Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E48-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:07:23

Tags

other
Published on: 2023-09-04
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Astaga.

Kamu mendekati ibuku...

...meski tahu semua dari awal.

Meski sudah tahu semuanya,

kamu tetap melakukan pelaporan dan semacamnya,

lalu mengancam untuk menyerahkan Ha-Neul?

Mereka...

...sepertinya sangat bertekad,

hingga rela untuk melakukan pembatalan adopsi.

Tidak bisakah...

...kamu menyerah pada Ha-Neul?

Apakah aku...

...sangat kacau,

sehingga tidak bisa membesarkan anakku?

Jika aku tidak memberikan Ha-Neul kepada Gong Tae-Kyung,

apakah anda benar-benar tidak akan menemuiku lagi?

Aku tidak butuh semua itu sekarang.

Aku muak.

Halo? Ini Joon-Ha.

Apa gugatan hak asuh Ha-Neul...

...bisa dibatalkan?

Tunggu.

Kenapa dia ada di sana?

Aku akan meninggalkan Korea,

jadi tolong temui aku sekali saja.

Meninggalkan Korea?

Apa sungguh?

Mana mungkin sungguhan. Kamu percaya dia?

Ada yang ingin kukatakan sebelum aku pergi.

Tae-Kyung juga boleh ikut mendengarkan.

Sebaiknya kita dengarkan dulu cerita dia.

- Apa? - Astaga.

Ya ampun.

Ada yang datang?

Direktur Kim datang.

Apa? Mau apa dia?

KAMAR BAYI

Sepertinya aku merusak suasana di sini.

Aku tidak tahu semuanya sedang berkumpul.

Mau apa datang ke sini?

Ada yang ingin kukatakan pada Yeon-Doo.

Apa bisa keluar?

Kenapa harus keluar?

Memang apa lagi yang ingin kamu katakan?

Lebih baik sampaikan saja di sini.

Sebelum aku pergi,

aku ingin menghabiskan waktu bersama Ha-Neul.

Apa?

Bersama Ha-Neul?

Apa maksudmu?

Siapa yang mengizinkan?

Jangan salah paham.

Itu permintaan, bukan ultimatum.

Maksudmu,

kamu ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ha-Neul?

Bagaimana kami bisa mempercayakan Ha-Neul padamu?

Bagaimana jika kamu jadi terlalu ketergantungan sehingga tidak bisa pergi?

Bagaimana ini, Ibu?

Tidak boleh.

Tidak akan kuberikan.

Nenek.

Aku bertanya pada anda saat telepon kemarin.

Apa aku orang yang buruk, sampai tidak bisa membesarkan anak?

Anda bahkan memarahiku dengan tidak menjawab apa pun.

Benar.

Tapi kamu masih datang ke sini dan mengganggu?

Aku tidak niat untuk mengganggu.

Aku datang untuk memohon pada Yeon-Doo.

Semua ucapanmu benar.

Siapa yang akan memberikan anaknya,

pada orang yang buruk sepertiku?

Jadi, aku akan menyerah.

Aku menyerah,

dan akan pergi dari Korea.

Sebelum itu,

bolehkah aku habiskan waktu bersama Ha-Neul sehari saja?

Untuk hari ini, kamu pergi saja.

Tidak.

Aku akan melihat Ha-Neul.

Apa-apaan kamu? Pergilah.

Aku ingin bertemu walau sebentar.

- Tidak boleh. - Direktur Kim!

Kim Joon-Ha!

Kim Joon-Ha!

Direktur Kim.

- Ha-Neul! - Cepat keluar!

- Keluar! - Tidak bisa dibiarkan.

Cepat keluar!

Astaga, bedebah itu.

Selalu saja seperti itu.

Astaga.

Lepas!

- Astaga. - Bedebah.

Astaga.

Gong Tae-Kyung.

Dengarkan aku.

Aku juga ayahnya Ha-Neul.

Sudah cukup.

Pergilah selagi aku masih bicara baik-baik.

Sekali saja.

Biarkan aku bertemu Ha-Neul.

Aku juga sudah minta...

...untuk membatalkan gugatan hak asuh.

Sungguh.

Tidak ada gunanya.

Aku tidak percaya padamu.

Telepon saja pengacaraku jika tidak percaya.

Aku serius.

Aku bersumpah demi Ha-Neul.

Beraninya kamu bersumpah demi putriku.

Aku minta tolong.

Sehari saja.

Jika tidak, beberapa jam saja.

Tae-Kyung.

Kenapa dia di sini?

Ayo naik.

Gong Tae-Kyung.

Gong Tae-Kyung!

Apa?

EPISODE 48 Membatalkan gugatan hak asuh?

Dia membatalkannya?

Dia sungguh menyerah?

Ya.

Dia menyuruhku menghubungi pengacaranya untuk memastikannya.

Benarkah?

Sebentar.

Tunggu.

Pengacara Kim, ini aku.

Ada sesuatu yang ingin aku periksa sekarang juga.

Tae-Kyung.

Kamu tidak boleh percaya begitu saja.

Dia sangat mungkin untuk merencanakan sesuatu.

Benar.

Kamu lihat tadi bagaimana dia memohon pada Nenek?

Dia benar-benar percaya bahwa dirinya adalah cucu Nenek.

Yeon-Doo.

Jangan pernah biarkan dia bertemu Ha-Neul.

Jika kamu biarkan, dia pasti jadi serakah.

Kenapa diam saja?

Jangan marahi dia di sini.

Sepertinya pikiran Yeon-Doo juga sedang rumit, Ibu Mertua.

- Nenek. - Ya.

Benar.

Katanya gugatan hak asuhnya benar dibatalkan.

Apa itu benar?

Benar, Ayah.

Aku sudah menelepon pengacara dari Direktur Kim.

Akan segera diajukan ke pengadilan setelah hari libur.

Ya ampun, syukurlah.

Syukurlah, itu berakhir baik.

Ada apa ini?

Sulit dipercaya. Sungguh.

Benar.

Ibu.

Kupikir Direktur Kim telah mengambil keputusan besar.

Benar.

Bagaimana menurut kalian?

Bagaimanapun, kami hanya pihak ketiga.

Putuskan apakah akan mempertemukan mereka atau tidak.

Itu keputusan penting sebagai orang tua.

Baik, Nenek. Kami akan membahasnya baik-baik.

Baiklah.

Ya ampun, makanan lezat ini jadi dingin.

Ayo semua cepat makan.

- Baik. - Silakan makan.

Tunggu.

Aku akan panaskan supnya dulu.

- Baiklah. - Silakan.

- Supnya belum ada. - Dong-Wook,

...kenapa kamu terlambat?

Apa? Itu...

Aku kehabisan kecap di toko terdekat.

Kamu tidak pergi bersama dengan Yoo-Myung?

Dia bilang ada urusan di kantor, jadi dia pergi duluan.

Dia minta untuk menyampaikan maaf.

Banyak orang tua di sini.

Harusnya memberi salam dulu baru pergi.

Sepertinya ada sesuatu yang mendesak.

Astaga.

Sepertinya aku perlu memanaskan rebusan iga juga.

Baiklah.

Hei.

Itu...

Apa akhir-akhir ini kamu berhubungan dengan Seon Woo Hee?

Ya.

Kadang.

Kalau begitu,

apa kamu tahu tentang Hong-Joon?

Ya, sedikit.

Kenapa menanyakan itu?

Astaga. Bagaimanapun dipikirkan, aku tetap kesal.

Bagaimana bisa ibunya Hong-Joon itu dia?

Apa? Sepertinya kamu salah paham.

Hee hanya peduli tentang Hong-Joon.

Salah paham?

Aku melihat dan mengalaminya sendiri.

Ya ampun.

Astaga.

Mendidihnya lama sekali.

Iga rebus juga butuh waktu lama.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left