The first 200 lines.
"Dengan bunga, datanglah musim semi"
"Berdebar, Musim Semi Datang"
"Musim semi sungguh sudah tiba"
"Merah muda ada di mana-mana"
"Ceritakan kisah cintamu"
"Kenangan mendebarkan"
"Sangat memikat"
"Penuh rasa gembira"
"Saat pencuri itu jatuh cinta"
"Banyak pertanyaan berdatangan"
"Itu hari pertama"
"Kisah cinta selalu menarik"
"Lalu ada hal mendebarkan lainnya"
"Saat kamu menantikan suara langkah kaki"
"Makananmu sudah datang"
"Jalan santai yang mendebarkan"
"Apa yang lebih mendebarkan?"
"Menembus angin musim semi"
"Perasaan mendebarkan setelah menerbangkan pesawat"
"Tapi"
"Apa ini mendebarkan?"
"Ini menakutkan!"
"Bukankah ini soal mendebarkan?"
"Tidak semua orang bisa bergembira!"
"Kenapa kamu melakukan ini kepada kami?"
"Kita akan melakukan hal ekstrem, apa hal mendebarkan berikutnya?"
"2 Days 1 Night"
Mari ke tempat yang mendebarkan.
- Kita berangkat! - Ayo.
- Aku kenyang. - Kamu kenyang?
- Se Yoon. - Ya?
Bagaimana berat badanmu bisa turun 5 kg? Aku ingin tahu.
Mentalku lemah,
jadi, kurasa aku gagal.
- Kenapa? - Bicara soal mental.
Contohnya, jika ada yang bilang, "Hei, ayo mengobrol."
"Ada yang ingin kusampaikan sambil minum."
- Aku tidak bisa bilang, "Aku diet." - Kamu tidak bisa menolak.
Jika bilang mau mengurangi berat badan, mereka bilang,
"Katakan saja kamu tidak mau makan denganku."
Ya, aku juga dapat respons itu. Beberapa orang mengatakan itu.
Karena aku tidak berdiet.
Tapi setelah acara ini tayang, mereka akan tahu yang aku lakukan.
Begitu mereka tahu,
mungkin berat badanku bisa turun.
Kamu akan terus berusaha?
- Ya, akan kucoba. - Benarkah?
Targetku kembali ke berat badanku saat memulai debut.
- Berapa berat badanmu saat itu? - Berapa kilogram?
Berat badanku 101 kg.
"Targetnya mengurangi 18 kg"
- 101 kg? - Sampai kapan?
Aku memutuskan tidak menetapkan tanggal.
"Hati-hati saat bicara"
- Itu penting. - Jangan berikan tanggal.
Dari semua hal,
janji adalah sesuatu yang akan kuhindari.
Janji?
Aku menghindari janji.
"Kita kesampingkan pengumumannya"
"Dan pergi jauh untuk mencari hal mendebarkan"
Kita sudah sampai.
Baiklah. Apa ini?
- Apa ini? - Itu kolam.
"Mereka disambut oleh kolam yang manis"
"Hal mendebarkan apa yang menanti mereka di sini?"
- Di sini menyenangkan. - Di mana kita?
- Apa ini? - Apa ini?
Gazebo yang kalian lihat di belakang...
Ukurannya besar.
Bersama dengan kolam yang tenang dan sunyi,
itu menunjukkan seperti apa gazebo Joseon awal.
- Namanya Mujinjeong. - Mujinjeong.
- Mujinjeong? - Mujinjeong?
- "Mujinjeong" - Mujinjeong.
"Saat musim panas berwarna hijau"
"Dan kamu bisa menyejukkan diri dengan pepohonan segar"
"Mujinjeong dianggap salah satu dari delapan pemandangan Haman"
Kita di sini untuk alasan istimewa.
Kalian pernah melihat kembang api?
Yeouido punya festival kembang api.
- Itu meriah sekali. - Ya.
Saat melihat kembang api menghiasi langit malam,
- rasanya menyenangkan. - Benar.
Saat musim semi, di Mujinjeong ini,
mereka mengadakan pesta kembang api versi Joseon
bernama nakhwa nori.
- Nakhwa nori? "Bunga yang gugur"? - Bunga?
Jadi, apa itu?
Kalian pernah dengar tentang itu?
- Belum. - Belum pernah.
- Apa ini? - Apa ini?
Apa ini tali?
- Ada yang tergantung, bukan? - Ya.
Itu disebut tongkat nakhwa yang dilapisi
- dengan bubuk arang. - Begitu rupanya.
Saat menyalakan tongkat itu,
percikan dari bubuk arang
- seperti kelopak bunga berguguran. - Akan jatuh? Nantinya terbang?
Kalian akan melihat api yang indah
- di kolam itu. - Bagaimana bisa menyala sekaligus?
Benar. Siapa yang menyalakannya?
- Apa mereka mencebur ke air? - Tidak bisa dinyalakan sekaligus.
Mereka akan berkeliling
- menyalakan tongkat di atas rakit. - Begitu rupanya.
- Aku yakin itu tampak luar biasa. - Aku penasaran sekali.
Itu mengagumkan.
"Sesaat lagi"
"Kegembiraan mereka meledak"
"Aset Budaya Tidak Berwujud ke-33"
"Nakhwa nori dari Haman"
"Pemandangan magis akan segera terungkap"
Nakhwa nori dari Haman tahun ini
akan ditayangkan di internet.
Dan aku sangat bersyukur bisa mengatakan bahwa
kita diundang ke acara ini untuk menontonnya secara langsung.
- Astaga. - Hari ini?
- Atau... - Benarkah?
- Itu akan terjadi sekarang. - Apa?
Jadi, melalui acara ini,
kita ingin memperkenalkan
kembang api tradisional kita, nakhwa nori, untuk para pemirsa.
- Ini kesempatan bagus untuk kita. - Astaga.
Kalian di sini mewakili publik.
Penting bagi kalian untuk berbagi
perasaan kepada pemirsa setelah menonton acara ini.
Kalian akan ke pusat pelatihan
- dan belajar cara membuatnya. - Pusat pelatihan?
- Ya. Melihat cara pembuatannya - Dan kami akan membuatnya?
dan membuatnya sendiri.
- Aku tidak sabar menontonnya. - Pada tanggal 18 April?
Aku yakin itu akan terlihat cantik.
"Desa Nakhwa"
- Halo. Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
Kami datang untuk melihat dan belajar cara membuat
tongkat ini.
Tentu. Aku ingin tahu apa kalian tahu tentang nakhwa nori.
"Nakhwa". Api yang jatuh.
Tidak. Ini kali pertama kami mendengar soal ini.
- Tentu. - Ya.
Beberapa tempat mengadakan festival ini.
Versi nakhwa nori di Haman adalah yang pertama
ditunjuk sebagai Aset Budaya Tidak Berwujud.
- Benar. - Kami juga punya hak paten
untuk metode kami membuat tongkat nakhwa.
- Kalian juga punya hak paten? - Ya.
"Menyiapkan kayu untuk membuat arang"
"Untuk dibakar menjadi arang..."
"Setelah mendedikasikan serangkaian kegiatan"
"Bubuk arang alami bisa selesai dibuat"
Saat melihat proses nakhwa nori,
kami menyalakan tongkat nakhwa untuk mendoakan kota kami
- dan panen yang bagus. - Itulah alasannya.
Setelah membuat tongkatnya, kami juga menggantung kertas permohonan.
- Itu kegiatan yang menyenangkan. - Begitu rupanya.
Jadi, tradisi ini dimulai dari Era Joseon?
Ya. Dimulai di pertengahan Era Joseon.
Tapi selama era penjajahan Jepang,
- tradisi ini sempat dihentikan. - Begitu rupanya.
Setelah Korea merdeka,
beberapa orang di desa kami
- memulai tradisi ini lagi. - Hanya orang-orang di desa?
Ya. Setelah kemerdekaan kita.
Kami dengar kalian menggantung sekitar 2.500 tongkat nakhwa.
- Mengingat ukuran kolamnya, - Ya.
kami menggantung sekitar 2.500 hingga 3.000 tongkat.
Aku yakin tampak luar biasa
- saat semuanya dinyalakan. - Benar. Aku yakin itu luar biasa.
"Selama 400 tahun"
"Orang-orang di desa telah melindungi budaya ini"
"Untuk memastikan budaya ini terus diwariskan"
"Para penduduk Desa Goehang"
"Membuat 2.500 tongkat nakhwa lagi tahun ini dengan tangan"
"Dari pengambilan bahan sampai pemasangan tongkatnya"
"Butuh lebih dari dua bulan"
"Dan hari ini, mereka selesai memasang sekitar 2.500 tongkat"
- Bisa kamu peragakan untuk kami? - Kalian bisa mencoba membuatnya.
- Tentu. Kami juga akan mencoba. - Baiklah.
Tolong ajari kami.
"Bubuk arang, hanji, kain katun, dan tali jerami"
- Kita harus bekerja berpasangan? - Ya.
Jika tidak bisa melihat mereka, kamu bisa mendekat.
Ambil satu sendok makan bubuk arang.
- Sebarkan. - Satu sendok makan.
- Kamu bisa sebarkan di sini. - Aku suka suaranya.
Tutupi dengan kain.
- Turunkan di sini. - Kain katun.
Bagian bawah ini akan menjadi sumbu.
- Sumbunya. - Agar lebih mudah dinyalakan.
- Itu berfungsi sebagai sumbu. - Itu harus menjulur.
Kita harus menyisakannya.
- Kami tempel di wajah agar lucu. - Saat kamu sebarkan
dengan sendok, jaga tetap datar.
"Tertarik"
- Disebarkan. - Ya.
- Ini penting, bukan? - Ya.
- Lipat. - Kami lipat menjadi dua.
- Lipat menjadi dua. - Lakukan seperti ini.
- Putar ke arah berlawanan. - Arah berlawanan.
- Begitu rupanya. - Seperti ini.
No comments yet. Be the first to leave one.