The first 180 lines.
♔ Follow My Instagram @skysoultan ♔
♔ Follow My Instagram @skysoultan ♔
Lou Shan Guan, Mi Mi-mu.
Nona Chen.
Kemajuan sampai mana?
Laporkan dulu.
Sumber rumah sudah ditemukan.
Sumber rumah sudah ada, bawa aku pergi lihat.
Kenapa masih menunda?
Tapi pemilik rumah masih butuh beberapa hari.
Rumah sudah ketemu.
Pemilik rumah tidak ketemu.
Kamu bisa tidak?
Jika tidak bisa, aku cari orang lain.
Bisa, bisa, ini baru berapa hari?
Bukannya kamu bilang satu bulan?
Baik, tidak masalah, Nona Chen.
Aku bilang padamu...
Maaf.
Sudah semalam ini masih memintamu kemari.
Karena aku hari ini tugas malam, tidak bisa keluar.
Aku rela klien
setiap malam mencariku lihat rumah.
Dicari untuk beli rumah itu hal baik.
Kamu ganti tempat kerja?
Aku ganti kerja.
Setelah aku lahirkan anak kedua, aku pindah.
Tidak berdaya, dua anak,
membuat tekanan sangat besar.
Benar.
Sebenarnya, aku sedikit tidak rela,
meninggalkan rumah sakit sebelumnya.
Tapi kamu juga tahu,
karena pendapatan rumah sakit swasta tidak tinggi.
Aku tidak takut kelelahan.
Tapi tempatku sekarang,
suasananya lumayan,
fasilitas juga lumayan.
Satu minggu sama dengan bekerja 4 hari,
ada banyak waktu menemani anak.
Lingkungan ini sungguh bagus.
Dokter Gong.
Kali ini Anda ingin mengganti
rumah yang lebih besar, 'kan?
Sebenarnya 2 kamar sudah cukup.
Tapi aku berharap usahakan,
dekat dengan rumah sakit.
Yang paling penting,
aku ingin ganti distrik sekolah.
Mengerti.
Tapi distrik sekolah yang bagus pasti mahal.
Kalian dulu pernah kredit rumah,
jika beli rumah lagi,
uang muka akan jadi 60%.
Aku sudah pernah dengar ini.
Tapi aku pikir,
bagaimanapun anakku ada dua.
Jika aku berinvestasi pada rumah di distrik sekolah,
nilai gunanya masih sangat tinggi,
juga lebih menguntungkan.
Aku mengerti.
Aku akan segera siapkan beberapa rumah
untuk Anda lihat.
Baik, tolong bantuannya, ya.
Dokter Gong, kasur 6 memanggil.
Baik, kamu tunggu sebentar.
Aku pergi lihat dulu.
Peter.
Pagi, Kak Jian.
Pagi.
Peter.
Ponselmu itu
bisakah diatur jadi getar?
Semalaman.
Kamu berbisnis satu nota,
membuat satu rumah ikut begadang.
Apa bisa tidak marah?
Maaf, Kak Jian.
Redakan emosi.
Kenapa kamu berikan Wang Lao Ji-ku?
Perusahaan yang bagikan.
Nona Chen terburu-buru lihat rumah,
dia terus mendesakku.
Dia bilang jika aku tidak bisa,
dia akan cari orang lain.
Mengerti, mengerti.
Klien wanita,
memang sulit dilayani.
Klien wanita yang cantik lebih sulit dilayani.
Klien wanita cantik yang menelepon di tengah malam,
dan mengirimkan pesan untukmu,
lebih sulit dilayani.
Contohnya Nona Chen-mu itu
dan Miao Yi Yi-ku,
semuanya sejenis.
Kita berdua berbeda.
Nona Chen-ku ini artis.
Aku pernah menemuinya.
Kamu bahkan tidak pernah bertemu Miao Yi Yi.
Berbeda.
Tidak bertemu, apa tidak bisa bayangkan?
Kamu lihat.
Bibi Miao sudah berumur,
masih mempesona.
Niu Niu juga sangat cantik.
Apa Miao Yi Yi bisa kalah?
Apa maksudmu?
Saat Bibi Miao muda,
dia pasti juga sangat cantik.
Kamu pernah lihat?
Imajinasi.
Jangan ribut.
Sekarang kamu sudah sampai tahap apa?
Belum mendapat nomor telepon pemilik rumah.
Aku ketuk rumahnya juga tidak dibuka.
Belum mendapat nomor telepon pemilik rumah?
Aku sudah berusaha.
Ini, bagaimana bukanya?
Aku tidak pernah minum.
Kak Jian ada jurus apa?
Sini.
Cara sudah kuberitahu,
mobil, tidak kupinjamkan.
Kamu tidak pinjamkan, aku cari Bibi Xu.
Kak Jian, terima kasih caranya.
985, cepat.
Segera, segera.
Kamu...
Tunggu aku!
Atas utara, bawah selatan.
Jadi kita harusnya belok sini.
Kita sekarang di sini.
Benar, ke arah sini.
Ini distrik yang matang.
Fasilitas sekitar sangat lengkap.
Alasan utama merekomendasikan
distrik ini karena ada taman kanak-kanak
bilingual swasta.
Jika ingin anak masuk TK swasta,
maka jarak dengan SD ternama sangat dekat.
Kamu antar jemput anak,
bisa diantar sekaligus.
Menghemat banyak waktu.
Dan rumah yang akan kita lihat nanti,
status siswa mereka tidak pernah digunakan.
Benarkah?
Tahun ini tandatangani daftar penduduk anak pertamamu,
tahun depan sudah bisa sekolah
di SD ternama di depan.
Terima kasih, Xiao Fang.
Begitu ingin lihat rumah,
kami langsung terpikir kamu.
Lihat gambarmu ini,
sangat rinci.
Terima kasih atas perhatian kalian padaku.
Dapat memilihkan rumah untuk kalian
adalah keberuntunganku.
Sebelah sini, 'kan?
Benar, lewat sini.
Rumah ini tipe tengah,
tembus selatan-utara.
Kedua kamar punya toilet.
Ini toilet tamu.
- Toilet tamu? - Benar.
Ini kamar kecil menghadap utara.
Gong Bei Bei.
Kenapa ini hanya dua kamar?
Aku rasa 2 kamar sudah cukup.
Kita berdua 1 kamar,
lalu 2 anak kita 1 kamar.
Jika butuh pembantu,
kita cari pekerja paruh waktu saja.
Bagaimana bisa cukup?
Ayah ibuku tinggal di mana?
Sini, kemari.
Dua kamar tidak cukup.
Kecilkan suaramu.
Bukan, jika memang ingin ganti,
aku merasa sebaiknya ganti 3 kamar.
Jika hanya 2 kamar,
No comments yet. Be the first to leave one.