The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiktif"
Pak Presiden datang.
Senang bertemu denganmu, Bu Kim.
Terima kasih banyak atas undangannya.
Terima kasih atas undangannya.
Kenapa kamu tidak menjabat tanganku? Para reporter menyaksikan.
Kalau begitu, akan kujabat tanganmu sebentar.
Tangan yang kotor.
Bukankah sudah kubilang tempo hari
bahwa aku harus mengembalikan
semua hal konyol yang kulakukan denganmu?
Ayahmu... Si berengsek Seo Ki Tae, yang membunuh adikku
seharusnya sudah mati hari itu.
Tunggulah sebentar lagi.
Sebab saat kamu turun dari jabatan,
kamu akan kehilangan semua yang kamu miliki.
Baik, cobalah.
Karena saat aku turun jabatan,
aku akan membuatmu kehilangan semua yang kamu miliki.
"Times"
"Episode 8"
Putri ayah. Kamu belum pergi?
Kamu ingin menemui ayah sebelum pergi?
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Ayo duduk.
Ayah menyembunyikan sesuatu dariku?
Dia harus tahu yang sebenarnya.
Kebenaran tentang ayah yang dia selamatkan berkali-kali.
Apa maksudmu?
Kamu mendengar sesuatu dari Lee Jin. Woo?
Ayah dengar kamu bertemu dengannya.
Jika ada yang ingin kamu tahu, tanya ayah langsung.
Kenapa kamu bertemu dengan pria itu?
Apa pun yang kamu dengar, itu tidak benar.
Ayah sudah menoleransi ini selama lima tahun.
Apa pun yang dia katakan dan fitnah apa pun yang dia ucapkan,
dia tetap penyelamat hidup ayah.
Dia tetaplah kakaknya Geun Woo, jadi, ayah menoleransinya.
Tapi sekarang, bahkan kamu...
Apa sudah pasti
tidak benar?
Apa maksudmu?
Ajudan Lee tahu Ayah menerima suap
dan untuk menutupi kebenaran,
Ayah membunuh Ajudan Lee, adik Jin Woo.
Apa itu benar?
Kenapa ekspresimu begitu?
Kamu sungguh percaya
ayahmu membunuh Geun Woo?
Apa kamu menyesal
menyelamatkan seorang ayah seperti itu?
- Ayah. - Ayah tahu
semua perbuatanmu dan Jin Woo lima tahun lalu.
Jika bukan karena itu, untuk apa ayah membiarkannya?
Jin Woo
melakukan semua yang dia bisa,
bahkan hal-hal yang mustahil dia lakukan untuk membantu.
Begitulah aku tahu
dia bukan orang yang akan membohongiku.
Jadi, kamu memercayainya
dan karena itu tidak bisa memercayai ayah.
"Jin Woo dan aku melakukan segalanya untuk menyelamatkan ayahku."
"Aku memberi tahu Jin Woo semuanya."
"Mana mungkin ayahku melakukan ini?"
Itukah yang ingin kamu katakan, Jung In?
Jangan memperburuk keadaan, Geun Woo.
Kita harus masuk ke Rumah Biru bersama.
Aku berjanji, jika kamu membiarkannya kali ini saja...
Aku akan menyingkap ini.
Sebelum itu, tolong akui kesalahan Anda dan mundur.
Itu permintaan terakhirku, Pak Seo.
Ini juga peringatan terakhirku untukmu.
Jika kamu tidak berhenti sekarang, aku harus menghalangimu.
Aku akan menghentikanmu dengan cara apa pun.
- Aku tahu Anda tidak sejahat... - Aku bahkan menemukan ini.
Aku masih memercayai Anda.
Mana bisa aku tidak memercayainya?
Kamu sungguh berpikir
bahwa orang yang kamu lihat sebagai ayahmu selama 30 tahun,
mungkin orang seperti itu?
Membunuh seseorang demi menutupi kesalahan ayah sendiri
dan berbohong untuk menutupi kebenaran?
Apa ayah tampak seperti orang tidak tahu malu bagimu?
Pendapatku tidak penting.
Semua bukti mengarah kepada Ayah.
Itu
kesalahpahaman.
Ayah memang menelepon,
tapi tidak pernah membunuh Geun Woo.
Ayah menjelaskan ini kepada Jin Woo
sudah berkali-kali.
Haruskah ayah begitu juga denganmu?
Jika itu sulit bagi Ayah, tidak perlu melakukannya denganku.
Aku akan mencari tahu kebenarannya sendiri.
Kebenaran tidak akan hilang hanya karena Ayah mengabaikannya.
Alih-alih mengabaikannya,
kita harus menghadapinya dan melanjutkan hidup.
Karena aku harus melakukannya agar dunia bisa berubah.
"Kandidat 2, Lee Jin Woo"
"Kandidat 2, Lee Jin Woo"
- Kamu harus makan dahulu. - Kamu di sini! Halo.
Mari makan dahulu.
"Mengubah Korea, Lee Jin Woo akan menciptakan negara yang lebih baik!"
Kamu punya hasilnya?
Ya.
Apa? Kim Young Ju 41,5?
Bagaimana dengan kami?
Katakan kami berapa.
Baiklah, akan kututup teleponnya.
"Lee Jin Woo"
Ada apa? Kita berapa?
Apakah turun drastis?
Ya, drastis.
Berapa poin?
Berhenti membuatku penasaran dan katakan saja.
Kita kehilangan empat poin?
34?
Kim Young Ju, 41,5 persen.
Kita punya 40.
Itu ada dalam batas kesalahan dan nyaris terbalap!
Ini luar biasa.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
Kandidat Partai Demokrat Rakyat, Kim Young Ju,
dan kandidat dari Partai Cipta, Lee Jin Woo,
berada dalam batas kesalahan dalam persentase jajak pendapat.
Total tingkat persetujuan dari seluruh negeri
telah menunjukkan Kandidat Kim memiliki 41,5 persen
dan Kandidat Lee memiliki 40 persen,
sementara Kandidat Kim...
Sudahlah.
Jangan terlalu kecewa dahulu.
Kita masih unggul 1,5 poin.
Jika terus bekerja dengan baik, tidak akan ada masalah.
Hanya itu yang bisa kamu lakukan?
- Apa? - "Jangan kecewa."
"Semua akan baik-baik saja."
Hanya itu yang ingin kamu katakan?
Aku ingin mendengar sesuatu yang lebih produktif sekali saja.
"Kandidat 1, Kim Young Ju"
Ada apa? Apa aku harus menunggu?
Berapa lama aku harus menunggu ide bagus darimu?
Pimpinan, pulang saja.
Apa?
"Masa Depan untuk Rakyat! Hari Esok Penuh Harapan!"
Kamu mengusirku?
Aku akan ditunjuk sebagai Perdana Menteri.
Aku harus menghadiri rapat.
Bagaimana kamu bisa bilang begitu saat kita hampir kalah?
Lagi pula, kamu tidak akan berkontribusi pada rapat itu.
Jadi, pulanglah.
Kami akan rapat sendiri.
Apa yang kamu lakukan? Siapkan rapat strategi.
Baik, Bu.
Mari bersiap untuk rapat.
Ya, Pak Presiden?
- Kamu sudah melihat hasilnya? - Ya.
Maaf sudah membuat Anda khawatir.
Aku akan berusaha lebih keras.
Tidak apa-apa. Jika mencapai 41,5 persen,
kamu sudah berusaha semampumu.
Kamu tidak perlu berusaha lebih keras.
Itu tidak benar. Jin Woo hampir menyusul.
- Jika tidak bertindak sekarang... - Mulai sekarang, Kandidat Kim,
kamu tidak bisa menang kecuali kamu melepaskan sesuatu.
Untuk menjadi presiden,
untuk mengambil posisiku sekarang, apa yang bisa kamu lepaskan?
Aku mengerti.
Aku akan menuruti perkataan Anda. Terima kasih, Pak Presiden.
- Bagus. - Mari bersulang.
- Bersulang. - Minumlah, Semuanya.
Baiklah. Perhatian.
Aku tahu jika mengatakan ini sekarang,
pasti ada beberapa di antara kalian
yang mengatakan aku terlalu cepat,
tapi aku harus mengatakan ini.
Jika kita teruskan, Kandidat Lee Jin Woo,
temanku, Jin Woo, akan menjadi Presiden, bukan?
- Ya. - Benar.
- Ya. - Benar.
Baiklah.
Kalau begitu, Kandidat Jin Woo...
Tidak, Presiden Jin Woo, akan berbagi pesan dengan kita.
Tolong beri tepuk tangan meriah.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
- Lee Jin Woo. - Ini.
- Lee Jin Woo. - Lee Jin Woo.
Apa yang harus kukatakan?
Katakan saja.
- Atau bernyanyilah untuk kami. - Ya, bernyanyilah!
- Bernyanyilah untuk kami. - Sudah.
Hentikan itu.
Setiap kali ada yang meminta bicara,
mereka selalu bicara dengan klise,
jadi, untuk hari ini, aku akan menerima pertanyaan.
Jika ada yang ingin kalian ketahui tentangku,
silakan tanyai aku sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.