Player (플레이어)

Player (플레이어)

Download Indonesian Subtitle

Release info

플레이어ㅡPlayerㅡE06 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Cast: Lee Su Geun, Lee Yong Jin, Lee Jin Ho, Kim Dong Hyun, Hwang Je Seong, Lee Yi Kyung, Jung Hyuk. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-08-19
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Para anggota Klub Sastra melakukan wisata orientasi"

"Ke Chuncheon"

"Chuncheon?"

Apa mereka bilang tempat ini disebut Kota Sastra?

Apa ini Chuncheon Hyanggyo?

"Terkejut"

"Aku di sini"

"Aku heran kapan kamu akan datang"

"Ada kursi kosong"

"Pemagang, Henry, ada di sini"

"Ada Eun Gyo di tempat ini?"

"Cilukba"

"Tiba-tiba mereka bermain tentang peribahasa"

"'Orang bodoh itu hebat.'"

"Mereka ada kelas di luar bersama sang raja"

"Mereka juga merasakan rasanya menjadi murai"

"Acara apa ini?"

"Demonstrasi Pak Jang"

"Apa itu?"

"Kalian lihat itu?"

"Tertawa"

"Mengorbankan diri"

"Berdering"

"Tamu kejutan bergabung makan malam dengan mereka"

"Halo"

"Para murid jurusan tari datang ke restoran"

"Mereka menjadi lebih bersemangat"

"Memilih menu secara acak untuk makan malam"

"Bersama Koki Lee Won Il"

"Mereka ingin kita makan malam atau tidak?"

"Menggigit"

"Kita sungguh akan makan!"

"Tunggu! Mari kita rekam dari jarak dekat"

"Apa yang terjadi?"

"Benda yang mendekati mereka"

"Adalah kamera helikopter"

"Berteriak"

"Kisah di balik Klub Sastra dimulai sekarang!"

"Hari Klub Sastra hampir berakhir"

"Malam di mana serangga bernyanyi"

"Malam Sastra"

"Penulis terkenal di dunia, Jang Dong Pil"

"Menikmati sentimen malam musim panas"

"Berdengung"

"Tamu tidak diundang di tengah malam sudah tiba"

"Mengayun"

"Malam yang damai"

"Berdengung"

Sial!

"Siapa yang ditunggu Pak Jang saat malam makin larut?"

"Ini dia"

- Halo, Pak Jang. - Astaga.

Ini sangat...

Lihat betapa rapi tempat ini.

- Halo, Pak. - Pak Jang.

- Astaga. - Halo, Pak.

Baretmu...

"Pakaian yang tepat untuk kelas yang berkelas"

Ini sangat berkelas.

Selamat datang di Malam Sastra.

Ini Malam Sastra?

Baretmu membuatmu tampak cerdas.

"Cerdas"

Ada apa dengan Dong Hyun?

"Lihat Dong Hyun"

"Pria cerdas lainnya"

- Kelas sudah dimulai, bukan? - Ya.

Kita tidak boleh tertawa.

"Memasang wajah datar"

Baiklah. Selamat datang, semua.

- Benar. - Senang bertemu denganmu.

Judul.

"Aku Bertanya Kepadamu".

"Jangan menendang briket bekas dengan kakimu."

"Pernahkah kamu ramah kepada seseorang setidaknya sekali?"

Baiklah, semua.

Selamat datang di Malam Sastra.

Astaga, ini bagus.

Aku pujangga senior kalian

dan penulis terkenal di dunia, Jang Dong Pil.

- Aku pernah mendengar tentang kamu. - Pak, bukankah kamu

yang dipilih sebagai favorit raja?

Kurasa bukan.

Hidungmu belum kembali ke bentuknya semula.

Kudengar ada seseorang yang mirip denganku.

Baiklah, sekarang,

perjalanan kita ke Chuncheon sudah mendekati tahap akhir.

Semuanya, kalian pernah mendengar "puisi dan gambar"?

"Puisi dan gambar"? Apa itu puisi yang mirip gambar?

Secara harfiah berarti puisi dan gambar.

Jadi, aksara Mandarin-nya berarti puisi dan gambar.

Sekarang, kalian akan menulis puisi

dan menggambar sesuatu di samping puisi itu.

Silakan ungkapkan perasaan kalian.

"Malam Sastra, Periode Pertama. Membuat puisi dan gambar"

"Tema. Temanku"

Baiklah, mari kita lihat.

Kamu...

akhirnya mendapatkan ide untuk puisimu.

"Fokus"

Kamu menggambar tanpa ragu.

"Ada satu lagi yang tidak ragu"

Ya, ini bagus.

"Mengamati dengan saksama"

Pak Ubi...

"Seseorang pasti berdiri di belakangku"

Kamu tidak pernah menulis apa pun dalam hidupmu, bukan?

"Tidak"

"Polos dan lugu"

- Bagaimana kamu tahu? - Begini...

"Dia tidak punya pencapaian sastra apa pun"

Aku ingin mempelajari sastra

dari kepolosanmu. Aku sangat memujinya.

Baiklah, kalian sudah selesai.

Tidak ada yang namanya selesai

dalam hal puisi.

Maksudku, kalian harus segera menghabiskannya.

"Dia menyukai lelucon Dong Min"

Baiklah. Aku ingin meminta bantuan

kepada para anggota Klub Sastra.

Ada pembuat onar yang hanya menyebabkan masalah

dan tidak belajar sama sekali.

Itu sebabnya dia gagal dalam pelajaran itu,

dan dia harus datang ke kelas selama liburan musim panas.

Hanya itu cara agar dia tidak gagal.

Izinkan aku mengundang muridku untuk masuk.

Baiklah. Berhentilah membuat masalah dan masuklah!

"Seorang tamu datang pada jam ini?"

"Siapa siswa yang masuk lewat pintu?"

"Si pembuat onar datang"

- Pak. - Astaga.

Astaga, si pembuat onar itu.

"Polos"

- Kemarilah. - Halo.

- Halo. - Hai, senang bertemu denganmu.

- Aku tidak percaya dia datang. - Halo, Pak.

Karena dia bersama kita...

Silakan perkenalkan dirimu kepada para anggota di sini

yang menikmati Malam Sastra.

Apa mereka junior Klub Sastra?

Mereka seniormu.

Aku junior mereka?

- Tentu saja. - Apa dia yang termuda di sini?

- Joong Gwon yang termuda? - Tentu saja.

Tahun ini dia baru masuk kuliah.

Halo, aku mahasiswa baru. Senang bertemu kalian.

Hei, Joong Gwon.

Aku salah minum obat saat masih muda.

Mungkin penampilannya tidak cocok, tapi usianya 20 tahun.

Usianya 20 tahun?

- Benar. - Kamu lahir tahun berapa?

Aku lahir tahun 1999.

"Dia pria yang lucu"

Baiklah. Joong Gwon akan melihat puisi dan gambar kalian

dan mengevaluasinya.

Manis seperti Henry.

- Aku yang pertama? - Ya.

"Puisi dan gambar pertama akan terungkap"

Temaku adalah persahabatan.

Itu mengingatkanku pada pohon.

- Pohon? - Seseorang yang bisa kamu andalkan?

"Persahabatan perlahan makin mendalam seperti pohon"

"Persahabatan

perlahan makin mendalam seperti pohon.

Dan persahabatan juga membawa kebahagiaan sedikit demi sedikit.

Dan persahabatan juga tumbuh sedikit demi sedikit.

Tapi..."

Kalian mendengarkan rimanya, bukan?

Ya.

"Sedikit demi sedikit."

Tapi

mari tetap berteman."

"Terkesan"

- Baiklah. Henry berusaha maksimal. - Itu hebat.

Apa yang kamu rasakan?

Sejujurnya, aku tidak merasakan apa pun.

- Kamu tidak merasakan apa pun? - Tidak.

Tapi kamu sudah melakukan yang terbaik.

- Dia genius, bukan? - Saat Joong Gwon masuk,

aku teringat padanya, jadi, aku menulis puisi tentangnya.

Astaga. Ini luar biasa.

- Judul. - Dia genius.

"Jin Joong Gwon".

Tunggu.

"Manis Seperti Henry tiba-tiba mengangkat tangannya"

Ada yang bisa kubantu?

Ada yang bisa kubantu?

Itu tiba-tiba sekali.

Menurutmu dia berusaha membalas dendam?

- Bagus. - Astaga, bawalah.

- Itu aneh. - Saat kamu membaca puisi...

- Pasti akan terasa berbeda. - Sepenuhnya.

"Merasa bersemangat"

Ini yang aku mau. Sesuatu yang terdengar garang

seperti ada yang menyerang. Itu... Astaga.

- Aku akan mulai sekarang. - Tunggu.

"Aku tahu apa maksudnya"

- Aku pilih yang heroik. - Kedengarannya bagus.

- Aku akan memulainya. - Aku akan memainkannya saja.

- Baiklah. - Perang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left