The first 165 lines.
Melangkah Maju
Episode 30
Aku lihat,
untung tak terluka.
Kotor sekali.
Ayo, pakai.
Malam begini ada apa?
Hal apa yang tak bisa kau katakan?
Kak, leherku.
Aku tercekik
Aku tercekik.
Ziqiu.
Ziqiu, kau mencekiknya.
Anak Zhao Huaguang sudah berusia lima tahun.
Jadi Ziqiu tak berguna lagi.
Kenapa orang dewasa mau lahirkan banyak anak?
Jelas-jelas tak suka anak-anak.
Meski tak suka,
tetapi berguna.
Untuk menaruh harapan,
juga bisa meneruskan generasi,
atau untuk merawatnya di hari tua.
Aku sungguh tak mengerti,
kenapa bisa jadi begini?
Kau bisa berikan respon yang lain?
Biar aku tahu apa yang kau pikirkan.
Kenapa kau bertindak semaumu?
Kau yang bilang,
di antara kita tak ada hubungan lagi.
Kenapa kau ikut campur urusanku?
Saat aku paling susah,
aku tak memohon Zhao Huaguang.
Aku begitu berusaha,
adalah untuk tak memohon pada Zhao Huaguang.
Aku memang ingin pulang setelah lulus.
Dulu kau membuangku,
aku tak benci kamu.
Zhao Huaguang membuangku,
aku juga tak benci dia.
Aku hanya merasa...
Aku hanya merasa...
Aku sangat merasa malu.
Ke...kenapa,
kenapa yang dibuang selalu aku?
Kenapa selalu aku?
Apa ada masalah denganku?
Aku terus berpikir...
Aku terus berpikir,
tetapi aku tak mengerti.
Aku hanya merasa aku tak bisa langsung pulang.
Kenapa setiap
aku begitu menyedihkan,
dan perlu...
saat perlu pulang ke rumah,
selalu Li Jianjian dan Ayah yang menerimaku.
Jadi aku harus mencari uang.
Aku harus membawa uang pulang.
Aku mau buka kafe kesukaan Li Jianjian.
Semua rak dipenuhi
makanan manis kesukaannya,
dia bisa makan sebanyak mungkin,
dan tak akan bisa habis.
Aku mau semua orang tahu,
aku hidup dengan baik,
aku sungguh sangat baik.
Aku tak perlu dikasihani,
aku tak mau
melihat raut wajah orang lain.
Aku mau berusaha mencari uang.
Aku mau baik pada ayah,
dan juga Li Jianjian.
Karena aku mencari uang
memberi semua
yang terbaik
untuk orang yang tak pernah membuangku.
Maaf.
Jangan minta maaf!
Aku mohon.
Kau punya keluarga baru, dan juga ada hidupmu,
kau jalani saja
kehidupan yang kau mau,
kau hiduplah dengan baik.
Jangan menyesal.
Jangan menyesal.
Aku mohon.
Kenapa kau menangis?
Ayo.
Pergilah.
Maaf merepotkanmu.
Wah, wangi sekali.
Buat pie telur.
Minggir,
jangan kena minyak.
Apa yang bisa kubantu?
Kau buatkan salad.
Baik.
Hati-hati tanganmu, jangan tersayat.
Aku lebih hebat darimu.
Kau lupa dulu kau tersayat?
Jangan ungkit masa lalu lagi.
Baiklah.
Cepat, ambil piring.
Xiao Jian.
Ziqiu sudah bangun?
Cepat mandi, makanan segera siap.
Baik.
Panggil Ling Xiao.
Kak, makan tomat.
Selagi kalian masih di sini,
aku bahas masalah semalam.
Ayah,
jangan bahas lagi.
Kenapa?
Semalam aku
sudah katakan jelas.
Ayah sudah mendengarnya.
Jika sudah kubilang,
tidak perlu bahas lagi.
Benar.
Kalian sudah besar,
punya pemikiran sendiri.
Banyak masalah,
tidak ceritakan pada kami.
Kalian ceritakan, kami juga tak bisa bantu.
Ayah, bukan itu maksudku.
Aku menceritakan semua pada Ayah.
Hal yang kau tutupi masih sedikit?
Aku ini,
akan lakukan introspeksi diri.
Aku gagal menjadi seorang Ayah.
Selain memasak untuk kalian,
apa pun tak bisa.
Mulai lagi.
Ayah, sungguh...
Jangan menyela.
Dengarkan sampai habis.
Aku ini...
memang agak bodoh.
Banyak masalah
aku merasa bisa berlalu.
Jika tak bisa,
tahan.
Tahan dan lalui,
pasti bisa berlalu.
Jadi,
beberapa tahun ini kalian bertiga
sampai tak berhubungan.
Aku yang berada di tengah,
tak melakukan apa pun.
Ayah mau lakukan apa?
Salahkan aku,
sifatku tak baik.
Aku introspeksi.
Kau tak baik, itu juga salahku.
Ibumu pergi terlalu cepat,
aku selalu merasa bersalah padamu.
Meski kau bersalah,
aku juga tak rela memarahimu.
Jujur saja,
apa yang kalian katakan,
aku percaya semua.
Aku takut repot.
Benar, 'kan?
Meski aku tahu,
aku juga tak bisa bantu.
No comments yet. Be the first to leave one.