The first 200 lines.
Sebelumnya, dalam Castle...
Kau calon yang bagus untuk Tim Penyelidik Jaksa Agung.
Kesempatan seperti ini jarang didapatkan.
Kami menjalin hubungan, tapi tak pernah bicarakan arahnya.
-Tapi jika dapat pekerjaan itu... -Maka harus kau bicarakan.
Aku tak beri tahu itu karena kau bisa marah.
Ya. Kau benar aku marah.
Kau dapatkan pekerjaan itu, kau pindah ke DC,
aku tak akan pernah bertemu denganmu.
Artinya hubungan kita berakhir.
-Apa yang akan kau lakukan? -Entahlah, Yah.
Aku sangat menginginkan pekerjaan ini.
Aku tahu kau mencintainya. Tapi, Sayang,
mungkinkah penyebabmu menahannya adalah karena jauh di lubuk hatimu,
menurutmu hubungan itu tak akan berhasil?
Aku banyak berpikir tentang kita. Kuputuskan aku inginkan lebih.
Kita pantas dapatkan lebih.
Apa pun yang kau putuskan, Katherine Houghton Beckett,
maukah kau menikah denganku?
-Astaga! Kau melamarku! -Baiklah. Kau terkejut.
Tentu saja aku terkejut. Kupikir kau ingin memutuskanku.
-Dengan menawarimu cincin? -Tampaknya kau serius sekali.
Tentu aku serius. Ini hal paling serius yang pernah kulakukan.
Bagus.
-Jadi itu berarti "ya"? -Tidak, tunggu.
-"Tidak"? -Bukan "tidak".
-Jadi "ya"? -Aku...
-Bukan "ya"? -Bukan, "bukan ya". Aku...
-Kau tahu bagaimana arahnya, 'kan? -Ada yang ingin kukatakan padamu.
-Aku dapatkan pekerjaan itu. -Di DC?
Castle, aku mencintaimu.
Tapi ini kesempatanku. Jika tak kuambil,
aku akan selalu menyesalinya. Jika ini ubah segalanya bagimu...
Jika ini mengubah perasaanmu...
Kate, aku melamarmu bukan untuk menahanmu di sini.
Atau karena takut akan kehilanganmu.
Aku melamarmu karena tak bisa membayangkan hidupku tanpamu.
Jika artinya keadaan jadi sulit dan kita harus memecahkannya,
maka aku ingin memecahkannya.
Dengan anggapan kau mau memecahkannya bersamaku.
Kalau begitu, Richard Edgar Alexander Rodgers Castle, ya.
Aku akan menikah denganmu.
-Cincinnya terlalu besar. -Jarimu saja yang kecil.
Kita akan bisa membuat hubungan kita berhasil, 'kan?
Kita akan baik-baik saja. DC akan luar biasa. Aku janji.
WASHINGTON DC DUA BULAN KEMUDIAN
Awas!
Agen FBI! Keluar dengan tangan di kepala!
Letakkan pistolmu di tanah.
-Lakukan! -Baiklah.
Tak ada yang perlu terluka. Paham?
Aku akan meletakkannya dan meluncurkannya padamu.
Paham? Terimalah ini.
-Kau baik-baik saja, Bu? -Aku baik-baik saja.
Beckett!
Agen Beckett?
Selamat. Berkat kau, orang Chechnya itu
kini punya kode peluncuran nuklir kita. Kerja yang bagus.
Sial.
Bukankah aneh sanderanya tak melawan?
-Dia ditodong senjata. -Dia tidak minta tolong. Kenapa?
Karena dia tak ingin aksennya ketahuan. Baiklah.
Tapi informasi katakan bahwa agen itu bekerja sendiri.
Itulah gunanya latihan. Informasi kadang salah.
Kau harus memakai penilaianmu, instingmu.
Karena analis yang kumpulkan informasi itu
bukan orang yang akan terkena peluru.
Kau yang akan kena, atau lebih buruk lagi, aku.
-Jadi, perbaiki kemampuanmu. -McCord!
-Latihan atasi sandera? -Ya.
Jangan sedih. Setiap orang pernah melakukan kesalahan.
-Seharusnya aku menduganya. -Lebih baik mati saat latihan
-ketimbang saat di lapangan. -Sebaiknya tak mati sama sekali.
Ya.
Teman-teman akan minum bir nanti malam. Mau ikut?
Terima kasih, Hendricks. Aku ingin.
Tapi mengingat banyaknya kasus dan juga pelatihan itu,
sudah lama aku tak libur, dan sebenarnya aku punya rencana.
-Tidak lagi. -Kita baru terima keadaan
Prioritas 7 dari Jaksa Agung. Ada sebuah insiden.
Pembobolan keamanan nasional.
Anak pintar itu telah kembali. Bagaimana tur buku pantai baratnya?
Cukup melelahkan, 12 kota dalam 11 hari.
-Aku banyak lakukan tanda tangan. -Kasihan sekali.
Aku mau ganti baju. Biar dia ceritakan semuanya.
Dia pintar menjawab pertanyaan retorika.
-Alexis sudah pulang? -Ya. Dia pulang tadi pagi.
Kupikir dia berada di Kosta Rika sampai...
-Minggu depan. Kejutan! -Ayah? Hai.
Kemarilah. Bagaimana perjalananmu?
Luar biasa. Tunggu sampai Ayah melihat foto kami.
-Foto "kami"? -Al, di mana kau simpan koreknya?
Aku ingin membakar daun sage ini.
-Kejutan lagi. -Ayah, Pi. Pi, Ayah.
Hai, Tn. C?
-Senang bertemu denganmu. -Pie? Seperti hidangan penutup?
Tanpa huruf "E". Seperti huruf Yunani.
Tapi kurasa masalah ejaan itu menghambat kreativitas.
-"Masalah ejaan"? -Kita biarkan Ayah tenang dulu.
-Koreknya ada di dapur. -Baiklah.
-Dia tak menginap di sini, 'kan? -Menginap.
-Jangan di kamar Alexis. -Kau harus bicarakan itu.
Aku ada kelas. Sampai jumpa.
Alexis? Boleh Ayah bicara sebentar denganmu?
Beri dia kesempatan, Yah. Aku sangat menyukainya. Dia pintar.
Aku menemukannya!
Kita akan membicarakannya nanti.
Pastikan taruh selimutnya di sofa untuk Pie jika dia menginap.
Aku ingin dia merasa nyaman, dan terlihat.
Katakan penerbanganmu tak ditunda.
Aku tak tahan lebih lama tak bersamamu.
Maaf, aku tidak di bandara.
-Kau tak akan datang, ya? -Ada kasus penting.
Kate, sudah 6 minggu kita tak bertemu.
Percayalah, ini bukan keputusanku.
Aku juga sama kesalnya denganmu.
Aku paham. Aku yang membatalkannya saat terakhir.
Beckett. Ayo.
Aku harus pergi. Akan kutebus kesalahanku.
-Aku janji. -Akan kupegang ucapanmu.
-Baiklah, aku mencintaimu. -Aku juga. Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Kenapa kau tersenyum?
Bisakah selesaikan buka bajumu sebelum kau menembakku?
Castle?
-Mau apa kau kemari? -Aku harus hormati pekerjaanmu.
Tapi aku tak bisa seminggu lagi tanpamu.
Seharusnya kau tak kemari.
-Jadi, kau ingin aku pergi? -Secepatnya.
Ya, Tuhan.
-Sudah berapa lama kau bangun? -Beberapa jam. Ada kerjaan.
Mungkin sebaiknya kita kerjakan PR kita juga.
Aku inginnya begitu, tapi aku ingin buktikan kemampuanku.
Aku harus lebih ketahui laporan ini daripada orang yang membuatnya.
-Ini kasusmu? -Ya.
Tentang apa?
Castle. Ini rahasia.
Kau tahu jawabanmu akan membuatku lebih penasaran. Itu kasus besar?
Kau tahu aku tak bisa membicarakannya.
Bukan berarti aku tak bisa menebak. Pasti besar jika batalkan kencan.
Pasti kasus lokal, karena kau masih di sini. Kurasa aku tahu.
Bukan berarti sebaiknya kau mengetahuinya.
Ayolah. Bukankah kau merindukan bekerja bersama?
-Ya, aku merindukannya. -Jika aku membantumu,
kita bisa memecahkannya lebih cepat.
Lalu kita berakhir pekan bersama. Bukankah kau inginkan itu?
Aku ingin. Sampai aku ditangkap karena ungkapkan informasi rahasia.
Ayolah. Siapa yang akan tahu?
-Mereka hebat juga. -Aku harus pergi. Itu mitraku.
-Maaf. Biar kuambil sendiri. -Aku tak melihatnya.
-Jadi, kapan kau akan kembali? -Aku tak tahu pastinya.
Akan kutelepon kau jika aku sudah tahu.
-Masuklah. -Kau sudah siap?
Ya, aku harus ambil tasku.
-Tunanganmu berkunjung. -Ya, benar.
Tapi dia tahu kalau kita akan bekerja.
Castle, ini Rachel McCord. Dia rekanku yang baru.
-Jadi, kau rekan barunya. -Ya.
Kepala menunggu. Kita harus pergi.
Sampai jumpa.
Bersenang-senanglah menyelamatkan dunia.
Kertasmu ketinggalan.
AP5739215 PERINGATAN
Baiklah. Jadi...
-Kau serius? -Empat bulan lagi. Aku ingin siap.
Itu akan menjadi empat bulan yang panjang.
-Esposito. -Sito! Ini aku.
Castle? Akan kusambungkan ke pengeras suara.
Ke mana saja kau?
Kau melewatkan 3 malam game Halo.
Sudah kubilang, aku melakukan tur buku.
Kau beri tahu penggemar buku bahwa kau bertunangan sekarang?
Kalian sedang menyelimuti boneka bayi, ya?
Dengar, kami baru selesaikan kasus. Hubungi kami seusai kerja.
Aku ingin, tapi aku sedang menangani kasusku sekarang.
Untuk bukuku selanjutnya.
Jadi, kau menelepon kami karena butuh pendapat ahlinya?
Mengingat kau menawari, aku sedang menulis adegan tentang seseorang
yang coba selidiki kejahatan hanya dengan 1 lembar bukti foto.
Kejahatan yang menyangkut keamanan nasional.
-Jadi, pahlawanmu mata-mata? -Seorang pria tampan yang gagah.
Omong-omong, fotonya tentang transformer yang meledak.
Kuunduh foto transformer dari internet.
Ada angka seri di sampingnya.
Aku sedang menentukan seberapa mampu karakterku
bisa memecahkan angka itu.
Aku bertanya-tanya apakah teman polisi karakterku bisa membantunya.
Jika teman polisi khayalanmu seperti temanmu di dunia nyata,
maka mereka harus melakukan pekerjaannya. Sampai jumpa.
Bagaimana jika pahlawan kita menawari kursi depan tim Knicks?
-Berapa nomor serinya? -AP5739215.
Ini dia. AP adalah Allegra Power. Mereka melayani Virginia Utara.
Mungkinkah kita melacak lokasi transformer dengan angka itu?
Ya, tentu.
Transformer dengan angka seri itu mengendalikan area
seluas 10 blok persegi di daerah Ashton Heights di Arlington.
Terima kasih, Teman-teman. Kalian menyelamatkan ceritaku.
Teman-teman? Transformer itu disabotase dua malam lalu.
-FBI sedang menyelidikinya. -Arlington?
-Bukankah itu wilayahnya Beckett? -Castle, ini kasus sungguhan?
No comments yet. Be the first to leave one.