The first 200 lines.
"Episode 9"
Selesai.
Kakak pandai membuat barang dari kertas.
Apa lagi yang harus kakak buat?
Lupakan saja.
Aku merindukan Ayah.
Ayah tidak pulang juga malam ini?
Detektif dan wanita itu mencarinya, jadi, bersabarlah.
Kalau begitu, bagaimana jika kita menunggunya di halte bus?
Kita lihat apakah Ayah ingat harus membeli ayam.
Sa Rang.
Cepatlah.
Sa Rang, tutup matamu.
Kenapa?
Lakukan saja.
Sudah?
Tunggu.
Kak, sudah?
Tunggu saja.
Sudah selesai. Buka matamu.
Ini.
Astaga!
Apa ini?
Saat merindukan Ayah, kita lihat itu dan menunggu, ya?
Baiklah.
Ayah di mana?
Kami sangat merindukan Ayah.
Ayah harus bergegas.
Pasien Seo Bin Hee di lantai tiga,
silakan datang ke ruang tamu di lantai satu.
Awalnya para perawat terkejut.
Mereka masuk untuk memeriksanya dan melihat gambar-gambar ini.
Jadi, mereka membawakannya kertas.
Dia menggambar hal yang sama sejak saat itu.
Kalau begitu,
apa keponakanku sudah sadar sepenuhnya?
Dia mengalami PTA.
PTA?
Selama kecelakaan itu, lobus temporalisnya cedera.
jadi, dia mengalami amnesia pascatrauma.
Jadi,
kemungkinan dia tidak ingat apa pun.
Anda mengenalnya?
Kenapa memangnya?
Melihat caranya terus menggambarnya,
dia pasti sangat penting baginya.
Jika dia melihat wanita itu,
itu akan sangat membantu mengembalikan ingatannya.
Baik, aku mengerti.
Aku akan cari tahu soal itu.
Hei.
Apa kamu
benar-benar tidak mengenaliku?
Eun Dong Joo!
Aku benar, bukan?
Itu nama aslimu.
Jawab aku.
Kamu Eun Dong Joo,
bukan?
Apa maksudmu?
Tunggu.
Ulangi perkataanmu tadi.
Kamu pikir aku siapa?
Eun Dong Joo. Itu nama aslimu.
Benar, bukan?
Jangan bilang kamu lupa namamu sendiri.
Kamu Eun Dong Joo, bukan aku.
Kumohon. Katakan yang sebenarnya.
Itu karena anak-anak.
Anak-anak telah menjadi yatim piatu...
Ada apa ini?
Kenapa sikapmu kasar dan ocehanmu
juga sangat mengganggu sekali?
Bukan begitu. Maksudku,
Lee Sung Wook tiba-tiba menghilang...
Cukup.
Jangan ikut campur lagi.
Maafkan aku.
Aku harus menyelidiki sesuatu, jadi, aku menghargai kerja samamu.
Jika bersedia, kita bisa ke tempat lain.
Apa maumu?
Kenapa kamu terus menggambar dia?
Aku tidak pernah
menyukaimu seumur hidupku.
Lebih buruk lagi,
kamu membuatku jijik dan membuat darahku mendidih.
Kamu harus sadar diri.
Kamu belum dewasa.
Kamu menghasut seorang gadis muda dan menghancurkan hidupnya.
Sekarang,
kamu menabrak mobilnya dan menjadi mayat hidup.
Yang kumiliki untukmu hanyalah kebencian.
Kamu tahu apa dosamu?
Jika dunia tidak membantumu dengan situasimu,
kamu harusnya berusaha sekuat tenaga untuk menjadikannya lebih baik.
Beraninya kamu menyeret putriku ke dalam kesengsaraanmu?
Seolah itu belum cukup,
kamu bahkan memegang tangannya sekarang.
Jika punya sedikit hati nurani,
kamu bisa cukup menggodanya,
tapi seharusnya kamu tidak menghancurkan hidupnya!
Jadi, tolong lupakan dia.
Lupakan dia.
Lupakan dia.
Lupakan dia!
Ada apa?
Aku dalam masalah.
Polisi tahu namaku.
Bagaimana? Bagaimana mereka bisa tahu?
Mereka bilang Lee Sung Wook menghilang
dan bertanya apakah aku ibu anak-anaknya, Eun Dong Joo.
Tenanglah.
Kamu harus tenang di saat seperti ini.
Ibu, kumohon!
Tunggu sebentar.
Katakan saja yang sebenarnya.
Jika kamu membohongi mereka,
mereka akan tahu.
Apa yang rencana Ibu?
Hanya ada satu jalan keluar.
Tunggu.
Baiklah. Bisakah kita mulai?
Apa yang membuatmu penasaran?
Ini adalah masalah pribadi.
Kita bicara empat mata saja.
Tidak.
Tidak ada yang kusembunyikan darinya.
Meski dulu ada yang kusembunyikan,
aku tidak mau lagi seperti itu.
Baiklah, kalau begitu.
Aku akan bertanya.
Pertama,
kamu mengenal Lee Sung Wook, bukan?
Ya.
Aku mengenalnya.
Sa... Sabina.
Lihat? Apa kubilang?
Lihat ini.
Selama acara di Galeri Callas,
dia membuat keributan
di depanmu.
Ada apa?
Itu bukan apa-apa. Dia menerobos masuk dan...
Dia menyebutku
Eun Dong Joo.
Dia juga bilang aku ibu Mid Eum.
Ibu Mid Eum?
Jadi, aku benar. Itu berarti semuanya benar.
Ayolah.
Aku hanya frustrasi.
Anak-anak bahkan tidak tahu ayah mereka hidup atau mati.
Diamlah.
Pagi ini, kamu pergi ke rumahnya di bukit
di Paran-dong, bukan?
Kamu bertemu dengan si bocah itu, Mid Eum.
- Tunggu. - Kamu benar.
Semua itu benar.
Aku bertemu
dengan putranya.
Apa yang terjadi?
Kenapa kamu ke sana?
Kalau begitu, kamu pasti sudah melihat ini juga.
Ya.
Tentu saja.
Kalau begitu, kamu mengakui
bahwa ini
kamu?
Ya.
Kalau begitu, aku punya pertanyaan terakhir.
Apa hubunganmu dengan Lee Sung Wook?
Apa yang dia katakan benar?
Kamu mantan istri yang menelantarkan anaknya 12 tahun lalu
serta ibu kandung
Mid Eum?
Semua yang kamu katakan tadi
benar.
Aku mengenal Lee Sung Wook.
Aku bertemu putranya pagi ini.
Serta
wanita di gambarnya adalah aku.
Jadi,
kamu mengakui bahwa kalian pernah menikah?
Apa dia mantan suamimu?
Ya...
Begini...
Lee Sung Wook
adalah...
Seorang penguntit.
Aku bergegas datang setelah menerima telepon darinya.
Aku memang akan menelepon polisi.
Waktu yang tepat.
Tunggu. Apa katamu?
- Dia penguntit? - Ya.
Kali pertama kami bertemu dia dua tahun lalu.
Setelah melihatnya di televisi, dia mendekatinya.
Entah semirip apa mereka,
tapi dia selalu bilang putriku ini mantan istrinya
dan telah menyiksanya sejak itu.
Itu konyol.
Dia ayah yang baik bagi anak-anaknya.
No comments yet. Be the first to leave one.