Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E73-74 NEXT VIU
내사랑 치유기 My Healing Love E75-76 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-25
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 73"

Maaf. Rambutmu tampak mengganggu.

Kamu pasti lelah karena tidak tidur kemarin.

- Chi Yoo. - Aku seharusnya

membiarkanmu tidur saja.

Maaf membangunkanmu.

Kamu bilang

kamu ingin kembali ke 33 tahun lalu,

tapi aku tidak mau.

Aku tidak mau kembali ke saat itu.

Jin Yoo...

Entah takdir apa yang akan kita alami.

Ini seharusnya tidak terjadi.

Aku tahu aku tidak pantas,

tapi aku lupa saat menatapmu.

Aku

bisa menjadi apa untukmu?

"Asuransi Otomotif Cepat"

Aku

bisa menjadi apa untukmu?

Apa ini?

Kenapa aku merasa seperti ini?

Ada apa denganku?

Hai.

Maaf mengganggumu semalam ini.

Terjadi sesuatu dalam perjalanan kami kemari.

Terjadi sesuatu?

Ya.

Mobil kami mogok saat mencoba menghindari rusa.

Astaga.

Begitu rupanya.

Sayang.

Masuklah.

Kami sangat minta maaf karena datang semalam ini.

Tidak apa-apa.

Ini masih pagi bagi kami karena perbedaan waktunya.

Jangan cemaskan itu.

Terima kasih.

Aku

mendengar mengenai kecemasanmu

terkait berita mengenai Grup Hansoo.

Kecemasanku?

Itu sopannya.

Maaf,

tapi ini bukan tipe grup atau keluarga

yang kubayangkan bekerja sama denganku.

Maaf sudah membuatmu cemas dengan masalah itu,

tapi saat bicara kepada media,

kami mencoba melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan

proyek kolaborasi ini dengan sukses.

Tidak apa-apa, Pak Choi,

tapi pikiranku belum begitu tenang.

Dia sangat menyukai grupmu

karena tidak ada masalah di antara anggota keluarganya.

Keluarga tidak memperebutkan penerus perusahaan.

Bukankah kedatangan kami kemari

membuktikan itu?

Pak Choi

telah menjadi kakakku sejak 33 tahun lalu.

Tidak ada alasan bagi kami untuk memperebutkan hal itu.

Maaf aku tidak mengerti.

Lalu, apa yang terjadi kepada ibumu?

Aku mendapat informasi bahwa dia ditahan.

Untuk itu...

Bu Heo dari Grup Hansoo

bekerja sama dengan penyelidikan polisi

dengan mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lampau.

Dia juga

sudah meminta maaf kepada korbannya.

Aku tidak percaya keluarga hanya menikmati

kesenangan atau saat bahagia bersama.

Silakan lihat

bagaimana keluarga kami dan Grup Hansoo menangani masalah ini.

Kami tidak akan mengecewakanmu.

Jika kamu memercayai kami dan melanjutkan kolaborasi,

kami akan berusaha keras membalas kepercayaanmu.

Tolong pikirkan para pelanggan yang menunggu barang kita.

Apa isi tas itu?

Sepertinya itu tas kamera.

Ya.

Ayahku

membeli ini sebagai hadiah untukku saat aku masuk kuliah.

Seperti kamera menangkap

waktu yang tidak bisa kita pertahankan,

dia berkata jangan membuat waktu dengan malas

dan hargai tiap momen.

Itu nasihat yang bagus.

Bolehkah aku melihatnya?

Silakan.

Sayang.

Kamera ini

- Sama dengan milikku. - sama dengan milikmu, ya.

Dia mengambil banyak foto

ibunya saat dia melawan kanker dengan kamera ini.

Begitu rupanya.

Aku belum mengeluarkan kamera itu sejak dia meninggal.

Selama aku di Korea,

bolehkah aku meminjam ini?

Aku ingin mengambil banyak foto Korea dengan kamera ini

dan membawanya ke makam ibuku.

Saat masih hidup,

dia sangat ingin kembali ke tanah airnya.

Tentu saja.

Silakan.

- Aku pulang. - Ya, kami bercerai.

Aku memprosesnya karena tidak mau membebani Chi Wo lagi.

Apa? Kalian bercerai?

Kamu dan Chi Woo bercerai?

Kenapa? Bisa-bisanya kamu...

Bisa-bisanya putra ibu bercerai tanpa membicarakannya dengan ibu?

Kamu tahu sekeras apa usaha ibu membujuk Chi Woo kembali.

Untuk apa aku membicarakan perceraianku dengan Ibu?

Aku tahu Ibu akan marah. Bagaimana bisa kubicarakan dengan Ibu?

Kamu serius?

Kenapa kamu memutuskan masalah sepenting ini sendiri?

Kamu sangat ingin menghancurkan hidupmu?

Hentikan.

Kenapa kita harus menghentikan ini?

Haruskah kita bilang dia hebat, lalu melupakan ini?

Ayah bilang diam.

Di mana kamu saat ini terjadi?

Kamu menjaganya seperti ayah mertua terbaik.

Kenapa kamu gagal membujuknya kembali dan membiarkan dia pergi?

Putraku bercerai karena dia melakukan kesalahan.

Aku tidak bisa menghadapinya karena menyesal dan malu.

Bagaimana bisa aku mencoba menghentikannya pergi?

Memangnya kenapa jika kamu sedikit malu?

Tidak sulit sekali tidak tahu malu. Kenapa kamu tidak bisa?

Kita harus mengurus putra kita lebih dahulu.

Astaga, kamu menyebut Pak Choi tiap hari.

Kenapa kamu tidak pernah mengunjunginya?

Aku tidak peduli kamu berlutut dan memohon sampai lelah.

Bukankah setidaknya kamu harus mencoba?

Kamu pantas disebut ayah?

Kurang ajar.

Masih ada

yang ingin kukatakan.

Sebenarnya,

aku tidak pernah mempersiapkan diri untuk sekolah hukum.

Tidak pernah sekali pun.

- Apa? - Aku tidak belajar untuk itu.

Aku tidak pernah mengikuti ujian pengacara juga.

Apa maksudmu?

Apa maksudmu? Katamu kamu gagal delapan kali.

Lalu, ujian apa yang kamu maksud?

Maaf. Aku berbohong kepada kalian.

Park Wan Seung.

Aku membuat burger dan menjualnya dari truk makanan.

Apa? Truk apa?

Sudah lima tahun aku mengemudikan truk itu.

Itu tidak...

Itu tidak begitu berhasil,

- tapi aku punya pelanggan sekarang. - Apa?

Apa?

Diam.

Maafkan aku

karena putra sulung kalian menyedihkan,

tapi aku akan melanjutkan usaha truk makananku.

Apa?

Kamu tidak akan pernah mengemudikan truk itu lagi.

Kamu tidak akan pernah mengemudikan truk itu lagi!

Bisa-bisanya kamu menyerah masuk sekolah hukum?

Kamu tidak tahu apa artinya itu bagi ibu?

Kamu tahu itu berarti segalanya bagi ibu. Kenapa kamu berbohong

tanpa menunjukkan emosi? Teganya dirimu.

Kalau begitu,

bagaimana dengan semua surat laporan nilai itu?

Kamu memalsukan surat bahwa kamu lulus tahap pertama?

Semuanya palsu?

Ibu,

Ibu tahu perasaan Chi Woo, bukan?

Apa?

Saat Chi Woo memintaku jujur kepada kalian,

aku seharusnya memberi tahu kalian.

Setelah diingat-ingat lagi, tidak ada yang nyata dalam hidupku.

Entah itu kebohongan atau penggantian.

Aku tidak tahu harus bagaimana denganmu.

Dasar tidak berguna.

Sungguh putra kurang ajar! Teganya kamu melakukan ini!

Kamu tidak tahu sekeras apa ibu mencoba membesarkanmu?

Bisa-bisanya kamu membohongi ibu seperti ini.

Maafkan aku, Ibu.

Aku akan hidup dengan jujur mulai sekarang. Ya?

Kenapa kamu merendahkan moralmu?

Kenapa kamu merendahkan moralmu?

Apa yang kamu pikirkan bertahun-tahun ini?

Ibu tidak bisa hidup seperti ini.

Penghasilan kita hanya 50 persen dari tahap pertama produksi.

Kita memutuskan melanjutkan sisanya tergantung dari penjualan.

Ya.

Ayah, tolong jangan cemas.

Ya. Aku akan mengunjungi Ayah di rumah sakit besok. Selamat malam.

Ayah senang.

Kurasa dia sangat cemas.

Ya. Aku sangat lega itu berjalan lancar.

Mau mendengarkan musik?

- Ya. Kamu mau mendengarkannya? - Ya.

Ini laporan lalu lintas terkini.

Secara keseluruhan, jalan raya tidak ramai.

Di Jalan Tol Yeongdong, tampak ada...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left