The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
Sepertinya
kondisinya makin buruk belakangan ini.
Aku takut dia menyebabkan masalah.
Bukankah ini bau jasad membusuk?
- Ya ampun. - Apa itu?
Hei, lihat. Itu darah.
Ya ampun, apa ini? Dia menyeret jasadnya.
Kami menemukan bukti bahwa tersangka
membuang jasad di kompleks apartemen.
- Aku menemukan sesuatu di sini! - Ada sesuatu?
- Mereka menemukan sesuatu. - Apa itu?
Tersangka pembunuhan dalam pelarian di dekat persimpangan SD Shinmu.
Dia pria agak gemuk yang mengenakan kaos biru
dan mengendarai van putih. Masukkan dia ke DPO darurat.
Tersangka menderita skizofrenia dan ganas!
Bukankah ini tulang?
- Apa dia memotong jasadnya? - Apa?
- Apa yang terjadi? - Apa yang terjadi?
Ini tidak boleh dirusak.
Tutupi area ini dengan vinil dan hubungi LFN.
Di mana LFN?
Terlalu silau untuk bisa melihat.
Jelas dia meletakkan jasadnya di mobilnya dan membuangnya.
Ambil semua rekaman CCTV dari apartemen ini.
- Aku yakin dia terekam. - Baik.
Karena apartemen ini disewakan,
ada satu kamera di pintu masuk.
Itu satu-satunya kamera di dalam kompleks.
Kamera itu hanya bisa merekam mobil masuk dan keluar.
Kami membutuhkan rekaman dia membawa jasad ke mobil.
Nona Eun!
Dokter Baek!
Jaksa Kepala Gal menemukan jasadnya dan sedang mencari kalian.
- Apa? Mereka menemukan jasadnya? - Apa?
Mereka menerima laporan tentang pelakunya
mengubur jasadnya di lahan kosong dekat sini.
Apa yang kita lakukan sampai saat ini?
- Ini semua percuma. - Kami mengikuti prosedur.
- Ayo pergi dahulu. - Baik.
- Ini mungkin berhasil. - Apa maksudnya?
Ayo pergi.
- Kalian dilarang masuk. - Biarkan kami mengambil foto.
- Kalian mengganggu mereka. - Hanya satu foto.
- Ayolah. - Kami tidak bisa melihat.
- Satu foto saja. - Tidak boleh.
- Ayolah. - Izinkan kami.
Jangan terlalu ketat kepada kami.
Bersiaplah untuk siaran langsung.
Ini menegangkan.
Reporter Cha, usahakan kamu melaporkan dengan baik.
Ayolah, aku ini profesional.
Pastikan kamu perbesar gambarnya dengan baik.
Kami tidak akan memburamkan apa pun.
Kita mulai. Tiga, dua, satu. Mulai!
Saya melaporkan langsung dari TKP tempat polisi menemukan jasad
korban yang dibunuh oleh putranya yang menderita skizofrenia
di Majoong-dong.
Laporan berikut mungkin tidak cocok untuk ibu hamil,
orang tua, dan remaja.
Mohon diingat.
LFN baru saja tiba.
Jasadnya akan segera diungkap.
Mari kita mulai.
Total ada 17 kantong plastik.
Yoo Han Chul, pembunuh berantai keji,
juga memotong korbannya menjadi 18 bagian
dengan memotong sendi utama.
Mereka sekarang membuka
kantong plastik pertama.
Siapkan takarirnya.
Kami akan mengudara dalam tiga detik.
Tiga, dua, satu.
"Penggalian Korban Pembunuhan Ibu di Majoong-dong"
Biar kulangi sekali lagi.
Saya sarankan wanita hamil, orang tua, dan remaja
agar tidak menonton.
Semua orang menatap kantong plastik itu.
Mereka membuka kantong plastik kedua.
Tidak ada yang perlu dilihat lagi.
Aku ingin semua rekaman dari sebulan terakhir
- dari kamera area parkir. - "Bulan lalu"?
Apa yang kamu lakukan?
- Ini bukan tulang manusia. - Apa?
- Apa? - Apa?
Memalukan sekali.
- Ayo pergi. - Tolong jelaskan!
- Apa isi kantong itu? - Apa isinya?
- Tolong jelaskan situasinya. - Apa yang kalian temukan?
Tolong jelaskan!
- Minggir. - Astaga.
Pak.
Kurasa ini kaki hewan.
Nona Eun, kamu bilang Jo Han Soo bekerja
di restoran daging kaki, bukan?
"'Penggalian Korban Pembunuhan Ibu di Majoong-dong'"
Apa-apaan ini?
- Ini bukan tulang manusia. - Apa yang terjadi?
- Ini bukan tulang manusia. - Astaga.
Begini...
Tulangnya ternyata tulang hewan,
bukan potongan jasad korban.
Kuulangi.
- Bedebah itu! - Itu bukan tulang manusia.
Itu adalah tulang binatang.
- Astaga. - Jangan merekam lagi!
Jangan merekam lagi!
Hentikan!
- Apakah itu kaki hewan? - Kurasa begitu.
- Jangan merekam lagi! - Kupikir itu tulang manusia!
Tulangnya ternyata tulang hewan,
- bukan potongan jasad... - Ya, Pak.
Maafkan aku.
Kami pikir informasi itu akurat.
Ya, Pak. Aku tidak akan membuat alasan.
Ya, Pak. Kami akan menangkapnya hari ini.
Ya, Pak. Aku akan melakukannya. Sampai nanti...
- Aku minta maaf, Pak. - Kamu mau mempermalukan kita?
Aku akan memberitahumu perkataan Jaksa Agung.
"Kamu telah mempermalukan kejaksaan!"
Aku bisa membalikkan keadaan. Aku akan menangkap Jo Han Soo.
Sudah seharusnya!
Kantor Inspeksi Jaksa Agung ingin bertemu denganmu.
- Apa? - Mereka bilang
ingin menanyaimu tentang pelanggaran pedoman
sehubungan dengan caramu mengatasi media.
Tapi pikirkan waktunya. Mereka menunggu kesempatan.
Hati-hati dengan ucapanmu.
Jangan bicara sembarangan.
Paham?
Astaga.
Jangan bilang kamu bertindak ceroboh tanpa sepengetahuanku.
Tidak, Pak.
Jika mengacau lagi dalam situasi ini,
kamu akan dipecat. Paham?
Mau apa lagi di sini? Pergi!
Karena dia tidak tertangkap oleh sistem CCTV kita,
ada kemungkinan dia meninggalkan mobilnya dan lari.
Kenapa sistem tidak dapat menemukan Jo Han Soo?
Apa pelat nomornya tidak terlihat?
"Pelat nomor"?
Apa itu?
Pak, dilarang berjualan di jalanan seperti itu.
Pelat nomornya penyok.
Maksudmu sistemnya tidak bisa membacanya?
Kenapa kamu baru bilang sekarang?
Maafkan aku.
Kami akan memperluas pencarian ke luar Seoul.
Bekerjalah yang becus.
Kamu perlu menemukan jasad lain untuk bekerja dengan benar?
Penderita skizofrenia tidak gila sepanjang waktu.
Lihatlah Jo Han Soo.
Dia cerdas dan cakap dalam mengemudi.
Sebaiknya jangan meremehkannya karena dia sakit mental.
- Pak Moon. - Ya, Pak.
Laporkan langsung kepadaku setiap menitnya.
Ya, Pak.
Astaga.
Dia sangat marah.
- Benar. - Tapi aku mengerti perasaannya.
Hei, lihat ini. - Apa itu?
Media menyebutnya Jaksa Kaki Hewan.
Baiklah.
Bahkan sebelum sistem dibuat, kita bisa menangkap penjahat.
Yang kita butuhkan adalah ketegasan dan konsentrasi.
Silakan kirim Tim Pencarian ke semua lorong
dan tempat istirahat di jalan menuju rumah adiknya di Gonjiam.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Jaksa Eun, pergi ke LFN dan periksa hasil
dari TKP, serta cari jasadnya.
- Kami akan mencari Jo Han Soo. - Ya, Pak.
Setelah mendapatkan DNA-nya dari sikat giginya,
kami membandingkannya dengan bukti.
Telah ditemukan darah dan cairan dari dekomposisi di tempat tidur,
dan darah di pisau adalah milik
"Ma Gil Ja, perempuan"
Ma Gil Ja.
Kami juga sudah memeriksa 47 helai rambut
yang ditemukan di tempat tidur.
Semuanya milik keluarga itu.
Kamu mendapat sidik jari dari pisau?
Ya.
Kami menemukan delapan sidik jari di gagangnya.
Tiga di antaranya milik Ma Gil Ja.
Lima sisanya adalah Jo Han Soo.
Jadi, kita punya senjata pembunuh dan tersangka.
Astaga, tapi di mana kita bisa menemukan jasadnya?
Omong-omong, di mana Dokter Baek?
Jangan memancingku.
Dia menghabiskan semalaman menonton semua rekaman tempat parkir.
Lalu, dia mengambil peralatannya dan pergi.
Omong-omong, kenapa dia mengambil van usang itu?
"Penjualan"
Kami menemukan Damas putih.
"Tanah"
Kami telah menemukan Damas putih dengan pelat nomor 4191.
Tersangka meninggalkan kendaraannya dan melarikan diri.
Lokasi kami saat ini adalah tempat parkir
di Tempat Istirahat Poongja.
No comments yet. Be the first to leave one.