The first 200 lines.
- Maria, kau sudah bertemu penggugat? - Bukankah ini buruk untuk penyelidikan?
- Kau masih mendukungnya? - Bagaimana skorsing universitasnya?
- Boleh aku mewawancarai kalian bertiga? - Kenapa menurutmu dia tidak bersalah?
- Maria, tunggu sebentar. - Maria, bagaimana perasaanmu?
Bagaimana perasaan Magnus?
- Selamat pagi. - Selamat pagi, Christa.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Apa kabar? - Baik.
Kau perlu istirahat.
Aku baik-baik saja. Aku akan cuti panjang.
Dia tidak melakukannya.
Tentu saja tidak.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Lima... Empat... Tiga... Dua
Selamat datang di malam Oktober yang indah ini.
Aku Maria Holinek dan ini adalah "Our Time".
Meskipun Swedia dihormati karena sistem kesejahteraannya yang baik,
ada kekhawatiran atas meningkatnya jumlah perempuan tunawisma.
Mereka sering disebut sebagai "Kaum Baru Yang Tak Terlihat"
banyak yang berasal dari rumah tangga bermasalah.
Malam ini, kita akan bertemu sebagian dari mereka.
Bagaimana kau berakhir di jalanan?
Aku dirampok.
Kau dirampok?
Ya.
Kepalaku terbentur dan berdarah.
Dan aku tidak tahu lagi siapa aku.
Beruntung mereka menemukanmu cepat.
Ya, aku beruntung.
Apa yang kau ingat, Ragnar?
Kalian bertengkar?
Apa yang sedang kau katakan?
Dia baru pergi.
Tidak terjadi apa-apa di antara kalian?
Tentu saja tidak.
Apa-apaan ini?
Kau pernah merasa tidak aman, Cecilia?
Apa yang sebenarnya kau lakukan?
Demi Tuhan, sudah kubilang kita seharusnya tidak datang!
- Ayo pergi! - Cut!
Ragnar, tolong, Ragnar. Duduklah.
Jika kau tidak ikut denganku sekarang
kau akan menyesalinya.
Ayo istirahat dulu. Kita lanjutkan 15 menit lagi.
Kau tidak harus mengikutinya.
Aku tidak bisa.
Bisa kita memeriksa make-up Maria?
- Aku tak bisa menahan diri. - Aku tahu, aku tahu.
Aku tidak bisa berhenti.
Maria? Itu kau kan?
Bergman sudah datang. Kami punya kejutan.
Oke.
Kemari, pak tua.
Apa-apaan... kau punya anjing?!
Ya. Dia setia, baik. Tempat penampungan binatang bilang dia terlatih dengan baik.
Apa yang harus kulakukan dengan seekor anjing?
Oh ayolah, setiap perempuan butuh sahabat.
Bahkan kau. Pokoknya, kata Bergman...
Apa yang kubilang?
- Hai. - Hai.
Aku seharusnya lebih perhatian pada Maria.
Aku bahkan tidak suka anjing.
Lihat apa yang harus kutangani?
Ini anjing yang bagus sekali.
Apa yang mau kami sampaikan adalah
Magnus setuju menulis buku baru.
Sesuatu yang berbeda.
Non-akademis.
Tapi, bukankah sebaiknya kita menunggu hingga dia bebas?
Kenapa butuh waktu lama? Kau bilang hanya butuh waktu sebulan.
- Dia tidak bersalah. - Aku tahu, tapi...
Ada banyak tekanan untuk jangan terlihat terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Semua akan baik-baik saja. Percayalah.
Dia tak layak di neraka.
Kita perlu memfokuskan kembali perhatian publik.
Sebuah memoar sastra tentang Samos akan memberi mereka narasi baru.
Dia sudah lama mau mengubah jurnal itu menjadi buku.
Kita tidak punya waktu untuk lainnya.
Tapi kita tidak perlu khawatir tentang itu saat ini.
Tidak.
Maria, kau melihat artikel hermeneutikaku?
Apa-apaan ini?
Kau menghapus referensi Dostoevsky?
Itu mubazir.
Kapan kau jadi ahli?
Aku tidak pernah bilang begitu.
Bergman bilang, kita harus ke luar negeri.
- Kita sudah memutuskannya. - Yah, entahlah...
Aku bisa mengerjakan buku itu dan kau bisa merencanakan pertunjukan barumu.
Mungkin itu ide yang bagus.
Ke mana kita akan pergi, hm?
Bagaimana dengan Inggris...
Inggris?
Kau serius?
Bagaimana dengan tempat yang lebih eksotis?
Di suatu tempat yang lebih hangat...
Aku tahu. Bagaimana dengan Marrakesh?
- Tidak, jangan Marrakesh... - Ya, di tempat yang cerah, eksotis, hangat.
Itu akan baik untukmu.
Itu akan baik untuk kita. Kita pantas mendapatkannya.
Kita bisa mampir di Polandia
mengunjungi Slobi dan istri barunya.
Bagaimana menurutmu?
Maroko ke Polandia?
Aku mendengar kau memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi
sejak terakhir kali kau mengunjungi negara asal?
Aku mengundangmu, jadi aku berasumsi akan ada pesta yang menyenangkan.
Mirek, kau tahu aku kan. Aku tidak tahan dengan upacara besar.
- Barbara, mungkin, bukan aku. - Hei! Apa maksudnya "Barbara, mungkin"?
Tidak apa-apa sayang, aku hanya mau kau menikmati pesta yang menyenangkan.
Ya Tuhan, Mirek.
Aku belum pernah mendengar nama itu sejak aku masih kecil.
Ya, aku tahu. Sekarang kau 100% orang Swedia, kan? Magnus?
Ya, secara resmi begitu. Aku ragu mereka masih mendaftarkanku di sini.
- Ini. - Ya Tuhan.
Baiklah... kau tetap penyair bagiku.
- Bersulang. - Bersulang.
Bersulang.
Jadi, Maria, aku mau mendengar semuanya tentang
dunia jurnalisme televisi yang menakjubkan.
Aku tidak akan menyebutnya "jurnalisme" secara tepat.
Lebih seperti... hiburan yang serius.
Oh, ayolah. Jangan merendahkan dirimu. Aku sering menontonmu.
Benarkah? Dalam bahasa Swedia?
- Ya, dalam bahasa Swedia dengan teks terjemahan. - Kau suka pangsit?
Benar-benar pesta yang meriah!
- Bisa kubantu? - Ya, silakan.
- Kau mau? - Ya, terima kasih.
Jadi, ceritakan lebih banyak tentang pekerjaanmu.
Kelihatannya enak.
Sebenarnya aku punya rencana baru untuk acara TV baru tahun depan.
Benarkah?
- Aku suka itu! - Anjing ini, dia gila.
Mengundang orang-orang dari seluruh dunia.
Slobi, Slobi... kau mau?
- Oh, tidak, tidak, terima kasih. - Tidak?
Aku masih harus membaca beberapa hal malam ini.
- Yakin? - Ya, tentu.
Bersulang!
Jadi, bagaimana kalian bertemu? Kalian juga bekerja di bidang konstruksi seperti Slobi?
Oh, tidak, tidak, tidak.
Aku tidak perlu bekerja. Slobi, dia menghasilkan cukup uang.
Dia punya emporium besar, rumah besar, dan kehidupan besar.
Dan aku, aku membuat rumah terlihat rapi. Juga diriku sendiri agar terlihat cantik.
Kukira setiap orang bekerja karena alasan yang berbeda.
Ya.
Aku hanya menikmati kebebasan.
Tidakkah kau merasa sedikit... terjebak?
Apa maksudmu "terjebak"?
Maksudmu, tidak di kota besar?
Karena aku tidak punya pekerjaan mewah?
Tidak, bukan itu maksudku.
Kau pikir kartu namamu memberimu kebebasan?
Aku tidak bergantung pada Magnus. Bahkan secara finansial.
Tapi, sebelumnya, kau bilang kau mau pergi ke Inggris.
Ya, itu sedikit berbeda.
Tidak, kau...
mengeluh.
Magnus yang mau pergi ke Afrika, kan?
Marrakesh adalah tempat yang bagus.
Aku minta maaf.
Aneh bagiku.
Kau melakukan pekerjaannya dan kau perempuan bebas.
Tapi kau tetap tidak bisa memilih ke mana kau akan pergi.
Kalau aku? Aku memberi tahu Slobi apa yang harus dilakukan.
Kau bahkan tidak punya waktu untuk tampil cantik.
Permisi.
Ya, sampai jumpa. Aku janji. Oke. Sampai jumpa, Barbara.
- Sial, kepalaku sakit. - Haruskah aku menyetir?
Tidak, kau tidak punya arah.
Lagi pula, siapa yang akan membaca peta?
Sementara aku menulis buku Samos,
kau akan punya waktu mengedit artikel untuk Cambridge Press.
Kau dengar apa yang kubilang?
Kapan kau dan Bergman memutuskan tentang Maroko?
Saat kau di Gothenburg.
Jadi... sebelum kau bertanya padaku.
Ada apa?
Aku tidak pernah bisa memilih?
Apa masalahnya?
Jangan bilang kau serius mau ke Inggris? Sendirian?
- Ya, aku bisa saja. - Oh, ayolah.
Kapan kau pernah pergi sendiri?
- Kau pernah bertemu Barbara sebelumnya? - Tidak.
Tapi tidak buruk untuk kambing tua seperti Slobi, kan?
Jika kau menyukai itu.
Payudaranya akan rontok saat dia menyajikan "pierogi".
Bayangkan dia ada di atasmu
saat dia menggoyangkan payudara kecilnya itu.
Kenapa kau tertawa? Kenapa kau tertawa?
- Demi Tuhan, kau yang memulainya. - Kenapa kau tertawa?
Kau orang yang mulai bicara tentang "pierogis".
Kau tidak pernah menghargai apa pun.
Demi Tuhan, Maria.
Demi Tuhan.
Jangan di dalam mobil, terima kasih.
Brengsek.
Kau sedingin es.
Berengsek.
Sialan.
No comments yet. Be the first to leave one.