The first 200 lines.
Produk berikutnya adalah eksfoliator kapas pentul.
Sudah memikirkan namanya?
Ini membantu meremajakan kulit.
Jadi, aku menamainya "Kapas Pentul Terlahir Kembali.
"Kapas Pentul Terlahir Kembali"?
Ada ide nama lain?
Nama lain?
Itu...
Permisi.
Aku memikirkan nama setelah memakai ini beberapa hari.
Bagaimana kalau "Kapas Pentul Terbaik"?
Ini bukan hanya kapas pentul terbaik,
tapi juga kokoh.
- Dan... - Lalu?
kapas pentul ini tampak seperti ibu jari.
Yun A, kita tidak bisa memakai kata yang dipakai anak kecil.
Aku menyukainya. Ini intuitif.
Dalam penamaan produk, ketulusan lebih penting daripada kelas,
dan harus melambangkan produk.
Kita bisa menamainya berkelas dan membuatnya terdengar bagus,
tapi percuma jika konsumen tidak mengingatnya.
Mari kita namai Kapas Pentul Terbaik.
Jika tidak laku, aku akan bertanggung jawab penuh.
Percayalah kepadaku.
Terima kasih atas idenya, Yun A.
Sama-sama.
Semuanya punya nama.
Biar kuperiksa KTP-mu dahulu.
Usiaku lebih dari 20 tahun.
Bisakah kita lewati saja?
Tidak, aku harus memeriksa KTP-mu dahulu.
Ini. Sudah lihat?
Lee Sook Boon?
- Baik, terima kasih. - "Lee Sook Boon"?
Namamu Lee Sook Boon?
Tidak! Namaku Lee Roo Da!
- Kembalikan! - Namamu...
bisa menunjukkan impianmu.
Kenapa nama bayinya "Sarang"?
Agar dia menerima banyak cinta.
Panggil namanya.
Nama terkadang mengekspresikan hati orang yang menamainya.
- Sarang. - Sarang.
Kami akan membawa bayinya sekarang.
Baiklah.
Tunggu.
Aku tidak bisa.
Aku tidak bisa melakukannya.
"Kamar Jenazah"
Biarkan dia pergi.
Kumohon.
Setidaknya izinkan aku menjadi ibu
selagi aku di pusat perawatan.
Seperti ibu-ibu lain.
Kumohon?
Namun,
ada nama
yang tidak bisa kamu dapatkan walau sangat menginginkannya.
"Ibu".
"Namamu"
Roo Da?
Permisi. Aku mau minum teh hangat.
Roo Da? Apa ada masalah?
Syal, pelindung pergelangan tangan, dan kaus kaki.
Kamu tidak enak badan?
Aku harus melindungi diriku demi melindungi impianku dan Yomi.
Aku menyadari itu.
Aku juga akan makan sup rumput laut seperti orang gila.
- Tanpa penguat rasa? - Benar.
Rasa apa ini?
Sial.
Ada apa?
Suamiku mendapat nama untuk Lobak,
tapi aku sungguh tidak menyukainya.
Dia mendapatkannya dari layanan penamaan bayi terkenal.
Mereka bilang bayi kami tidak akan sukses jika tidak memakainya.
Aku sangat benci namanya,
tapi aku juga tidak nyaman tidak memakai nama itu.
Kalian sudah dapat nama bayi?
Kalian harus segera mengurus akta kelahiran.
Kami mempersempit pilihannya,
tapi harus mendiskusikan dengan kakak-kakaknya.
Bagaimana denganmu?
Kami belum dapat nama.
Kami ingin pelan-pelan saja.
Aku menjadi lebih emosional saat mengisi akta kelahiran
daripada saat melahirkan.
Kamu mungkin berpikir itu hanya satu baris di atas kertas,
tapi ini kali pertama bayi ini memasuki dunia.
Kertas itu membuatku merasa kami benar-benar keluarga.
Benar-benar keluarga?
Ibunya Taoge!
Ada apa dengannya?
Dia menjenguk Taoge di rumah sakit hari ini.
Bayangkan perasaannya, harus meninggalkan bayinya di sana.
Kuharap Taoge segera kembali ke ibunya.
Permisi. Eun Jeong.
Ya?
Bisa sarankan buku tentang pengasuhan anak untukku?
Buku tentang pengasuhan anak?
Aku ingin mulai belajar menjadi ibu yang baik.
Roo Da. Apa kamu mengalami traumatis?
Kamu biasa lebih memedulikan dirimu daripada bayimu.
Aku masih lebih penting.
Tapi aku tidak bisa lagi memikirkan diriku tanpa memikirkan bayiku.
Aku akan memilih buku bagus untukmu dan memberinya sebagai hadiah.
Permisi.
Hai, Joon Soo.
Ya. Aku juga merindukanmu.
Tidak, mari bertemu saat aku keluar.
Baiklah.
Hubungi aku.
Baiklah.
Apa itu temanmu?
Ya, sahabatku sejak SMA.
Joon Soo? Bukankah itu nama pria?
Ya, dia pria.
Kenapa?
Apakah pria dan wanita berusia 20-an tetap berteman
bahkan setelah melahirkan?
Apa hubungan melahirkan dengan mempertahankan persahabatan?
Tetap saja, tidakkah itu mengganggumu?
Bagaimana anggapan orang?
Untuk apa peduli pendapat orang soal temanku?
Pendapat orang lain tidak akan membuatmu khawatir,
kecuali kamu tidak bisa memercayai dirimu lagi.
Kalau memang begitu,
itu berarti kalian lebih dari teman.
Pendapat orang lain tidak akan membuatmu khawatir,
kecuali kamu tidak bisa memercayai dirimu lagi.
"Konser Malam Musim Panas"
Jadi, terimalah hadiahnya.
Anggap itu hadiah dari seorang teman.
Sarang lapar.
Baiklah, aku segera datang.
Apa ini?
Pendaftaran kelahiran?
Kita harus mendaftarkan kelahirannya dalam sebulan ini.
"Nama Ayah, nama Ibu"
Rasanya sangat aneh.
Begitu mengisi ini, Lem Stik akan sah menjadi putra kita.
Sayang. Sudah memikirkan nama untuk Lem Stik?
Sebenarnya, ada nama yang sudah lama kupikirkan.
Benarkah?
Kita bisa menggabungkan nama kita.
Jin dari Hyun Jin dan Do dari Do Yoon.
Kim Jin Do?
Itu,
kedengarannya berani dan setia.
Benar.
Tapi menurutku tidak cocok dengan Lem Stik.
Baiklah.
Jika kita ingin dia sukses di panggung global,
kita juga harus memikirkan nama Inggris-nya.
Jadi, kupikir,
bagaimana kalau Jin?
Jin dalam bahasa Korea, dan Gene dalam bahasa Inggris.
Bukankah terdengar bagus?
Jin?
Itu karena kamu penggemarnya, bukan?
Tidak.
Begini... Banyak orang memakai nama orang terkenal.
Sayang.
Beri aku waktu.
Sebagai ayahnya, aku belum melakukan apa pun untuk Lem Stik.
Aku ingin memberinya nama yang sangat bagus dan istimewa.
Karena putra kita akan dipanggil begitu seumur hidupnya.
Baiklah.
Kita beri nama yang terbaik untuk Lem Stik.
Setuju.
"Pusat Perawatan Pascapersalinan Serenity"
Permisi. Apa sudah waktunya Yomi minum susu bubuk?
Kamu ingin memberinya sendiri?
Ya. Mulai hari ini, aku akan memberinya makan sendiri.
Mulai sekarang, hubungi aku jika sudah waktunya dia makan.
Pasti Yomi akan sangat senang. Tunggu sebentar, ya.
Baik, Bu.
Ha Rang datang.
- "Ha Rang"? - Ya.
Lobak punya nama sekarang.
Ha Rang. Bukankah itu nama yang indah?
Kemarilah, Lobak.
Ibunya Lobak.
Apa yang terjadi? Kenapa kamu menamai bayimu Ha Rang?
Apa maksudmu?
Itu nama Cilukba!
Pantas saja kamu terus menanyakan nama bayiku.
Kamu bertanya agar bisa mencuri nama itu?
Aku tidak mencuri nama itu.
Aku hanya kebetulan berpikir Ha Rang juga nama yang bagus.
Kemarin kamu bilang belum punya nama.
Memang belum.
Tapi aku hanya...
Nama anak itu tidak ada hak paten.
Terkadang anak-anak memiliki nama yang sama.
Nama itu...
Nama itu bukan untuk sembarang orang.
Ayahku yang sakit
memikirkannya berhari-hari sebelum menamai cucunya.
Aku akan memompa ASI di kamarku.
No comments yet. Be the first to leave one.