The first 200 lines.
Sebelumnya, dalam The Resident...
Dokter perawatan paliatif akan mengobati gejalamu
dan memastikan kau menjalani hidup sebaik mungkin.
Ini akan memberi kita lebih banyak waktu
untuk melakukan hal yang kita cintai bersama.
Aku terpilih untuk jabatan di Dewan Medis Negara Bagian.
Itu luar biasa, Randolph.
Aku ingin bayi ini 100 persen milikku.
Karena kita kembar identik, aku ingin tahu,
maukah kau memberiku salah satu sel telurmu?
-Apa kau dalam masalah? -Tidak.
Aku bisa mengendalikan masa laluku, masa kini,
dan sampai batas tertentu, masa depanku.
Pertama, kita sterilkan jarumnya.
Jangan sampai terbakar, Pak Soriano.
Aku sangat terinspirasi oleh kepercayaan dirimu, Jordan.
Sekarang kita gunakan pinset steril
untuk menempatkan empat antibiotik berbeda.
Ini dia.
Akan butuh setidaknya 24 jam bagi kita untuk melihat
antibiotik mana yang melawan bakteri.
Itu seperti uji klinis sungguhan.
Kemajuan bertahap.
Tapi itu satu-satunya cara bagi kita untuk mengetahui
pengobatan mana yang berhasil untuk menyembuhkan orang.
Seperti aku.
Jadi, kau cawan petri?
-Menjijikkan. -Tidak, Jordan benar.
Bukan begitu, dr. Pravesh?
Kita punya istilah lebih ilmiah untuk itu.
Tapi, ya, gurumu itu adalah cawan petri.
Tapi dia sangat berani.
Risikonya tinggi, tapi pikirkan imbalannya.
Kudis. Polio. Diabetes.
Semua itu bisa diobati, bahkan disembuhkan, karena uji klinis.
Jadi, hari ini, tolong dengarkan guru pengganti kalian, baca bab empat,
sementara aku akan pergi ke Rumah Sakit Chastain Memorial
agar dr. Pravesh bisa memberiku infus pertamaku
dengan obat yang berpotensi penyelamat nyawa untuk kanker paru-paru.
Itu bisa menjadi obat.
Atau mungkin hal lain.
Itulah keindahan eksperimen.
Kita hanya tahu begitu kita mengambil kesempatan.
Mari kita berikan dosis terakhir epi dengan bikarbonat lagi.
Memasukkan bikarbonat.
Sudah berapa lama kita menyokongnya?
Menurut arlojiku, 30 menit.
Tapi karena EMS menemukannya di TKP, mungkin hampir satu jam.
Dia mengalami asistolik di tiga pemeriksaan denyut terakhir.
Sudah diberikan obat batas maksimal.
Menetap dan melebar.
Baiklah, sudah waktunya. Hentikan kompresi.
Waktu kematian, pukul 09.34.
Dia terlalu muda.
Serta sendirian.
EMS tak bisa menemukan dompet atau ponselnya.
Olanzapine, aripiprazole.
Antipsikotik?
Tidak biasa, itu menjelaskan kenapa Narcan-nya tak bekerja.
Jika kau minum cukup banyak, kau masih bisa teler.
Tapi dosis ini...
Apa?
Dosis ini apa?
Lalu unicorn mengadakan pesta, tapi kucingnya hilang.
Mereka harus menyelamatkannya,
jadi, mereka memanggil Happy si anjing pelacak
karena hidungnya hebat, dan dia detektif terkenal...
Jangan katakan lagi, kau akan merusaknya untukku. Hai, Tisha.
Bisa kita baca bersama, Ayah?
Lalu kau menirukan semua suara lucu seperti biasa?
Ya, tentu. Sepulang kerja, ya?
PASIENKU OVERDOSIS
Ada apa, Ayah?
Semoga harimu menyenangkan di sekolah, Sayang. Aku mencintaimu.
-Sampai jumpa, Ayah. -Sampai jumpa.
ARIPIPRAZOL, DR. CONRAD HAWKINS MINUM SATU TABLET, TANPA MAKAN
Kau mau ke mana?
Ke apotek yang memberikan resep-resep ini.
Aku belum pernah mendengar pasien ini, aku tidak meresepkan ini.
Jangan lakukan itu. Kau harus langsung ke FBI.
Baiklah. Bagaimana kau tahu itu?
Aku tahu saja. Ada kantor di pusat kota, aku bisa memberimu nama.
Sempurna, kau bisa memberiku nama agen FBI? Itu bagus.
Namanya Todd Barker. Aku akan meneleponnya
dan memberitahunya bahwa seseorang memakai namamu dan nomor NPI
untuk meresepkan obat dan dia akan urus dari sana.
Tunggu, pelan-pelan, apa?
Irving memanggilku. Aku harus pergi.
Tunggu.
Hei.
Dokter Hawkins bilang Grace suka kursi yang nyaman
dari lantai empat, jadi, kubawakan untukmu.
"Kubawakan" maksudku "kucuri",
-jadi, jangan bilang-bilang. -Terima kasih.
Omong-omong, di mana dr. Hawkins? Dia bersama kami selama kemoterapi.
Ya. Dia akan tetap datang ke sini, aku janji.
Dokter Pravesh adalah dokter kita sekarang.
Dia spesialis uji klinis.
-Jadi, tak terlihat mewah, tapi... -TIL-ku.
Ini dosis pertama Tumor Infiltrating Lymphocyte Albert.
Sel yang kita ambil bulan lalu dari biopsi paru-parumu
kini disiapkan untuk mengincar kanker spesifikmu.
Luar biasa, bukan?
Itu luar biasa.
Arti sebenarnya dari kata itu, menginspirasi kekaguman.
Seperti perasaanku tentang lubang hitam dan getaran atom.
Kalian berdua sungguh kutu buku.
Benar sekali.
Jadi, kau akan mendapatkan satu dosis setiap beberapa jam, totalnya enam.
Perlu beberapa saat sebelum kami tahu apa kau merespons.
Namun, ini langkah pertama.
Sains tak pernah terdengar begitu mudah.
Jadi, aku mau kau bersikap realistis.
Ini kemungkinan akan membuatmu merasa lebih sakit sebelum menjadi lebih baik.
Jadi, mungkin ada gejala seperti flu, mungkin lebih buruk.
-Seberapa parah? -Hei. Jangan khawatir.
Aku bisa menangani apa pun hasilnya. Ini garis hidupku.
Kesempatan terbaik terakhirku.
Baik kalau begitu. Ini dia.
Dokter Feldman, tunggu. Bisakah kau menggantikanku selama beberapa jam?
Tidak. Sifku sudah selesai.
Kau mengambil alih untukku agar aku bisa memiliki kehidupan di luar tembok ini.
-Ya, benar. Jadi, bisa gantikan aku? -Tidak.
Terima kasih.
Kukira aku tak bisa bertanya mau ke mana kau pergi, tapi mau ke mana kau?
Berdiri 12 jam. Apa artinya 12 atau 13 jam lagi?
Ini penyalahgunaan dokter.
Mariana, 36 tahun, gangguan pernapasan,
tak ada suara napas di sebelah kanan, kemungkinan paru-paru kolaps.
-Kau mau kami ke mana? -Bilik 11. Kau sudah dapat tanda vital?
Denyut jantung 120, tensi 80, mengalami palpitasi.
Oksigen 90, 92 persen.
Baik, hubungi dr. Austin.
Dokter Austin dalam perjalanan keluar dari sini,
tapi jangan ragu untuk menghubungi dr. Devi.
-Kau akan pergi juga? -Ya, Pak.
Tak adil. Jika aku harus tinggal, semua orang harus tinggal!
Aku di sini. Kau hendak pergi?
Aku harus mengunjungi ibuku.
Lalu Irving merengek seperti anak anjing kecil kesakitan.
-Pergilah. Aku akan menanganinya. -Pada hitunganku. Satu, dua, tiga.
-Apa yang kau butuhkan? -Bagaimana kalau pneumotoraks?
-Bagus. -Ini Mariana.
Kau tinggal di IGD-ku sekarang, Devi.
Mariana, pertama, kita akan mendengarkan paru-parumu, paham?
Hundley, bisa tolong ambilkan kit selang dada?
Paru-paru kananmu kolaps.
Aku perlu melakukan dekompresi untuk membantumu bernapas, paham?
Kami akan membuatmu mati rasa lebih dulu.
Ini mungkin sedikit sakit.
Berikan selang dada.
Ambil napas dalam-dalam.
Baik, sudah masuk.
Pleur-evac.
Aku merasa seperti akan mati.
Tadinya begitu, Sayang.
Namun, dr. Devi baru menyelamatkanmu karena dia bosnya.
Terima kasih.
Ini dia, Bu. Kembali ke pemiliknya yang sah.
Kau hanya CEO selama beberapa hari.
Tunggu, apa kau memindahkan tanamanku?
Ya. Cahaya di sana lebih baik.
Aku hari ini ikut rapat pertamaku sebagai anggota Dewan Medis Negara Bagian.
Jadi, aku bisa memulai babak baru dalam hidupku
dan menyerahkan rumah sakit yang berjalan lancar padamu.
Sepertinya Trevor Daniels tak masuk kerja lagi hari ini.
Dia sudah hilang sejak berbicara mewakili Billie.
Billie sudah berusaha untuk mencarinya.
Lalu dr. Hawkins menelepon, katanya dia dalam perjalanan ke FBI.
FBI?
Lalu dokter IGD baru kita baru saja pergi di tengah sifnya.
Apa yang kau katakan tentang rumah sakit yang berjalan lancar?
Bahwa kau dibantu orang yang cakap, semuanya akan lancar.
Omong-omong, kau terlihat sangat keren dalam setelan itu.
Aku tahu.
Baik.
Saudari kita sendiri menjadi ibu kandung dari anak kita,
rasanya sedikit janggal, 'kan? Apa aku boleh mengatakan itu?
Banyak wanita yang mendonorkan telurnya kepada saudarinya.
Benar. Namun, Devon ada benarnya.
Memberimu salah satu telurku, itu rumit. Kita harus jujur, bukan?
Kalian berdua akan menjadi ibu bayinya, secara teknis.
Tidak, aku akan menjadi ibu bayi itu.
Aku akan melahirkan dan membesarkan anakku.
Tanggung jawab Leela berakhir dengan sumbangan telurnya.
Ya, tapi kalian kembar identik dengan DNA identik.
Jika aku bisa memiliki anak dengan telurku sendiri
yang identik dengan telurnya,
kau tak akan menganggap bayiku sebagai bayi Leela, bukan?
Namun, siapa yang akan menjadi ayahnya?
Donor sperma.
Baik. Namun, siapa?
Itu keputusanku.
Beri aku waktu untuk memikirkannya.
Aku tahu tak memiliki suara di sini, tapi...
Benar, Sayang.
Tubuhku. Saudariku. Telurku.
Dokter Hawkins, kita berbicara di telepon.
Agen Barker?
Maaf atas keterlambatannya, kami sedang menunggu seseorang.
No comments yet. Be the first to leave one.