The first 200 lines.
Sub original by riri13
Sub Indo by LUPAK
Episode 16 Terakhir
Bu Guru, berhentilah. Dan mari kita pergi.
Kelas belum selesai.
Jangan lari dari yang seharusnya kalian lakukan sebagai anak kelas 6, dan...
...carilah kebahagiaanmu sendiri, dan hiduplah bahagia sepenuhnya.
Dan saat kalian bahagia...
...teman kalian juga harus bahagia. Jangan lupakan itu.
Anggaplah diri kalian berharga, dan begitu juga, anggaplah teman kalian juga berharga.
...berusahalah sebaik mungkin, bersama teman-teman kalian...
...jadi hari ini, kalian bisa hidup dengan bahagia.
Ada Kepala sekolah dasar swasta yang kutahu.
Sekolah ini, siswa-siswanya cerdas-cerdas...
...jadi mereka mencari guru yang mempunyai kemampuan sepertimu.
Aku menghargai perhatian anda, tapi aku menolaknya.
Mereka bilang kau dilarang selama setahun, tapi kenyataannya...
...akan sulit bagimu untuk kembali mengajar di SN Negeri .
Aku tidak ingin kemanapun selain SD Negeri.
Suatu kelas, dimana anak yang berbeda kemampuannya bisa belajar bersama...
Kurasa di sanalah aku harus mengajar.
Hari ini, kau kembali ke sekolah . . .
...pasti karena kau masih punya hal yang ingin disampaikan pada Lokal 3-mu?
Kalau begitu, sekarang kau sudah selesai mengajar?
Ya.
Akhirnya, meninggalkan anak-anak...
...kau memilih untuk pergi.
Mereka akan melakukannya dengan baik, tanpa diriku.
Karena anak-anak . . . mereka tidak sendiri.
Kini, apa yang akan kita lakukan?
Sampai Guru kembali, apa kita harus tidak sekolah?
Kalau bukan Guru Ma yang mengajar, maka itu tidak akan terjadi.
Apakah kita harus menolak hadir ke sekolah secara resmi?
Benar.
Kelas kita tidak akan menerima siapapun.
Kecuali Guru Ma.
Jadi, kalian berpikir untuk bolos sekolah?
Bukan begitu.
Semuanya.
Apa kita lari begitu saja?
Kata-kata Guru Ma barusan, Apa kalian sudah melupakannya?
Dia bilang kita jangan lari dari apa yang seharusnya kita lakukan.
Guru Ma!
Setelah setahun, setelah laranganmu usai, anda akan kembali, bukan?
Anda tidak berhenti menjadi guru, bukan?
Tentu tidak.
Aku ada pertanyaan yang ingin kutanyakan dari dulu.
Kenapa anda memilih mengajar sebagai misi anda?
Guru Yang, apa anda masih . . .
Aku tahu jawabanmu tidak bisa menjadi jawabanku.
Aku juga akan mencari jawabanku sendiri.
Pertanyaan ini akan membantuku mencari jawabanku sendiri.
Karena anak-anak, menciptakan keajaiban.
Guru hanya pembimbing. Anak-anak yang mencari jalannya sendiri...
...merubah hidup mereka dan dunia mereka, untuk yang lebih baik.
Jadi, anda . .
...tidak penting bagi anda, mau disebut guru baik atau tidak, benar?
Karena bagi seorang guru, daripada memikirkan anggapan itu, dia lebih mementingkan anak-anak.
Itu sebabnya aku selalu katakan pada anda...
...waktu yang anda habiskan untuk hal yang tidak berguna...
...lebih baik anda gunakan untuk mengurus kelas anda sendiri.
Berkenaan dengan tindakan pendisiplinan Guru Ma...
...setelah kita menyelesaikan proses pelaporan pada dewan operasional, akan selesai.
Sekarang semua kekacauan ini sudah berakhir...
...tolong konsentrasilah pada kelas yang biasanya.
Ini.
Tolong dilihat.
Apa ini?
Berkas Lokal 3 yang Guru Ma buat sebelum dia pergi.
Kurasa dia membuatnya untuk guru penggantinya...
Ini menjadi berkas anda sekarang, Wakil Kepala.
Awalnya, kami pikir dia keterlaluan.
Menjadi guru adalah tugas yang sangat sulit...
Selalu percaya pada dirinya sendiri...
Kami dulu berpikir itu hanya dibuat-buat.
Tapi, setelah melihat dia menyusunnya di dalam berkas ini...
Dari apa yang anak-anak katakan...jujur, kami merasa malu.
Ada pertemuan anggota dewan sekolah hari ini.
Aku lega, bisa mengucapkan kata perpisahan.
Untuk saat ini, anda sudah bekerja keras.
Guru Ma, kalau anda mau mengajar di tempat lain...
Kurasa aku bisa membantu anda
Seperti yang kuduga. Meskipun anda dihukum, anda tidak akan berubah.
Tapi, kau tahu Guru Ma...
Kalau harapan khayalan yang anda impikan...
...bisakah akan benar-benar terwujud di dunia nyata?
Pemenang di dunia nyata selalu berada di pihakku.
Benarkah begitu?
Bukankah anda sudah tahu ini?
Lalu kenapa anda takut sekali padaku?
Apa?
Kalau harapanku hanya mimpi kosong belaka...
...lalu kenapa anda berusaha keras untuk mengusirku?
Bukankah anda juga tahu?
Kalau terkadang...
...harapan bisa menjadi kenyataan.
Kalau begitu.
Apa yang terjadi hari ini, Kurasa tidak akan ada masalah lagi.
Sekarang semua masalah sudah selesai, konsentrasilah belajar.
Selanjutnya.
Untuk sekarang, kita belajar matematika.
Kami baru berada di halaman 82.
Begitu?
Baiklah kalau begitu. Kita mulai kelasnya.
Siapa yang ingin menyelesaikan soalnya? Siapapun yang bisa, angkat tangamu.
Aouh, namun hari ini...
Aku hanya ingin minum.
Satu kali teguk.
Hari ini, kita minum tanpa jabatan.
Bersikap seakan anda tahu segalanya.
Anda tidak berubah dari dulu!
Hey,
Kenapa kau hidup seperti itu?
Apa? Kenapa?
Apa menjadi guru biasa sebuah dosa?
Kau harus katakan apa yang harus kau katakan.
Kau, kenapa muncul di depanku . . .
Kau selalu mengendus-ngendus seperti anjing kelaparan.
Hyung, kau orang yang selalu berada di jalan keberhasilan.
Kau bahkan menjadi Wakil Kepala, tapi yang kau lakukan hanya...
...mengkhawatirkan Departemen Pendidikan...
...dan memastikan orang tua bahagia?
Ini karena itu sekolah.
Hyung.
Ada gosip kau akan mendapatkan posisi yang bagus di Departemen Pendidikan.
Posisi bagus?
Aku harus mengambilnya, selagi itu bagus.
Bukankah hidup meraih setinggi apapun yang kau mampu?
Hey, Ja Song.
Di mana kau bisa mencari jabatan bagus sebagai guru?
Kau guru apaan, hyung?
Kau pegawai pemerintahan.
Oh benar.
Kau akhirnya harus mengajar belakangan ini.
Kenapa, apa itu membuatmu ingin mati?
Sungguh aku ingin mati . . .
Membuatku mau mati, karena aku menyukainya, sial.
Ya ya. Anda telah bekerja keras pada kasus Guru Ma.
Ngomong-ngomong, tentang petisi yang kita ajukan...
..tolong pastikan tidak tersebar itu dari kami.
Ya. Terima kasih.
Na Ri. Kau di rumah?
Kalau kutahu kau di sini, Ibu akan mengajakmu ikut. Ibu pergi shopping.
Ibu membelikan banyak pakaian musim panas untukmu. Lihatlah.
Apakah itu Ibu?
Orang yang melaporkan Guru Ma kami ke Dewan Pendidikan?
Aku benar-benar kecewa, Ibu.
Ini semua untuk dirimu.
Kenapa ibu selalu memutuskan sendiri tanpa meminta pendapatku?
Karena kau masih kecil.
Tak peduli seberapa kecilnya aku..
Kalau melibatkan masalah antara aku dan guru kelasku...
...bukankah setidaknya ibu tanyakan keinginanku?
Hari ini, Ibu lelah bahkan tanpa dirimu. Kita hentikan ini.
Kenapa?
Kini setelah Ibu mengusir Nenek Ma, apa ibu merasa bersalah?
Kau benar-benar. Kenapa kau seperti ini?
Apa yang terjadi pada Na Ri yang selalu mendengarkan kata ibunya?
Benar!
Sampai sekarang, Aku selalu melakukan apa yang ibu inginkan...
...berusaha keras memenuhi harapan ibu!
Mulai sekarang, kalau aku tidak mau sesuatu, Akan kukatakan pada ibu!
Apa?
Aku juga mencari apa yang benar-benar aku ingin lakukan.
Ini hari yang sibuk.
Mulai besok, kurasa kita tidak akan pernah melihat Guru Sihir langsung.
Kau bilang ingin mengatakan sesuatu.
Kenapa kau belum mengatakannya?
Malam kemarin...
...tempat yang kita datangi untuk mencari beliau...
..adalah tempat Nenek, setiap malam...
...menunggu Nn. Rosa di sana?
Kurasa . . . begitu.
Kau . . . apa kau juga melihat Nn. Rosa?
Kurasa begitu.
Di saat kelas bersama orang tua...
Kurasa dia datang sebentar.
Tapi, da pergi lagi.
Saat melihatmu, dia menangis.
Mungkin--
Tidak apa.
Rahasiakan ini dari Nyonya Oh.
Kau tidak apa-apa?
Rosa sudah pergi, dan Nn. Rosa juga telah menghilang.
Oh Dong Goo jadi Oh Dong Goo,
Aku hanya harus hidup dengan baik.
Ini Sabtu pagi. Kita tidak sekolah.
Apa kita harus berkumpul untuk melihat Oh Dong Goo?
Bukan itu maksudnya.
Oh Oh cepat!
Oh! Hai!
Hai! Hai!
Tapi kenapa dengan Hana2?
Bilang sampai jumpa padanya, kepada Hana2.
Melepaskannya?
Dia sudah dewasa, mari kita lepaskan dia.
Tak peduli itu orang atau serangga...
...di saat harus berpisah, kita harus mengambil jalan kita masing-masing.
Dah.
Hati-hati.
No comments yet. Be the first to leave one.