The first 200 lines.
Kali ini aku mau benar.
Hubungan Bree dengan Detektif Vance menjadi serius.
Kita akan bilang apa pada semuanya?
Tom dan Lynette memutuskan berpisah.
- Beritahu anak-anak dulu. - Astaga, anak-anak.
Duduk.
Ayah tiri Gaby kembali untuk menerorn ya Iagi.
Aku ingat malam-malam itu di kamarmu, Sayang.
Tidak, hentikan.
Sampai Carlos mencegahnya, selaman ya.
- Gaby? - Apa yang terjadi?
Aku membunuhnya.
Kini dia akan dipenjara karena mau melindungiku!
- Tenang, kita perlu berpikir. - Kita tak punya waktu.
Ya, itu pesta makan malamn ya.
- Semua datang. - Termasuk pacarmu si detektif.
Kubunuh orang yang menyakiti Gaby. Aku siap dipenjara.
Tidak akan.
Semua n yon ya rumah tahu ada tugas setelah tamu pulang.
Han ya sahabat akan tetap tinggal lama setelah pesta usai...
...untuk membantu membereskan.
Mereka bantu mengangkat yang berat.
Mereka bekerja sama meringankan beban.
Mereka melakukan tugas yang tak men yenangkan.
Tentu saja tugas paling tak enak...
yaitu men yingkirkan tamu yang tak diinginkan.
Kupindahkan mobilnya. Kau tak apa-apa?
- Apa ini terjadi? - Kita sungguh melakukannya?
Tetap fokus. Bagian tersulit sudah berlalu.
Kini kita harus mengisinya.
- Astaga. - Kukira sudah semuanya.
- Jangan. - Ponselnya terlewat.
- Kalau itu terlewat, apa lagi? - Susan, semua akan beres.
Beres bagaimana? Ada yang meneleponnya!
- 'Rumah'. - Lihat?
Dia punya rumah dengan orang yang menyayanginya.
Orang yang akan mencarinya dan langsung pada kita.
- Kau mau kita bagaimana? - Belum terlambat.
- Kita masih bisa ke polisi. - Suamiku dipenjara lagi?
- Kali ini karena membunuh? - Tidak juga. Ini membela diri.
Dia membobol masuk rumahmu dan mengancammu. Bisa kita jelaskan.
Ya, kita bisa jelaskan juga sudah menaruhnya di peti...
...makan kue keju dan menguburnya di hutan!
Kita akan tertangkap. Orang selalu tertangkap.
Kita bukan penjahat.
- Kita punya kelompok! - Cukup.
Orang ini jahat.
Dia menyerang teman kita dan suaminya melindunginya.
Kini kita akan melindungi mereka.
Berarti kita akan diam.
Tidak polisi atau keluarga kita.
Tak seorang pun.
Saat mengubur mayat ini, kita kubur rahasia ini selamanya.
Susan?
Ya, han ya sahabat terbaik...
yang tinggal lama sesudah pesta untuk membantu membereskan.
Walau mungkin masalahn ya lebih besar dari yang mereka kira.
Disebutkan bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam.
Namun dalam sebulan...
...menakjubkan betapa ban yakn ya tanah bisa berubah di bawah kita.
Wanita yang bantu menutupi kejahatan kini tidur bersama seorang detektif.
Pria yang tadin ya selalu suka tidur kini ketakutan.
Wanita yang dulun ya selalu bercerita apapun pada suamin ya...
...kini memendam rahasia buruk.
Pasangan yang memutuskan berpisah kini melakukan apa saja...
...demi menunjukkan tidak ada yang berubah.
Sial.
Brengs...
Hai semua. Ayah bangun pagi dan berpikir...
...membelikan ibumu kopi enak karena pantas didapatnya.
Dia juga perlu. Aku tak bisa tidur semalam.
Tapi kau tahu itu.
Jangan diminum, sudah 3 hari di mobilku.
Sepatu Ayah mana?
Hari Jumat santai. Hari Kamis santai.
Ayo, nanti ditinggal bus.
- Sampai nanti saat makan malam. - Sayang kalian.
-Praktis satu jariku patah. -Tak terjadi bila kau tak ketiduran.
Kau ambil weker yang bagus, bantal yang bagus, dan rumahnya!
Ini konyol. Anak-anak harus tahu kita sudah berpisah.
Pasti, tapi akhir pekan ini ada barbekyu Gaby.
Aku tak mau merusaknya.
Akhir pekan lalu kau tak mau merusak turnamen basket.
Akhir pekan sebelumnya ulang tahun Penny. Ayolah, Lynette.
- Yakin ini soal anak-anak? - Soal apa lagi?
Tom, tak ada yang berubah. Kita masih butuh waktu terpisah.
Setuju, banyak masalah yang diatasi. Kenapa mereka tak bisa diberitahu?
Mereka butuh satu akhir pekan ceria sebelum keluarga ini dicabik.
Kau...
Paige bangun.
Jangan salah paham, tapi kau bisa jadi profesional.
Dari pria yang sangat akrab dengan setengah pelacur di Fairview?
- Itu pujian, Detektif. - Mungkin akhir pekan ini...
...kita berdua bisa ke pegunungan.
Sepertinya seru, tapi Gaby mengadakan barbekyu tahunannya.
- Aku diundang? - Tentu saja. Kenapa tidak?
Mungkin karena aku tak disukai?
- Apa? Kau berkhayal. - Benar, aku tak diajak bicara.
Tak memandangku.
Sudah berminggu-minggu, sejak pesta makan malam itu.
Kenapa bilang begitu?
Bree, aku polisi. Aku paham perilaku manusia.
Saat itu semua berubah.
Entah kenapa. Aku terus menilik malam itu jam demi jam.
Berhenti menilik malam itu, karena semuanya baik-baik saja.
- Mereka juga suka padamu. - Entahlah, tak terasa begitu.
Yah, apa kau merasakan ini?
Bree, aku paham.
Kau mau mengalihkanku dengan seks, dan kalau begitu...
Boleh saja.
Bangun! Kubuatkan wafel!
Kembalilah kalau sudah bisa membuat mimosa.
Cepat, Celia kutinggal di sana. Nanti tak tersisa.
Juanita, cukup! Pergi sekarang!
Carlos!
Juanita, maafkan Ayah!
- Kenapa kau pemarah sekali? - Entahlah.
Mungkin aku kesal soal ayunan golf atau ekonomi...
...atau mungkin karena aku membunuh orang.
Aku paham, tapi kita harus meneruskan hidup.
Pikirmu aku tak mau?
Selalu saja terbayang.
Apapun yang kulakukan, hal mengerikan ini selalu ada.
Aku butuh teman bicara.
- Tom Collins pendengar hebat. - Maksudku Bapa Dugan.
Kau gila? Jangan beritahu siapapun. Terlalu riskan!
Pastor tak bisa melaporkan omongan orang di pengakuan.
Yakin dia takkan membuatmu merasa makin bersalah? Itu keahlian mereka.
Baik, kita ke pastor.
Harus.
Aku jadi suami dan ayah yang buruk.
Aku harus menjernihkan nuraniku. Ini merusakku dari dalam.
- Susan, kau sedang apa? - Aku tadi melihat keluarjendela.
Kulihat debu di sudut setiap panelnya. Meresahkan.
Baiklah. Kau kenapa?
- Maksudmu? - Banyak hal anehmu di kamar.
Tapi membersihkan tak termasuk.
- Tak bisa tidur. - Ya, sering belakangan ini.
Kau tak tidur atau makan, dan tak keluar rumah.
- Tidak benar. - Aku jadi guru pengganti hari ini.
Itu bagus, tapi...
- Kau ribut dengan temanmu? - Apa?
-Kenapa bilang begitu? -Bulan lalu kau senang kembali Iagi.
Kini kau tak menemui mereka.
Tak minum kopi atau main poker.
Tak mengeluhkan suami sambil minum kopi dan main poker.
- Kami baik-baik saja. - Lalu apa?
Susan, ini aku. Ceritakan apa saja.
Aku mau lari.
- Susan. - Kau bilang aku harus keluar rumah.
- Kita tahu apa soal pria baru itu? - Kaya. Lihat mobilnya.
Pasti lajang. Lihat ikannya.
Kaya dan lajang. Seperti apa rupanya?
- Jarang ketiga faktor itu. - Tebakanmu?
Mata miring? Gigi kelinci? Sisir silang?
Satu alis biasa, satu alis besar? Tangan bayi?
Pernah ada semua di satu pria. Akhirnya tidak bagus.
Aku melihat si tetangga baru tadi.
182 cm, 86 kg. Dia memakai jeans hebat.
Aku bisa bilang satu hal yang tidak miring.
- Gaby. - Aku sudah menikah, belum mati.
Masih bisa membayangkan hal kotor yang bisa kulakukan.
- Misalnya? - Astaga! Aku tak tahu...
- Aku Susan Delfino. - Senang bertemu. Ben Faulkner.
Tinggiku 185 cm.
Bobotku sudah tak 86 kg sejak main rugby, tapi terima kasih.
Sedang jeans-nya, aku tak paham kenapa harganya 200 dolar.
Kini aku tahu.
- Permisi. - Ya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku duluan.
- Lihat siapa yang keluar. - Susan!
- Mau minum kopi bersama? - Maaf, aku tak bisa bicara.
Aku jadi guru pengganti, tak boleh terlambat!
- Ada yang bicara padanya? - Kucoba. Teleponku tak dibalas.
Sama, dia menghindari kita. Itu calon masalah.
Dia harus diluruskan Iagi. Ini riskan.
Kata wanita pacar polisi.
Apa pernah terpikir adalah bagus menjaganya dekat?
Bila ada penyidikan, aku yang pertama tahu.
Kulakukan bagi kita.
- Dia sehebat itu di ranjang? - Tak bisa kau bayangkan.
Kalau sudah selesai soal kepik, kita coba cari di luar.
- Susan, bagaimana? - Baik. Senang bisa kembali.
Jujur saja, aku sedang agak murung. Ini yang kubutuhkan.
- Bu Delfino, Cupcake diam saja. - Mungkin sedang tidur.
Kutusuk-tusuk pensil. Dia m-a-t-i.
Tenang, lbu bisa menangani.
Astaga, aku harus bagaimana?
Ada tempat kecil di kebun untuk mengubur peliharaan kelas.
- Mengubur? - Ya.
Buat pemakaman dan bicara sedikit. Jangan sebut Tuhan.
Orangtua Amanda ateis, pengacara dan sangat menyebalkan.
Berkati aku yang berdosa ini, Bapa. Pengakuan terakhirku sudah lama.
Teruskan, Anakku.
'Anakku'. Maaf. Kau tampak jauh lebih tua dariku.
- Siapa kau? Mana Bapa Dugan? - Sedang cuti.
Senang baginya dan bagiku. Ini minggu pertama pengakuanku.
- Begitu? - Ya, bukan main yang kudengar.
Kemarin ada wanita...
No comments yet. Be the first to leave one.