The first 200 lines.
KING THE LAND
Cepat bilang!
Kau ingin Nenek mati karena kesal?
Bukan begitu.
Aku hanya sedang pusing.
Aku ragu apa tugasku saat ini…
benar tugas hotelier yang kudambakan.
Padahal rasanya bukan ini yang kuinginkan.
Aku tahu
aku sudah susah payah diterima di sana, tetapi malah merengek.
Astaga.
Akhirnya cucu Nenek bisa bermanja-manja dan merajuk.
Tadinya Nenek sempat khawatir
tak bisa melihatmu merajuk sebelum mati.
Apa-apaan? Nenek kenapa?
Mestinya Nenek memarahiku,
"Jangan pilih-pilih pekerjaan. Kerja saja yang becus."
Kedai terkenal seenak apa pun
tak ada gunanya jika tak sesuai dengan selera kita.
Hotel juga sama saja.
Kau hanya hidup satu kali,
jadi, lakukan apa yang ingin kau lakukan.
Kau tak perlu segan kepada orang lain
maupun ragu.
Lakukan apa pun yang kau inginkan.
Kau tinggal putar balik jika itu bukan jalanmu
dan memanjat naik jika jatuh ke jurang.
Paham?
Ya.
Baiklah, Nek.
Tidak apa-apa.
Ada Nenek di sini. Lakukan apa pun yang kau mau.
Itu tidak salah.
Baik.
Akan kuikuti kata Nenek.
Bagus.
Aku ingin pergi…
meninggalkan segalanya.
Apa maksud…
kau ingin pergi?
Aku ingin memutus kontrak kerja di hotel.
Apa ada alasan lain…
yang membuatmu ingin berhenti?
Hotel itu tempat yang amat membahagiakan bagiku.
Itu pula alasanku menjadi hotelier.
Tadinya aku ingin memberikan
hari membahagiakan kepada seluruh tamu hotel,
tetapi kini yang kulakukan melenceng.
Meski King The Land begitu mewah
dan Tim Impian memberi upah besar,
bukan ini yang kuharapkan.
Aku juga…
ingin menciptakan kisahku sendiri.
Kukira itu keputusan sulit.
Ternyata tekad membahagiakan.
Benar.
Aku ingin membangun hotelku sendiri walau berskala kecil.
Aku ingin mencobanya sendiri.
Sebentar.
Halo, ini aku.
Tolong batalkan janjiku.
Terima kasih.
Janji apa yang kau batalkan?
Tadinya ada janji penting.
Namun, nanti saja.
Maaf.
Kau pasti kaget.
Tidak masalah.
Selamat.
Kau sudah menemukan yang kau inginkan
dan bertekad mencobanya.
Selamat.
Bisa jadi itu adalah hal yang paling ingin kudengar darimu.
Terima kasih
sudah menunjukkan…
kejujuranmu.
Namun, janji satu hal kepadaku.
Janji apa?
Ketika bekerja sendiri…
kau pasti mengalami banyak rintangan.
Begitu pula hal-hal yang sulit kau kendalikan.
Seumpama itu terjadi, jangan ragu…
untuk memanggilku.
Aku akan segera menghampirimu.
Ini penampilan tercantikmu yang pernah kulihat.
Benar-benar bersinar.
Kenapa bilang begitu? Aku jadi tak bisa buang ingus.
Buang saja.
Kau tetap cantik.
Omong-omong, kau ingin membicarakan apa?
Aku?
Aku ingin bilang
bahwa aku akan selalu…
berada di pihakmu di mana pun kau berada…
dan apa pun yang kau lakukan.
Terima kasih.
Aku juga…
akan selalu berada di pihakmu.
Permisi.
Mau kuambilkan foto?
Ya.
Cantik.
Siap.
Satu, dua, tiga.
Boleh minta satu kali lagi?
Siap, sekali lagi.
Satu, dua, tiga.
EPISODE TERAKHIR
HOTEL KING
Terima kasih telah meluangkan waktu.
Kau berniat mentraktirku. Tentu aku harus meluangkan waktu.
Kau mau bermurah hati kepada orang yang kau benci?
Aku hanya ingin bicara.
Aku paham. Pasti banyak yang ingin kau bicarakan.
Silakan.
Aku…
ingin berhenti bekerja.
Itu yang ingin kusampaikan.
Boleh aku tahu
apa alasannya?
Aku ingin berhenti bekerja
dan menjalin hubungan tanpa sungkan.
Bila terus di sini,
aku harus selalu menuruti perintahmu.
Kau mau menyatakan perang?
Setelah sempat tinggal berjauhan, aku benar-benar sadar
bahwa aku begitu mencintainya
sampai tak sanggup berpisah dengannya.
Walau kau mungkin tidak puas,
aku yakin tak akan mengecewakanmu.
Ini alasan aku menyukaimu.
Maafkan aku
karena tak bisa bersikap profesional dan dewasa.
Aku jadi posesif
saat menyangkut urusan anak.
Tidak masalah. Aku bisa maklum.
Berkat dirimu, aku bisa naik ke tempat paling tinggi
dan tahu apa yang sesungguhnya kuinginkan.
Terima kasih.
Maka itu, kini aku ingin mencoba yang sesungguhnya kuinginkan.
Baiklah.
Kau pasti bisa berhasil dalam hal apa pun.
Terima kasih.
Hari ini, aku yang traktir. Jadi, selamat makan.
Baiklah.
Terima kasih.
Selamat makan.
Enak.
Sa-rang, terima kasih atas kerja kerasmu.
Ambil. Kami beli ini untukmu.
Terima kasih.
Aku bisa belajar banyak berkat kalian.
Jangan pernah lupakan kami
dan semoga bahagia.
Terima kasih banyak, Semua.
Aku pasti merindukan kalian.
Bu Jeon,
aku lebih termotivasi berkat dirimu.
Aku tak akan melupakan itu.
Terima kasih untuk selama ini.
Aku juga ingin memelukmu.
- Aku juga. - Aku juga.
- Sa-rang. - Jangan pergi.
- Terima kasih. - Apa-apaan?
Jangan putus kontak, ya.
- Ya. - Jangan lupakan kami.
"Direktur Utama, Gu Won."
Sa-rang.
- Selamat siang. - Ini hari terakhirmu bekerja, ya?
Benar.
Pak Gu sedang keluar sebentar.
Tak masalah.
Omong-omong, siapa yang akan menjaga Hotel King
saat kau tak ada?
Buat apa cemas selama ada kau yang serbabisa?
Benar juga.
Namun, tetap saja
aku bisa kewalahan tanpamu.
Aku harus meladeninya sendirian.
Memang kenapa?
Dia begitu memedulikanmu. Titip dia, ya.
Diam-diam dia suka memikirkanku rupanya.
Kapan-kapan kita berkumpul bersama sambil minum.
Ya, boleh.
Baiklah.
Kerja bagus.
Terima kasih untuk selama ini.
Aku akan selalu mendukungmu.
Kenapa kau menangis?
Aku menangis?
- Apa-apaan? - Dah.
- Ada apa denganmu? - Kau masih mau di sini?
CHEON SA-RANG
STAF TERBAIK CHEON SA-RANG
CHEON SA-RANG
HOTEL KING
Apa-apaan? Kenapa kau di sini?
Selamat atas awal barumu.
Terima kasih.
Sebentar.
No comments yet. Be the first to leave one.