Pejalan mal"?
Joshua.
Kau akan tersesat. Biar aku tunjukkan padamu.
Sungguh? Terima kasih.
Siapa namamu?
Masih belum diputuskan.
Lelucon garing.
Aku pikir timur ke sana.
Aku Veronica.
Aku tinggal di atas.
- Mau masuk? - Ya.
Jangan buat aku menyesali ini.
Mau minum?
Tentu.
Kau punya pop ?
Soda.
Di tempat asalku, kami menyebutnya pop .
Atau itu ilegal di sini?
Bukankah New York mencabut larangannya?
Atau itu hanya untuk ukuran besar?
Aku punya alkohol.
Kau mau alkohol, atau kau mau aku ambilkan jus kotak?
Alkohol tak masalah.
Aku minum.
Jadi kau tinggal di hotel?
Keluargaku pemilik unit ini saat ini dulu masih hunian.
Mereka takkan pernah bisa mengusirku.
Keuntungan dari menjadi warga New York sebenarnya.
Tempat ini sangat keren.
Kuno.
Ini bukannya kotor atau apapun, hanya terlihat tua untuk ditempati.
Tempatmu memiliki karakter.
Duduk.
Kau suka wiski?
Aku suka semuanya.
Kecuali semangka dan timun.
Tapi bukan itu yang terjadi sekarang.
Yang terjadi saat ini adalah wiski.
Bersamamu.
Veronica.
- Bersulang. - Bersulang.
Berdiri.
Kita akan melakukan itu di meja?
Aku bilang,
Berdiri.
Jalan.
Cepat!
Naik!
Kita tak perlu bercinta jika kau tak mau.
Aku mau. Hanya saja ini terlalu tak terduga.
Itu membantu jika kau benar-benar masuk ke sana.
Apa kau perjaka?
Kau menyedihkan.
Bajunya tetap dipakai.
Naik ke ranjang.
Halo?
Hei?
Halo?
Selebaran.
Aku bersumpah, aku mendapat £20 dari ini dalam setahun.
Dan aku mendapat teguran jika tak mendaur ulang,
Tapi ini lumayan.
Aku harus pergi.
Selebaran untuk mal antik di Rhinebeck.
Di mana itu Rhinebeck?
Seperti yang kukatakan, aku harus pergi.
- Ingatkan aku? - 800.
Kau fokus pada bisnis.
Tak ada dompet?
Aku meninggalkan itu di kereta bersama ponsel dan tasku.
Tapi kartu ATM-mu di hotel,
Dan komputermu bisa "Temukan Ponsel" -mu.
Kau ingat.
Itu bagian dari pekerjaan.
Itu bagus.
Terima kasih.
Senang bertemu denganmu,
Dan melakukan itu.
Oke.
Kau tahu, ini hanya terjadi satu tahun sekali.
Untuk ulang tahunku, yaitu hari ini.
Itu bagus untuk merawat dirimu sendiri.
Jadi aku rasa itu menjadikanmu kadoku.
Aku bukan kado. Aku orang.
Ya, tentu saja. Aku tak bermaksud begitu.
Maafkan aku.
Aku mengira kau orangnya.
Ya Tuhan.
Aku merasa tak enak badan.
- Aku akan panggil 911. - Ini akan berlalu.
- Kau butuh dokter. - Tidak! Pergilah!
Matamu berdarah!
Akhirnya.
Kau tetap disini.
Bagaimana perasaanmu?
Seolah aku mengambang.
- Apa ini terpal? - Hanya itu yang bisa kutemukan.
Kau penyuka luar ruangan?
Bukan. Aku melakukan pengerjaan dinding.
Tukang cat meninggalkan itu.
Aku beruntung.
Aku harap kau tak keberatan. Aku membuat teh.
Aku rasa itu mint.
Itu satu-satunya aroma yang aku kenali.
Mau secangkir?
Tidak sekarang.
Tapi aku mau air putih itu.
Untuk tekan-temanku.
Koreksi jika aku salah,
Tapi bukankah kau baru saja mencekikku,
- Memukulku... - Itu benar.
- Menyindir ereksiku... - Atau kekurangannya.
Ini gadis yang sama?
Kau tahu, aku hargai ini, sungguh.
Kau tak seharusnya tetap disini.
Tak setiap hari kau melihat darah mengalir dari mata seseorang.
Aku ingin melihat bagaimana ini berakhir.
Itu pasti.
Aku punya Aspirin di tasku.
Wiski lainnya akan lebih baik.
Saat kau bisa bangun sendiri, aku akan tuangkan itu untukmu.
Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?
Aku bisa membaca untukmu.
Itu kebanyakan buku sejarah. Biografi.
Dan "Anne of Green Gables".
Mau bagaimana lagi? Aku suka yatim piatu berambut merah.
Ada poster Annie di sekitar sini.
Atau tidak.
Pikiranku sedikit samar sekarang.
Mata berdarah dan sebagainya.
Ya. Ada apa dengan itu?
Reaksi alergi terhadap safron.
Zat yang kau masukkan ke minumanku.
Aku tidak beritahu padamu itu apa?
Tidak. Pesanmu berkata,
"Temukan botol kecil di belakang wiski,"
"Lalu tuangkan itu ke minumanmu."
Menurutmu itu apa?
Bukan safron.
Itu afrodisiak organik.
Yang penting organik.
Aku tidak mengonsumsi Viagra.
Itu seperti mengakui kau resmi sudah tua.
Berapa umurmu?
400 tahun.
Apa?
40 tahun.
Rasanya seperti 400.
Itu benar. Selamat ulang tahun.
Tolong jangan. Itu terlalu menyedihkan.
Boleh aku minta wiskinya sekarang?
Kau bisa bangun?
Tidak.
Pertanyaan berikutnya.
Aku tidak tahu.
Ini kesempatanmu untuk tanyakan John apa saja.
No comments yet. Be the first to leave one.