The first 194 lines.
Aku menyebut tahun 1986 Tahun Tom Cruise-ku,
karena itu saat aku menjaga rumah tanpa orang tua,
seperti Tom Cruise dalam Risky Business.
Ini akan menjadi tanggung jawab besar.
Setiap hari sepulang sekolah, selagi Ibu dan Ayah bekerja,
kalian akan sendirian.
Apa yang kau lakukan jika seseorang membawa
sekantong penuh anak kucing ke pintu depan?
Aku akan menyuruh mereka pergi.
Diculik!
Jangan lakukan apa pun, atau mereka akan tahu kau di sana.
-Ibu menyayangimu. -Ya.
Baiklah.
Selagi kami pergi, Rainbow memimpin.
Baik, Ayah.
Tidak, Ayah serius.
Aku juga serius.
Ibuku juga mengalami tahun yang besar,
karena dia menjadi rekan, seperti Tom Cruise dalam The Firm.
Tapi dia melakukan semuanya dengan sepatu hak tinggi.
Kantor Alicia Johnson.
Dik, itu suara teleponmu
atau suara "Aku rekan, tapi mereka tidak memberiku sekretaris"?
Karena keduanya sedih.
Alicia sedang tidak ada di sini.
-Ada pesan? -Aku tahu ini masih kau, Alicia.
Selain itu, boleh kupakai mobilmu pekan ini?
Bukan masalah besar aku tidak punya sekretaris.
Aku baru mulai sebagai rekan,
dan aku yakin kami akan mencari kandidat dalam waktu dekat.
Apa semua rekan lain punya sekretaris?
Karena hal pertama yang akan kulakukan adalah mencari sekretaris!
Keberatan! Diterima! Ditolak!
Kau membangkang!
Kau bersalah!
Sebenarnya, hal pertama yang harus kau dapat
adalah gelar hukum, dan kau tak memilikinya.
Atau handukmu sendiri.
Kau punya delapan handuk untuk lima orang.
Santi kecil. Dia tidak butuh satu sendiri.
Maksudku, menjadi rekan akan sia-sia untukmu,
karena kau membiarkan terlalu banyak hal!
Itu celah kecil untuk tidak dihormati.
Hari ini, setelah aku pulang kerja, mereka memintaku memeriksa tas yang berdetik.
Kau pikir aku membiarkannya? Tidak.
Itu sebabnya jam makan siangku diperpanjang sejak kemarin.
Jika kau tidak dihormati, kenapa kau tidak mencari pekerjaan lain?
Karena aku berusaha dipecat.
Kau tidak dapat uang PHK jika berhenti.
Aku tidak ingin dipecat dari pekerjaanku.
Sebenarnya, aku mencoba menjadi contoh bagi orang-orang yang datang setelahku.
Contoh untuk tidak dihormati.
Bukan.
Aku tahu cara memilih pertarunganku.
Biarkan aku yang memilih pertarunganmu.
Triknya adalah mengeraskan suaramu sebelum lawan bicaramu menyadari kalian berdebat.
Yang mungkin akan kau mengerti jika kau mendengarkan kakakmu!
Lihat betapa efektifnya itu?
Aku tahu ini hari besar bagi kita semua.
Sedikit lebih besar bagiku, karena aku yang memimpin.
Tapi Nickelodeon mengajarkan kita semua anak harus menyuarakan pendapat.
Jadi, aku akan berikan kalian hak berpendapat.
Dimulai dengan camilan.
Kita sedang ingin makan apa?
Aku mau salad pedas orang kulit hitam.
Aku tidak tahu cara membuat collard hijau, Santi.
Itu bukan camilan.
Mari pikirkan sesuatu yang kita semua mau.
Aku tahu yang kuinginkan.
Agar kau tak memimpin.
Aku ingin yang sama!
Ayolah! Kita melakukan ini bersama-sama, benar?
Salah.
Aku sangat salah.
- Apa yang kau lakukan pada pakaianku? - Aku membantumu.
Saudariku beralasan dia membuat hiasan.
Lihatlah!
Johan!
Satu selesai, tinggal satu lagi.
Di tahun 1980-an, banyak tempat kerja
lebih seperti klub laki-laki daripada kantor.
Artinya, sebagai satu-satunya wanita kulit hitam,
terkadang mereka memperlakukan ibuku
kurang seperti rekan dan lebih seperti dia tidak ada.
-Terima kasih sudah mematikannya. -Maaf.
Aku tak sadar kau hamil.
Kalian menonton pertandingan Lakers-Celtics semalam?
Ya, aku suka Celtics.
Los Angeles terlalu seperti "jalanan".
Lihat daftar pemain Lakers.
Saat rasisme terjadi, tiap orang kulit hitam bertanya
pada diri sendiri apa yang akan mereka lakukan?
Keputusan ibuku adalah keluar dari rapat itu.
Aku tak mau meladeni omong kosong itu.
OBRAL BARANG BEKAS PUKUL 11-17
Obral barang bekas! Hei! Kau seperti suami wanita dengan ukuran enam.
-Griff? -Astaga. Paul Jackson?
Aku belum melihatmu sejak SMA!
Aku juga belum melihatmu sejak SMA.
Ya, begitulah cara kerjanya.
-Apa kabar? -Semua baik.
-Hanya obral kecil. -Ya.
-Kau mau pakaian wanita? -Tidak perlu.
Atau porselen pernikahan?
Apa kau mau membeli cincin pernikahan bekas?
-Astaga. -Ini hampir satu karat.
-Semua baik-baik saja? -Semuanya lebih baik daripada baik.
Kau mau lihat hasil menjual kenangan berharga seumur hidup? Ayo.
Astaga! Hebat!
-Anak-anakmu pasti suka ini! -Mereka belum melihatnya.
Kami hanya melakukan kunjungan diawasi di taman bermain McDonald.
-Itu basmu dari band kita? -Benar.
Sayangnya, Shelley memotong semua senarnya.
Tapi apa kau ingat ini?
Apa aku ingat lagu terpopuler kita?
Ya, tentu saja.
Mereka melakukan ini selama 45 menit.
Ya!
Pukul berapa ini?
Aku pasti terlambat. Aku harus pulang
karena ayahku akan datang makan malam.
-Dia masih hidup? -Ya.
Dia tak menyukaiku.
Kau kehilangan keperjakaanmu di Cadillac-nya.
Aku hanya punya mobil hatchback,
dan aku ingin membuat pacarku merasa seperti wanita sejati.
-Baiklah. -Sebenarnya,
aku merasa telah melakukan hal yang lebih buruk kepadanya.
Benar. Dia memang membencimu.
Ayah dan kakekku memiliki hubungan kompetitif yang sepihak.
Ayah bangga padamu tak hanya karena punya pendingin anggur.
Akhirnya kau buang air kecil dengan menaikkan dudukan toilet.
Kena kau!
-Lucu sekali, Ayah. -Bodoh!
Ini kesempatan ayahku untuk membalasnya.
Apa rencanamu malam ini?
Hei, Pak J!
Griff?
Sedang apa dia di sini? Dengar, Bocah...
Hei, Ayah.
Kena kau.
Sudah kubilang.
Apa yang akan Ayah lakukan? Pergi?
-Aku hanya bercanda! -Ya, sama seperti aku di mobilmu.
Ya! Itu berjalan lancar.
-Kau mau makan malam di sini? -Ya, tentu.
Aku terus makan Triscuits sepanjang pekan.
Terima kasih, Semuanya.
Aku belum pernah makan makanan khas kalian.
Itu makanan Cina.
Griff, kami punya tradisi keluarga kecil
di mana kami bertanya bagaimana kami mengubah dunia hari ini.
Aku yang pertama! Tidak ada yang perlu kulaporkan.
Johan tidak mengalami cedera kepala, dan aku suka memakai bajuku seperti ini.
Terima kasih, Rainbow.
Baik, aku tak mau memotong, tapi kalian harus dengar perbuatanku.
Bayangkan aku di ruang rapat
saat salah satu rekan mengeluarkan sekotak korek api
dan membuat lelucon yang sangat rasis.
Ini bagian terbaiknya.
Aku mengambil semua barangku dan keluar dari sana.
-Lalu? -Lalu aku tidak kembali.
Astaga.
-Jadi, kau pergi begitu saja? -Tidak, aku kembali saat rapat dimulai.
Tapi mereka mengerti pesannya dengan jelas.
"Alicia Johnson tak akan diam saja untuk omong kosong itu." Aku bilang itu.
-Kepada siapa Ibu mengatakan itu? -Diri Ibu sendiri.
-Jadi, saat Ibu kembali mereka minta maaf? -Tidak.
Apa mereka berhenti membuat lelucon semacam itu?
Tidak.
Mereka mengejar salah satu klien Polandia kami.
Tapi kau tahu, bukan pertempuranku.
Jadi, kau membiarkannya.
-Ibu selalu membiarkan hal seperti ini? -Tidak! Ibu berusaha bertahan.
Kurasa kalian tidak mengerti.
Biar aku ulang dari awal lagi.
-Jadi, aku di ruang rapat... -Alicia? Kami mengerti.
Kau bukan tipe yang kuat dan pendiam.
Saat itulah ibuku bertanya-tanya, "Apa tindakanku benar?"
Yang mungkin Tom Cruise pikirkan setelah Vanilla Sky.
Kau pikir Rosa Parks akan jadi pahlawan jika dia berdiri
dan pergi begitu saja dari bus itu?
Sebagai pembelaanku, kita tak tahu pasti apakah dia protes,
karena dia tidak mengubah perbuatannya.
Rosa hanya naik bus dan menetap di bus.
Itukah yang kita lakukan sekarang?
Menghina ikon hak sipil?
Tidak.
Di benakku, aku hanya berusaha menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menjatuhkanku.
Sudah kubilang, membiarkan hal itu adalah hal yang berbahaya.
Kau harus menuntut rasa hormat mereka.
Aku mengerti.
Mengingat kembali, semua lelucon rasis yang pura-pura tidak kudengar,
bahkan lelucon tok-tok.
No comments yet. Be the first to leave one.