The first 200 lines.
Kematian…
tidak terelakkan.
Ji-yong.
Kau seharusnya tak terlahir di dunia ini.
Kau juga anakku.
Pak Han.
Aku sedang mengandung bayi dari pria lain.
Besarkan bayinya seperti anakku sendiri.
Tidak ada yang perlu tahu.
Hanya kita saja yang tahu.
- Ayo. Kita bicara di luar saja. - Lepaskan aku!
Sepertinya Hi-soo juga harus tahu.
Maafkan aku, Hi-soo. Kau tak usah ada di sini.
Kau tak boleh stres. Akan kuurus.
Tak apa. Aku juga harus tahu apa yang terjadi.
Mengapa kau kemari?
Aku datang mencari Ha-joon. Dia adalah anakku.
Apa kau sudah gila? Bagaimana bisa dia anakmu?
Dia anakku!
Ayah sepertimu dan ibu palsu.
Enyahlah kalian semua.
- Bangunlah. - Lepaskan aku.
- Lepas. - Keluar!
Jangan menyentuhku!
Jangan macam-macam denganku.
Siapa pun yang mencoba merebut milikku akan kubunuh.
Aku seharusnya membunuhmu saat itu.
Bukankah seharusnya ada rapat keluarga?
Kita harus melindungi Ha-joon.
Bu Jung, surat wasiat Direktur akan segera dibacakan.
SURAT WASIAT
Untuk istriku, Yang Soon-hye.
Aku memang bukan suami yang baik.
Supaya kau menikmati sisa hidupmu,
aku memberimu wastu di Seongbuk-song dan tanah di kampung halamanku.
"Bila kau memegang saham perusahaan,
hidupmu akan menyedihkan dan menderita."
Dasar pria tua gila!
Untuk putra tertuaku, Han Jin-ho.
Seumur hidupku, aku mengajarimu cara menjalankan perusahaan
dengan menyerahkanmu hotel kita.
Namun, aku merasa bersalah karena tak bisa membaca kemauanmu.
Supaya bisa tahu kemauanmu sebenarnya, kusarankan kau ikuti pendidikan master.
Aku akan terus membiayai uang kuliahmu sampai lulus nanti.
Untuk menantu tertuaku, Jung Seo-hyun.
Sebagai menantu tertua di keluarga,
kau telah bertanggung jawab dan menjaga martabatmu.
Aku akan memberimu semua sahamku di Elektronik Hyowon
dan menunjukmu sebagai pimpinan Hyowon E&M.
Untuk putriku satu-satunya, Han Jin-hee.
Kau telah mengurus toko roti kita
yang tak ingin diurus siapa pun karena tergeser oleh kakakmu.
- Seharusnya… - Namun,
aku melihat bahwa kau sangat bersemangat dalam mengerjakan tugasmu di sana.
Karena itulah aku memberimu semua sahamku di Produk Penganan Hyowon.
Namun, syaratnya,
kau harus menerima konsultasi kejiwaan secara rutin.
Untuk menantu keduaku, Seo Hi-soo.
Menantu yang baik dan memberiku banyak tawa setelah masuk ke rumah ini.
Aku ingin kau bisa terus merawat Ha-joon agar tumbuh menjadi pria yang baik.
Untuk mendukung masa depan kalian,
aku memberimu 30.000 sahamku atas Perusahaan Perdagangan Hyowon.
MEMANGGIL GURU LES HA-JOON
Untuk putra bungsuku, Han Ji-yong.
Aku mohon maaf karena tak bisa memberikanmu kasih sayangku secara adil.
Aku menyalahkan diriku yang kekurangan rasa cinta dan kebaikan.
Aku berharap kau tak menjadi sepertiku dan bisa menjadi cahaya di luar sana.
Aku menganjurkanmu, Han Ji-yong, untuk bekerja sukarela
agar bisa belajar untuk mencintai dan dicintai.
Karena itulah aku memberimu posisi sebagai direktur di Akademi Hyowon
agar kau bisa bertumbuh bersama dengan para murid di sana.
Untuk cucu tertuaku, Han Soo-hyuk.
Aku memilihmu menjadi pewaris Grup Hyowon setelah usiamu beranjak 30 tahun.
Dari 308.000 saham yang kumiliki,
aku akan memberikan 150.000 saham kepadamu.
Sedangkan 158.000 saham sisanya
akan kusumbangkan kepada warga Korea Selatan
dengan harapan dapat membantu pendidikan di sini.
Halo.
Tenang.
Aku tak akan kalah.
Hi-soo, aku datang untuk memberi tahu jadwalmu.
Baiklah. Katakanlah.
Apa kau baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Suamimu…
Karena dia tidak terpilih sebagai pewaris Hyowon?
Soo-young.
Manusia harus selalu berhati baik.
Itulah kebenaran dalam kehidupan.
Orang jahat…
tak seharusnya berkuasa.
Apa jadwalku?
Baiklah. Ambil ponsel kalian masing-masing.
Silakan.
Kak Yu-yeon, kapan pulang ke rumah?
Astaga!
Tuan Muda Soo-hyuk telah dipilih menjadi pewaris Hyowon.
Apa?
Biar kulihat.
- Hebat sekali. - Astaga, Tuan Muda.
- Astaga. - Aku masih tak percaya.
Astaga, aku iri sekali.
Mungkin dari awal dia sudah merencanakan semuanya.
Dia sudah persis seperti Cinderella.
Cinderella sudah lama mati, mengapa masih disebut?
Soo-hyuk telah menjadi pewaris Hyowon. Apa kau tahu?
Ya, Bu.
Saat ini aku bicara bukan sebagai ibunya Soo-hyuk,
melainkan sebagai seseorang yang hidup lebih lama darimu.
Kau akan terus dibandingkan dengan Cinderella mulai dari sekarang.
Orang-orang akan berharap sepatu kacamu segera pecah.
Apakah kau berani melawan semua pandangan dunia?
Coba cek sendiri.
Tak ada yang lebih berharga dari dirimu.
Aku berharap kau tak memilih yang membuatmu terluka.
Baik, Bu.
BUKA
Sial. Aku berharap salah.
Ternyata sandinya tanggal ulang tahun Kim Mi-ja?
Ayah.
Ini untuk merayakan keputusan bijakmu karena tidak memilih Ji-yong
sebagai pewaris.
Dan ini untuk amarah yang kurasakan
karena kau telah menipuku.
Lalu yang ini untuk Soo-hyuk.
Untuk anakku, Soo-hyuk.
Aku akan minum semuanya.
Kesimpulannya, aku merasa kesal, tetapi juga berterima kasih.
Itulah yang kurasakan.
Mulai!
Bunuh dia.
Bunuh dia!
Bunuh dia!
Ji-yong.
Kau seharusnya tak terlahir di dunia ini.
Bila kau berdarah keluarga Han,
hidup kita pasti akan berbeda.
Bila begini akhirnya,
kau lebih baik tak perlu lahir ke dunia ini.
Apa kau sudah mencari tahu?
Pak Ji-yong meminta persetujuan direksi
untuk naik menjadi pimpinan.
Karena mereka sudah mengangkat gelasnya,
kita juga harus angkat gelas kita agar bisa bersulang.
Apa rencanamu?
Bacakan saja wasiat ayah mertuaku dalam rapat direksi.
Mari kita lihat siapa yang akhirnya menjadi pemenang.
EPISODE 9 MENYULANG DENGAN IBLIS
Halo. Dengan siapa ini?
Halo, namaku Han Jin-hee.
Aku yang mengirim pesan teks tadi.
Han Jin-ho…
- Kakakku bercerita tentangmu. - Begitu rupanya.
Aku sedang diharuskan untuk mendapat konsultasi kejiwaan.
- Ini karena wasiat ayahku. - Lalu?
Aku ingin berkonsultasi denganmu saja.
Kudengar untuk biaya konsultasi
akan didonasikan untuk yayasan di sana.
Aku suka dengan hal tersebut.
Kapan kau punya waktu? Aku ingin berkonsultasi secepatnya.
Jadwalku tak memungkinkan saat ini. Haruskah kukenalkan orang lain?
Apa kau menolakku sekarang?
Buat agar kau bisa bertemu denganku.
Tolong luangkan waktumu.
Dengar.
Aku seorang biarawati.
Aku bukan psikolog khusus untuk keluargamu.
Kau juga tak boleh perlakukan seseorang seperti ini.
Kau benar-benar tak bisa berempati dengan orang lain.
Benar sekali. Kau pintar membaca orang rupanya.
Itulah masalahku, jadi, cepat dengarkan ceritaku!
Sudah kukatakan aku tak ada waktu!
Astaga, aku suka dia. Dia sangat keren.
Berlian biru itu…
Di mana…
Apa?
Apa?
Karena aku tak bisa
Melupakan cintanya
Haruskah hatiku
Menangis kembali
Tanpa rintihan
Malam ini
Cintaku
Betapa memilukan cintaku
Mengapa kau mampu
Merasuk ke dalam mimpiku
Andai saat ini
Pertemuan kita yang terakhir
Sialan.
Dan tak pernah membukanya lagi
Aku mencintai
Seseorang yang tidak seharusnya kucintai
Karena mencintainya
Adalah perbuatan berdosa
LAYANAN DARURAT 119
Sirene ambulans dimatikan.
Dia akan dibawa ke bangsal Direktur di rumah sakit.
Aku sudah menyuruh para pembantu tutup mulut, tak usah khawatir.
No comments yet. Be the first to leave one.