The first 168 lines.
Mereka sedang melakukannya.
Lewat sini, Yang Mulia.
Yang Mulia dan Tuan Wulf di sini.
Kau benar.
Itu sungguh Canute?
Aku tak percaya dia menghindar.
Raja Canute cukup mengesankan.
Bagaimana bisa dia bergerak dengan zirah itu?
Itu pedang asli, 'kan?
Ya, kurasa begitu.
Apa ini sungguh latihan?
Dia akan terluka parah jika terkena.
- Lihat dia bekerja sangat keras. - Gunnar!
Halo, Nyonya Estrid. Kau menikmati harimu?
Aku sama sekali tidak menikmatinya!
Ini menakutkan sekali. Aku sangat khawatir.
Yakinlah. Wulf itu ahli pedang.
Dia kendalikan kekuatannya agar tak terjadi apa pun.
Bagiku tidak terlihat seperti itu.
Aku tidak percaya ini.
Dahulu Canute benci menyentuh pedang.
Yang Mulia membangkitkan darah kerajaannya saat di Inggris.
Itu patut dihargai.
Seorang raja harus kuat lebih dari segalanya.
Pria Nordik tidak akan
mendengarkan kata-kata pria lemah.
Tetapi kelihatannya
dia sangat kesakitan.
Kau mundur saat lelah. Itu kebiasaan burukmu.
Saat kau mundur, itu hanya memperlama pertarungan.
Raja sejati maju dan mencari jalan keluar
dengan pedangnya.
Tidak hanya musuhmu menonton, tetapi rakyatmu juga
mengamati bagaimana kau menggunakan pedangmu.
Dan Estrid juga menonton.
Kau tahu, 'kan?
Aku mengerti.
Itu sebabnya tiba-tiba kau mulai menyerang
lebih kuat.
Kau mulai lagi.
Aku tidak akan tertipu trik itu!
Lupakan. Aku tidak bermaksud begitu.
Lagi pula, dia terlalu sibuk bicara pada pria di sampingnya.
Kau menang.
Wah!
Itu luar biasa!
Wah, aku terkejut.
Skornya lima banding satu, tetapi dia buat Wulf mengaku kalah.
Wulf tampak teralihkan di akhir, ya?
Yang Mulia, sudah sering kubilang kau tidak boleh
melempar pedangmu seperti itu.
Itu duel yang luar biasa, Yang Mulia.
Ada apa, Gunnar?
Kami selesaikan dokumen terkait survei.
Nanti akan kubawa ke kamarmu.
Aku harus bilang, tidak banyak orang kaya di luar sana.
Meski kau peras orang-orang di daftar itu sampai kering,
hanya akan dapat sekitar 3.000 paun per tahun.
Selain itu,
satu-satunya pilihan adalah menaikkan pajak secara umum.
Aku merekomendasikan yang itu.
Ketil, putra Sverkel.
Dia petani kaya yang memiliki tanah luas di selatan.
Kekuatan militer setiap keluarga tidak tercantum di sini.
Ya…
Untuk itu kita harus ke sana dan menyelidiki langsung.
Aku perlu tahu jumlahnya. Selidiki dan kabari aku.
Ya, tentu.
Bagaimanapun, ini akan jadi kenaikan pajak signifikan segera setelah
penobatanmu sebagai Raja Denmark.
Aku lebih khawatir
tentang serangan balik dari orang Denmark.
Memastikan itu tidak terjadi adalah inti dari politik.
Itu mungkin.
Setelah naik takhta Inggris,
Canute dihadapkan pada masalah yang mendesak.
Yaitu mendapatkan sumber dana baru.
Bahkan setelah menaklukkan Inggris,
Canute menempatkan pasukan prajurit Denmark pribadinya di sana.
Namun, pasukan itu dibiayai
oleh pendapatan pajak yang dikumpulkan dari Inggris.
Ini berkontribusi pada tumbuhnya ketidakpuasan di antara orang Inggris.
INGGRIS
Jika Canute tidak bisa mengeruk dana dari dalam
Denmark, kekuasaannya yang baru diakuisisi,
tidak ada pilihan selain mengurangi pasukannya yang ditempatkan.
INGGRIS - DENMARK
Ini tidak mungkin? Opsi apa yang kita punya?
Dapatkan lebih banyak tanah kerajaan.
Kau akan merebut kembali lahan?
Tetapi akan butuh waktu sampai kita dapat untung dari itu.
Aku akan dapat lebih banyak ladang
dengan cara selain reklamasi.
Maksudmu mengambil alih?
Yang Mulia, itu akan berlebihan…
Kita butuh uang. Kita harus ambil tindakan drastis.
Setidaknya lebih baik
dari menabur benih ketidakpuasan di seluruh negeri dengan menaikkan pajak.
Jika punya rencana lebih baik, aku mendengarkan.
Sekarang kenapa tidak bubarkan saja pasukannya?
Itu tidak mungkin.
Aku penakluk dan orang Denmark.
Orang Inggris tidak menganggap aku baik.
Efektivitas pemerintahanku bergantung pada
apa aku punya pasukan yang menuruti perintahku.
Raja adalah pedang.
Di dunia seperti ini, raja tanpa kekuatan militer tak bisa menyelesaikan apa pun.
BERDASARKAN MANGA KARYA MAKOTO YUKIMURA
Apa?
Raja Harald meninggal dunia?
Satu minggu yang lalu. Kau agak terlambat, Ayah.
Itu artinya
saat kami meninggalkan ladang dia sudah…
Kurasa begitu.
Aku tidak tahu kesehatannya seburuk itu.
Ini tidak bisa dipercaya.
Padahal aku bawa segunung hadiah untuknya.
Senilai tiga perahu, ya?
Kau ambisius sekali.
Tunggu sebentar, Thorgil…
Kau menyambutku di sini
artinya Raja Canute juga di sini, ya?
Bagaimanapun, aku tentara Raja Canute.
Saat ini, Yang Mulia ada di istana atas nama raja.
Begitu, ya. Kurasa masih ada sisi positifnya.
Karena sekarang tidak ada dukungan Raja Harald,
aku perlu bangun hubungan baik
dengan raja Denmark berikutnya.
Bisa kau menghubungkan aku dengan Yang Mulia?
Semangatmu gigih. Baik, akan aku urus.
Baik, aku mengandalkanmu.
Olmar!
Hei, Olmar pergi ke mana?
Tuan Muda baru saja berangkat sendiri dan pergi ke kota.
Kau biarkan dia pergi?
Sudah kubilang awasi dia!
Ayolah, Ayah.
Dia sudah 20 tahun. Bukan anak-anak lagi.
Dia anak-anak!
Si bodoh itu selamanya anak-anak.
Bayangkan dia pergi ke kota sendirian.
Aku berani bertaruh apa saja sekarang dia sedang berkelahi
karena ada yang menabraknya
dan mereka tidak minta maaf atau semacamnya!
Kau yang menabrakku, Berengsek!
Jangan main-main denganku.
Kau yang harus minta maaf.
Maaf?
Apa maksudmu?
Lihat perbuatanmu! Tadinya aku mau jual kain ini!
Kenapa aku harus peduli?
Jika ini tipu muslihat agar kubeli, aku tidak akan tertipu.
Apa? Kasar sekali kau berpikir begitu!
Namun, kau harus bayar kompensasi.
Sekarang kau perlihatkan dirimu sebenarnya.
Itu rencanamu sejak awal, ya? Kau penipu.
- Astaga. - Berengsek…
Bagaimana orang tuamu membesarkanmu jadi orang merepotkan?
Aku dikenal
jadi pengusaha terhormat seperti ayahku!
- Takkan kubiarkan kau hina kami. - Apa?
Apa yang akan kau lakukan?
Mau melawanku? Coba saja.
Kau penipu "menabrak demi uang".
Cukup sudah! Dasar sialan!
Dia keluarkan pedangnya.
Ada apa? Kemari lawan aku, kau penipu.
Kau takut? Ya?
No comments yet. Be the first to leave one.