The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Pak Ko?
Bisakah kamu mengatur makan siang dengan kakakmu untukku?
Apa? Kenapa kamu ingin bertemu dengan kakakku?
Ada yang harus kubicarakan dengannya terkait pernikahan.
Kakakku akan menemui ibu Pak Ahn untuk membahas pernikahan.
Apa?
- Di mana mereka sekarang? - Apa?
Kenapa? Kamu akan pergi ke sana jika kuberi tahu lokasinya?
Begini...
Ada sesuatu yang harus kuberikan kepadanya.
Kurasa akan lebih baik jika kamu bisa memberikannya kepadanya.
Bisakah kamu mampir ke kantorku sebentar?
Baik, Bu Choi.
Istriku bersikeras memesan salad jelly kacang hijau.
Jadi, aku memesannya untuk pertemuan istimewa ini.
Kenapa salad jelly kacang hijau?
Kudengar hidangan ini menyimbolkan persatuan dan harmoni.
Meskipun kita bukan ibu kandung dari anak-anak kita,
aku berharap kita berhubungan baik seperti keluarga sungguhan.
Bu Ko, Anda bisa saja mengatakan kita sebaiknya berhubungan baik.
Kenapa Anda berkata seperti itu?
Sepertinya aku salah lagi.
Tidak apa-apa. Kamu tidak bersalah.
Namun, sejujurnya,
aku tidak melahirkan Nam Jin,
tapi aku selalu menganggap dia anak kandungku.
Astaga. Ibu, sudahlah.
Jangan katakan itu.
Aku menjadi seperti ini karena Ibu.
Aku juga merasa seolah-olah Pak Ahn adalah putraku.
Dia memanggilku "Ayah"
dan selalu bersikap sangat ramah kepadaku.
Dia sangat bisa diandalkan dan mengagumkan.
Aku juga merasa begitu.
Aku merasa seolah-olah Seung Joo adalah putriku.
Dia sangat baik kepadaku dan memanggilku "Ibu".
Waktu itu, dia bahkan membuat gimbap dan membawaku piknik
agar aku merasa lebih baik.
Makanannya akan dingin. Ayo makan.
Ayo makan.
Ya ampun.
Astaga. Kenapa aku bertingkah seperti ibu mertuanya Il Seok
mengambil telur puyuh pada hari istimewa seperti ini?
Apa? Ibu mertuanya siapa?
Itu...
Ada orang bernama Il Seok di Oepo. Ibu mertuanya menggulingkan
telur puyuh ke tepi meja saat mencoba mengambilnya.
Benarkah?
Bukankah ibunya Nam Jin baik dan ramah?
Aku tidak tahu bagaimana rasanya karena lahir dan besar di Seoul.
Tapi saat melihatnya, aku seperti kembali ke kampung halaman.
Benar.
Aku salah paham dengan orang baik seperti dia dan mengacau.
- Astaga. - Astaga.
Kenapa kamu membicarakan hal yang sudah berlalu
pada hari yang bahagia ini?
Aku tidak bisa cukup berterima kasih
karena kamu memaafkanku, CEO Han.
Tidak. Apakah seharusnya aku
tidak memanggilmu begitu karena kita akan menjadi besan?
Mereka belum menikah sekarang. Jadi, tidak apa-apa.
Panggil aku apa saja sesukamu.
Pak Ko Seon Gyu kemari untuk menemui Anda.
- Apa? - Seon Gyu?
Seon Gyu di sini?
Ada apa dia kemari?
Maafkan aku, Jin Ah.
Untuk apa?
Kamu sudah memiliki kenangan buruk soal mendaftarkan pernikahan.
Tapi kita tidak bisa mengadakan pernikahan,
dan kamu sudah hamil.
Perutku mulai membesar, jadi, aku tidak bisa mengadakan pernikahan.
Maka kita menikah sebelum perutmu membesar. Benar?
- Apa? - Karena kita bergerak cepat,
kurasa tidak ada salahnya mempercepat semuanya.
Apa maksudmu?
Ayo kembali ke Seoul.
Kita akan sangat sibuk di Seoul.
Astaga.
Astaga. Indah sekali.
Lihat ini, Seung Joo.
- Bu Choi mengirimkan ini? - Ya.
Tolong kembalikan kepadanya.
Aku tidak menerima hadiah seperti ini.
Aku melakukan ini bukan karena keinginanku.
Aku hanya melakukan perintah atasanku.
Kukira Pak Ahn mungkin telah mengatakan dia menerimanya.
Aku tidak berhak menerima ini dari Bu Choi.
Tolong kembalikan ini kepadanya.
Aku hanya membutuhkan cincin kawin untukku dan Nam Jin.
Jika harus menerima hadiah, aku akan menerimanya dari Ibu.
Tapi aku berniat membelikan sesuatu yang sanggup kubeli.
Aku bermaksud membelikanmu satu set perhiasan berlian.
Kamu tidak akan keberatan?
Astaga. Ibu tidak perlu membelikanku berlian.
Bagiku, Ibu dan Nam Jin adalah berlianku.
Aku tidak membutuhkan berlian.
Baiklah. Sebaiknya kusampaikan itu kepada Bu Choi, bukan?
Katanya, dia hanya akan menerima hadiah dari Bu Yang.
Nam Jin mengatakan dia tidak berhak menerima hadiah darimu.
Baiklah.
Terima kasih. Kamu boleh pergi.
Omong-omong, kenapa tiba-tiba kita pergi ke gereja?
Kita akan mengadakan pernikahan pada Sabtu ini.
Pernikahan?
Pernikahan siapa...
Pernikahan kita?
Ya.
Apakah Ibu tahu soal ini?
Jin Ah, kamu tahu
ibuku meninggal di kecelakaan mobil saat usiaku empat tahun.
Dia membesarkanmu selama 31 tahun dengan cinta dan kasih sayang.
Ibumu harus tahu soal ini.
Tidak.
Aku ingin mengadakan pernikahan tanpa dia.
Aku ingin memakaikan gaun pengantin kepadamu,
istriku yang cantik, secepat mungkin.
Maaf karena aku bahkan tidak melamarmu dengan layak
dan kamu harus menjengukku di rumah sakit.
Si Woo.
Aku mengenal dekat dengan pendeta di gereja ini.
Dia bilang kita bisa menikah pukul 15.00 Sabtu ini.
Masuklah.
- Silakan duduk. - Kamu ingin bertemu denganku?
Ya.
Kudengar para anggota dewan sedang mengerjakan hal yang aneh,
jadi, aku memanggilmu kemari untuk menanyakan itu.
Apa maksudmu mereka mengerjakan hal yang aneh?
Kudengar kamu berencana memisahkan Hyunkang
menjadi perusahaan distribusi dan pakaian.
Ya. Kurasa akan ideal jika Si Woo mengelola perusahaan pakaian
dan Nam Jin mengelola perusahaan distribusi.
Jadi, kamu mau kedua anakmu mengelola perusahaan terpisah
dan menggunakan kekuasaan yang luar biasa?
Itu sama sekali tidak benar.
Aku akan berhenti setelah kolaborasi dengan merek Italia berakhir.
Lalu bagaimana bisa aku menggunakan kekuasaan?
Jika perusahaan terpisah,
satu-satunya orang yang bisa menggunakan kekuasaan di balik layar
adalah kamu, Bu Choi. Aku benar?
Dengarkan aku baik-baik.
Selama aku di sini. Aku tidak akan mengizinkan
pemisahan Hyunkang.
Akan kupastikan perusahaan ini dikelola seperti keinginan Pak Ahn.
Kamu tidak perlu keras kepala
seperti mendiang Pak Ahn.
Cobalah hentikan aku jika kamu bisa.
Nam Jin dan Si Woo
juga tidak akan menyetujuinya.
Ya. Pak Jo, Maaf mengganggumu saat cuti.
Pukul 15.00 Sabtu ini. Akan kukirim alamatnya.
Satu hal lagi.
Tolong jangan beri tahu Pak Jang.
Baiklah.
Aku tidak yakin apakah kita sebaiknya melakukan ini.
Tapi jika ibumu tahu...
Pernikahan ini
berarti bagiku dalam banyak hal.
Lewat pernikahan ini, aku mau semua tahu
bahwa kamu dan Woo Jin adalah satu-satunya keluargaku.
Ini juga untuk ibu kandungku,
yang meninggal tragis setelah kehilangan diriku saat aku bayi.
Setelah pernikahan,
dia akan sadar
bahwa dia tidak bisa lagi
mengendalikan hidupku.
Yeon Ji, kamu sebaiknya memesan gaun rancangan khusus.
Mengerti? Dapatkan yang paling mahal.
Butik pengantin mana yang bagus?
Siapa selebritas itu?
Pergilah ke toko tempat Ko Soo Yeon mendapatkan gaunnya.
Astaga, gaunnya sangat indah.
Pakaian di butik itu sangat mahal.
Siapa peduli?
- Ini acara sekali seumur hidup. - Benar.
Aku bisa mendapat desain keinginanku di toko kelas menengah ke bawah.
Astaga, ada apa dengan kedua pria ini?
Yeon Ji adalah desainer. Dia jelas tahu harus bagaimana.
Benar.
Aku menggertak di depan menantuku yang seorang desainer.
Lalu bagaimana dengan resepsinya? Di mana gedungnya?
Masalahnya...
Mengenai yang lainnya, kalian bisa melakukan apa pun keinginan kalian.
Tapi mengenai pernikahannya, tidak bisakah diadakan di Oepo?
Oepo?
Kenapa? Kamu keberatan?
Tidak, bukan begitu.
Aku hanya berpikir itu tidak akan nyaman bagi sebagian besar tamu,
termasuk para tetua di keluargaku di kampung halaman.
- Begitu. - Kami akan menyewakan bus.
Kami juga akan membayar akomodasi mereka di hotel di Oepo.
Ya, itu benar.
Akan kuurus semua pengeluarannya.
Jadi, mari kita mengadakannya di Oepo, ya?
- Baiklah. Akan kuberi tahu ibuku. - Baiklah. Bagus.
Ibu mertuaku akan...
Halo, Pak Jo.
No comments yet. Be the first to leave one.