The first 200 lines.
Di mana aku memulainya, Diari?
Muy presidencial.
Pemilihan Ketua OSIS pasti ketat, meski didukung tim kampanyeku.
Tapi kau belum aman.
Rashmi didukung ahli matematika. Emilio didukung atlet.
Lalu, Mami pergi ke luar kota.
Semua akan baik-baik saja.
Kecuali tidak.
Karena kami adakan pesta tanpa pengawas untuk Bobby dan teman barunya.
Ya. Mungkin karena teman baruku tidak membuatku malu.
Ternyata tak berjalan sesuai rencananya.
Kami mengira pesta tak ketahuan hingga…
Pesta apa?
Perutku sakit, dan tanganku dingin.
Periksa detak jantungku, apa aku masih hidup?
Elena, bisa tenang?
Aku tak bisa "tenang".
Ini pelanggaran pertamaku. Aku bingung.
Kenapa Mami tidak langsung katakan saja apa hukuman kita?
Mungkin dia ingin kita ketakutan dulu.
Apa?
Aneh.
Aku tak percaya mereka adakan pesta.
Elena tak pernah langgar peraturan.
Bahkan tak punya stan sari lemon
karena tak bisa dapat izin penjual keliling.
Gab, maafkan aku. Aku memeriksa mereka setiap 30 menit.
Seharusnya aku tak main poker.
Ini bukan salahmu. Mereka memanfaatkan kita berdua.
Seharusnya mereka menonton The Great British Baking Show.
Kita harus lakukan sesuatu.
Benar, bukan?
Ya. Kita harus menegakkan peraturan. Kau dan aku, bersatu.
Seperti Marguerite dan permen ceri.
Astaga, kebohongan mereka spesifik sekali.
Apa tindakan kita? Mereka tak boleh lolos.
Nanti. Kita buat mereka ketakutan dulu.
Mereka akan menagih jubah itu.
Apa? Astaga.
MILIK Elena Cañero-Reed
Aku hadir di sini
Menghadapi rasa takut dan mengejar impian
Aku tetap berusaha
Aku tetap jujur pada diriku
Halo, Dunia Entah jadi apa diriku kelak
Apa pun yang kulakukan
Inilah perjalananku
Lo puedo lograr
Melissa! Apa kabar?
Kami sedang berkendara ke rumah kakekku selama enam jam
dan entah bagaimana masih di Florida.
- Giliranmu. - Sekali lagi, Ibu,
aku tak mau bermain "Aku Lihat". Aku sibuk urus kampanye.
Rashmi mundur.
Dari sekolah? Dari masyarakat?
Dari pemilihan. Maaf, pikiranku kacau.
Rashmi mundur dari pemilihan?
Akhirnya kau paham.
Ahli matematika lolos babak nasional, jadi kini dia bersiap-siap.
Klub itu mayoritas anak lelaki, jadi kita hargai perjuangannya.
Terima kasih, Rashmi.
Suaranya bisa diperebutkan.
Liburan musim semi biasanya tak ada kegiatan,
jadi aku setuju terperangkap di mobil
bersama keluarga selama separuh usiaku.
tapi kini kompetisinya hanya antara kau dan Emilio.
Kau harus banyak adakan tatap muka untuk meraih suara pemilih Rashmi.
Tak masalah. Melissa, kurasa kita bisa menang.
- Kalian dihukum dua minggu. - Apa?
Tunggu, apa? Itu tak adil.
Aku sedang liburan musim semi. Bobby sekolah.
Aku hanya boleh sekolah? Kalian bercanda?
Memang aku lucu, tapi ini bukan lelucon.
Baiklah. Aku hanya pergi ke acara kampanye dan yang lain tidak.
Apa? Kau tak bisa pergi ke acara kampanye. Dihukum artinya dihukum.
Tapi, Mami , Rashmi mundur dari pemilihan. Penting sekali aku kampanye sekarang.
Kampanye saja dua minggu lagi.
- Ibu bercanda? - Bagaimana Liga Malam?
Sekali lagi, dihukum artinya dihukum.
Ayolah, Ibu!
Ibu juga pernah muda.
Bukankah kami boleh berbuat salah?
Mami, ini menyangkut masa depanku.
Ibu mau aku menang Ketua OSIS?
Ini tak hanya keputusan ibumu.
Ayolah.
Ibu, dua minggu seperti sepuluh tahun di SMA.
- Bisa beri peringatan saja? - Jangan lakukan ini!
Aku mohon?
Kau masih boleh pergi ke acara kampanye, 'kan?
Tidak selama dua minggu. Ini mimpi buruk.
Sudah beri tahu, ini kegiatan terakhir? Waktu kita hanya sebulan lagi?
Kau… Pilihan untuk… Malala yang…
Sasha, internetmu terputus-putus.
Karena dia wanita bebas, berlayar di lautan lepas,
jauh dari sinyal Wi-Fi dan hukuman penjara.
Aku iri sekali.
Aku terjebak di gunung, dan anak kecil dilarang di kolam air panas.
Aku… Wi-Fi… Kamar mesin.
Kurasa maksud Sasha
Emilio sudah banyak bertemu pemilih.
Ya. Dia menjadi juri tamu Klub Rubik's Cubers
dan membantu band gitar udara mencuci mobil mereka.
Klub Puisi ada acara baca puisi besok malam,
dan mereka ingin kandidat Ketua OSIS untuk jadi pemandu.
Mungkin Emilio juga lakukan itu.
Tidak. Aku saja. Aku harus lakukan itu.
Bagaimana? Kau tahanan.
Kita cari caranya. Benar, Melissa? Aku bisa hadir lewat video.
Kurasa itu bisa berhasil.
Katakan saja ini caramu untuk mendukung teknologi.
"Elena adalah masa depan."
Aku suka itu.
Aku SMS mereka.
Bagus! Aku pergi dulu.
Kami tiba di taman hiburan Pensacola
dan ibuku suka sekali foto perspektif.
- Kau ketinggalan. - Aku datang.
Aku coba bicara dengan teman kapal pesiar… Artinya…
Katakan itu pada dirimu, Elen…
Robertico, kau tak paham artinya "tak ada Liga Malam"?
Sekolah dan rumah. Hanya itu.
Masalah di surga?
Ingat saat bermain poker, kau bilang jangan khawatir?
Anak-anak bohong dan adakan pesta.
Seperti kekhawatiranmu. Mereka manfaatkan guru pengganti.
Aku bukan guru pengganti. Aku wakil kepala sekolah.
Atau guru keren yang memperkaya hidup mereka
dan duduk santai di kursinya.
Karena itu mereka adakan pesta.
Seharusnya kau tak jadi bagian dari sekolah.
Seharusnya kau jadi orang tua saja.
Kami berdua menegakkan peraturan. Aku bilang, "Dihukum artinya dihukum."
Gabi dan aku adalah tim.
Ibu tak peduli kau tak sayang Ibu. Ibu sayang padamu.
…dan itu keputusan terakhir.
Baiklah. Dah, Ibu.
Boleh aku duduk bersamamu?
Hei…
Ini tentang pesta? Aku…
Maafkan aku. Perbuatanku tak baik.
Ini bukan tentang pesta.
Jada mencampakkan aku.
Aku turut menyesal. Apa yang terjadi?
Sesuatu tentang dia belum pernah jadi lajang di SMA
dan ingin mencari identitasnya tanpa aku.
Itu sulit.
Kurasa dia benar. Aku bergabung dengan klub demi dia.
Kini aku punya kebun kompos.
Dan nenekku suka itu. Bagaimana aku beri tahu nenek?
Kau masih bisa membuat kompos.
Benar.
Kurasa kami memang terlalu sering bersama.
Ya, sedikit.
Maksudku…
Kalian saling menyukai, jadi… aku mengerti.
Kau akan baik-baik saja?
Ya.
Nenek dan aku membuat lilin eukaliptus dari kebun,
itu bisa membantu.
Tunggu, kau tak bicarakan ini dengan Danny dan Ziggy?
Entahlah.
Mereka tak memahami aku seperti kau.
Aku di sini jika kau mau bicara.
Maafkan aku tentang pesta.
Aku terlalu ingin membuat kagum…
teman-teman baruku, dan… aku melewati batas.
Tak apa-apa. Kita baik-baik saja.
Asal kau tahu, aku memohon Danny tidak membawa keytar itu.
Elenita, makan malam!
Aku mau makan malam. Menurut ibuku, aku pendosa.
Tapi haiku Ashley luar biasa.
Elenita, taruh ponselnya.
Berikutnya, ada Lynyrd Skynyrd.
Hanya bercanda. Albert Friedman dengan sonata tentang ayahnya.
Saatnya makan. Tak ada ponsel di meja.
Itu tak berima.
Kau juga, Bobby.
Elena memegang ponselnya.
Kalian tak paham arti "tak ada ponsel di meja"?
Mami, ini siaran langsung dan Ibu merusak suasana.
…dan itulah caraku menyayangi ayahku.
Beri sambutan untuk putra terbaik, Albert Friedman.
Pemakaian pentameter iambik bagus.
Baiklah. Bobby, Elena. Ponsel, sekarang.
Terima kasih. Benar?
- Kau dengar ibumu. - Ya.
Karena aku tahanan, hanya ini caraku jadi pemandu acara puisi.
Jika dipikirkan, Ibu yang membuatku terpaksa membawa ponsel ke meja.
Itu bagus.
Ya, ponselku juga.
Baiklah, cukup.
Ini barang milikku. Teganya Ibu lakukan ini padaku?
Kau bisa menelepon nanti.
Nanti acaranya sudah selesai.
Dan kini, sebuah epik dalam 12 bagian.
Sepertinya benar.
Kau lupa sedang dihukum, Nona?
Ibu menghancurkan hidupku.
Cukup! Dua minggu lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.