Specials

Release info

이번 생은 처음이라ㅡtvN's This Life is Our First E12 171114 HDTV H264-NEXT
A Commentary by Artha Regina
TLIOF E12

Tags

HDTV
hdtv
HD
Published on: 2017-11-14
Downloads: 50
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 194 lines.

Itu mana bisa dinamakan ciuman.

Aku mengerti, aku memang payah.

Ya, tepat sekali.

Ciuman...

...harusnya seperti ini.

Sekarang kau sudah mengerti?

Atau...

Haruskah kita melakukannya lagi?

Ya, lagi.

Ji Ho-ssi?

Ponselmu bunyi.

Ji Ho-ssi.

Ji Ho-ssi.

Ponselmu./ Ya.

Ya, Bu. Ada apa?

Apa lagi? Kalian kemana?

Kalian tak pulang?/ Ya dimana lagi?

Kami lagi di pantai.

Kami lagi apa di pantai? Ya kami lagi melihatnya.

Ya. Baiklah.

Sampai nanti. Ya.

Apa kita harus pulang?

Ya.

Tapi sepertinya kau terlalu marah sama ibumu.

Aku? Kapan?

Suaraku memang semakin nyaring kalau bicara pakai logat.

Waktu aku masih kuliah dulu, teman-temanku pada bertanya...

...kenapa aku sangat marah saat bicara sama ibuku lewat telepon.

Benar juga.

Dari yang kuperhatikan hari ini, orang-orang sini...

...mengubah konsonan lemah menjadi konsonan aspirasi...

...atau konsonan keras.

Misalnya, "baiklah" kedengarannya seperti "baiklah".

Terus, "aku akan melakukannya" menjadi "aku akan melakukannya".

Apa kau sudah menganalisisnya?

Ya. Aku harus mengerti itu biar bisa buat kimchi.

Dan. Aku juga perhatikan kalau "manis" jadinya seperti ini.

Kapan kau mengerti itu?

Apa para ibu-ibu itu menggodamu dan memanggilmu "manis"?

Tidak.

Bukan aku. Tapi Ji Ho-ssi.

Mereka bertanya padaku...

...apa menurutku kau itu cantik.

Ayo. Nanti ibumu telepon lagi.

Apaan, coba?

Kalimatnya belum dia selesaikan.

Kalau begitu, kami pamit pulang.

Juga, terima kasih kimchi-nya.

Ya. Selalu...

...berhati-hati akan lalu lintas, orang...

...dan perang.

Jika ada apa-apa...,

...langsung saja kemari.

Jika ada perang, Seoul-lah pasti tempat pertama perang terjadi.

Jangan menunda waktumu disana...,

...langsung saja kemari./ Pulanglah.

Besok kalian 'kan harus kerja.

Menantu mau kemana?

Ya, kami harus pulang sekarang.

Masuklah lagi kau. Mereka ini sibuk.

Bukan kau saja yang sibuk. Aku juga.

Kalau mau pulang, kau harus minum ini.

Jika tidak, kau tidak bisa pulang.

Tidak perlu. Aku harus berhenti minum.

Aigoo. Kau barusan menolak minuman dari orang tua?

Sudah. Puas?

Tapi itu bukan untukmu.

Dengar, ya.

Jika Paman mengganggu suamiku lagi...,

...menantu Paman...

...akan kumasukkan...

...ke gentong miras.

Paham?

Siapa juga yang mengganggunya?

Masuk saja sana!

Kami pulang, ya.

Sampai jumpa./ Ya.

Hati-hati./ Kami akan mengantar mereka.

Kami nanti kesini lagi./ Ya.

Ji Ho, dah./ Ya.

Sudah lama sejak kau terakhir melawan Paman itu.

Kenapa? Apa dulu pernah terjadi sesuatu sebelumnya?

Ya. Dulu...,

...ada anjing liar yang biasa dirawat sama Ji Ho Noona.

Tapi Paman itu malah mengambil anjing itu buat dipiara.

Apa? Jangan bilang anjingnya mau dimakan sama dia.

Itulah alasannya.

Terus?

Ya apa lagi? Ji Ho Noona langsung...

....menyalakan mesin penyiang tanah punya Paman itu dan membawanya ke dermaga.

Terus dia memaksa Paman itu buat melepaskan anjing itu.

Unni.

Daebak.

Itu 'kan sudah dulu.

Jika kakakku bertekad, tekadnya itu pasti terwujud.

Kau kini akan terikat selamanya dengan dia, Kakak Ipar.

Lihat-lihat menyetirnya.

Iya.

Terima kasih, jaga diri kalian.

Pergilah./ Ya.

Hati-hati.

Ya. Pulanglah.

Permisi./ Permisi.

Apa kita pulang sekarang?

Kenapa?

Kurasa Ji Ho Unni sama Se Hee agak sedikit aneh.

Apanya?

Mereka kelihatan...

...naif.

Mereka 'kan pengantin baru. Wajar mereka seperti itu.

Bukan seperti itu.

Rasanya seperti saat kita baru mulai berkencan.

Apa maksudmu? Mereka itu sudah menikah.

Ayo pergi, aku kedinginan.

Tapi pasangan yang sudah menikah takkan pernah memasang wajah seperti itu.

Kursiku disini.

Kau di belakang, 'kan?/ Ya.

Aku di sana.

Apa aku harus bertanya ke orang di sebelahmu...

...biar dia bisa tukaran tempat duduk?

Tidak usah.

Kita tinggal duduk saja di tempat yang sudah ditetapkan.

Kurasa minta tukaran tempat duduk itu...

...tak baik menurut anggapan orang.

Mungkin ini tak penting, tapi sulit untuk menolak.

Ya. Kalau dipikir-pikir, kau ada benarnya juga.

Dalam drama dan film-film saat aku melewati masa kecilku...,

...berciuman itu merupakan suatu bagian dari akhir yang bahagia.

Namun...,

...kini aku mengerti kenapa ciuman itu harus menjadi inti dari akhir yang bahagia.

Kisah sebenarnya dimulai setelah ciuman.

[Jaga diri dan hiduplah dengan baik, tapi jangan pernah jatuh cinta lagi.]

Dan orang-orang...

...tidak ingin menonton kebenarannya.

Karena kisah nyata...

...bisa sangat menyakitkan dan kelam.

Ciuman maupun pernikahan...

...bukan berarti itu akhir yang bahagia dalam kehidupan nyata.

Drama antara pria itu dan aku kini baru bermula.

Dan...

...keinginanku pun...

...kini baru bermula juga.

Gawat ini.

Semua sel romantisku di dalam diriku...

...mulai membuncah.

Halo./ Halo.

Aigoo. Kalian baru pulang pagi subuh?

Kami barusan pulang dari rumah orang tuaku.

Masuklah.

Hati-hati./ Sampai jumpa.

Kabarmu baik?

Kami pulang cepat, 'kan?

Kau harusnya tadi tak usah pulang.

Kau 'kan jarang pulang kampung.

Tidak, aku harus kerja.

Bok Nam tukaran jam kerja denganku.

Walau begitu, kau harus tidur dulu, walau cuma sebentar.

Ya.

Aku sudah bersenang-senang membuat kimchi.

Pantainya juga.

Ya. Aku juga.

Masuklah duluan.

Tidak, kau saja yang duluan.

Tidak, aku harus melihatmu masuk dulu.

Baiklah kalau begitu.

Kalau dipikir-pikir...,

...tak ada foto kami yang pas.

Sudah tidur?

Tidak, belum.

Ada yang ingin kutanyakan.

Kenapa kau melakukannya?

Kenapa kau bertanya padanya?

Saat para ibu-ibu bertanya apa menurutmu aku cantik...,

...kau bilang apa ke mereka?

Aku bilang ke mereka, kalau kau cantik.

Andai kami bisa tidur bersama...

...di satu ranjang.

Kenapa? Aku ini kenapa?

Jorok sekali pikiranku ini.

Aku sudah berangkat kerja. Panaskan supnya sebelum dimakan.

Ini. Kau mau kemana?

Ke kebun binatang.

Jawabnya yang lengkap.

Aku mau ke kebun binatang.

Terima kasih.

Bilang terima kasih./ Terima kasih.

Itu mobilnya datang.

Ayo.

Halo./ Halo.

Halo./ Baik-baik di sekolah.

Sampai nanti.

Turuti apa kata guru./ Sampai jumpa.

Jangan menangis.

Sampai nanti.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left