The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
12 HARI SEBELUMNYA
Dua Black Russian.
Ya?
Dia juga putraku. Aku bisa bertemu dia semauku.
Aku tak lakukan apa-apa padanya. Kau gila, ya?
Þór, jangan biarkan ini merusak malam kita.
Maaf, Sayang.
Wanita sialan itu. Seharusnya aku tak jawab teleponnya.
Hai.
Hai.
Bisa bicara sebentar?
Apa? Tentu.
Mungkin di dalam? Di luar dingin.
Ya.
- Kau dari gym, atau...? - Aku dari kolam renang.
Bukankah kolam renang penuh lansia pada jam-jam ini?
Ada ruang untukmu di kolam?
Kata, ponselmu.
Kata?
Kata, kau di sini?
Apa? Kau merindukanku?
- Tidak, ini tentang Kári. - Oh? Apa masalahnya?
Aku hanya khawatir. Kurasa dia mulai minum alkohol.
Kenapa kau pikir begitu?
Karena aku mengundang teman makan malam akhir pekan ini.
Aku berniat hidangkan cognac setelah makan,
tapi botolnya setengah kosong. Ada yang minum setengahnya.
Aneh. Kau yakin bukan kau yang minum lalu lupa?
Tidak, bukan begitu.
Dan lagi, dia keluar tiap malam dengan teman-teman yang tak kukenal.
Hanya bermalas-malasan. Dia tak pernah membaca.
Usianya 16 tahun dan baru masuk SMA.
Dia bertemu banyak orang baru. Kau bagaimana saat seusia dia?
Hei, jangan ganti topik.
Ini bukan tentang aku, tapi tentang Kári.
- Jangan terlalu kuno. - Kuno? Apa maksudmu?
Kau mungkin tak memerhatikan, tapi dia banyak berubah.
- Maaf. Apa maksudmu? - Bukan apa-apa.
- Bahwa aku tak memerhatikannya? - Tidak.
- Tentu tidak. Ini seperti biasa. - Kata, jangan anggap ini...
- Kenapa kau seperti itu? - Apa?
- Serius? Ini caramu... - Kau bilang sesuatu?
Kantor!
Bisa kita bicara dengannya?
Tentu, aku bicara padanya malam ini.
Tidak, bisa kita bicara padanya?
Ya. Ayo bertemu di sini malam ini.
Akan kukunci pintu.
Hei! Sedang apa kau?
- What? - Apa tak lihat area ini ditutup?
- Ya, tapi... - Tak lihat pitanya?
Apa yang terjadi?
Kau harus mengawasi stafmu.
Jangan biarkan mereka masuk area terlarang.
Mereka bisa dituntut karena mengkontaminasi TKP.
- Aku hanya mengambil... - Dia bercanda, Kiddi.
Bisa kau berkomentar?
Apa ada pembunuhan?
Aku tak bisa komentar, Selma.
Satu komentar saja, Kata?
Kata?
Tóti, bisa berdiri di dekat pita?
Identitasnya diketahui?
Tak ada dompet. Tak ada KTP. Setidaknya sepuluh luka tikaman.
Waktu kematian?
Dua puluh empat jam. Sulit tahu persisnya karena es.
- Míró masih di sini? - Ya, penerbangannya malam ini.
Bagus. Aku tak mau menunggu dua minggu untuk autopsi.
Percikan darah mengindikasikan pembunuhnya dekat saat menikam.
Astaga, kenapa matanya?
Mengerikan.
Tunawisma?
Mungkin. Ada bekas jarum di kedua lengannya.
Oh? Maka kita tahu orangnya.
Pidatomu sudah siap?
Kau tahu pengarahan untuk departemen dijadwalkan hari ini.
Bisa kita fokus pada ini?
Aku tahu ini siapa.
Buka!
- Ini polisi! Buka pintunya! - Buka pintunya atau kami dobrak!
- Kau sendirian? Ada orang lain di sini? - Tidak! Biarkan aku! Tidak!
Tidak!
- Tunjukkan tanganmu. Berikan tanganmu. - Lepaskan. Kau menyakitiku.
- Jadi, tenanglah. - Kau menyakitiku. Aku tak bersalah.
Dia bersenjata?
Tidak, dia tak membawa senjata. Dia bersih. Tenanglah!
Kau menyakitiku. Tolong bantu aku!
Íris.
Íris, dengarkan aku.
Íris, tunggu. Apa yang terjadi pada Þór?
Ayolah, Íris. Íris!
- Tolong aku! - Dengar, apa yang terjadi pada Þór?
Íris?
Ini percuma.
- Bawa dia ke kantor polisi. - Kami akan membalikkanmu.
Ayolah.
Ya.
Apa ada yang bisa kubantu?
Tidak, bawa saja dia ke kantor dan ambil sampel.
Masukkan dia ke sel. Dia harus sadar sebelum aku bicara padanya.
Baiklah.
ÞÓR INGIMARSSON
Hai.
Hai, Kata.
- Kau menanyai gadis itu? - Íris?
Ya.
Tidak, kondisinya tidak pantas untuk interogasi.
- Menurutmu dia pelakunya? - Entahlah.
- Mungkin ini terkait utang? Narkoba? - Mungkin. Aku akan cari tahu nanti.
Tapi, Magnús, aku butuh orang. Kita harus periksa rekaman CCTV...
Ya, Helga dan Erlingur akan membantu.
Baik, bagus.
- Aku punya kasus sendiri. Aku tak sempat. - Kerangka 30 tahun bisa menunggu.
Ini kasus prioritas.
Bagaimana dengan foto yang kita berikan pada pers?
Pasti ada yang mengenali kalung atau macisnya.
- Magnús, kita harus tindak lanjuti ini. - Jika hal baru muncul.
Sementara ini, bantulah Kata.
Helga, bisa kita bicara?
Hai.
Hai.
Bisakah kau berikan semua yang kita punya tentang Þór Ingimarsson?
- Korban? - Ya, dia punya catatan kejahatan.
- Baiklah. - Tunggu.
Lalu, periksa rekaman CCTV dari pelabuhan dan sekitarnya.
Kata.
- Halo. - Hai. Kau ada waktu?
- Sekarang? - Kau dengar soal pembunuhan itu?
- Ya. Sial. - Temui aku di tempat biasa.
Yah... Baiklah.
Terima kasih.
Hei, Jagoan.
Baiklah.
Bagus.
- Jaket baru? - Ini?
Baju bekas.
Harus berpakain sesuai peran, kau tahu?
Apa yang kau tahu tentang Þór?
Di mana dia dapat uang? Apa dia mengimpor?
Þór itu berengsek. Atau, dulunya. Tergantung cara pandangmu.
Apa benar dia ditikam 50 kali?
- Dia punya utang? - Tidak. Dia bukan siapa-siapa.
Makanya ini aneh.
Dia pria aneh. Tak pernah bekerja.
Dulunya pengedar kecil-kecilan. Sok Jago.
Tak ada yang layak dibicarakan. Tiba-tiba, belakangan ini:
Dia hidup bagai raja. Semua uang itu berbau busuk.
Dia mengedar lagi?
Tidak. Tak terlalu banyak.
Dia terlalu malas untuk itu. Dia berengsek.
Contohnya, mantan istrinya bisa memberitahumu sampah macam apa dia.
Baiklah.
Itu bukan kejutan.
Apa kau tetap berhubungan dengan Þór?
Ya, aku bicara padanya kemarin malam
dan kusuruh untuk tidak mendekati putra kami lagi.
Terakhir kali dia kunjungi Þór, putraku pulang teler habis-habisan.
Apa-apaan Ibu?
Dia pakai narkoba yang ditinggalkan Þór. Dasar sampah.
ApaThor punya musuh?
Dia hanya punya musuh.
Di mana kau tadi malam?
Jika aku ingin membunuhnya, sudah kulakukan sejak lama.
Mungkin sudah aku lakukan, jika bukan karena putraku Fannar.
Kapan pemakamannya?
Harus ada autopsi dulu.
Kenapa tanya?
Kurasa aku harus mengurus semua itu.
Apa kabar?
Maaf.
Apa kabarmu?
Aku baik.
Ada berita baru soal kerangka itu?
Ya, kita tahu dia anak laki-laki, berusia 12-16 tahun.
Apa yang kau tahu dari teman baru kita ini?
Dia? Dia sudah mati.
Jadi...
Hasil tesnya positif untuk alkohol, amfetamin, dan kokaina.
Sepuluh luka tikaman Tujuh di depan, tiga di belakang.
Yang ini menembus pembuluh darah.
Lalu pisaunya?
Panjang dan sempit. Sekitar 15 cm.
- Kejahatan akibat emosi? - Tampaknya begitu.
Mungkinkah pelakunya wanita?
Tidak, kurasa tidak. Butuh tenaga besar untuk luka sedalam ini.
Bagaimana adrenalin dan amarah?
Mungkin, tapi aku yakin pelakunya pria.
Lihat ini. Bantu aku. Angkat dia dan bantu aku.
Bantu aku.
Luka ini tinggi di punggungnya, artinya pisau dipegang seperti ini.
Ini luka tikaman vertikal.
Jadi pembunuhnya pasti setinggi dia atau lebih tinggi.
- Bisa kita lepaskan dia? - Ya, tentu.
Luka yang di sini lebih dalam, jadi mungkin yang pertama.
Bagaimana matanya?
Ya, matanya.
Ini sesuatu yang jarang kulihat. Sangat tidak biasa.
Disayat sebelum atau setelah kematian?
Setelah. Ini potongan lurus melintang di mata.
No comments yet. Be the first to leave one.