The first 200 lines.
Dahulu ada seorang pendeta yang pernah memelihara seekor burung beo betina.
Burung beo itu selalu mengucapkan kata-kata kotor yang bahkan bisa membuatku merasa malu.
Pendeta itu menceritakan masalahnya dengan temannya, si Hakim.
Hakim itu meminta pendeta itu untuk membawa burung beo itu ke rumahnya.
Dia memiliki dua ekor burung beo jantan yang sangat saleh.
Mereka melantunkan pujian kepada Tuhan sepanjang hari.
Pergaulan yang baik bisa membuat semua perbedaan.
Pendeta membawa burung beonya ke rumah hakim.
Hakim menempatkan burung beo betina di kandang bersama burung beo lainnya.
Begitu dia masuk, beo-beo jantan berhenti membaca doa.
Satu ekor beo tersenyum dan menoleh ke beo yang lain...
... dan berbisik di telinganya...
Bolehkah aku berbisik di telingamu?
Apa yang dia katakan?
"Berhentilah melantunkan nama Tuhan. Doa-doa kita telah terjawab."
Kubur dia.
Ini tidak adil, Mushtaq bhai.
Mengapa aku yang dihukum untuk pengkhianatan Khalu?
Aku bisa saja melarikan diri juga, tapi tidak kulakukan.
Aku kembali kepadamu.
Dengarlah Mushtaq bhai, percayalah.
Mengapa kalian terburu-buru?
Setidaknya dengarkanlah keinginan terakhirku.
Lelucon lagi?
Tidak.
Sebuah cerita!
1000 rupee sehari.
Apa ini?
Apakah seorang Nawab datang dengan sukarela membawa ini?
Pakaian ini milik orang Nawab dari Chandpur.
Dia sedang menunaikan haji. Itulah mengapa pakaian ini tersedia.
- Haruskah aku membungkus keduanya? - Tidak Hanya satu.
Dan tunik yang murah untuknya.
Kenapa bro?
Kalau ada seorang Nawab, pasti ada kepala pelayannya.
- Kau? Orang Nawab? - Ya.
- Bagus sekali, Khalu. - Tidak peduli apa pun yang kau kenakan...
... kau akan selalu terlihat seperti kepala pelayan.
Sejak kapan tanganmu gemetar seperti ini?
Baru... beberapa hari.
Sudah lama sekali tangannya gemetar.
Dan, sekarang sudah siang. Kau harus melihatnya di pagi hari.
Seperti gempa bumi!
Kau tahu apa yang aku lakukan?
Aku memecahkan 4 butir telur ke dalam mangkuk, dan memberinya sendok.
Dan omelet yang terkocok sudah siap.
- Ikut denganku. - Ya?
Ikutlah denganku. Ayo.
Aku hanya bercanda.
Kau mau membawaku ke mana?
Kakekku.
Dia seorang dokter yang terkenal.
Maukah kau berkonsultasi dengannya?
- Aku tidak bisa melihatnya. - Ada apa, Tuan?
Tuan ini bilang, kalung ini mengerikan.
Jelek sekali, baunya busuk.
Apa yang kau katakan, Tuan?
Tuan, lihatlah ini.
Ini.
Aku akan menghubungi sopirmu.
Pervez, ambil mobil.
Dan hidupkan AC-nya.
Tuan tidak tahan dengan udara panas.
- Ayo, Tuan. - Tuan...
... tolong lihatlah yang satu ini.
Sebenarnya, kami tidak bisa menjual ini secara resmi.
Mengapa?
Ini dicuri dari seorang Nawab...
... dari Hyderabad, yang ada di Pakistan.
Ini kalung yang tidak ternilai harganya, Tuan.
Tapi pembayaran 100% tunai.
Ya. Kau akan mendapatkan itu.
- Berapa? - 5 juta.
- Uang muka? - 500 ribu.
Di mana kamar kecilmu?
Kamar kecil?
Yang Mulia menyembunyikan uangnya...
... di dalam pakaian dalamnya.
Jumman, tolong kawal Tuan ini ke kamar kecil?
Lihatlah, Tuan.
Berapa banyak uang yang bisa dibawa seseorang di dalam celana dalam?
- Sekitar 4 atau 5. - Bagaimana?
2 setengah dimuka, dan sisanya belakangan.
Yang mana saklar utamanya?
- Pukul berapa sekarang? - 12:30.
12:30.
Bla kadabla.. bla bla bla..
Apa yang terjadi, Tuan?
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku di sini untuk menjarah tokomu.
Aku bingung yang mana saklar utamanya.
Biarkan aku mematikan lampu!
Tinggalkan aku.
Biarkan aku mematikan lampu!
Lihat apa masalahnya?
Di mana lampu daruratnya? Tadi ada di sini.
Apa seseorang sudah menghidupkan generator atau belum?
Maaf!
Tangkap mereka!
Lari!
Khalu, lari!
Lari.
Assalamualaikum, nona.
Kau bisa berliur nanti.
Bantu aku. Kita harus pergi dari sini.
Tidak ada tangga. Bagaimana aku akan naik?
Ulurkan tanganmu. Jangan terlalu lama.
Hei, berhenti.
Tidak ada waktu. Lari!
Temui aku di kuburan...
... di belakang masjid pukul 3:30 sore. Oke?
Khalu.
Hei! Berhenti!
Jangan lari. Aku akan menembak.
Waktu untuk memutuskan.
Sekarang sudah pukul 04:30.
Apa?
Apakah aku memenggal kepalamu atau si "kecil"?
Apa yang kau katakan, saudaraku?
Kalau aku punya petunjuk tentang pengkhianatan Khalu...
... aku tidak akan datang ke sini untuk mati.
Kepala atau si kecil?
Kau adalah orang yang adil.
Lagipula kita keluarga. Kasihanilah aku.
Kepala atau si kecil?
Pilihan jenis apa ini?
Gangsters Jepang memotong jari.
Kau bisa mengambil yang satu ini.
Ambil dua-duanya.
Ampunilah si kecilku.
Itu di Jepang.
Di sini India!
Lemparkan koin.
Kalau kepala, penggal kepalanya.
Kalau ekor, potong organ tubuhnya.
Apa yang muncul?
- Ekor! - Mushtaq bhai!
2 dari 3! Oke.
Kedua sisinya ekor!
Ini curang.
Mengapa kau mengincar si kecilku?
Apa yang kau lakukan?
Mushtaq bhai!
Tolong jangan lakukan ini!
Kita ini keluarga. Apa yang kau lakukan?
Lepaskan celananya.
Tarik talinya.
Tarik talinya.
- Hei! - Hei!
Apa yang kau lakukan, Babban?
Aku bersumpah aku akan menembak kepalaku.
Ini salah, Nak.
Serahkan pistolnya.
- Serahkan kunci mobilnya. - Pistolnya dulu.
Baiklah, jangan.
Kau akan bertanggung jawab atas kematianku.
Babban!
Aku akan menghitung sampai tiga.
Setelah tiga aku mati.
Nak...
Satu...
Dua...
Aku tidak bercanda, saudaraku.
Tangkap dia.
Berhenti!
Mushtaq bhai. Aku berjanji kepadamu.
Entah aku akan mnendapatkan kalung untuk istrimu...
... atau organ tubuh Khalu.
Aku membawa mobilmu.
Maaf!
Berhenti.
Bajingan!
Dia lari lagi.
Aku tidak mengerti. Mengapa kau selalu membiarkan dia pergi?
Pernahkah kau mendengar tentang Batman?
Ya, pernah.
Kalau Joker mati, apa yang akan dilakukan Batman?
- Apa? - Dia akan duduk di rumah dan membuat adonan kue!
Apakah kau Joker?
- Siapa? - Batsman!
Tolong bunyikan klakson.
Aku tidak tahu apakah aku akan datang atau pergi...
Tertawa atau menangis...
Tolong bunyikan klaksonnya.
Aku tidak tahu apakah aku akan datang atau pergi...
Tertawa atau menangis...
Apakah aku sedang berputar-putar?
Atau sedang menciptakan kembali roda?
Aku tidak tahu apakah aku akan datang atau pergi...
Tertawa atau menangis...
Kau ingin tahu di mana mobil ini akan menabrak?
Hanya ban kempes yang bisa menghentikannya.
Kau ingin tahu di mana mobil ini akan menabrak?
Hanya ban kempes yang bisa menghentikannya.
Sampai saat itu di mana dia akan berkelana?
Apakah akan berhenti saat melihat rambu?
Akan jadi apa Krishna tanpa kekasihnya?
Berkeliaran di jalan tanpa tujuan.
Mencari sesuatu yang hilang.
Tolong bunyikan klaksonnya.
No comments yet. Be the first to leave one.